Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 103


__ADS_3

Aditya membawa Ana kebawah Siska sudah duluan kebawah di susul juga Arya dari belakang


" Ya ampun ini indah sekali " , ada dua buah tenda di samping sungai yang satu berukuran besar dan satu lagi berukuran sedang


" Tenda yang besar untuk kita yang satunya untuk Siska dan Rima


Ana tampak bahagia sekali " Terus Arya bagaimana ? "


" Tak usah memikirkan aku , aku bisa berbaring di mana saja "


Arya memaksakan senyumannya


Yah kalian bebas aku bisa tidur di batuan sambil memandangi bintang di langit "


Arya kembali menampakkan giginya


Aditya dan Ana duduk di bebatuan sambil memandangi air sungai bebatuan yang jernih di sinari cahaya rembulan membuat suasana malam itu menjadi romantis secara alami


mereka berdua saling berpelukan sehingga membuat Siska dan Arya yang duduk saling berjauhan menjadi keki


" Kenapa aku mendadak tak bisa bernafas begini "


Siska memegang dadanya , lalu mendekati tepi sungai kembali mencuci wajahnya


" Aku kenyang sekali , " Dari belakang tampak Rima tergopoh - gopoh berjalan akibat kekenyangan.


" Ah kau ini lama sekali cepatlah kemari kita akan menghabiskan malam dengan menginap didalam tenda ini "


Ana menunjuk tenda cantik yang didalamnya terdapat kasur empuk sungguh pemandangan yang indah


" Sayang apa kau sudah semakin membesar di perut mama mu ini "


Aditya mengajak bayi didalam perut Ana berbicara


Arya langsung menyeletuk dari belakang dan bersuara seperti anak kecil


" Tentu saja papa aku sudah bisa bergerak bahkan menendangmu pun aku sudah bisa "


Aditya langsung memukul Arya yang tertawa cekikikan dari belakangnya


" Kau ini "


" Hahaha apa aku setiap detik harus melihat kebodohan sepasang suami istri itu terus ah ntah lah"


Arya meletakkan tubuhnya diatas rerumputan hijau yang bersih " Indah sekali "


ia menoleh kearah Siska yang sedang duduk dan tersenyum bersama Rima


" Indah tapi tak akan pernah aku miliki "


" Hai kalian semua "


" Paman ,bibi , nenek kemarilah "


" Apa kalian suka dengan semua ini ? "


" Tentu saja bibi kalian memang luar biasa "


" Sudah kuduga dia akan kembali mengeluarkan catatan dari sakunya "


Rima langsung menyenggol Siska


" Baiklah paman dan bibi kalian tidak usah khawatir besok pagi aku akan membayar semuanya beserta bonusnya " .

__ADS_1


Tampak sepasang suami istri benar - benar bahagia


Mereka semua duduk bernyanyi dan membakar jagung bersama hingga Siska mencetus ide untuk mengajak bermain ungkapan hati bersama dengan menggunakan pulpen mereka duduk melingkar


" Ah aku ingin beristirahat saja" , ucap nenek


"Aku sudah tidak bisa lagi terkena angin malam , kalian nikmatilah malam ini disini "


tergopoh - gopoh berjalan kembali kerumah dengan di gandeng paman dan bibi


" Aku bisa sendiri , kalian berjalan lah sendiri "


Paman dan bibi melepaskan pegangan nenek itu


" Kau tua nanti jangan cerewet seperti dia Ana"


Siska menggoda Ana " Kau saja "


"Eh bumil jangan marah , nanti tuan Aditya bisa membunuh kami "


" Sudah - sudah ayo kita mulai permainan ini "


Siska , Rima , Aditya dan Ana duduk melingkar


" Arya kau tidak ikut ? "


melihat kearah Arya yang masih berbaring diatas rumput dengan tangan memangku kepalanya


" Kalian sajalah , tidak usah perdulikan aku "


Aditya tau jika Arya sedang merajuk


" Ayolah kau seperti perempuan saja


" Ayolah Arya ini permintaanku ,aku sedang hamil ini "


Ana pun memohon


Bangun dari tidurnya " Baiklah untung saja kau lagi hamil , ayo cepat mulai "


Mereka semua tersenyum bahagia


" Aku akan memutar duluan temanya sesuatu yang pertama kali kita lihat didepan kita apapun itu jadikan sebuah ungkapan oke "


Ana memutar pena yang di letakkan di atas papan berukuran segi empat


Semua mata melihat putaran pena yang melambat kearah Rima


" Kau duluan baiklah cepat pejamkan matamu lalu memutar aku akan kembali memutar oena ini jika ia berhenti berputar maka kau juga berhenti "


" Baiklah "


Pena masih berputar " Sudah belum ? "


" Oke buka matamu sekarang "


Rima membuka matanya dan yang pertama kali ia lihat adalah Air


" Aku melihat air , baiklah Air engkau mengalir sepanjang hari menuju muara membawa apapun jangan lupa sampaikan rinduku untuknya agar cintaku terus mengalir seperti air "


Semua bertepuk tangan " aku tak menyangka ternyata Rima pandai membuat syair "


Rima menggaruk kepalanya " Aku kan tidak tau semuanya mengalir seperti air "

__ADS_1


" Baiklah sekarang giliran aku yang memutarnya " , Siska mengambil pena lalu memutarnya kembali


" Ayo cepat giliran siapa "


" Aditya ? "


" Hore cepat kau berputar sayangku "


Ana mengecup pipi Aditya


" Ah Ana bisa kah kau melihat perasaan kami di sini jangan membuat kami menjadi iri "


Aditya membuka matanya yang terlihat adalah Ana " Dari membuka sampai menutup mata aku hanya ingin bersamamu selamanya


Anastasya debora "


" Aaaa sweett sekali , " Ucap Siska


" Sekarang giliranku memutarnya " Arya dengan cepat memutarnya dan berhenti melambat tepat kearah Siska


Siska memutar tubuhnya dan putaran pena pun berhenti Siska berhenti tepat menatap wajah Arya ,suasana menjadi tegang termasuk Ana dan Aditya karena mereka tau tentang perasaan Siska dan Aditya termasuk Rima


" Kak Aditya , diaa seorang playboy yang suka mempermainkan hati setiap wanita "


Siska dengan lantang mengucapkannya meski ia berusaha kuat untuk menutupi sikapnya yang sebenarnya gugup sekali


" Baiklah aku akan memutarnya " , Aditya sengaja mengambil alih cepat karena melihat Arya yang sudah tidak karuan


Tepat sekali putaran pena berhenti kearah Arya " Ayo Arya berbalik lah "


pena pun masih berputar dan belum juga melambat Ana tau Arya sudah lama berputar dan terlihat begitu pusing , Arya menahan tubuhnya saat pena berhenti


Ia berhenti tepat menatap Siska seolah seperti sedang balas membalas


Ana langsung mengambil alih obrolan karena tau akan terjadi sesuatu yang bisa menyebabkan boomerang " Sudah sebaikanya kita hentikan saja permainan ini "


Arya mengarahkan tangannya menahan tangan Ana agar tidak mengambil alih permainan itu " Aku akan melanjutkan permainan ini " Sambil menahan pusing di kepalanya agar berhenti berputar .


Arya menatap tajam kearah Siska membuat Siska salah tingkah


" Siska , adik kandung Dimas ,cantik sekali tapi sayang hanya sebuah fatamorgana yang tidak akan bisa aku miliki " .


Suasana menjadi hening , semua yang berada di situ terjebak dengan permainan sendiri


" Sayang aku sudah ngantuk sekali ayo kita masuk kedalam tenda "


Ana menarik tangan Aditya dan buru - buru masuk kedalam tenda meninggalkan Arya dan Siska yang masih saling menatap sambil berdiri


" Selamat malam semuanya "


Ana buru - buru menutup tenda miliknya


Rima yang terjebak berada di antara Siska dan Arya pun langsung bingung melihat kearah tenda Ana yang sudah tertutup untunglah gerimis turun hingga ia punya alasan untuk masuk kedalam tenda


" Gerimis aku akan masuk juga kedalam tenda "


Siska dan Arya masih berdiri hujan yang turun tak menyadari jika dari kelopak mata Siska juga turun bulir - bulir air mata


Arya mendekat dan melepaskan jaketnya untuk kedua kalinya dan memakaikannya kepada Siska " Cepatlah masuk hujan turun


aku akan kembali masuk kedalam rumah "


Arya berlari masuk meninggalkan Siska seorang diri

__ADS_1


__ADS_2