
" Maaf kak aku baru datang
Siska buru - buru meletakkan tasnya lalu membantu Dimas mengelap - ngelap bagian luar motor tersebut agar terlihat mengkilap
Siska berkeliling seperti sedang mencari sesuatu , hingga menarik perhatian Dimas
" Apa yang sedang kau lakukan
" Aku sedang mencari motor aneh itu , apa sudah laku terjual
" Ya , Aditya dan Ana yang membelinya
Tak lama Siska melihat dua orang yang sedang menggunakan motor dengan berpelukan sangat erat melihat kekiri dan kanan dengan seorang perempuan yang menutupi wajahnya
Siska masih memperhatikan dari kejauhan
" Apa itu Aditya dan Ana ?
Siska masih mendongakkan kepalanya keatas untuk memastikan jika itu adalah Aditya dan Ana
Arya masih berkeliling mencari dimana stand pameran motor dengan membawa tas yang berisi uang didalamnya
tentu saja pengamanan di tempat itu sudah dijaga sangat ketat karena bukan sekedar pameran biasa , tempat ini didatangi oleh konglomerat dan para sultan terkaya mainan kunci saja dijual per pcsnya dengan harga sepuluh juta rupiah , memang bukan pemeran untuk kalangan bawah
Arya masih tersenyum kecil melihat tingkah Aditya yang masih mondar - mandir menggunakan motor yang baru ia beli
" Seperti dunia ini hanya milik mereka saja
Arya menggeleng - gelengkan kepalanya
" Pak itu stand pamerannya berada di ujung
salah satu bodyguard pengawal Arya menunjukkan tempat stand pameran motor
" Baiklah ayo kita kesana
Mereka berjalan dan akhirnya sampailah di depan stand pameran itu
Siska terkejut melihat Arya berada didepannya Siska tampak gugup dan panik karena ada Dimas didalam
" Kak Arya
Arya bersikap sangat acuh padanya , Dimas keluar dan menyuruh Siska untuk duduk didalam
" Cepat masuk
Dimas melihat masih tampak bekas memar di wajah Arya bekas pukulannya tempo hari
Pantas saja dia membeli motor aneh itu ternyata membeli dari Dimas , hmm Aditya kau selalu tak mau kalah dimanapun
" Ini uang pembayarannya
Arya memberikan kepada Dimas lalu pergi meninggalkan Dimas dan Siska
__ADS_1
Persahabatan mereka harus tegang seperti ini karena masalah hati sebenarnya Arya tak mau bermusuhan seperti ini tetapi Dimas terlanjur salah paham dengannya
" Kenapa kau menatapnya seperti itu
Dimas melihat Siska menatap Arya dengan dalam tentu saja Dimas sangat paham dengan tatapan orang yang sedang jatuh cinta
" Tidak ada aku hanya melihatnya
" Aku sudah pernah bilang dia bukan lelaki yang baik aku sangat tau tentangnya aku ini teman baiknya aku tau mana lelaki yang baik untukmu
Siska terdiam melihat apa yang dikatakan Dimas padanya memang tidak bisa dipungkiri Arya sudah mulai menarik hatinya
" Aku mau mencari angin segar
" Mau kemana Siska
Dimas berteriak melihat Siska berlari kearah stand lainnya lalu menghilang ditengah keramaian
Ia berkeliling mencari Ana dan Aditya yang berkeliling dengan menggunakan motor mereka
Aditya dan Ana masih menjadi pusat perhatian orang - orang yang datang kepameran itu mereka mondar mandir menggunakan motor unik tersebut mama dan papa Aditya hanya tertawa melihat tingkah putra tunggalnya itu mereka berpikir itu efek ngidam , mereka tidak tau jika Aditya kena sindrome cinta buta hahaha mencintai Ana dengan membabi buta
" Aku ingin kita mencicipi semua makanan disini semuanya , ayo kita turun
Ana turun dari motor meski ia tidak merasakan lapar sama sekali ia tetap harus mengikuti kemauan Aditya , jika tidak Ana pasti tau resiko yang akan terjadi
Aditya yang biasanya paling tidak suka bersikap sembrono tetapi ntah mengapa hari ini , ia terlihat sangat kalap melihat banyaknya makanan khas indonesia yang berjejer menggugah selera
" Itu mereka aku akan kesana
Arya masih berusaha berjalan menegakkan kepalanya meski ia tau sampai kapanpun Dimas tak akan pernah menyetujui jika ia mendekati Siska
" Kalian pergilah aku akan berkeliling melihat - lihat stand pameran disini
Arya menyuruh beberapa pengawal untuk pergi menunggunya diluar , pikiran Arya tak bisa di bohongi ia masih tak bisa mengeluarkan Siska dalam otaknya
ia melangkahkan kaki kearah Aditya dan Ana yang dari tadi tak beranjak dari stand makanan khas nusantara itu
" Apakah setiap suami akan bersikap seperti itu jika istrinya sedang hamil
Arya adalah pecinta wanita tentu saja ia sangat paham semua tentang wanita meski kali ini untuk mendapatkan Siska hanya sebatas mimpi saja
Brakkk.
Arya dan Siska saling bertabrakan mereka berjalan berlawanan arah tapi tak melihat satu sama lain , Siska yang berlari cukup kencang membuat Arya terjatuh dengan posisi Siska diatas tubuh Arya
Tatapan mata mereka saling beradu begitu dekat tampak jelas cinta dimata Arya untuk Siska sangatlah dalam
"Ehemmm
Aditya dan Ana berdiri disamping mereka dengan menutup mulut dan tersenyum kecil
" Bisakah kau berdiri dan beranjak dari tubuhku
__ADS_1
Arya melihat kearah Aditya dan Ana
" Mmm Maaf
Siska berdiri dan ingin membantu Arya berdiri tetapi Arya tak memperdulikan Siska ia membersihkan bajunya dengan kedua tangannya lalu pergi meninggalkan mereka
Siska tak habis pikir dengan sikap Arya yang begitu cuek padahal sebelumnya Arya akan selalu mengejar - ngejar dia dan melakukan segala cara untuk bisa sekedar berjumpa dengannya
" Kau disini juga
Ana melipat tangannya
" Sama sekali tak memberi tahuku
" Bukan begitu kak Dimas mendadak menyuruhku menjaga stand pameran
" Baiklah ayo kita berkeliling berdua
Ana mengajak Siska berjalan keliling berdua saja karena dari atas motor ia tak bisa leluasa melihat - lihat disekitar sini
Aditya yang mendengar ucapan Ana langsung menyeletuk
" Eh tidak bisa kau tetap akan bersamaku berdua
" Tapi bokongku sakit naik motor itu aku tidak mau naik motor itu
" Baiklah kalian boleh pergi berdua tapi aku ikut
" Hah ini akan sangat tidak bebas sama sekali tapi baiklah
Aditya tersenyum ia menarik tangan Ana
" Jika kau capek berjalan di tempat seluas ini kau katakanlah padaku
Siska yang seperti obat nyamuk diantara mereka yang dari tadi hanya menonton tingkah aneh sepasang suami istri tersebut merasa agak kesal
" Kalian mau berkeliling atau terus - terusan seperti itu
Mereka berjalan bertiga tak lama Arya menghampiri dengan membawa sepasang es krim di tangannya
" Terimakasih ucap Ana
Ana dan Aditya memakan es krim itu satu untuk berdua sambil berjalan sedangkan dibelakang mereka ada Siska yang hanya terdiam melihat es krim tersebut , Arya sangat tau jika Siska sangat menyukai es krim
Menyodorkan es krim nya kearah Siska
" Kau mau , ambillah
Siska yang merasa dari tadi di perlakukan seperti tak ada orang oleh Arya memutuskan untuk menolaknya meski ia sangat suka dengan es krim
" Ya sudah kalau kau tak mau kebetulan es krim ini yang terakhir yang lain sudah habis terjual
Siska menelan air liurnya melihat Arya menghabiskan Es krim yang sempat ia tolak tadi
__ADS_1