Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 133


__ADS_3

Mami Siska menangis di dalam kamar ia tampak mengeluarkan sebuah poto dari dalam lacinya dan memegang erat


Siska menyelinap masuk kedalam kamar


" Siska "


Maminya tampak kaget dan segera menyembunyikan sebuah poto yang ia pegang di belakang punggungnya


" Apa yang mami sembunyikan dari Siska dan kak Dimas Mi" Siska menyelidik


" Tidak ada sayang tidak ada apa - apa " Mengusap air matanya lalu segera membuka laci untuk menaruh poto yang ia pegang


Maminya menarik Siska dan mengajak duduk di sudut kamarnya " Mami baik - baik sajakan"


"Tentu saja sayang " Memaksakan senyumannya


Siska yang sudah lama ingin tahu perihal poto yang ia dapatkan di laci kamar maminya meyakinkan dirinya bahwa ini saat yang tepat untuk ia bertanya hal itu pada maminya


" Mami Siska ingin bertanya tentang siapa Wijaya? "


Wajah maminya terkejut ia sangat heran karena Siska mengetahui nama yang selama ini sengaja ia simpan dalam - dalam ,bagaimana mungkin Siska bisa tahu nama itu


" Kamu tau dari mana sayang "


Maminya nampak gugup untuk menjawab


Siska berdiri dan mengambil poto dari dalam laci maminya " Ini siapa Mi? " Menunjuk poto dan membalikkan belakangnya tertulis nama wijaya


Siska melipat kedua tangannya " Siska tak pernah mau mencampuri masalah pribadi mami, tapi poto lelaki ini bukan poto daddy Mi "


Maminya berdiri dan menghadap kearah jendela lalu mulai bercerita


" Baiklah mungkin sudah saat nya mami bercerita padamu Nak , ini hanya sepenggal kisah masa lalu mami luka lama yang seharusnya sudah mami kubur dalam - dalam"


Suasana menjadi hening


" Sebelum mami menikah dengan daddy kalian, mami adalah primadona di kampus ,kala itu " maminya tersenyum mengenang masa itu


" Bahkan mami bisa mendapatkan lelaki manapun yang mami suka untuk menjadi pacar mami " Melirik kearah Siska yang masih berdiri mendengarkan certanya


" Tapi daddy mu mendekati mami dengan menghalalkan segala cara untuk menjadikan aku istrinya meski kami berbeda agama dan budaya, kau bisa lihat sendiri sifat Dimas yang keras seperti itu lah Alan, pembawaannya santai tapi pasti "


" Orang tua mami, ya nenek dan kakek kalian sangat menentang hubungan kami berdua karena menurut agama kita jika seorang perempuan muslim menikah dengan lelaki berbeda keyakinan jatuhnya zinah " Wajah maminya berubah khawatir ia takut jika Siska berpikir yang tidak - tidak


" Sini nak duduk lah " mengajak Siska duduk di sampingnya, Siska pun menuruti keinginan maminya


" Kau kan sudah dewasa sayang dan kau tau bukan bagaimana sakitnya jatuh cinta " Membelai rambut Siska yang basah karena kehujanan tadi "

__ADS_1


" Itulah yang tidak aku pahami saat itu, ya namanya jatuh cinta kata orang tua jaman dahulu jika sedang jatuh cinta maka *** kucing pun rasa coklat " Tertawa lalu dian kembali


" Kakek kalian kala itu bahkan mengancam mami untuk tidak usah meneruskan kuliah lagi, untung saja nenekmu membela mati - matian agar mami tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan perjanjian kakekmu memberikan mami sebuah pilihan , Mami harus menuruti keinginan mereka untuk dapat mengenal Wijaya , lelaki yang sangat di sukai kakekmu untuk menjadi suami mami ia lelaki yang sangat baik dan sangat di senangi oleh kakek nenekmu, ia sangat rajin, tekun benar - benar good looking, lah kalau untuk ukuran anak zaman sekarang cuma di saat itu mami masih di butakan cinta, karena daddy mu adalah yang pertama di hati mami walaupun mami tau daddy mu itu terkenal sebagai lelaki pecinta wanita cuma mami tak pernah ambil pusing karena mami yakin dia begitu mencintai mami


Rupanya Wijaya satu kampus dengan mami cuma ia beda jurusan,


Mami pun menerima tawaran untuk mencoba dekat dengan wijaya selama satu bulan ,awalnya mami iseng aja suapaya mami bisa tetap berkuliah dan bertemu dengan Alan,


ya mami tau Wijaya sangat menyukai mami ia bahkan tak berani sama sekali berbicara dengan menatap mata mami ,belakangan mami sadar itu lah cinta yang murni, menjaga tanpa ingin merusak " Tersenyum


Akhirnya Alan mengetahui jika mami akan di jodohkan dengan Wijaya , awalnya mami berbohong mami mengatakan Wijaya adalah sepupu mami, namun Daddy kalian sangat jeli ia menyelidiki sampai keakarnya


pada saat itu hati mami mulai terbuka untuk Wijaya dan jujur saja siapapun yang berbicara dengan Wijaya pasti akan merasa sangat nyaman ia bisa membuat mami sangat nyaman tetapi mami belum menyadari jika mami mulai mencintainya dan menggeser kedudukan Alan di hati mami "


" Malam itu keluarga mami sudah menyiapkan segalanya tapi tiba - tiba Alan memaksa bertemu malam itu .


begitulah Daddy mu memaksa mami untuk pergi malam itu juga jika tidak dia mengancam akan bunuh diri , dengan pisau di tangannya ia memaksa mami untuk memilihnya atau Wijaya, padahal malam itu Tenda sudah di siapkan di rumah, tamu undangan sudah datang karena mami akan segera menikah dengan Wijaya,


Mami yang galau dengan cinta anak muda yang merasa bahwa Alan seperti lelaki dalam film india langsung luluh melihat hal itu Akhirnya mami memutuskan untuk kabur ke belanda dan menikah beda agama di negara jtu begitulah Siska akhirnya mami memilih kabur malam itu juga dan pergi bersama Alan daddy mu untuk menetap di belanda, karena di butakan oleh cinta yang sesat.


Tak lama mami mendengar kabar jika semenjak kejadian malam itu kakek nenekmu jatuh sakit mereka sangat kecewa dengan kelakuan mami memalukan keluarga dan juga menghancurkan segalanya


Walau akhirnya mami harus pulang ke indonesia dengan membawa Dimas tanpa daddy kalian. , bagaimana reaksi kakek nenek kalian tentu saja masih marah dengan mami tapi tidak dengan Dimas mereka menyambut Dimas dengan baik, mereka menangis memeluk mami meski akhirnya kakek meninggal tak lama mami kembali ke indonesia,


menyesal ? tentu saja mami sangat menyesal menyakiti hati orang tua dan membuat malu keluarga


kakekmu sempat berpesan " Dia bukan lelaki yang baik untukmu nak " itulah sampai saat ini yang masih mami ingat kata - katanya


Siska memperhatikan dengan seksama


" Teruskan Mi " Siska melihat kepedihan yang dalam dari kedua bola mata maminya


Mengelus kepala Siska " Setelah kau lahir kedunia akhirnya kelakuan daddy kalian terbongkar diam diam ia sering berhubungan dengan perempuan lain di luar sana, ia bahkan kerap memukul mami jika mami memprotes atas kelakuannya"


Maminya tertunduk dan menghela nafas


" Tapi dia tetaplah ayah kalian Siska, sebenarnya mami tak mau menceritakan masalah ini cukup mami dan daddy kalian menyimpan sebagai pelajaran hidup kedepannya, tapi ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur, sekarang daddy dan mami punya kehidupan masing - masing semenjak kami memutuskan untuk menjalani hidup masing - masing.


" Lalu bagaimana Wijaya mi "


Kembali berdiri


" Wijaya, mami mendengar dari nenek kalian Semanjak mami kabur mami tak pernah lagi tau kabar mengenai Wijaya, tapi nenek kalian bercerita jika ia terpaksa menikah dengan anak perempuan yang mami tidak tau siapa, tapi itu lah yang bisa menyelamatkan rasa malu kelurga karena ulah mami , semenjak itu mami tak pernah bertemu lagi dengan Wijaya karena ia memang sebatang kara.


" Tetapi pada saat mami menginjakkan kaki di kampusmu untuk pertama kali mami bertemu kembali dengan Wijaya setelah sekian lama tak berjumpa mami seperti melihat sebuah harapan yang lama hilang


seperti awal bertemu dulu perasaan mami dan Wijaya masih sama tak ada yang berubah,

__ADS_1


Kau mungkin menyalahkan kakakmu atas keputusan menikahkan kau dengan Arjuna tapi akhirnya mami memutuskan hal yang sama untuk kalian karena mami sangat takut Siska jika kau akan mengalami nasib yang sama dengan Mami, terlebih lelaki yang kau suka itu memiliki latar belakang yang sama dengan Alan daddymu percayalah nak, tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya "


Siska mearik nafas panjang ia meneteskan air mata


Tetapi Arya berbeda Mi, dia sama sekali tak membawaku kabur, bahkan ia sama sekali tak berani untuk menyentuhku Mi, Siska tau maksud mami baik tapi Arya tak seburuk itu


Siska mengelap air matanya " Wijaya itu pak kumis pelayan kampus Siska ya mi? "


Siska menekankan suaranya


" Iya benar nak, perempuan yang ia nikahi ternyata sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, perempuan beruntung yang bisa menjadi pendampingnya, mami sudah mendengar tentang kesetiaannya bahkan mami tau dia bahkan sekalipun tak pernah menyebut nama mami di depan perempuan itu , heh, mungkin takdir sedang menghukumku ternyata istri Wijaya adalah Wahyuni sahabat baikku yang juga berlatar belakang kurang mampu,


Mereka hidup bahagia walau Wahyuni divonis tidak bisa punya anak sama sekali "


" Mami masih mencintai Wijaya mi "


Siska melontarkan pertanyaan bodoh, sudah jelas ia tau jawabannya


" Menurutmu bagaimana "


Maminya melontarkan pertanyaan yang sama


Siska menggeleng berharap maminya menjawab tak sama dengan jawaban yang ada dihatinya


.


" Masih Nak, masih sama " Maminya meneteskan air mata


.


Siska memeluk maminya ia mengerti sekali karena itu yang ia hadapi sekarang


" Kenapa mami tidak menikah saja Mi , karena mami juga berhak untuk bahagia "


"Tidak semudah itu Siska semenjak berpisah dari daddy kalian kau dan Dimas adalah segalanya untuk mami, apa lagi Dimas tampak tidak menyukai hubungan mami itulah yang mami takutkan selama Ini, ternyata terjadi " Menarik nafas kembali


" Mungkin Dimas benar mami sudah tidak muda lagi untuk apa mami harus berpikir tentang masalah hati ini sudah terlalu uzur "


" Mami, Siska mengizinkan jika mami akan menikah lagi, mami tau dari Ana jika pak kumis sangat baik dan setia " memegang wajah maminya


" Siapa bilang mami sudah uzur lihatlah mami ku ini masih sangat cantik sekali " Mencoba menghibur maminya


Siska memeluk maminya " Mi cinta itu tidak mengenal usia mami mungkin boleh saja buruk di masa lalu, tapi cinta tak bisa memilih kemana ia akan berlabuh


Siska yakin pak kumis masih sangat menyayangi mami, benarkan mi "


Siska bertanya dengan sangat detail

__ADS_1


__ADS_2