
Amanda dan ibunya buru - buru menjauh dari Tuan Chang ,
Wajah ibu Amanda terlihat sangat ketakutan
" Ayo cepat kita pergi menjauh darinya
"Siapa dia mi ,
" Nanti aku ceritakan jangan sampai kita berurusan dengannya bisa terkena masalah besar papimu nanti
Amanda menjauh dari tuan Chang ,
Diluar Aditya menghampiri Arya yang tertidur di mobil
Dengan wajah yang sangat panik ia membangunkan Arya
" Arya cepat bangun aku kehilangan Ana kemana ,apa kau melihatnya
Arya tak mengerti apa yang sedang dikatakan Aditya
" Tenanglah apa yang sedang kau bicarakan aku tak mengerti dengan pertanyaanmu yang terburu - buru itu
" Apa kau melihat Ana ,
" Tentu saja aku tak melihatnya
" Apa kau sudah memeriksanya coba kau lihat mungkin ia sedang berada di toilet
" Ponselnya tidak bisa dihubungi
" Coba kau lihat dulu , mungkin dia terkunci di toilet dan ponselnya mati
Aditya langsung kembali masuk kedalam ruangan untuk mencari Ana didalam toilet
" Tidak ada kemana dia
Tuan Chang yang melihat Aditya begitu panik langsung mengahampiri Aditya
" Apa perempuan itu belum juga kau temukan,
Aku tadi mendengar dua orang perempuan itu membicarakan sesuatu yang merendahkan istrimu
Tuan Chang menunjuk Amanda dan ibunya yang sedang bersembunyi diantara kerumunan orang
Tampak wajah Aditya sangat murka melihat perempuan yang ditunjuk oleh tuan Chang adalah Amanda dan ibunya
Aditya langsung mendekati mereka
" Amanda ,
Amanda berpura - pura tidak melihat kedatangan Aditya
" Amandaa !!
Semua hadirin tertuju pada suara Aditya yang berteriak begitu keras hingga para pemain musik berhenti memainkan alat musik
" I.. iya Aditya kau memanggilku
Aditya terlihat tak perduli , meski semua orang tau orang tua Amanda adalah salah satu orang terpandang dinegeri ini dan sangat berpengaruh
Aditya berjalan mendekati Amanda
"Apa yang kau katakan dengan Ana tadi coba kau jelaskan
Amanda tampak pucat sekali untuk pertama kalinya ia melihat kemarahan Aditya yang sangat mengerikan Aditya membentaknya didepan orang banyak .
Ibu Amanda datang mendekat termasuk ayahnya Amanda ,
" Sabar nak Aditya , mami bisa menjelaskan semuanya
Aditya langsung menunjuk tangannya kearah wajah ibu Amanda
" Kau jangan terlalu dalam ikut campur masalah putrimu , jika terjadi sesuatu dengan istriku aku akan memberi perhitungan dengan kalian berdua
Aditya lalu pergi dengan tergesa - gesa ,
Ayahnya Amanda langsung mendekati Amanda dan istrinya
__ADS_1
diikuti tuan Chang yang berjalan disampingnya
" Apa yang kalian lakukan dengan istri Aditya kalian lihat semua tamu undangan di gedung ini menatap kearah kalian
" Permisi pak broto yang terhormat
Istri dan putri anda tadi telah berani menghina perempuan yang bersama Aditya tadi , aku mendengar semua yang dibicarakan mereka tadi.
Tuan Chang tersenyum
Amanda dan ibunya tertunduk dengan sangat malu
" Ayo kita bicara dirumah
Tampak raut kesal yang amat dalam dari wajah ayahnya Amanda.
......
" Bagaimana ini Arya kemana aku harus mencari Ana ,
" Kau sudah menelpon ibunya
" Aku sudah menelpon ibunya dia juga tidak ada disana
" Atau dia sudah pulang kerumah
"Coba kau hubungi Siska mungkian ia kerumahnya
" Kita langsung kerumah Dimas cepat,
Arya memutar balik arah mobil langsung menuju rumah Dimas
Aditya buru - buru keluar dari mobil
Tokk
tokk
Pintu terbuka ,
" Kak Arya , Aditya ada apa malam - malam begini kalian kemari.
" Apakah ada Ana didalam
" Tidak ada , ada apa ini
Arya menjelaskan pada Siska yang juga terlihat cemas
" Ayo cepat kita pergi lagi
.....
Didalam taksi
Ana menangis sejadi - jadinya hingga membuat supir taksi tersebut bertanya padanya
" Neng mau kemana ?
" Jalan aja terus pak
" Ini kalau jalan terus masuk kekuburan
Tangis Ana langsung berhenti melihat ponselnya yang tidak ada signal
" Kita dimana pak , kita dijalan congor 6 neng
Sopir taksi tampak merinding melihat kekiri dan kekanan mereka berada ditengah jalan kuburan
" Neng ,
Sopir taksi seperti ketakutan melihat kearah Ana yang menggunakan gaun putih bekas tumpahan minuman berwarna merah itu , yang kalau dilihat sekilas seperti bercak darah , belum lagi rambut Ana yang terlihat acak - acakan dengan make up yang sudah tak beraturan diwajahnya
" Neng sebenarnya mau diantar kemana ,
lagi - lagi sopir taksi bertanya kepada Ana
suasana yang sangat mencekam ditengah kuburan membuat mereka sama - sama saling ketakutan
__ADS_1
" Kita putar balik aja pak
" Neng mobil bapak nggak mau nyala ini kenapa ya ,
Sopir taksi terlihat panik ditambah lagi ia sama sekali tidak mau menoleh kebelakang
Aduh bagaimana ini , aku sangat takut
lagian kamu sih Ana pake acara kabur lagi dari tempat itu , ini kan bukan salah Aditya
lagian seharusnya kamu mencakar wajah Amanda dan ibunya itu lebih baik
Ana melihat ponselnya yang mati .
tampak diluar sudah mulai turun hujan
Sopir taksi itu kira - kira berumur 55 tahun ia sudah kelihatan tua , badannya yang kurus kepalanya yang botak dan gigi depannya yang ompong membuat kesan horor semakin menjadi - jadi ,
" Neng bapak takut
" Yaelah si bapak seharusnya aku yang takut
" Neng bisa membantu bapak untuk mendorong mobil ini tidak , sepertinya dia harus didorong dulu baru mau hidup
ya tuhan ini kualat namanya , aduh niat hati mau menenangkan diri malah terjebak dikuburan bersama sopir taksi tua dan botak ini.
Aditya maafkan aku , anakku kau kuatkan di perut ku
" Bapak sendiri saja yang dorong pak , masa saya mau keluar dengan pakaian kayak gini
Sopir taksi tersebut sama sekali tidak mau menoleh kebelakang
Ana menepuk pundaknya
" Pak , bapak
Dia langsung terkejut
Dia pikir aku hantu apa
.....
Aditya masih sangat khawatir dia mengerahkan seluruh orang untuk mencari Ana termasuk sepupu nya yang bekerja di markas militer,
" Tenangkan pikiran mu Aditya aku yakin Ana baik - baik saja ,
" Bagaimana mungkin aku bisa tenang Aditya memukul - mukul kursi tempat duduk didalam mobil
Ponsel milik Aditya berbunyi
" Ana ?
" Bukan ini ibunya Ana mertuaku
" Cepat angkat mungkin dia disana
Aditya langsung mengangkat ponselnya
" Nak Aditya ,
" Iya bu ,
" Apa Ana sudah ditemukan ,
" Belum bu,
Ibu Ana sangat menyayangi menantu nya itu
tentu saja selain ganteng dan kaya Aditya sangat royal kepada mertuanya , mertua mana yang bisa menolak kalau dapat menantu seperti itu
" Nak , Ana itu sedang hamil apa kalian sedang bertengkar ?
Aditya terdiam tidak mungkin dia menceritakan apa yang dilakukan Amanda pada Ana
tetapi sepertinya ibu mertua nya itu sangat paham dengan apa yang sedang terjadi tentu saja sebagai orang tua yang sudah mengalami pahit manis kehidupan ia tau tak mungkin anak perempuannya itu kabur tampa memberi tahu .
"Nak Aditya perempuan hamil itu sangat sensitif jika ia merasa terluka ia akan melakukan hal - hal yang aneh
__ADS_1
Betul juga pikir Aditya apa yang dikatakan ibu mertuanya itu buktinya saja Ana yang hamil ia yang merasakan pusing.