
Didalam mobil Aditya tampak menunjukkan wajah yang amat kesal
Ana hanya berani menoleh beberapa kali saja
Sebenarnya apa yang akan dia lakukan padaku , aku mau dibawa kemana
Aditya menyadari jika Ana diam - diam memperhatikannya
" Apa yang kau lihat ?
Ana terkejut saat Aditya bersuara
" Tidak ada
Aditya memegang perut Ana
" Apa dia didalam baik - baik saja
Ana tak menjawab , Aditya menyetir mobil dengan menaruh tangan yang satunya lagi diperut Ana
" Arya kemana ?
Ana menanyakan Arya yang tak nampak dari tadi
" Kenapa kau menanyakannya
Aditya mulai ketus
" Biasanya kan dia selalu ada bersamamu
" Kau yakin dengan pertanyaanmu
Wajah Aditya mulai agak lain
Kenapa sih Aditya ini sifatnya setiap hari selalu makin aneh aja
Aditya menyetir mobil lalu menghentikan mobilnya secara mendadak seorang gadis muda nan seksi mengarahkan tangannya kejalan tanda ingin menyebrang
Ana melihat gadis yang menyebrang itu dan melihat wajah Aditya
Ana ingin melihat bagaimana reaksi Aditya saat melihat gadis cantik yang lewat dihadapannya
Aditya menoleh ke arah Ana
" Apa ?
Heran melihat Ana
Wajahnya cantik sekali jika sedang memandangku beruntungnya aku memiliki intan permata ini
" Tidak ada apa - apa
" Kau sudah tidak tahan ya jika melihat wajahku
" Ih..
Ana melipat kedua tangannya dan mebuang kesamping
Sepertinya Aditya menyadari jika Ana sedang melihat reaksinya pada saat gadis cantik itu lewat didepannya
" Apa menurutmu gadis itu cantik
Dasar ! kau bilang saja ingin mengatakan dia cantik didepanku saja kau bisa melirik perempuan lain apa lagi di belakangku
hmm.. ternyata semua laki - laki sama saja mata keranjang
" Biasa aja
jawab Ana singkat dan padat
__ADS_1
" Hey kau ini kenapa ?
" Matamu tidak bermasalah kan
" Tentu saja aku bisa sangat jelas melihat apapun termasuk melihat kedalaman hati seseorang ,
Aditya tersenyum - senyum melihat tingkah Ana
" Oh ...
Kedalaman hati seseorang ? apa kau tidak peka dengan perasaan ku
" Aku hanya bertanya apa gadis yang tadi lewat itu cantik
Aditya menaikkan suaranya
" Kau mau aku jawab apa , Ana membalas dengan suara yang lebih tinggi dan jutek ternyata riset yang mengatakan jika seseorang sedang mengalami gangguan hati berlebihan yang berlapis cinta sampai berkarat akan membuat menaikkan efek suara lebih tinggi dari tujuh oktaf
" Tidak aku hanya heran saja , tidak ada seorang perempuan yang bisa mengalahkan kecantikan bidadari disampingku ini
Kau sedang berusaha menyenangkan hatiku kan , jelas - jelas aku melihat kau tadi menoleh kearah perempuan itu dengan sangat lama , aku ingin sekali mencolok kedua matamu itu dengan tanganku
Aditya tertawa kecil sedangkan Ana masih tak perduli , mereka sampai di sebuah keramaian yang berada di tempat ruanagan setengah terbuka seperti sebuah bazaar barang - barang
Aditya membuka pintu mobil , ia melihat Ana masih sangat kesal padanya
" Kau mau turun
Ana masih saja manyun , dengan sigap Aditya langsung menggendong Ana dari kursi
" Aditya turunkan aku cepat
Ana memukul punggung Aditya
" Beri aku alasan kenapa aku harus menurunkanmu
" Lihat semua orang melihat kearah kita apa kau tak malu
" Istriku ,
dia istriku
" Apa yang sedang ia katakan pada semua orang aku sungguh sangat malu
" Aditya hentikan ya tuhan lihat semua orang sedang tertawa melihat kita
" Biarkan saja lah mereka ingin mengatakan apa , bukan kah itu yang kau mau semua orang mengetahui aku hanya milikmu
" Dia benar - benar sudah gila
Ana masih menutup wajahnya tak lama berjalan Aditya menurunkan Ana tepat disebuah stand pameran otomotif motor besar
Aditya langsung menarik Ana kedalam pelukannya lalu menciumnya di tengah keramaian
" Apa yang sedang kau lakukan
Ana susah sekali bernafas karena kelakuan Aditya yang sungguh aneh hari ini
Ana menoleh kearah samping Dimas sedang berdiri tepat didepan mereka dan Aditya
" Hai Dimas , Aditya bersikap tak perduli
kau disini juga rupanya
Dimas tampak tegar dengan wajah yang sedikit bercucuran keringat dingin karena tidak menyangka melihat Aditya dan Ana akan melakukan aksi seperti itu didepan umum
" Hai kalian sedang apa disini
" Kau lihat bukan aku sedang mengajak anak dan istriku jalan - jalan
__ADS_1
sambil mengelus perut Ana
" Apa kau hari ini salah minum obat
"Kau diam sajalah atau aku akan melakukan hal lebih gila lagi
Aditya melirik tubuh Ana dengan spontan Ana menyilangkan tangan ketubuhnya
Masih dengan posisi Aditya merangkut tangan Ana , tatapan mata Dimas dan Aditya sering beradu seolah sedang berargumen dalam hati masing - masing
Lihatlah Dimas sekarang apa yang bisa kau lakukan dengan Anastasya ku kau lihat bukan aku bebas melakukan apapun karena dia adalah istri sahku , kau hanya fans fanatik yang tak bisa berbuat apa - apa
Aditya tersenyum sinis
Kau boleh bersenang - senang sekarang Dit , Lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan Ana
" Dit , nafasku sesak kalau kau terus mendekapku
Beberapa orang tua yang sudah tampak sangat uzur melewati mereka
" *Apakah zaman sekarang anak muda akan berpelukan dengan cara seperti itu
" Beruntung sekali wanita itu bisa dipeluk laki laki tampan itu*
Ana dan Aditya melirik kearah kakak dan nenek tua itu
Lalu Aditya melepaskan pelukannya pada Ana
" Mmm Dimas aku ingin melihat bazar motor milikmu ini
menoleh kekanan kiri untuk melihat motornya
tetap dengan memegang tangan Ana
" Kau suka naik motor kan sayang , apa lagi jika berdua denganku kau selalu memelukku
" Aku sungguh tak mengerti dia ini kenapa
ucap Ana dengan berbisik
Dimas sudah tak tahan ingin menyapa Ana
" Apa kau ingin minum ini
menyodorkan sebotol susu " ini sangat baik untuk ibu hamil
Aditya langsung menyambar botol susu yang diberikan oleh Dimas
" Terimakasih Dimas , tetapi semenjak hamil Ana sangat suka minum air langsung dari bibirku , ntah kenapa mungkin itu pembawaan ibu hamil
Ana melirik kearah Aditya ia tampak marah dengan sikap Aditya yang menurutnya semakin menjadi - jadi saja
Meminum air dari mulutnya itu tidak mungkin
Aditya memasukkan air kedalam mulutnya lalu memaksa Ana untuk meminumnya
Ana langsung terbatuk dan memuntahkannya keluar dari dalam mulutnya
" Istriku ,, istri sahku
Aditya sengaja melakukan itu didepan Dimas agar Dimas semakin panas
Plakk
Aditya menjatuhkan langsung botol susu dari tangannya
" Sepertinya Anak didalam perut istriku tidak menyukai susu pemberianmu , lihatlah Istriku langsung memuntahkannya
Jelas saja aku batuk ,ini menjijikkan Aditya aku tak menyangka kau jorok sekali bagaimana jika bekas jigongmu masuk kedalam perutku
__ADS_1
" Sayang coba kau lihat motor yang mana yang kau suka , aku akan memberikan untukmu
Dimas mengerti jika Aditya sengaja melakukan itu didepannya. tampak jelas Dimas sungguh sedang menahan rasa sakit yang amat dalam dihatinya.