
Mengusal mata dan melihat sekeliling
" Astaga jam berapa ini
bangun dan buru - buru mandi mengganti pakaian dan langsung turun kebawah
" Sayang pelan - pelan lah lihatlah perutmu mulai membuncit
Aditya memegang Ana yang berjalan
terburu - buru menyusuri anak tangga yang berkelok - kelok.
" Iya " masih kesal karena mendapat pesan masuk dari Amanda ,terlihat menjauh dari Aditya
" Kau mau kemana buru - buru "
berpura - pura tidak tahu
" Aku mau kekampus " Menjawab dengan ketus dan membuang muka
" Kau sudah melihat jam? "
Menahan tertawa melihat tingkah istrinya yang seperti anak - anak, ternyata jika seorang perempuan marah ia sampai lupa melihat jam
" Tidak terlalu penting " Berjalan keluar dan meninggalkan Aditya
" Ya pergilah kekampus sekarang sudah jam 10 ", menahan mulutnya karena sudah tidak tahan untuk tertawa
Ana berhenti dan menoleh kebelakang dan melihat jam tangannya " Benar jam 10 "
Menghampiri Aditya dan memukulnya
" Kau jahat sekali kau senangkan melihat aku begini, nanti kalau aku terlambat wisuda bagaimana? "
memanjangkan bibirnya dengan raut wajah sedih
" Jangan khawatir nanti aku pindahkan kampusnya kerumah, jadi kau bisa belajar di rumah dosen akan bergantian mengajarmu di rumah "
Terdiam dan cepat - cepat meralat ucapannya karena Ana tau Aditya bisa melakukan apapun dan jika itu terjadi maka kebebasannya sebagai manusia akan kembali terancam " Maksudku bukan begitu "
Arya bersiap - siap menuju mobil meski raut wajahnya tampak kacau dan berantakan
"Dit, jadi kita pergi "
" Ayo, aku sudah siap "
Menarik tangan Ana dan masuk kedalam mobil
: Mau kemana? "
Bertanya - tanya dengan penuh keheranan
" Sudah ikut saja nanti juga kau akan tau "
Menarik Ana kedalam pelukannya dengan penuh paksaan
......
Dikampus Rima merasa heran tak menemukan Ana dan Siska hari ini ponsel kedua temannya tersebut juga tidak bisa di hubungi " Kemana mereka berdua hari ini tidak masuk kampus "
Memangku wajahnya dengan kedua tangannya " kenapa mereka tidak memberi tahuku "
__ADS_1
Rima berjalan menuju parkiran biasanya dia selalu pulang bersama Siska tapi kali ini a harus pulang sendirian karena tugas sangat banyak ia memutuskan untuk mencari buku di perpustakaan seorang diri
.
Rima berjalan menyusuri setiap rak buku yang ada untuk mencari buku yang ia cari
" Ah ini dia "
Berjalan dan mencari tempat duduk
Seorang lelaki yang ia kenal tampak sedang duduk memegang sebuah buku, Rima memberanikan diri mendekat karena memang hanya kursi yang berada di sebelahnya lah yang kosong
: Permisi kak apa aku boleh duduk di sampingmu " memberanikan diri meski sebenarnya Rima sangat gugup
" Silahkan "Dimas masih terlihat dingin masih tak memperdulikan Rima yang berada di sampingnya
Rima mengingat pesan Siska untuk mendekati kakaknya walau itu sangat mustahil sekali
Dengan memberanikan diri Rima mengeluarkan dua buah permen dari sakunya " Kak ini untukmu "
" Terimakasih " Dimas membalik tulisan dan tersenyum kecil melihat tulisan di belakang permen " aku suka kamu "
" Aku suka kamu " Rima terkejut mendengar ucapan Dimas
Dimas kembali mengucapkan " Iya aku suka kamu " Seperti tersambar petir deg - degan ingin meloncat Rima senang mintak ampun
memberikan bungkusan permen kepada Rima " tulisan di permen ini "
Rima menarik nafas lega
Ah aku pikir tadi dia
Rima langsung buru - buru pergi meninggalkan Dimas untuk cepat pulang kerumah
****** dia memanggilku lagi apa lagi ini!
Dengan wajah memerah membalikkan tubuhnya tentu saja kelihatan sangat jelas apalagi kulit Rima yang putih membuat semakin jelas
" Ponsel mu ketinggalan "
" Terimakasih kak" Dengan sangat gugup Rima meninggalkan Dimas
Dimas menggelengkan kepalanya melihat Rima pergi dengan gugup karena ia tau Rima menyukainya
.......
Arya menghubungi Amanda lalu mengajak ketemuan di suatu tempat
Aditya dan Ana juga ikut di dalam mobil
" Kita mau kemana sih? "
Masih di dalam pelukan Aditya
" Sudah kau tak perlu banyak tanya, lihat saja nanti " membelai lembut wajah Ana membuat Ana senang tapi kesal juga
" Sudah sampai " Arya menepikan mobil dan enyuruh Aditya dan Ana menunggu di mobil
Arya turun dan menemui dua orang perempuan muda
" Halo Amanda " Melambaikan tangan kearah Amanda
__ADS_1
" Ada apa kau menyuruhku kemari " Amanda memakai pakaian yang terbuka sama seperti biasanya celana pendek dan tanktop yang nampak belahan dadanya separuh.
" Tidak ada aku hanya mau bertanya, apa rencana mu selanjutnya "
Arya tertawa santai
" Sebaiknya sudahi saja keinginianmu untuk mendapatkan Aditya, ia tak mungkin meninggalkan Ana " berbicara serius dengan menatap Amanda
" Apa uang yang kuberikan kurang? "
Amanda mencibir Arya
" Seorang penjilat sepertimu memang tak pantas untuk di beri kepercayaan "
Terlihat mengancam Arya
" Jadi apa maumu, kau ingin membongkar semua yang aku lakukan pada Aditya, heh
silahkan saja jika kau berani. aku mempunyai banyak uang aku bisa saja membuang engkau ke laut "
" Seperti mobil jeep yang sengaja kau beli dan kau buang di laut itu kan "
Marisa tampak pucat mendengar ucapan dari mulut Arya
" Benarkan Marisa kau juga bahkan ikut menemaninya " Tersenyum sinis kepada Amanda
" Oh, ya aku lupa kau kemarin ingin menabrak Siska tapi salah sasaran ya kan "
Amanda mulai tampak cemas
" Apa mau mu Arya, cepat katakan! "
memukul meja dengan sangat kuat
" Aku hanya ingin tau, apa kau yang mengimkan pesan kepada Aditya mengatakan bahwa kau sedang hamil "
Amanda menaikkan suaranya " Kau tau Arya kau sedang berurusan dengan siapa?
apa kau tau, sekarang ini kau tak punya apapun aku bisa saja melemparmu kelaut dan menghilangkan jejakmu tak ada juga seorang pun yang tau "
Arya tersenyum " Aditya beruntung sekali memilih Ana sebagai istrinya tak bisa kubayangkan jika ia memilih perempuan setan sepertimu, bersyukurlah kau seorang oerempuan eh, maksudku iblis betina "
Aditya dan Ana mendengar dengan jelas apapun yang di ucapkan Arya, Amanda dan Marisa
Aditya menenangkan Ana yang tampak sangat emosi saat ia tau Amanda ingin menabrak Siska
"Arya.. Arya .. sudah miskin dan tak memiliki apapun masih saja bodoh kasihan sekali engkau, cepat katakan apa keinginanmu terakhir sebelum anak buahku menembakmu .
" Aku hanya ingin mendengar apa yang sudah kau lakukan pada Ana dan Aditya selama aku di rumah sakit "
Arya sengaja memancing Amanda
Amanda berdiri dan meghampiri Arya
" Kau pikir aku bodoh" Mengambil alat sadap yang sengaja di selipkan Arya di kantongnya
Tak terdengar lagi suara Arya, Aditya langsung menghubungi polisi untuk sampai ketempat itu
Aditya segera berlari mendekati Arya tampak Amanda mengeluarkan pistol dan mengarahkan di kening Arya
Ana yang melihat dari kejauhan tampak sangat khawatir " Aditya jangan pergi, cepat masuk "
__ADS_1
" Kau jangan khawatir aku akan baik - baik saja ingat jangan keluar dari mobil apapun yang terjadi "
.