
Siska pun terbangun ia keasikan karena pijatan relaxsasi di kepalanya itu apalagi setelah creambath tambah membuat kepalanya menjadi sangat ringan
ia terkejut melihat seseorang dengan rambut lurus habis di smooting ,
Rambut rima yang kribo menjadi tampak panjang sepinggang
Siska berulang kali mengucek matanya ,Rima Masih belum menyadari penampilannya , ia hanya menikmati saat karyawan salon memegang rambutnya
Aku sudah seperti orang - orang kaya saja
ini enak sekali , mana tempatnya sejuk sekali
enaknya jadi orang kaya
" Nona bangunlah sudah selesai
Rima langsung melihat jam , ternyata tidak terasa sudah 4 jam dia berada di salon bersama Siska
Siska sudah berdiri di samping Rima
" Wah cantik sekali , ternyata kau lumayan juga
Siska menggoda Rima
Rima melihat dirinya di kaca
Ya tuhan , itu aku , kenapa rambutku jadi begini ..
mmm tapi cantik juga ,
Rima tersipu malu melihat dirinya di cermin
Kemana semua kutu di rambutku tadi
Rima bertanya heran didalam hatinya
" Ayo kita pulang ,
kau bawa ini
" Baiklah , Rima membawa semua barang belanjaan ia tak menyadari jika Siska sengaja membelikan pakaian yang baru untuknya karena iba melihat Rima yang selalu memakai baju bekas di tambal kain perca
" Kita langsung pulang kah
" Iya Rima tenang aja , apa kau capek
" Tentu saja tidak , aku akan mengerjakan tugas kuliah jika sampai di rumah nanti ,
Siska apa uang mu masih ada , aku menjadi tidak enak kau sudah baik sekali padaku
" Ah kau ini tenang saja , jangan khawatir
" Mm terimakasih Siska kau memang orang kaya yang baik hati
..........
Ana tiba di kantor Aditya , Ana memang sengaja tidak memberi tau Aditya perihal kedatangannya
Seorang security membukakan pintu kaca pada saat Ana mau masuk , tentu saja semua orang tau siapa dirinya , istri tercinta pemilik perusahaan tambang terkemuka di indonesia
" Selamat pag Bu ,
Ucap para karyawan yang berjumpa dengannya
Ana menjadi tersipu karena di perlakukan seperti itu
Mm aku udah seperti perempuan - perempuan beruntung di film - film saja
Sebentar lagi ada lagi yang memencetkan lift untukku
" Ibu apa kabar , bagaimana kehamilan ibu apakah baik - baik saja
Salah seorang karyawati wanita menyapa Ana
Tentu saja Ana yang sangat ramah dengan siapapun , ia langsung menghentikan langkah kakinya untuk menghormati lawan bicaranya itu. meski ia adalah istri seorang direktur disitu
" Alhamdulilah saya sangat baik , minta doanya semoga sehat selalu
__ADS_1
" Apakah anda mengalami morning sick , bu
Mengidam
" Untunglah saya tidak terlalu merasakan
" Hmm.. pantas saja bu, pak Aditya hampir setiap pagi muntah - muntah , belum lagi dia terkadang meminta di antarkan rujak buah dan makanan - makanan aneh lainnya ,
Perempuan itu tersenyum
" Baiklah , bu biar saya pencetkan liftnya
" Ah terimakasih
Ana melemparkan senyum meski ia sangat terkejut mendengar apa saja yang di ceritakan perempuan itu padanya , pantas saja ia tak pernah merasakan mengidam atau seperti yang di rasakan orang hamil pada umumnya
" Tapi aku kasihan melihatnya harus muntah - muntah setiap hari , oh Aditya ku
Tetapi baguslah .
Ana mengelus perutnya
" Anak pintar
Ana sampai di lantai atas seorang sekretaris dan beberapa karyawan langsung berdiri menyambut kedatangan Ana
" Selamat datang ibu
" Ibu apa kabar
" Makin cantik saja bu
Ana tersenyum melewati mereka semua meski ia benar - benar sangat canggung di perlakukan seperti itu
Sekretaris Aditya langsung menyambut Ana
" Ibu tak mengabari pak Aditya
" Tidak saya sengaja , ucap Ana
ia menunjuk kedalam
Ana menjadi deg - deggan , jangan - jangan seperti film - film di dalam ruangan kerja suaminnya ada seorang perempuan dan mereka sedang bermesraan
Ana langsung membuka pintu kerja Aditya
Benar saja Aditya langsung terkejut , apa lagi Ana
Tampak Aditya hanya menggenakan kaos dalaman saja jas dan dasinya sudah berantakan
Diatas meja kerjanya tampak di penuhi berbagai macam makanan bahkan di tangannya Aditya sedang memegang burger
" Sayang ,
Aditya terkejut melihat Ana sudah berdiri di depannya , ternyata benar apa yang dikatakan salah satu karyawannya tadi rupanya Aditya sudah memesan makanan sebanyak ini
" Kau sedang kesurupan kah Dit ,
Ana menggeleng - gelengkan kepalanya sambil tertawa , ia tak menyangka Aditya serakus ini
" Aku juga heran ntah kenapa selera makanku akhir - akhir ini membludak
Setelah memakan burget di tangannya sampai habis , Wajah Aditya langsung berubah ia buru - buru berlari ke toilet lalu
Uwekkk
uwekkk
uwekkkk
Aditya langsung muntah di toilet , Ana iba melihat Aditya . buru - buru ia mengambil air putih untuk diberikan kepada Aditya
Sekarang Aditya sudah terbaring di sofa tubuhnya kelihat lemas sekali masih dengan memakai kaos dalaman dan celana pendek serta sepatu yang masih di sarung
" Kenapa aku jadi seperti ini , aduh tiga bulan lama sekali ini baru 2 bulan berarti perjuanganku 1 bulan lagi
Aditya mengoceh di sofa tersebut
__ADS_1
Tok..
tokk
" Permisi pak , ini ada berkas yang belum di tanda tangani
" Cepat berikan kemari
" Permisi ibu , Sekretaris itu melewati Ana
" Iya silahkan
Sekretaris itu tersenyum - senyum melihat penampilan Aditya seperti itu , karena memang seperti itulah keadaan Aditya akhir - akhir ini , biasanya Arya yang selalu mengambil alih tugasnya tetapi karena Arya masih cedera bokongnya tak mungkin Aditya memaksanya untuk masuk kerja
" Sayang aku lepas ya sepatunya.
" Tidak usah , biarkan saja aku ada rapat sebentar lagi , jadi tinggal pake baju aja lagi sayang , Aditya menarik Ana lalu ******* bibirnya
" Ini obat ampuh mujarab , ucap Aditya
" Kau ini , Ana mengelap bekas ciuman bibir Aditya
Aditya langsung berdiri dan memakai pakaiannya kembali
dan duduk sambil mengelus perut Ana
" Lihatlah nak, perjuangan papa untukmu
Aditya mengelus perut Ana , lalu mulai mengarah ketempat sensitif Ana
" Aditya ini kantor kau ini
Ana berusaha menahan kepala Aditya
Lalu ia tertawa melihat Ana yang sudah sangat kesal dengan tingkahnya
"Aku mau rapat dulu , kau tunggulah di sini ya
jika kau ingin apapun kau suruh Rada saja ya
Menunjuk meja sekretarisnya
" Rada ternyata namanya ,
Aditya langsung keluar ruangan , Ana melihat ruangan ini berantakan langsung saja berinisiatif membereskannya
Sampah - sampah berserakan di lantai semuanya di bersihkan oleh Ana seketika ruangan tersebut bersih seketika
" Akhirnya bersih juga
Ana mengambil air minum lalu duduk di sofa empuk di ruangan itu
" Benar - benar empuk
Lalu Ana tertidur di sofa karena kelelahan
Sekitar dua jam menunggu Aditya kembali kedalam ruangan ia terkejut melihat ruangannya sudah bersih dan rapi
ia memanggil sekretarisnya dengan mengode tangannya karena tak ingin membangunkan Ana yang sedang tertidur nyenyak
" Iya pak
" Kau yang menyuruh OB membersihkan ruangan ini
Rada mendongakkan kepalanya untuk melihat ruangan tersebut
Ia terkejut ruangan yang berantakan tadi sudah rapi seketika
" OB kan hanya bertugas pagi saja pak ,
" Mmm baiklah kembali lah bekerja
Aditya duduk di samping Ana ia memandangi wajah perempuan yang sedang mengandung darah dagingnya itu
" Aku baru tau kau punya tenaga ekstra untuk bersih - bersih ruangan
Ucap Aditya tersenyum.
__ADS_1