
Ana membanting ponsel Aditya hingga terjatuh
tatapan mata Aditya langsung berubah ibarat sepasang mata elang yang menatap tajam langsung kearah Ana
" Untung saja kau sedang hamil !!
Kalau tidak sudah habis kau
Aditya mengambil ponselnya
" Ponselku retak kau lihat ini , kau tau harganya berapa
Tampak Ana sangat ketakutan melihat Aditya yang sedang membentak Ana
" Kau harus menggantinya
" Bagaimana aku akan menggantinya sedangkan aku tidak punya uang
" Kau harus mengganti dengan dirimu sampai lunas hutangmu
Perjalanan yang lumayan jauh membuat mereka harus memutar arah karena letak Ana kesasar tidak begitu jauh dari alamat rumah mereka
Dengan wajah yang tampak sangat lelah
Akhirnya Mereka bertiga sampai di rumah ,
Aditya langsung masuk kekamar ,
Dengan wajah yang masih kesal karena semalam harus berkeliling mencari Ana karena tidak tau asal muasal masalahnya
menurut Aditya seharusnya ia langsung saja melapor padanya bukan dengan kabur
Aditya mengganti pakaiannga di kamar ia tak berbicara sepatah katapun lalu meninggalkan Ana seorang diri
" Aku akan tidur dibawah sampai kemarahan ku reda ,
tenang saja satu orang pelayan perempuan berjaga dikamarmu
Raut wajah Ana berubah menjadi sedih , bagaimana mungkin ia akan tidur sendirian di dalam kamar sebesar itu , ditambah lagi biasanya ada Aditya disampingnya Ana merasa sangat bersalah
Kenapa harus aku lagi yang salah ,
aku ini sedang mengandung anakmu apa tak bisa kau memperlakukanku dengan baik
Mengertilah Aditya aku juga ingin diperhatikan seperti kau yang diam - diam menemui Amanda
Ana menendang pintu kamar
Brakk..
" Yah pergi saja kau , tidur diluar sana sekalian aku baik - baik saja
.
Bisa tidak aku memohon padamu untuk tetap berada dikamar ini bersamaku
Aditya berbalik masuk
__ADS_1
" Suara apa itu tadi ,
Ana terkejut melihat Aditya masuk kembali
wajahnya langsung kaget ,ia langsung mendadak pura - pura pusing terlihat jelas bintang - bintang sedang menari diatas kepalanya
ketakutan yang disebabkan ulahnya menendang pintu tersebut
Gawat apa dia mendengar ocehan ku tadi
aku takut ia semakin marah padaku
" Cobalah bersikap baik padaku jika kau melakukan hal yang membuatku semakin marah , atau kau menganggu ketentraman anakku yang sedang ada di perutmu itu kau lihat saja aku akan melaporkan semua kelakuan burukmu kepada ibu dan ayahmu
" Beraninya kau mengancamku ,
Ana menunjuk hidung Aditya yang mancung dan mungil , belum lagi wajahnya yang putih mulus ganteng , tampan semua yang cakepb- cakep pokoknya dah
Sangat tampan sekali wajahnya jika dilihat dengan jarak dekat , tetapi ia tak pernah mencintaiku jangan lemah Ana , aku akan memberikan pelajaran untuk perempuan itu kau lihat saja nanti
Ana langsung cepat - cepat tersadar dan menurunkan tangannya
" Maafkan aku
" Perempuan aneh
sebaiknya aku cepat - cepat turun kebawah aku harus menunjukkan wibawaku sebagai seorang suami , dia ini wanita cerdas jika aku terus lembek didepannya ia akan semakin menginjak - nginjak harga diriku , benar kata bima dan ayah mertuaku dia sangat keras
sayang sekali aku harus melewatkan malam ini tanpanya aku harus bisa walaupun jagoan kecil ini sudah memberonta saat tangan putihnya itu menunjuk wajahku , hanya dengan jarinya saja aku sudah tergoda Aditya kau harus bisa
Padahal aku sungguh takut kehilangannya
aku akan memberikan perhitungan pada Amanda besok .
Arya pun tidak bisa memejamkan matanya ia masih tak bisa melepaskan bayangan Siska dari matanya , ia terus membolak - balikkan badannya , lalu keluar kamarnya
Ia melihat sepasang kaki sedang terjuntai ,
" Aditya kau belum tidur brow
" Mataku tidak bisa dipejam kau sendiri?
" Kau keterlaluan mengerjai Ana , dia sedang hamil
" Aku sebenarnya juga tidak tega tapi mertua ku berpesan aku harus sedikit memberi pelajaran padanya jangan hanya dia saja yang bisa marah padaku
tenang saja soal kehamilannya kali ini , sepupuku sudah memberikan vitamin yang paling bagus
agar tidak keguguran lagi
" Keguguran ?
Arya terkejut mendengar kalimat yang barusan ia dengar
" Ah , maksudku
" Kau hebat sekali ternyata ya , bisa menyembunyikan sejauh ini , bukan main
__ADS_1
ayo mengakulah sejak kapan kau mulai mencintainya ,
atau jangan - jangan sejak perban yang menempel dilehermu itu kan
Darimana dia tau
" Sudahlah tak ada lagi yang perlu kau sembunyikan dariku , bukankah sejak kecik aku sangat mengenalmu kawan,
Aditya dan Arya sudah berteman sejak kecil , kebetulan dahulu papa Arya bekerja diperusahaan milik oma Rita setelah cukup modal ia membangun usaha sendiri
tapi sayang sekali karena ditipu oleh orang
Arya harus mengulang kembali dari nol
" Kau yakin sanggup bertahan lama - lama marah padanya , aku tidak yakin..
Aditya tampak tersipu malu , karena ia ketahuan menyembunyikan fakta selama ini dari Arya
" kau tidurlah besok ada rapat
" Aku akan menyuruhmu memimpin rapat menggantikanku lumayan kan
Arya termenung lesu
" Aku tak pernah mendengar kabar Dimas setelah hari wisuda itu
Aditya tampak sangat sensitif saat mendengar nama Dimas disebut oleh Arya
" Aku mengantuk mau tidur dulu ,
" Hahaha kau kenapa , selamat beristirahat
" Aku sangat heran dengan cinta bisa membuat semua makhluk keluar dari akal sehatnya
Hey Arya apa kau tidak sadar jika kau juga sama dengan Aditya dan Dimas . Siska aku hanya akan mengagumi dalam mimpiku itu saja , menikah ? sama sekali tidak terpikir dalam otakku
Aditya masuk kedalam kamar yang terletak disamping aquarium besar dikamarnya
kamar yang dikhususkan untuk para tamu yang ingin menginap dirumah nya
Aditya menatap langit - langit kamarnya ada rasa sedikit menyesal karena ia telah memilih untuk tidur dikamar bawah
Aku tak bisa memejamkan mataku , kalau seperti ini aku yang akan terus tersiksa membayangkan saat jari mungilnya yang putih tadi menunjuk wajahku aku harus menahan segala hasratku padanya , Aditya kau sudah gila ,
Aditya mengacak - ngacak rambutnya
" Ana kau harus bertanggung jawab telah membuat ku seperti ini ,
bagaimana lagi cara aku membuatnya jatuh cinta padaku , tentu saja aku akan memaksanya untuk jatuh cinta padaku . kau yakin bisa ? bagaimana jika ada orang lain dihatinya " Meski ada orang lain dihatinya aku akan mengeluarkan secara paksa orang itu dari hatinya , apa kau yakin akan menang Aditya tidak ada kemenangan karena sekarang dia adalah istri sahku. yang sedang
mengandung darah dagingku , meski aku tau banyak sekali yang menginginkannya apa lagu Dimas gila itu , tetap saja aku akan terus memaksanya untuk mencintaiku
Aditya tersenyum lalu memejamkan matanya
Ana tak bisa tidur ,
Aku akan tetap mengalahkan Amanda ntah bagaimana caranya , tapi aku sangat heran dengan diriku yang berubah menjadi sensitif seperti ini , wajar saja Aditya sangat marah jika terjadi sesuatu padaku dijalan tadi bagaimana , untunglah bapak sopir taksi itu tidak berniat jahat padaku meski ia tadi sempat memperlakukan seperti hantu
__ADS_1