
" Mami " Siska memeluk maminya
" Mami juga berhak bahagia Mi "Siska tau perasaan maminya pasti amat terluka
Maminya membalas pelukan Siska
Siska pun keluar kamar maminya dengan rasa sedih, tetapi di sisi lain ia merasa sangat luas karena rasa penasarannya tentang Siapa Wijaya terjawab sudah ,kisah cinta yang lama di pendam oleh maminya, luka yang lama telah ia kubur rapat - rapat hari ini kembali ia ceritakan kembali
.......
" Aku harus keluar rumah " Pikiran Dimas nampak sangat kusut ia terlihat sangat tak nyaman berada di dalan rumah
" Jika terus berada di rumah akan membuat kepalaku semakin pusing saja, mereka semua tak ada yang mau mengerti bagaimana sulitnya aku untuk menjaga kalian berdua " Memandang poto mami nya dan Siska yang sengaka ia tempel di kaca kamarnya
Mengambil kunci motor dan beranjak pergi tak lama terdengar
Auman motor sport milik Dimas motor tersebut terdengar meninggalkan halaman rumahnya
Siska mengintip dari jendela kamarnya
" Mau kemana manusia tak punya perasaan itu ,dia selalu begitu pergi dari rumah untuk menenangkan otaknga tak berpikir bagaimana perasaan orang lain "
Siska tampak sangat kesal melihat kelakuan kakaknya itu
Arjuna masuk kedalam kamar seperti biasa ia menjalankan sholat dan mengaji, tetapi tetap saja Siska tak bisa luluh juga melihat sikap Arjuna yang seperti itu
Maklum saja ini masalah hati , hati tak bisa di paksakan
*Memang betul kata mami dia sempurna untuk di jadikan suami cuma tak segampang itu aku *bisa menghapus bayangan Arya, oh tuhan bagaimana ini, apa aku berdosa masih menyimpan cinta di dalam hati untuk lelaki lain , tapi aku yakin engkau sangat paham ya tuhan karena pernikahan ini bukan keinginanku " Menarik nafas dalam - dalam
Apa ini salah ,jika ada orang lain di hati ku sementara aku sekarang berstatus istri orang lain,
apa aku harus mencoba membuka hati untuknya, ntahhhlahh tetap saja tidak segampang itu* untukku , aku tidak tau sampai kapan aku akan terus seperti ini
takdir kenapa memilihku menjalani ini semua
Tiba - tiba suara Arjuna membuyarkan lamunanya
" Kau tidak sholat Siska " Arjuna berjalan mendekati Siska
" Tidak usah meyuruhku, urusan akhirat adalah urusanku ,lagian tak penting juga kau sok perhatian denganku, percuma saja "
Siska berbicara ketus meski ia sebenarnya tak bermaksud berbicara seperti itu kepada Arjuna tapi mau bagaimana lagi ia terlanjur emosi melihat muka Arjuna yang sekarang berada satu kamar bersamanya
Arjuna duduk di samping Siska, membuat Siska menjadi semakin ielfiel saja
" Pergi sana jauh - jauh dari ku ,aku tak suka melihat kau dekat - dekat denganku "
" Apa kau tak tau jika sekarang akhiratmu menjadi tanggung jawabku, cobalah kau lebih mendekatkan diri dengan sang penciptamu nanti kau akan berubah menjadi dirimu sendiri menjadi manusia yang baik dan berakhlak "
" Cuihhh " Siska meludahi Arjuna
" Tak usah menceramahi aku, kau pikir dengan begitu aku bisa tunduk denganmu, dengar baik - baik Arjuna kau yang telah mengambil resiko menantang hatiku
__ADS_1
apa bisa kau menceraikan aku
sekarang juga !! "
Siska terlihat sangat emosi
Arjuna mengelap air liur yang terkena wajahnya " Silahkan saja kau meludahiku sesuka mu, tak masalah tapi kau harus ingat aku ini sekarang suamimu dan derajatku lebih tinggi dari siapapun di rumah ini " Arjuna berbicara dengan keras
Siska yang awalnya menggebu - gebu mendadak terdiam ia tak menyangka Arjuna yang ia katakan lemah berani membantah dirinya
" Jangan kau pikir aku diam seperti ini karena aku takut denganmu, tolong hargai aku setidaknya sebagai seorang manusia saja,
kau lihat aku, coba kau pandangi aku
aku tak terlalu burukkan, aku bisa mendapatkan semua perempuan mana saja yang aku mau, tetapi kenapa aku mengiyakan mau saja menjadi suamimu ha ? "
Siska terdiam mendengar Arjuna sangat marah sekali karena Siska meludahi wajahnya
." Kau pikir Arya itu mencintaimu, kau dengar tidak ada pembuktian cinta jika seseorang tidak menikahi perempuan yang ia cintai
apa kau yakin di perlakukan seperti ratu menjamin kalau ia juga ingin menjadikanmu ratu untuk selamanya, otakmu di pakai "
Arjuna menunjuk dahinya
" Kau berbicara cinta di hadapanku Arjuna, ha kau berbicara Cinta padaku " Suara Siska terdengar sangat parau ia menahan air mata yang hendak jatuh di pipinya
" Cinta apa yang mengiyakan tanpa persetujuan sepihak " Siska berteriak
Arjuna langsung mengunci pintu kamar Siska membuat Siska ketakutan " Kau pikir aku melakukan ini karena keegoisanku ha, aku hanya mengikuti nuraniku, kau tau kan aku keturunan bangsawan memperhatikan bibit bebet bobot wanita, kau lama di belanda bukan , bagaimana mungkin aku yakin jika tubuhmu masih suci , ha ,kau jangan terlalu merasa hebat, seharusnya kau bersyukur mendapatkan suami seperti aku "
Siska bergerak mundur ketakutan melihat Arjuna yang terlihat begitu marah sekali padanya " Kau mau apa Arjuna " matanya tampak ketakutan, mulutnya terasa bergetar
benar saja lelaki yang di depan Siska ini berbadan besar, tinggi dan tak mungkin ia mampu melawannya
" Mau apa katamu, kau merendahkanku berkali - berkali, kau pikir bagus seperti itu ha apa kau pikir aku tidak mampu mendapatkan perempuan lebih cantik darimu di luar sana sepuluh kali lebih cantik darimu di luaran sana bisa aku dapatkan, tapi aku ingin tau apa kau masih suci atau tidak"
Arjuna berjalan mendekat penampilannya dan tutur katanya yang santun berubah menjadi sangat bringas
" Arjuna kau jangan macam - macam atau aku akan memukulmu " Siska sudah siap berancang - ancang untuk memukul Arjuna
Dengan sigap Arjuna menarik tangan Siska isekarang posisi tangan Siska berada di belakang
Arjuna mengambil selendang dan mengikat kedua tangan Siska lalu duduk di sofa,
Siska masih ketakutan " Arjuna cepat lepaskan aku, ternyata kau ini seorang psikopat ya " Siska berteriak memaki dengan keras
" Ya berteriaklah sesukamu, kau lupa kamarmu ini kedap suara "
" Ayo coba lepaskan saja jika kau bisa ,aku akan menghitung mundur jika kau tak bisa melepaskannya, maka aku akan melepaskan semua yang ada di tubuhmu bagaimana " Arjuna terlihat tertawa seperti lelaki brengsek
Wajah Siska tampak sangat pucat sekali ia tak menyangka jika Arjuna bisa terlihat sangat kejam seperti itu
" Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga ,dua, satu, selesai kau bersiap - siaplah "
__ADS_1
Arjuna berjalan mendekati Siska
." Stopp Arjuna hentikan, jika kau berani melakukan sesuatu padaku maka aku akan berteriak sekuat mungkin"
Siska meronta - ronta agar ikatan tangannya terlepas
" Siapa yang akan menolongmu di rumah ini ingat kita berdua suami istri "
Arjuna tampak marah sekali ia sama sekali tak perduli dengan ucapan Siska
" Kau mau apa " Siska berjalan mundur dengan tangan terikat
" Menjalankan tugas ku itu saja " memegang dagunya persis seperti seekor singat yang sedang kelaparan
" Aku mau kau menceraikanku apa kau dengar " Siska menekankan suaranya
" Aku mendadak tuli tidak mendengar sama sekali ucapan yang keluar dari mulutmu "
" Kau bisa diam tidak berbicaralah sopan padaku dan memohonlah, agar aku bisa melakukannya dengan perlahan "
Arjuna berbicara tegas
" Tidakkkk " Siska langsung duduk bersimpuh di kaki Arjuna
Siallll kau brengse* ini cara terakhir aku agar kau tak berani menyentuhku, ternyata kau tak seperti yang kuduga rupanya Bisa marah juga rupanya
" Maafkan aku Arjuna aku mohon jangan lakukan apapun untukku aku menyesal telah meludahmu maafkan aku "Siska memegang erat kaki Arjuna
" Kau tau Siska di provinsi jambi hiduplah sekelompok suku yang masih sangat primitif yaitu suku kubu ,mereka tinggal di dalam hutan, dan berpindah - pindah tempat.
kau tau jika kita meludahi mereka konon katanya kita akan mengikuti kemana mereka pergi, sebaiknya kau paham akan kata - kataku " Arjuna menatap kedua mata Siska dengan tajam
" Iya, iya aku paham maafkan aku "
Kau jangan geer dulu ya Arjuna aku sengaja melakukan ini, oke kali ini aku kalah setelah ini kau lihat saja nanti kau akan seperti cicak didinding
Arjuna menarik Siska dan melemparkan tubuh Siska keatas tempat tidur,
" Arjuna aku mohon jangan lakukan apapun
Siska memejamkan matanya
Tidak lama Arjuna melepaskan ikatan tangan Siska " Tenang saja Siska aku tidak mungkin memaksamu melakukan keinginanku, sampai kau sendiri nanti yang akan menyerahkannya untukku " Arjuna tersenyum licik
Senyuman menjijikkan yang untuk pertama kali di lihat Siska dari wajah seorang Arjuna
Hiii tubuhku tiba - tiba merinding, ia seperti seorang singa yang buas berbeda sekali dengan Arya dari luar berbentuk Singa tapi sifat aslinya lembut sekali, apa aku harus menceritakan ke mami tentang sikapnya ini
Berdiri dan memakai pakaiannya " Aku akan tidur di luar kamar saja malam ini, aku tak ingin menganggu mu "
" Baguslah cepat keluar dari kamarku "
Siska berbicara ketus
__ADS_1
Arjuna berhenti dan membalikkan badannya
" Apa kau bilang? , ternyata kau ini memang tidak bisa di kasih hati ya "