
Aditya tampak tenang saat beberapa orang datang untuk mendonorkan darahnya kepada Ana dan bayinya, bahkan ia tak tau jenis kelamin bayi yang di lahirkan Ana
Pintu kamar bersalin terbuka lebar, tampak Ana di dorong untuk segera di pindahkan keruangan khusus, tampak selang oksigen menempel di hidungnya
tak lama menyusul bayi mungil yang di dorong juga dalam kotak kecil, tampak kabel begitu banyak di dadanya menempel
Aditya berdiri melihat Ana dan meneteskan air matanya, saat ia ingin mengejar Ana perhatian beralih kepada bayi mungil yang lewat tak terdengar suara tangisannya
"Anakku " Aditya menangis melihatnya
Sepupunya yang juga salah satu tim dokter yang menangani proses kelahiran anak Aditya pun menghampiri Aditya
" Berdoalah sepupu, semoga putramu dan juga istri kesayanganmu itu dapat melewati ini semua "
Menepuk pundak Aditya lalu ikut menyusul Ana dan bayinya yang akan segera di bawa keruangan
Para keluarga pun ikut berjalan mengiringi
Oma Rita tampak sangat lelah tapi ia memutuskan untuk menginap di rumah sakit tersebut, kebetulan di rumah sakit tersebut terdapat fasilitas penginapan mewah untuk keluarga pasien yang akan menunggu
"Ma, sebaiknya mama bawa oma istirahat dulu kekamar penginapan "
Aditya berusaha tegar karena ia sudah berusaha menenangkan hatinya ,wejangan yang diberikan oleh ibu mertuanya tadi mampu menahan hatinya yang sedang gundah gulana
" Baiklah Nak, iya lihatlah Oma mu itu terlalu memaksakan diri "
Aditya mengambil kursi roda yang berada di dekatnya lalu menyuruh omanya untuk naik
__ADS_1
" Naiklah oma ,oma harus istirahat malam ini, demi Ana dan cicit Oma " Berbicara dengan tegas meski air mata mengalir di pipinya
Omanya mengangguk, tapi ia tak berbicara sepatah katapun, mengelap air mata yang mengalir di pipi Aditya ,lalu menyuruh mama dan papanya menemani Oma
"Ibu juga ya bu, istirahatlah, biar Aditya yang menjaga Ana "
awalnya ibu Ana menolak, tapi jika ia ikut bersama menemani Aditya, ia akan membuat benteng pertahanan Aditya kembali rubuh karena ia sesungguhnya hanyalah manusia biasa, seorang ibu yang amat sangat sedih melihat keadaan anaknya seperti itu disisi lain ia harus berpura -pura tegar di depan Aditya
Menantunya itu sangat rapuh jiwanya apa lagi mereka semua tau betapa besarnya rasa cinta Aditya untuk Ana
" Kau baik -baik nak, ya ibu akan menyusul papa mama mu di sana "
Berjalan sambil menutup mulutnya karena ibu Ana dari tadi sudah tak tahan ingin menangis
Meninggalkan Aditya seorang diri, sedangkan seluruh keluarganya yang berada di kamar menangis semua memikirkan nasib Ana dan bayinya
menepuk pundak Aditya " Aku dan Arjuna akan menemanimu disini Kak Adit, Ana itu teman baikku tapi ia lebih dari sekedar teman biasa untukku "
Siska berbicara dengan suara gagap
" Selamat atas kelahiran anak kalian, putra kalian pasti kuat untuk bertahan, apa lagi ia dilahirkan dari rahim perempuan hebat seperti Anastasya debora " Siska meneteskan air mata
Arjuna memberikan sapu tangannya dari belakang " Ini ambil "
Siska mengambilnya karena ia pun sama rapuhnya seperti yang lainnya
....
__ADS_1
Arya yang lama berdiri di luar habis digigit nyamuk " Pukkk... pukk ****** kau "
Menepuk nyamuk di sekelilingnya
"Ah bisa kena keroyok bangsa nyamuk jika aku terus di luar, sebaiknya aku segera masuk saja " Bekas pukulan di pipinya dari Aditya tadi mulai menampakkan bekasnya, wajah Arya tampak seperti terkena sengatan tawon, pipinya sebelah kanan mulai membengkak
..........
Tanya jawab 😀
A: Thor kapan tamatnya?
Author menjawab : Beneran mau di tamatin neh ceritanya, ha? mmmm hiyaa hiyaaa
A : Thor kamu jahat sekali aku maunya Siska sama Arya pokoknya titik !
B : Yakin titik nggak mau pake koma gitu 😀😀😀😂😂😂
A: Ceritanya membosankan jadi males mau baca!
B : Ya udah sanaa... baca yang laen
eitzzz kok masih nongol aja, cie ketahuan yang masih stalking wkwk
Oke baiklah, sekian dulu sayang -sayangkuh
nextt episode sebelah 😍😍😍
__ADS_1
ada apa lagi ya..