
Pasti dia sangat marah besar ,
Aduh bagaimana ini ?"
Aditya merebahkan badannya dikursi , sambil menunggu mobil jemputan untuk sampai dilokasi proyek.
"Ingat yang sudah aku katakan , jangan kau hubungi dia dulu
Bima mengedipkan matanya,
Aditya berpamitan pergi , tetapi kedua anak Bima bergelantungan tidak membolehkan ia pergi
"Ayo ayo sini om Aditya harus pergi bekerja,
Aditya duduk mendekati lalu memeluk kedua anak kembar tersebut,
"Ooom pergi dulu ya , anak cantik besok oom balik lagi oom belikan es krim mau kan ?
Anya langsung menggendong kedua anaknya itu,
Mereka berdua menangis - nangis ingin ikut dengan Aditya.
Bima pun menggoda Aditya,
"Apakah ini pertanda jika kau akan segera memiliki seorang anak he.
Bima melirik kearah Aditya.
"Sudah pa, lihat Aditya mukanya memerah karena malu.
Anya mencolek Bima.
Lalu ia pun berpamitan walaupun kedua balita kembar yang menangis itu ingin ikut kemana Aditya pergi.
******
Sudah malam ?
Dia juga tidak menelponku , keterlaluan sekali Aditya itu, walaupun aku sedang marah seharusnya ia tetap menelponku.
Ana keluar kamar dengan wajah kusut, rupanya ia sudah seharian tidak mandi.
benar - benar jorok sekali.
Ia langsung menuju meja makan dan menyantap semua makanan dengan lahapnya.
Ayah dan ibunya yang terkejut sekali melihat Ana yang keluar dari dalam kamar dengan rambut berantakan
mereka memilih diam dan tidak berani berkomentar, takut nanti Ana memarahi mereka.
"Yah, coba ayah lihat apa Ana baik - baik
saja ? dia seperti sedang kesurupan saja
"Sudahlah bu, biarkan saja .
ibu ini seperti tidak pernah muda saja.
Ibunya melihat terus kearah Ana dengan mengintip diam - diam
Sedangkan ayahnya pura - pura membaca koran dengan melubangi tengahnya.
Ana menyadari jika ayah dan ibunya sedang memperhatikannya.
"Apakah mereka berdua tidak ada kerjaan selain mengintip aku ,
Ini benar - benar tidak lucu.
"Ayah ...
ibu..
berhentilah memperhatikanku seperti penjahat.
Ayah dan ibunya terdiam saat Ana menyebut mereka berdua.
Ponsel Ana berbunyi .
ia langsung buru - buru pergi kekamar.
__ADS_1
Akhirnya dia menelponku , sudah kuduga ia akan menghubungiku,
perseta* lah dengan semua perempuan tidak jelas itu, aku merindukanmu Aditya.
Dimas ?
Ana melihat ponselnya dengan raut muka kecewa.
Tolonglah kak Dimas aku tidak berharap kau menghubungiku saat ini
argghh Ana membanting ponselnya.
Dia duduk dimeja belajarnya dengan merebahkan kepalanya diatas meja
"Kau sedang apa Aditya , apakah kau
benar - benar tidak merindukanku sama sekali ?
Ponsel Ana berbunyi kembali,
"Ah palingan itu Dimas aku sudah sangat malas menanggapinya,
Bunyi ponsel berdentang dentung
" Apa sih maunya Dimas ini,
Ana berdiri dan mengambil ponselnya.
rupanya pesan dari Aditya ia
"Malam ini aku berangkat kelokasi proyek,
aku harap kau tidak berpikir macam - macam tentangku, disini tidak ada signal.
Ah kau pasti sedang berbohong aku yakin kau sedang bersama perempuan - perempuan genit disana,
Aku akan menghubungi kak Bima , awas saja jika dia berbohong padaku aku akan menenggelamkannya di lautan lepas,
Baiklah Ana ancaman mu itu sangat terdengar konyol sekali.
Ring..
Ringg..
Anya memperlihatkan ponsel nya
"Sini berikan padaku,
"Kau jangan keterlaluan pa, kasihan Ana dia bisa tak bernafas nanti,
Anya mencolek Bima dengan tersenyum
"Aku hanya akan memberikannya sedikit pelajaran, kau tenang saja istriku sayang.
Memegang hidung Anya yang pesek itu.
" Kenapa kau menelponku malam - malam
begini ? kau tau kan ini waktunya tidur
Bima sengaja menaikkan nada suaranya.
Anya yang berada disebelahnya menutup
mulutnya agar tidak tertawa.
"Kak apakah Aditya ada disana ?
"Dia sudah pergi dari tadi , kau ini langsung saja menelponnya
Sudah aku katakan aku ini bukan asistennya,
"Kak bima, kau jangan begitu aku hanya ingin tau dia tadi pergi dengan siapa saja ?
" Aku akan menutup telpon ini,
" Kak aku mohon kau jawab lah,
Ana terdengar merengek
__ADS_1
"Baiklah, setelah ini kau jangan bertanya lagi padaku,
"Baiklah aku janji
" Tadi aku melihatnya dijemput mobil , tetapi aku tidak bisa memastikan siapa saja didalam mobil tersebut, dan apakah ada perempuan atau tidak.
Bima langsung memutuskan telponnya.
"Kau keterlaluan pa, ucap Anya
" Hahahaha biarlah sayang , ini akan menjadi pelajaran untuk Ana , agar ia tidak bertengkat lagi dengan suaminya.
*******
" Telponnya diputuskan
Kak Bima tidak tau siapa saja yang berada didalam mobil ,
Kemana mereka aku yakin ia sedang bersenang - senang malam ini ,
,.......
Aditya sudah beberapa jam diperjalanan ia melihat jam yang menunjukkan jam 12 malam, tetapi perjalanan masih sangat jauh ia dan timnya melewati jalanan yang sepi ditengah hutan belantara , belum ada menemukan satupun rumah penduduk.
Salah satu tim yang merupakan penduduk asli daerah tersebut, menyebutkan kalau disini masih banyak sekali binatang buasnya,
Tak berapa lama , akhirnya mereka sampai
Di tempat yang agak lumayan bersih dan ada satu pondok yang hanya beratapkan dedaunan, kata pak suprapto yang merupakan orang asli suku dayak kalimantan,
Mereka harus berhenti menginap disini sebagai syarat untuk melanjutkan perjalanan
sebagai tanda penghormatan kepada leluhur mereka.
Meski Aditya tidak terlalu mempercayai
hal - hal yang berbau mistis,
tetapi ia sangat menghormati dan menghargai budaya kearifan lokal
seperti pepatah lama yang mengatakan
Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung
Aditya berbaring dengan meletakkan tas diatas kepalanya sebagai alas untuk tidur,
ia menatap langit dengan jelas yang tampak begitu jelas ia melihat satu bintang yang begitu terang dan menunjuknya.
"Ana aku berharap engkau malam ini juga melihat bintang yang sama seperti yang aku tunjuk itu,
*****
Ana membuka jendela kamarnya , ia lihat diwarung ayahnya semakin malam semakin ramai saja orang duduk didepan sana,
Ana memandangi langit malam ini yang dipenuhi bintang - bintang bersinar
Ia menunjuk bintang paling besar
"Duhai bintang yang paling terang, bisakah kau sampaikan rinduku untuk suamiku yang sekarang entah dia sedang apa,"
Ana meneteskan air mata ia selalu berpikir negatif dengan Aditya.
"Bintang dilangit terimakasih kau malam ini sudah muncul dengan jelas temanilah aku malam ini
Ana membiarkan jendela kamarnya terbuka,
Mereka berdua tidak sadar jika malam ini meski berbeda pulau , mereka menunjuk dan memilih bintang yang sama.
Ya ela, sok romantis banget dahh, Aditya dan Anastasya ini.
Aditya dibangunkan salah satu tim jika mereka harus melanjutkan perjalanan lagi
kira - kira 2 jam lagi sekitar jam tiga pagi mereka akan sampai didesa tersebut.
Sungguh perjalanan yang meletihkan, harus melewati hutan belantara yang besar , Aditya membuka ponselnya dan melihat ,benar saja Ponselnya tidak ada signal
"Siall, tidak ada signal
Ana pasti sudah berpikiran aneh - aneh tentangku ,
__ADS_1
Ia meletakkan kepalanya dikursi mobil,
Didalam mobil tersebut berisi 10 orang mereka dua didepan, 3 ditengah dan 4 dibelakang, bayangkan betapa sesaknya mobil tersebut.