Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 137


__ADS_3

Alena mengikuti Arya sampai ke dalam mobil lagi karena iya memang bukan type lelaki yang hobi mengasari perempuan bahkan tidak pernah Arya berbicara kasar sama sekali tapi ini pertama kali ia membentak Alena


Melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan menepikan mobil tepat di jalan tol


" Kak Arya kenapa kita berhenti "


" Turun ! " Berbicara dengan pelan tapi sungguh sangat menekan


" Kak Arya kita mau ngapain turun " Tersenyum bahagia membayangkan sesuatu yang indah


" Aku bilang turun! " Arya kembali bersuara tinggi


Tapi sepertinya memang Alena ini terbuat dari apa hatinya sehingga urat malunya seperti sudah putus


" Mmm baiklah, jika itu keinginanmu maka aku akan turun " Membuka pintu mobil dan menutupnya kembali tersenyum menghadap kaca mobil


" Kak Arya aku sudah turun sekarang bagaimana? " Alena melongok dari luar kaca jendela menempelkan wajahnya di luar kaca jendela


"Baiklah siapapun namamu aku merasa sangat jijik melihatmu " Arya memijak gas mobil dengan sangat kencang meminggalkan Alena seorang diri


" Rasakan saja di sendirian di sana aku tidak perduli, baiklah Arya untuk pertama kali kau seperti seorang lelaki yang sangat kejam "


.........


Ana pulang kerumah dengan langkah yang berat ia memasuki rumah, melihat sekeliling


"Syukurlah tidak ada mereka "


Ana melangkah masuk kekamarnya dengan menapaki anak tangga selangkah demi selangkah


Membuka pintu tiba - tiba Ana di kagetkan dengan kamarnya yang sudah di penuhi bau jerangau bunglai, " Mitos yang melekat dari leluhur digunakan untuk perempuan yang sedang hamil "


" Sialll bau apa ini " Ana menarik dan melemparnya keluar jendela


" Siapa yang berani menaruh ini di kamarku "


Terlihat sangat geram


Tok


tokk


" Masuk " Bibi Aditya ternyata ia datang sengaja mengetuk pintu


"Ah bibi kau " Ana berusaha bersikap baik padahal ia sangat muak sekali melihat kelakuannya


" Ana kamarmu luas sekali ya, boleh tidak sesekali bibi tidur di atas menemanimu "


Apa kau mau tidur disini bersamaku, wah hebat sekali ternyata kau ya, berani sekali


bukankah kamar di bawah juga sangat luas kenapa mengangguku


"" Tentu saja boleh bibi " Ana berusaha tersenyum manis


" Kau memang baik sekali " Melihat - lihat dan membuka isi lemari Ana dan mengeluarkan oakaiannya satu persatu


"Ya ampun ini cantik sekali, ini juga wahh semuanya pasti sangat mahal, aku ingin mrncobanya "


Tanpa permisi langsung mencoba dan memakainya lalu berkaca di cermin, dengan memutarkan tubuhnya


Jika kau bukan keluarga dari suamiku tak perlu waktu yang lama untukku menendangmu keluar dari rumahku ,sabar Ana pikirkan bayimu


Ana mengelus perutnya


" Cantik tidak Ana " Memperlihatkan kepada Ana


" Cantik bibi " Berusaha bersikap sebaik mungkin


Jelak kau tau, kau sangat tidak pantas menggunakan pakaianku itu, kau ini memanf tidak tau etika

__ADS_1


" Harganya 2 juta rupiah bibi "


" Waaw mahal sekali harganya " tampak kaget saat mendengar harga baju yang menurutnya bisa seratus ribuan tapi ternyata waw ya


" Jika bibi mau aku akan menjualnya dengan harga miring kepada bibi " Tersenyum santun tapi dalam


Rasakan kau pikir hanya kau saja yang bisa mengukur semua benda dengan uang, sekarang aku balas ya, ini cara halus mengusirmu dari kamarku


" 500 ribu untukku baiklah aku akan mengambilnya . nanti aku akan meminta Aditya keponakanku itu untuk membayarnya kepadamu " Tersenyum lebar


Apaaaaa kau lama - lama di sini bisa membuat aku semakin tertekan


Suara langakah kaki terdengar memasuki kamar Ana " Sayang " Aditya memanggil Ana seperti biasa


" Iya sayang " Ana menjawab tetap dengan wajah yang berusaha semesra mungkin meski hati kacau sejadi - jadinya, hmm Ana tak ingin menampakkan mukanya yang masam kepada suaminya itu


" Aditya lihat lah ini istrimu sungguh baik sekali padaku aku meminta beberapa lembar baju miliknya, ia bahkan memberikanku harga miring apa kau akan membayarnya untuk bibimu ini, aku sangat ingin memilikinya " Tampak berusaha merayu Aditya


Ana tampak cemberut sekali bagaimana tidak itu adalah pakaian kesayangannya dan Aditya tau itu


Melirik Ana yang tampak begitu kesal " Bibi apa kau yakin mau memakai pakaian Ana, kau tak takut jika bulu ketiak Ana lengket di baju itu dan akan menempel juga di tubuhmu, apa kau tak jijik " Aditya berbicara agar ia merasa sangat geli apa lagi ia tau bibinya itu sangat pembersih sekali


" Benarkah Aditya, aduh perutku mendadak sakit sebaiknya aku segera turun kebawah, sekalian menunggu pamanmu pulang dari membawa nenek terapi " Meletakkan kembali baju milik Ana didalam lemari dan kembali keluar dari kamar


" Dagh bibi " Aditya menutup pintu kamarnya


" Dit " Ana menahan emosinya karena tidak mungkin ia harus menumpahkan kekesalannya sedangkan Aditya baru pulang dari kerja tentu ia letih sekali


" Kau kenapa " mendekati Ana dan memegang wajahnya


" Sabar saja ya sayang mereka hanya sebentar disini kau harus paham mereka orang kampung biasalah "Aditya berusaha menenangkan hati Ana


" Justru kebanyakan orang kampung itu lebih bertata krama Dit, tapi dia masuk kekamar ini langsung membuka lemari dan mencoba semua baju milikku dan kau lihat tadi dia mau mengambil baju kesayangan milikku "


Ana bergerutu


" iya makanya tadi aku bilang padanya, besok kau temanilah di belanja baju yang banyak ya sayang agar ia tak menganggu baju - bajumu di lemari lagi "


Tak lama sekitar 15 menit Aditya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja


Ia mendekati Ana dan menggoda Ana yang masih saja cemberut


.


Lagi dan lagi seseorang mengetuk pintu


kali ini Ana terlihat sangat emosi " Dit kau lihat mereka hanya bisa menganggu saja" Ana berdiri dan siap memarahi mereke


Membuka pintu lalu


" Arya? apa yang kau lakukan " Ana heran ia pikir paman dan bibi yang mengetuk pintu


" Mana Aditya " Mengintip kedalam kamar


Aditya mendengar keributan di pintu kamar " Ana siapa "


" Arya rupanya " Aditya mendekati pintu masih dengan bertelanjang dada


" Kenapa kau Arya tumben sekali kau mengetuk pintu kamarku "


" Cepat kau kekamarku karena aku mencium bau aneh di kamarku seperti bau jamu tapi aku tak menemukan sumbernya "


Menarik tangan Aditya untuk segera kekamarnya


" Ee Arya sabarlah handuk ku bisa terlepas nanti "


Mereka sampai di bawah Ana yang penasaran pun menyusul mereka " Kau masuklah cepat "


Aditya mencium bau yang menyengat " Ini seperti bau "

__ADS_1


Ana menjawab dari belakang " ini bau jerangau bunglai, kata orang tua jaman dahulu untuk mengusir setan "


" Astaga siapa yang menaruhnya disini, ini benda sirik, hal hal yang membawa kesesatan " Arya yang mulai mendalami ilmu agama tampak emosi


" Sepertinya aku tau ini ulah siapa "


Ana menunjuk Bibi nya yang sedang menggantung benda itu di setiap pintu


"Astaga bibi apa yang sedang ia lakukan " Aditya menggelengkan kepalanya


" Sekarang bagaimana " Ana semakin kesal


" Sudah biarkan saja mereka adalah tamu kita, ingat tamu adalah raja perlakukan mereka dengan baik, biar saja selagi dia tidak menganggu kita" Aditya berjalan keatas untuk segera memakai baju


" Aku mau ganti baju dulu "


Arya langsung berbisik kearah Ana " Kau tenang saja Ana aku akan mencabutnya dan membuang semua itu " Ana tersenyum


" Baiklah Arya kau lakukan saja tugasmu, dia sangat mengangguku "


Ana duduk di sofa sambil memperhatikan bibinya yang sibuk sekali memasang benda kepercayaannya itu, sesekali ia melewati Ana dan memberi kan Ana percikan air di tangannya sudah seperti seorang tabib pengusir hantu saja


Arya mencabuti semua benda yang sudah di pasang oleh perempuan itu dan memberi kode " Oke " Kepada Ana


Ana pun membalas " Kerja bagus Arya "


Terdengar suara sayup - sayup di samping Ana " Sudah selesai syukurlah "


Duduk di samping Ana dan kembali berdiri


lalu berteriak " Gawattttttttttt "


Ana, Arya dan Aditya terkejut lalu mendekati bibinya


" Ada apa bi, " Tampak wajah cemas dari mereka melihat bibinya terduduk lemas


" Ini minumlah dulu Bi, " Memberikan minuman kepad bibinya


" Tarik nafasmu lalu ceritakanlah bi "


Mengatur nafasnya


" Dirumah ini penunggunya sangat kuat, kalian harus berhati - hati aku tadi sudah menaruh banyak sekali jerangau bunglai, di setiap pintu tapi saat aku melihatnya kembali semua benda itu menghilang tanpa bekas "


Arya dan Ana menahan mulut mereka tibalah ide gila Ana


" Benarkah Bi, mengerikan sekali atau jangan - jangan dia tidak menyukaimu "


Rasakan hahaahaha kau bilang kau sholat terus tapi masih saja percaya hal - hal tidak berfaedah begitu, lagian mana mungkin setan akan takut dengan hal seperti itu


Paman dan nenek datang dari praktek dokter


dan melihat bibi terduduk di lantai dengan sangat lemas " Istriku apa yang terjadi " Melepas pegangan tangannya dari nenek


"Aku baru saja di kerjai penunggu rumah ini suamiku sepertinya dia tidak menyukaiku "


Jangankan hantu manusia saja terganggu dengan sikap tidak sopanmu di rumah orang Bibi, haduh imanmu hanya sebatas itu aku turut prihatin


" Kau ini selaku saja berpikir primitip sudahlah kau istirahat saja dulu, kau juga terlalu lincah sekali aku lihat semenjak datang dirumah ini jangankan manusia, hantu juga bisa terusik dengan tingkahmu "


Nenek melirik kearah Ana sambil tertawa terkekeh


" Tolong angkat aku, aku sudah tidak telap untuk berdiri "


Beberapa pelayan melihat apa yang terjadi tetapi tak berani untuk berkomentar


"Ayo Arya bantu angkat bibi kekamar "


Aditya menyuruh Arya membantu karena badan bibi yang sangat besar tidak telap diangakat oleh mereka

__ADS_1


" Baiklah tapi upah angkat 1 juta rupiah ya, "


Arya menggoda paman dan bibinya


__ADS_2