
Ana masih duduk bersama Dimas,
Sedangkan marisa sudah pergi meninggalkan
Aditya bersama Amanda.
Ana melihat Aditya dan Amanda saling bertatapan penuh arti,
"Tatapan yang sangat dalam
"Jangan berharap lebih duhai hati,
kau harus tau diri, jika menikah hanyalah sebuah tameng ,orang - orang kaya,
Maka orang miskin sepertiku hanyalah bagian dari boneka yang bisa diperlakukan sesuka hati.
Ana tertunduk lesu ,
Karena jam kuliah sudah tidak ada lagi, Ana memilih untuk pulang .
Dimas menawarkan untuk mengantarkan Ana pulang, Tetapi Ana sudah berkomitmen pada dirinya, ia tidak akan melakukan kesalahan sedikitpun , agar tidak disalahkan Aditya.
Setelah tiba di apartemant Ana langsung masuk kedalam kamar, dengan muka yang sangat sedih , ia menatap dirinya kearah cermin.
"Hati ! Kau tak boleh memiliki perasaan lebih kepadanya, Kau tak sebanding dengannya.
Pintu terbuka,..
Rupanya Aditya baru pulang,
Ana bergegas menyiapkan makanan,
Tetapi sikap Aditya tak seperti biasanya,
Ia tampak begitu dingin kepada Ana,
Ia buru - buru mengganti pakaiannya lalu pergi , keluar tampa memberitahu Ana.
Ana heran melihat sikap Aditya tak seperti biasanya,
Ana berinisiatif mengajak Rima menonton bioskop,
"Haloo?.. Rima, kamu dimana?
"Aku lagi dirumah ni Ana, bosann !
"Gimana ? Kalau kita nonton aja?
Aku yang traktir !"
Rima bersorak kegirangan
" Asiikkk !"
Kalo gitu , aku siap - siap dulu ya...
Mereka janjian nonton diteater 4,
Ana sudah memesan tiket melalui telepon
Mereka sudah berjanjian didepan bioskop.
" Aku sudah pesan tiket , aku tunggu kamu di bioskop ya rim,
Begitulah pesan yang diketik oleh Ana kepada Rima,
Ana bergegas naik taksi
Lalu menuju bioskop
Ana duduk menunggu Rima datang ia pun memesan pop corn, dan orange juice,
" Ana menelpon Rima untuk menanyakan dia udah dimana
"Kamu udah dimana?"
"Bentar An, aku kejebak macet tadi aku naik bis!
"Ya udah, jangan lama - lama , aku tunggu kamu dicafe roxi ya.!"
"Oke jawab Rima.
Ana memainkan ponselnya untuk menghilangkan kebosanannya
Tak lama ia melihat Aditya lewat bersama
Seorang perempuan,
__ADS_1
Ana merasakan hatinya begitu sakit, sedangkan ia sama sekali tak mempunyai perasaan apapun terhadap Aditya
"Ana bersabarlah...
Ia berusaha menenangkan hatinya.
" Siapa perempuan itu ?
Ana masih tak bisa melihat begitu jelas
Rima pun datang dan langsung menepuk
pundak Ana
"Ana..!!! heloow..!!
Aku udah disini !
Kamu lagi ngeliatin apa sih?!"
" Ah , nggak ...
Ayuk kita masuk nonton, bentar lagi filmnya mau diputar !
Mereka berdua mendapatkan tempat duduk diatas sekali,
Karena lampunya sudah dimatikan, jadi mereka tak bisa melihat apa - apa didalam
Film yang mereka tonton bergenre cinta yang romantis
Rima dan Ana tidak bisa berkonsentrasi menonton, karena sepasang kekasih didepan mereka sibuk bermesraan membuat Rima tak berkonsentrasi, Rima ragu memilih menonton layar, atau menonton mereka yang tepat dihadapan mereka,
"An,,!"
Ana menyenggol tangan Ana
"Apaan sih Rima?!
"Liatin deh, yang didepan kita, kayak nggak ada tempat aja!"
Sambil cekikian
"Huss.. diam !" udah biarin aja, nanti bintitan kamu mau?!
Ana fokus menonton film tersebut,
, jadi ia sengaja melihat dengan pensaran.
Sangking asyiknya menonton kedua orang tersebut,
Rima tak menyadari jika ,Filmnya sudah habis.
Lampu bioskop pun kembali dinyalakan
Rima penasaran ingin melihat muka kedua orang yang tidak tahu malu tersebut.
Pasangan itu pun berdiri,
Betapa terkejutnya Ana dan Rima bahwa pasangan yang ada didepannya tersebut Adalah Aditya dan Amanda..
Aditya tampak begitu terkejut, sedangkan Amanda bersikap seperti tak terjadi apapun
Mata Ana tampak berkaca - kaca,
Tetapi ia berusaha menahannya
"Ana ?! sapa Amanda begitu ramah
Kamu nonton sama siapa?
Ana menunjuk kearah Rima tampa sepatah katapun.
Lalu ia menarik tangan Rima untuk pergi dari bioskop.
"Kita duluan ya amanda, Ucap Ana dengan pelan
Aditya merasakan jika Ana seperti marah padanya,
ia merasa tak bisa menjaga perasaan istrinya,
ia lupa kalau dia sudah berstatus suami orang,
Aditya pun bergegas keluar gedung bioskop.
Untuk mengantarkan Amanda pulang kerumah.
Diluar gedung Ana tampak murung, ia tak mengeluarkan sepatah katapun.
__ADS_1
Rima pun merasa heran, sedangkan tadi ia yang paling bersemangat untuk mengajak nonton.
" Ana ?! Kamu baik - baik aja kan?!
Ana hanya mengangguk
"Sepertinya aku nggak enak badan Rima,!
Kita langsung pulang aja ya,.
Rima pun menyetujuinya dan mereka pun
langsung masuk kedalam taksi.
Diperjalanan, Ana mengingat kata - kata Amanda dikampus tadi.
Alasanny ia kuliah dikampus, Adalah untuk
mengejar cinta sejatinya.
Ia juga mengingat saat mereka saling bertatapan.
"Hmm sudahlah... "Duhai hati bersabarlah, kau akan bertahan ,!"
Ana berusaha menguatkan dirinya.
Ia pun sampai digedung Apartament miliknya,
Oh, ya sebelumnya Rima udah diturunin duluan loh, jadi rahasia mereka tetap aman
Ana bergegas naik kelantai atas menuju kamarnya,
Ia langsung membuka pintu,
Tampak olehnya Aditya sedang duduk dikursi
Setelah ia mengambil yang menjadi Haknya dariku
ia berbuat begitu rendah dengan wanita lain didepan mataku,
Apakah kau tak menghargai sakralnya sebuah ikrar pernikahan.
"Kenapa kamu masih berdiri disitu ?
"Duduk disini !"
Aku akan mengajukan tawaran menarik untukmu !
Ana pun duduk disamping Aditya
"Aku rasa kau sudah melihat , apa yang aku lakukan tadi bersama Amanda,
"Kau harus tau, Amanda adalah mantan pacarku, sewaktu Aku sekolah dulu,!
Tidak penting bagiku, untuk mengetahui apapun masa lalu mu,
Aku benar - benar tak tertarik , sedikit pun !
Ana sudah tak mau lagi mendengar apapun yang dikatakan Aditya
"Jadi intinya apa?
Ana berusaha menahan sesak didadanya
Ia tau jika Amanda dan dirinya sangat berbeda jauh.
Aditya mengeluarkan surat perjanjian yang berisi bahwa,
Tak boleh ada siapapun yang tau dikampus jika mereka sudah menikah,
Mereka berdua berhak mencari cinta sejati masing - masing
Perjanjian ini akan berakhir saat Ana sudah lulus kuliah,
Selama perjanjian Ana akan diberikan Aditya sebuah ATM jadi Ana tidak perlu repot - repot
meminta uang dengannya.
Aditya dan Ana boleh menjalin hubungan dengan lawan jenis lainnya.
Ana menandatangani perjanjian tersebut.
Lalu ia berlari masuk kekamar mandinya,
karena air matanya, sudah tak sanggup lagi ia tahan,
Air matanya pun berlinang, Ana tak menyangka sesakit ini,
__ADS_1
Bukan karena ia mencintai Aditya tetapi ia benar - benar merasa seperti boneka , yang bebas diperlakukan oleh tuannya.