Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 51


__ADS_3

Sementara itu Siska masih penasaran dengan keadaan Ana karena sampai saat ini ponsel Ana tidak bisa dihubungi


Siska berinisiatif untuk datang langsung kerumaha Ana .


Dengan tergesa - gesa sore itu , ia langsung menuju rumah Ana tentu saja dengan penjagaan ketat para bodyguard didepan rumah itu yang harus ia lewati


untunglah para penjaga itu sudah mengenal plat mobil Siska


" Silahkan masuk nona


Siska membuka kaca mobilnya agar para bodyguard itu mengenali wajah cantiknya


" Okeh perlakuan yang sangat baik ,


aku sudah tidah sabar lagi ingin bertemu Ana kemana saja dia semalaman sampai Aditya harus mencarinya kerumahku


Ia buru - buru turun dari mobil , ia sengaja tak menghubungi ponsel Ana berharap Ana terkejut dengan kehadirannya yang tak terduga itu


Seorang pria tampak sedang duduk diberanda sambil memegang korang ditangannya


" Permisi


Arya menoleh kearah perempuan yang sangat ia kagumi itu , Arya berusaha sekuat tenaga untuk tidak lagi menampakkan rasa


sukanya pada Siska meski tak bisa dibohongi tatapn matanya pada Siska masih sama seperti pertama bertemu dengan banyak cinta yang menggebu - gebu


" Kau rupanya


Arya terlihat dingin tak seperti biasanya ia yang selalu tampak mengejar - ngejar Siska berubah 180 derajat menjadi acuh dan cuek sekali


" Aku mencari Ana apa dia Ada


" Tidak ada.


jawaban yang keluar dari mulut Arya padat jelas dan singkat


membuat Siska semakin menjadi penasaran sebenarnya apa yang terjadi padanya bukankah biasanya jika ia melihat Siska ia akan berubah salah tingkah , tetapi ini sungguh berbeda


Apa ini tekhnik seorang playboy untuk menjerat cinta seorang perempuan


tetapi ia tak seperti biasanga


Yah, Siska bukanlah golongan cewek matrek karena apa yang ia punya saja sudah cukup berlimpah ia tak pernah mempermasalahkan status ekonomi seseorang .


memang dasar Arya saja pesimis tidak berani mencoba , ia dan Aditya sama saja sebenarnya sama - sama gengsi padahal cinta mati


" Duduklah dulu sebentar lagi mereka juga akan pulang


Aditya berpura - pura menahan Siska padahal dalam hatinya mengatakan jangan pergi Siska , tetaplah bertahan disini bersamaku


aku mohon hahaha


" Tentu saja aku akan menunggunya disini


ehemm


ehemm


" tenggorokan ku gatal


" Oh maaf aku akan mengambilkan air untukmu , kau mau minum apa ?


" Kau tak perlu membuatkan minuman untukku itulah gunanya ada banyak pelayan di rumah sebesar ini


Arya tampak salah tingkah dengan kalimat yang dilontarkn oleh Siska

__ADS_1


Sial kenapa aku tak bisa berkata apa - apa didepannya sungguh ini sangat memalukan diriku ,


hey hey bukankah kau sedang berusaha melupakannya apa kau sudah lupa


Arya membawa segelas minuman


" Terimakasih


Siska tersenyum sangat manis


Jleb , jangannn senyuman itu membahayakan hidupku , itu akan membuatku tidak bisa tidur semalaman


Siska menanyakan bagaimana mereka bisa menemukan Ana malam tadi ,


dengan berusaha sok tegar Arya menjelaskan secara detail membuat mereka tertawa berdua lalu berhenti tiba - tiba dan saling menatap mereka seperti sepasang orang yang diam - diam saling memperhatikan satu sama lain , kalau Arya jelas menaruh hati pada Siska yang jadi pertanyaan apakah pertahanan hati Siska sudah mulai rontok ,sebenarnya ia mempunyai teman dekat dikanada masih keturunan kanada indonesia tetapi hanya sebatas teman saja


tidak ada kepastian apa - apa dalam hubungan mereka


" Mereka lama sekali ,


Arya tampak tak rela jika Siska harus pulang meski ia tampak egois sekali menjebak Siska


agar bisa mengobrol berdua dengannya dengan alasan menunggu Ana


"Sebentar lagi mereka sampai bersabarlah


" Baiklah , kau tidak sedang membohongikukan agar bisa mengobrol berdua denganku


lagi - lagi Arya terlihat kalah dengan perempuan itu


" kalau begitu aku pergi saja kau menunggulah disini sendirian


Arya berdiri hendak pergi berharap Siska akan memanggil nya kembali


" Baiklah selamat bersenang - senang kak Arya


" Sial aku menyia - nyiakan kesempatan berdua dengannya , bodoh


......


" Siska ?


sejak kapan kau berada disini


mereka berdua terlihat basah - basahan dengan wajah Aditya yang memucat


" Aku yang harusnya bertanya kenapa ponselmu tidak aktif


Ana melirik kearah Aditya


" Kau tanyakan padanya dia menyita ponselku


Aditya berlari keatas karena sudah tak tahan kedinginan karena terkena rintikan hujan


" Duduklah


" Aku sudah dari tadi disini


" Bagaimana keadaan Dimas


" Memang Dimas kenapa , Siska merasa heran


" Kau ini tidak peka jelas - jelas kakakmu terjatuh dari motor tadi


" Apa ? Maafkan aku Ana. aku harus buru - buru pulang kerumah

__ADS_1


.....


" Baiklah kau mainkan saja peranmu aku sudah tidak sabar ingin membuat mereka pisah


tentu saja


ponsel pun dimatikan


Siska pulang kerumah ,ia terkejut di rumah sudah ada maminya dengan berkacak pinggang berdiri di depan pintu


" Dari mana saja kamu , jam segini baru pulang coba lihat kakakmu


Siska berlari kekamar ia melihat tangan Dimas sudah diperban


" Kakak.. kau baik - baik saja


" Awww


" Maaf , maaf kak


" Cepatlah ganti baju kau sudah seharian menghilang


Maminya masih berkacak pinggang dengan menggeleng - gelengkan kepalanya


" Apa sih mami melihatku seperti itu ,


memang mami selama ini kemana aja pernah memperulikanku mami selalu menghabiskan waktu dengan brondong mami yang seumuran dengan kak Dimas itu , aku tak suka mami melarangku !


" Siska jaga ucapanmu


Mami Siska sudah terbiasa dengan ucapan yang keluar dari mulut Siska semenjak perceraian kedua orang tuanya mami Siska lebih banyak menghabiskan waktu diluaran sana dengan teman - teman arisannya yang bergaya sosialita itu


" Aku benci sekali padanya memang selama ini dia pernah perduli padaku


Siska menutup wajahnya dengan bantal lalu berteriak sekencang - kencangnya


......


Aditya tampak menyusun bajunya kedalam koper


" Berapa lama kau akan pergi ?


" Hanya dua hari saja


" Dengan siapa ? apa memang tugasmu selalu begitu


" Cepat kemasi barangmu kau juga akan menemaniku


Ana terkejut sekaligus senang matanya tampak berbinar saat Aditya mengajaknya


" Jangan banyak berpikir sebelum aku berubah pikiran


Ana bergegas dengan penuh semangat akhirnya ia bisa ikut kemanapun Aditya pergi


Mereka turun kebawah dengan Arya yang sudah siap didalam mobil


" Apa kita hanya bertiga saja


" Ya aku sengaja ingin meninjau langsung agar tak ada seorangpun yang tau , aku heran mengapa barang ditempat itu sangat lambat diproduksi


Mereka bertiga pergi ketempat yang cukup jauh


Ana juga tak tau kemana mereka akan membawanya pergi didalam mobil banyak sekali stok persediaan makanan Aditya tidak percaya meninggalkan Ana seorang diri meski dengan pengawalan yang cukup ketat dari para bodyguard nya


karena ia tau Ana sangat pintar bisa mengelabui mereka

__ADS_1


" Tidak apa - apa membawa dia ketempat itu istrimu sedang hamil


" Lebih berbahaya lagi jika ia aku tinggalkan ntah apa yang akan dilakukannya nanti


__ADS_2