Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 106


__ADS_3

" Aku letih sekali " meletakkan tubuhnya di atas kasur


Pesan masuk ke ponsel Aditya , Ana mengintip dari kejauhan


" Tak usah mengintip " Menyerahkan ponselnya kepada Ana


" Cepat kau buka sendiri "


Dengan malu - malu Ana mengambil ponsel Aditya


" Nomor baru ? "


Ana membuka pesan dari ponsel Aditya


" Aku sedang mengandung anakmu , tertanda Amanda "


......


" Kau kenapa tertawa Amanda ?"


Marisa terheran - heran melihat tingkah Amanda yang semakin mengerikan saja ia sudah seperti perempuan tidak waras


" Tidak ada aku hanya mengirimkan pesan kepada Aditya " Menunjukkan pesan yang ia kirim kepada Marisa


" Apa kau sudah gila? " Marisa berkata didalam hatinya " Ia memang sudah sakit jiwa"


" Hahahahaa biarkan sajalah agar ia kembali datang menemuiku aku sudah tak sanggup menahan rindu ini "


Tersenyum seperti seorang ratu mesir yang amat percaya diri


" Kau sangat yakin sekali ia akan datang menemuimu " Marisa sangat ketakutan melihat tingkah Amanda yang menurutnya sudah kelewatan batas mungkin kadar cinta Amanda yang terlalu tinggi dan di tambahi iman tidak ada membuat ia melakukan segala cara di luar logika


" Mau bertaruh denganku? "


Amanda menantang Marisa yang terlihat tidak percaya dengan apa yang ia katakan


......


Ana terkejut sekali raut wajahnya pucat sedangkan Aditya masih tertidur pulas ia memegang perutnya dan mengelusnya air mata menetes dari ujung matanya


Sakit sekali


Mengelap air matanya yang jatuh kepipi


pikirannya tampak kacau ia mengambil vitamin untuk kandungannya lalu meminumnya langsung


seperti sebuah obat penenang sangking sedihnya ia langsung jatuh keatas kasur dengan ponsel yang masih tergeletak.


.......

__ADS_1


Setelah selesai mandi Siska keluar dari kamar mandinya , seorang tukang rias sudah menunggunya dengan tersenyum


" Mbak Siska , tersenyum dengan ramah terlihat wajah Siska penuh kebingungan


" Ini acara apa sebenarnya , seperti sudah di komando tukang rias wajah pun tidak mengeluarkan sepatah kata , ia hanya tersenyum dan berusaha bersikap wajar seperti biasanya


Seseorang mengetuk pintu, " Cepat sayang oakaikan kebayamu "


Semua orang sudah ramai berkumpul di luar termasuk Dimas, seperti permintaan keluarga Dimas , dari awal acara berlangsung sampai selesai tidak boleh memakai pengeras suara Arjuna tampak tersenyum bahagia dan gagahnya ia bukan lah seorang oemuda bodoh yang selama ini ia perankan oemuda tampan dengan ibadah yang sangat bagus, berbakti kepada orang tua dan juga seorang keturunan bangsawan dari awal perjodohan ini Arjuna sudah tau semuanya Dimas dan mami sudah jujur dari awal pada Arjuna dengan segala konsekwensi yang akan ia terima menjadi suami seorang gadis yang tidak mencintainya


Sayup - sayup terdengar suara " Alhamdulilah sah.


Siska yang masih terheran - heran melihat ia di dandani bak seorang pengantin terkejut saat membuka mata, cuma rasa letihnya dalam perjalanan membuat ia hanya pasrah saja dan tak berani bertanya apapun lagi


Tok


tok


Dimas masuk kedalam kamar Siska


" Ayo cepat keluar semua orang sedang menunggu " Siska berjalan keluar Dimas sengaja menggandengnya orang tua Arjuna langsung menyambutnya


" Kak Dimas ini apa? "


Siska tampak sangat ketakutan tangannya berubah menjadi sangat dingin


" Kau jangan mempermalukan keluarga di depan orang banyak ingat ini semua demi kebaikanmu "


Siska berjalan keruangan depan dengan di papah kedua orang tua Arjuna


Ia melihat Arjuna mengenakan pakaian yang berwarna sama seperti dirinya


Air mata berderai jatuh membasahi pipi dan bahkan semakin deras


Ana kisah cintaku ternyata lebih buruk dari mu jika kau akhirnya bisa saling mencintai dengan Aditya maka aku tak yakin malam ini masih bisa bernafas aku ingin mati saja


" Wah istrinya mas Arjuna cantik sekali


beberapa orang tamu melirik dan berbisik kearah Siska yang terus mengeluarkan air mata


"Kamu kenapa nduk, jangan bersedih kamu akan bahagia menjadi istri dan menantu anak kami tenang saja


Mami Siska tau sekali perasaan Siska ia sengaja tak mendekati Siska sedangkan Dimas sengaja duduk tepat di samping Siska


Siska melirik kearah maminya dengan tatapan mata yang sangat marah


Penghulu menyuruh Siska menandatangani buku nikah tersebut " Cepat tanda tangan dulu disini "


Arya dengan tersenyum langsung menandatangani " Cepat sekarang giliran pengantin wanitanya lagi "

__ADS_1


Siska terdiam tangannya seperti kaku tak bisa digerakkan para tamu undangan kebingungan melihat tingkah Siska yang terus menangis


Arjuna berusaha menenangkan Siska dengan memegang pundaknya " Sudah jangan menangis lagi "


Siska menatap kearah Arjuna dengan sangat marah " Jangan berani menyentuhku "


Dengan cepat Arjuna melepaskan pegangannya


Dimas mulai terpancing emosi dengan keras ia berbicara " Siska cepat tanda tangan "


Siska masih terdiam air mata tak berhenti menetes ibarat sebuah kran air yang tak berhenti menetes


Dengan menarik tangan Siska keatas meja Dimas memaksa Siska menandatangani buku nikah mereka


Semua hadirin tampak bertepuk tangan maminya berusaha menenangkan para undangan yang terus berbisik melihat Siska


" Jangan khawatir ia hanya terlalu bahagia "


Bersikap tersenyum dengan semua tamu undangan


Selanjutnya penghulu menyuruh mereka untuk mengambil poto sambil memegang buku nikah " Ayo berpoto dulu "


Dengan berderai air mata Siska menuruti saja matanya sudah memerah sepertinya potografer tersebut memahami apa yang terjadi pada Siska " Mbak bisa tidak berhenti menangis sebentar "


Siska tak perduli , Dimas berdiri kembali dan mendekati Siska mengarahkan buku nikah di depannya agar bisa di poto


" Baiklah Alhamduliah lancar, silahkan menyicipi hidangan yang sudah tersedia "


Siska langsung berlari kedalam kamar ia mengunci pintu kamarnya


" Aku bencii semua ini mereka merampas kebahagiaanku aku menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai , Dimas itu jahat sekali aku sangat membenci Dimas, dia itu lebih jahat dari penjajah aku terpenjara di rumahku sendiri "


Menangis tersedu - sedu berpikir untuk segera mengakhiri hidupnya mencari - cari sesuatu di meja kamarnya


Potografer yang tadi mengambil poto mereka adalah seorang perempuan ia masuk kedalam kamar Siska dengan cepat ia mengambil gunting yang berada di tangan Siska lalu membuangnya keluar, Siska yang terkenal kuat , berani dalam hal apapun tetaplah seorang gadis biasa, manusia biasa jika berurusan dengan hati ia tetap akan rapuh juga


" Apa yang kau lakukan ? , kau ingin mati konyol,


perempuan itu mengajak Siska duduk ia sangat iba melihat Siska yang tak karuan


Siska meraung sejadi - jadinya di pelukan perempuan itu, Maminya yang hendak masuk kekamar Siska tidak jadi masuk kedalam setelah mendengar teriakan Siska yang menjerit sejadi - jadinya, untunglah musik di luar sangat keras jadi para undangan tak menyadari apa sebenarnya yang terjadi


" Mereka merampas kebebasan hidupku kau tau mereka itu anak dan ibu yang jahat


Masih menangis dengan sejadi - jadinya


" Tenangkan dirimu dulu, tarik nafas


dalam - dalam "

__ADS_1


Mengambil air putih dan memberikannya kepada Siska


"Minum lah dulu " .


__ADS_2