Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 192


__ADS_3

Setelah Aditya di bawa masuk kedalam ruangan Arya masih tertawa terpingkal -pingkal sambil menunjuk kearah Arya ,sampai -sampai ia tak menyadari jika semua orang memandang kearahnya terlebih ini rumah sakit tak ada yang boleh bersuara sekeras itu


Oma Rita menatap kearahnya dan langsung saja Arya menutup mulutnya lalu menempelkan wajahnya kedinding


kalau sudah oma Rita yang turun tangan memarahinya ia tak akan berani berkutik, berurusan dengan orang tua itu simalakama, dibantah kita dapat dosa di jawab kita yang pusing maka jalan terbaik cuekin aja


" Besan kita doakan semoga baik -baik saja "


Ibu Ana memeluk Mama Aditya


Mereka semua duduk di ruang tunggu, Oma nampak berzikir sedangkan Arya membuka kembali video rekaman Aditya meraung -raung, lalu perlahan ia kembali tertawa terbahak -bahak " Sumpah kau sungguh memalukan sekali Aditya kau sungguh lucu "


Karena ia tertawa tepat di telinga oma tentu saja membuat oma Rita marah, ia langsung menjewer telinga Arya " Awwwwww ampun sakit oma "


" Sekali lagi kau masih saja membuat keributan maka aku akan memukulmu dengan tongkat ini " Oma Rita mengangkat tongkatnya keatas


Arya mengangguk, lalu menaruh tangannya di mulut tanda ia mengunci mulutnya, Siska yang duduk tak jauh darinya melirik Arya dengan nada melotot


" Bisa -bisanya ia tertawa di saat temannya lagi kesusahan, dasar! "


Kembali kedalam ruangan Ana, Aditya yang di bawa masuk oleh suster tampak sudah panas dingin sedangkan sepupunya tersenyum geli

__ADS_1


melihat keadaan Aditya, Ana tampak sedang duduk di tempat tidur ia tersenyum saat melihat Aditya


" Sayang aku baik -baik saja ternyata, aku sungguh bahagia melihatmu berada di sini untuk menanti kelahiran anak kita "


Ana mengangkat tangannya berharap Aditya segera menyambutnya


Aditya hanya berdiam diri saja Ana tidak tau jika di luar tadi Aditya meraung -raung seperti orang yang tak sadarkan diri


" Sayang ayo kemari " Langkah kaki Aditya tampak sangat berat sekali melangkah


Tetapi demi cintanya pada Ana ia berusaha menguatkan diri


" Tentu saja, sayang kenapa tanganmu dingin sekali, wajahmu juga pucat apa kau sakit? "


Ana begitu perhatian pada Aditya sehingga ia lebih memikirkan Aditya ketimbang ia yang sebentar lagi akan bertarung antara hidup dan mati


Tiba -tiba Aditya kembali terjatuh di lantai ia kembali menungging di lantai sampai berteriak " Awwwwwwwwwww, tolong kenapa perutku sakit sekali Dokter, tolong aku "


Tim Dokter lalu menaruhnya di tempat tidur di sebelah Ana ,sedangkan Ana hanya santai saja


" Dokter tolong cepat lihat suami saya "

__ADS_1


Sepupu Aditya langsung menenangkan Aditya


"Sudah kau sebaiknya tenang saja sepupu ,sebentar lagi anakmu akan lahir "


Benar saja tak sampai lima menit setelah omongan dokter Ana merasakan sakit perut yang melilit sekali " Dokter sakit sekali ini, awwwwwww" Ana memegang perutnya


" Tenang saja ibu Ana ayo teruslah mengejan "


Mata Aditya terbelalak saat melihat proses istrinya yang akan melahirkan anaknya


Dokter terus menyuruh Ana untuk mengedan


" Sakitttttttttt " Suara Ana berteriak kencang sekali tapi saat bayi Ana sudah mengeluarkan kepalanya justru teriakan Aditya lah yang terdengar memekakkan teling sehingga salah satu Dokter terpaksa menyuruh untuk membawa Aditya keluar dari ruangan


Pintu ruangan terbuka, semua keluarga yang menanti sudah tak sabar lagi ingin mendapatkan berita bahagia ,mereka semua berdiri saat pintu terbuka dengan senyuman yang menyerekah


Tapi yang di harapkan bukan lah Ana malah nampak Aditya yang masih berteriak keras didorong keluar " Sebaiknya anda di luar saja jika masih di dalam maka akan menganggu proses persalinan pasien saja "


Brakkk


Menutup kembali pintu ruangan.

__ADS_1


__ADS_2