
" Sebaiknya kita pulang saja," Aditya berujar karena hari memang sudah larut lagian wajah Siska juga sudah bertekuk
Ana berdiri " Tapi perutku sepertinya sakit sekali "
Aditya langsung menghampiri " Apa kau akan melahirkan sayang "
Dimas langsung berdiri juga " Coba bawa Ana kerumah sakit dulu "
" Aku baru masuk delapan bulan dan ini kontraksi palsu kau tau "
"Tidak " Ucap Aditya spontan
Ana masih memegang perutnya lalu tiba - tiba ada darah keluar di kakinya " Adityaaa apa ini "
Siska langsung berteriak " Darahh, itu darah cepat bawa Ana kerumah sakit "
Mereka tampak panik, Aditya dengan sigap langsung menggendong Ana istrinya
nafas Aditya langsung mengap - mengap
ia terlihat begitu panik apa lagi Aditya phobia dengan darah langkahnya kelihatan sudah mulai gontay lagi
__ADS_1
" Dit, kau kenapa pucat sekali "
Dimas memegang tangan Aditya yang sangat dingin sedangkan Ana masih ia gendong
Aditya tak berkata apa - apa, dia hanya fokus dengan Ana dan dirinya meski ia sama sekali tak berani berbicara
Arjuna yang melihat Aditya menggendong Ana langsung membuka mobilnya ntah karena panik atau bagaimana Aditya memasukkan Ana kedalam mobil Arjuna lalu ia dan Dimas masuk kedalam mobil miliknya meninggalkan Ana, Siska dan Arjuna
" Dit, kenapa hanya kita didalam mobil ini "
" Astaga Dimas, Ana mana " Berkeliling melihat Ana di mobilnya ia kembali memutar setir tampak Siska sedang melipat kedua tangannya di pintu mobil dengan Arjuna
" Apa kalian berdua ini sedang panik atau memang *****, sudah biar aku dan Arjuna saja yang membawa Ana kerumah sakit "
" Dit, bergeser lah biar aku saja yang menyetir" Aditya keluar dan membiarkan Dimas yang membawa mobil
Perjalanan terasa seperti di sirkuit balap saja, Dimas yang memang mempunyai basic pembalap langsung membawa mobil ketempat tujuan dengan cepat, mereka melupakan jika Rima masih berada di toilet
ntah apa yang akan terjadi nantinya dengan Rima sampai - sampai ia bisa di tinggalkan seorang diri padahal Dimas mengaku cinta padanya,
Sesampainya di rumah sakit milik keluarga Brtawijaya grup Dimas langsung turun di depan ruang Ugd kebetulan sekali dokter yang berjaga hari itu adalah sepupu Aditya , karena mereka yang datang duluan membuat suster dan sepupu Aditya salah paham mereka mengira Aditya lah yang sedang sakit, karena wajah Aditya benar - benar pucat dan kelihatan lemas tak bersuara sama sekali
__ADS_1
ia langsung spontan menyuruh Suster membawa Aditya untuk masuk kedalam
" Cepat bawa pasien di dalam mobil itu "
Dimas yang sudah kebelet untuk pipis
alias HIV hasrat ingin pipis langsung menuju kamar mandi meninggalkan Aditya di dalam
mobil seorang diri " Dit aku ke toilet bentar ya,tenang saja aku sudah mengatakan pada dokter "
Setelah melapor pada dokter jaga
tentu saja mereka langsung melihat pasien dan menjemput Aditya yang berada di dalam mobil yang sudah tak berdaya tersebut
Aditya yang begitu lemas karena melihat darah tadi benar - benar tak berkutik sama sekali
" Ya cepatlah pasiennya ada di dalam mobil "
Beberapa suster membuka pintu mobil lalu
memegang tangan Aditya " Cepat lihatlah tangannya dingin dan wajahnya pucat sekali"
__ADS_1
Aditya tak sempat berkata apapun saat mereka membawanya pergi kedalam
dia hanya berucap kecil " Mana Dimas.... "