
Aditya, Arya tampak pucat termasuk juga Ana
Mereka hanya terdiam mematung
untunglah Arya kembali menjadi super hero ia langsung menyambut Rima, ibarat seorang aktor yang lagi berperan
tidak di ragukan lagi memang sang playboy jago berbohong ckckck
" Rima sabarlah tenang saja Ana baik - baik saja "
Mama dan Papa Aditya langsung menghentikan ocehan mereka, karena tidak mungkin mereka melanjutkan omelan itu di depan orang lain, apa lagi sebagai mertua, orang tua yang berpengalaman dalam menghadapi asam garam kehidupan tidak sepatutnya lah membeberkan aib anak menantu di depan orang banyak
jangan sampai jadi orang tua yang nyinyir dalam kehidupan rumah tangga anak
" Baiklah Ma, sebaiknya kita pulang saja "
Papa Aditya mengajak mama Aditya untuk pulang kerumah
Oma Rita pun berdiri " Iya aku juga mau pulang "
" Ayo Ma, aku bantu "
Ana pun ikut berdiri ingin membantu Oma
" Sudah sayang biar mama mu saja yang membantu, tugasmu hanya makan, tidur dan menghabiskan uang saja ya, dan jaga calon cicit ku itu, kau dengar itu Aditya "
Oma Rita melirik kearah Aditya " Siap Oma "
" Aditya ingat pesan papa tadi ya "
__ADS_1
Menunjukkan jari telunjuk nya kearah Aditya
" Siap Boss "
" Arya kau jaga dia ya, "
" Siapp Om, "
" Mama pulang dulu sayang, ya "
Mengecup kening Ana
Mereka pun pergi meninggalkan rumah
Sekarang hanya ada Aditya, Arya ,Ana dan Rima bersama para pembantu di rumah
untunglah insting detektif Arya sudah bekerja sejak awal ia sudah menyiapkan beberapa orang kepercayaan untuk memonitori siapa saja yang datang kerumah termasuk memantau gerak - gerik mereka melalui kamera Cctv yang sudah terpasang di rumah mereka
luar biasa canggih sekali kamera di rumah mereka
Aditya menenangkan Ana, setali tiga uang dengan Arya, Ana pun tak kalah hebar berakting di tambah lagi ia seorang pemain drama yang sangat handal waktu sekolah dulu
" Alhamdulilah aku baik - baik saja, itu semua berkat doa mu juga Rima "
Ana memegang tangan Rima, Aditya langsung berdecak kagum melihat istrinya yang bersikap sangat natural itu
" Syukurlah aku tidak bisa tidur semalaman memikirkanmu sendirian di rumah sakit, apa lagi nenek harus pergi secepat ini "
Aku tak menyangka kau sehebat ini menyimpan semuanya Rima, kenapa kau begitu hebat seolah - olah kau tak mengetahui segalanya, kau benar - benar ular berkepala dua
__ADS_1
" Bagaimana keadaanmu Rima, kau benar - benar sahabat dan teman yang baik, kau begitu mengkhawatirkan Ana, melebihi suaminya sendiri "
Menepuk pundak Aditya
" Bukan begitu Dit "
Aditya tampak marah
" Sabar Dit, aku hanya bercanda saja "
Arya tertawa penuh Arti
" Bagaimana kau tau Rima, aku sudah pulang "
Rima terdiam lalu kembali menangis
"Aku tadi kerumah sakit, dan masuk keruanganmu ternyata kau tidak ada, aku berlari mencari suster takut sesuatu yang buruk terjadi padamu ,syukurlah suster mengatakan kau sudah pulang kerumah "
Rima memeluk Ana kembali
" Baik sekali kau Rima, aku sangat iri padamu Ana, mendapatkan sahabat - sahabat yang baik seperti kau "
Ana tersenyum geli, Aditya tampak ingin sekali mencekik Rima tapi ia berusaha sedang menahannya
" Sayang "
Ana melirik kearah Aditya yang sudah memasang wajah sangar
Ehem
__ADS_1
Ana melirik kearah Arya agar segera membawa Aditya menjauh darinya dulu