
Ana membuka matanya perlahan dengan masih memeluk Aditya
" Indah sekali dari atas sini
" Kau suka ? Aditya membelai lembut pipi Ana
" Ya aku sangat menyukainya
jawaban ketus keluar dari mulut arya yang sedang memeluk guling disampingnya
Nikmat mana lagi yang kau dustakan
anggap aja kitaa nggak ada ya kan pak
Dua orang pilot yang sedang membawa helikopter tersebut tampak tersenyum geli melihat ucapan yang keluar dari mulut Arya
" Ayolah kawan jangan cemberut seperti itu coba lah tersenyum melihat kebahagiaanku
" Kebahagiaan nenek moyang loe ,Enak ya ngemeng
Arya berbicara perlahan karena malu ada Siska duduk disampingnya
terlihat Siska sudah tidur nyenyak dengan mulut menganga
" Ya ampun andai aku bisa menjadi air liur yang menempel di bibirnya
Husss sadar Arya apa yang kau pikirkan sejak kejadian tadi jangan lagi perah bermimpi terlalu jauh sekarang double minus pertama kamu sudah tidak punya harta , yang kedua dia udah melihat dengan jelas dengan kedua matanya hal terbodoh yang kamu lakukan
Arya sekarang bagaikan pungguk merindukan bulan sungguh mustahil
Untuk menghayal tentang dirinya saja aku tidak diizinkan lagi
Arya menghela nafas panjang , tampak Ana sedang tertidur dipelukan Aditya
.....
" Kenapa ini
Kedua orang pilot helikopter tersebut tampak panik
Arya dan Aditya langsung mendongakkan kepala kedepan
" Ada apa pak ?
" Helikopter kita hilang kendali pak ,
" Bagaimana mungkin
" Saya tidak bisa melihat apapun dari atas sini karena hari sudah mulai gelap
" Apa kita akan terjatuh
Tak sampai 10 menit mereka berbicara
tiba - tiba
Duarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Helikopter tersebut jatuh kebawah terlihat mereka tersangkut di sebuah batang pohon yang besar karena hari sudah mulai malam mereka tidak bisa melihat
" Aditya bangun ...
Ana melihat pemandangan yang sangat mengerikan dua orang kopilot terlihat sudah tak bernyawa dengan kaki dan tangan yang sudah terpisah
" Tidakkkkkkkkkkk
Toolongggg
Ana berusaha menggerakkan kaki dan tangannya yang tak bisa digerakkan ,
" Dit , Ana melihat Aditya tak ada disampingnya
__ADS_1
Apalagi ini , dimana kaliann hanya ada Siska yang masih tertidur dibekas rongsokan helikopter yang tersangkut diatas pohon besar itu
Ana berteriak dengan sangat kencang dan air mata yang bercucuran melihat kearah sekitar yang tidak bisa sama sekali dilihat karena hari sudah mulai malam
" Siskaaaaaa cepat bangun , Ana melihat kearah Siska
Apa kau masih hidup Siska , aku mohon bangunlah suara Ana mulai terdengar lirih
Ana berusaha menggerakkan kaki dan tangannya yang ternyata terhimpit besi - besi helikopter itu ,
" Awwwww....
Darah tampak menetes dari kakinya
" Sakit sekali Ana meringis kesakitan
ia meraba - raba mencari sesuatu untuk menutupi luka di kakinya
" pakaian ?
Terserahlah asal bisa menutupi luka ini sementara
ia mengikat pakaian itu dikakinya
Ana berusaha berdiri dan mendapatkan senter ditangannya
" Siska cepat bangun , Ana menggoyang - goyangkan tubuh Siska dengan masih meringis kesakitan
"Apa dia pingsan
Ana masih menangis lalu berusaha menghidupkan senter ditangannya dan menyinari kekiri dan kanan pepohonan yang sangat besar itu
Ana melihat seorang lelaki sedang tersangkut Diatas pohon ia berusaha untuk memasati sosok lelaki diatas pohon tersebut Ana mendongakkan kepalanya dan berusaha berdiri menginjakkan kaki lalu berpegangan diatas bangkai helikopter itu , hanya tinggal kerangka yang tersangkut diatas pohon itu
" Arya ,...
Arya bangunn kalian kenapa tidak ada satupun yang terbangun , Ana menangis tersedu - sedu dan menempelkan kepalanya dipohon
" Kenapa aku harus mengalami kejadian seburuk ini dalam hidupku ,
Ana menangis tersedu - sedu diatas sebuah pohon besar dengan hari yang sudah sangat gelap
Ia menangis tersedu - sedu hingga tak sadarkan diri
......
Tampak hari sudah mulai nampak terang
terdengar lolongan suara anjing hutan
sayup - sayup dari bawah sana
Perlahan Ana mulai membuka matanya kembali
ia melihat kearah Siska yang tampak sedang tersenyum kepadanya
" Kau sudah bangun
" Siska apa kau tau yang sedang terjadi dengan kita
" Hahaahahahhahah
Siska tertawa terbahak - bahak lalu menangis
" apa lagi yang harus ditangisi Ana kau lihat kita akan segera menunggu giliran untuk jatuh kebawah saja
Ana melihat kebawah tidak ada yang bisa dilihat ternyata mereka berada diatas pohon yang sangat tinggi dan besar berada di samping jurang yang sangat curam dan dalam
Krakkkkk
krakkk
__ADS_1
Bunyi ranting pohon .
Bangkai helikopter tampak terjatuh kebawah dengan membawa jasad pilot tersebut jatuh kedasar jurang yang dalam
Ana dan Siska hanya bisa melihat dari Atas
" Semoga tuhan memasukkan kalian kedalam surga pak pilot , ucap Arya yang juga terbangun dari samping dahan pohon yang besar disebalah Siska
Ana menangis dengan berpegangan dengan ranting pohon yang sedang ia duduki tersebut
" Kalian pernah mendengar cerita tentang pesawat yang jatuh tetapi tak bisa ditemui ,
Arya membuka suara dengan mengajak Ana dan Siska bercerita
Siska tertawa terbahak - bahak
" Tentu saja aku sering mendengarnya
" Hmm.. dan sekarang kita akan menjadi salah satu dari bagian cerita tersebut
" Diamlahhh kalian , dimana Aditya
Ana kembali menangis
" Aku disini , terdengar suara Aditya tapi tak tampak dimana wujudnya
Mereka bertiga melihat sekeliling tapi tetap tak menemukan asal suara tersebut
"Adityaaaaaaa.......
Adityaaaaaaaa
Mereka bertiga berteriak sekuat - kuatnya
" Jangan berteriak bodoh , aku ada diatas kalian
mereka melihat keatas dan nampak Aditya sedang bergantung diranting pohon yang terlihat sudah mau patah tersebut
Arya berusaha untuk menciptakan sesuatu yang berbeda
" Bagaimana jika kita memulai bercerita tentang kisah hidup kita yang sangat bahagia
menjelang giliran kita yang akan satu persatu jatuh kebawah
" Aku setuju , Siska tampak pasrah
" Aku akan memulai dari diriku
Ana masih menangis dengan luka dikakinya yang terlihat begitu sakit
Arya mulai bercerita
" Aku sangat beruntung bisa diizinkan tuhan untuk hidup didunia ini , menghela nafas panjang
" segala kesenangan sudah aku rasakan apapun bisa aku dapatkan dengan mudah
hingga akhirnya tuhan berkehendak lain , aku harus mengalami kebangkrutan keluargaku hancur berantakan dan akhirnya aku harus berada disini menunggu detik - detik kematian , aku tak habis pikir jika akan mati dalam keadaan sungguh tragis seperti ini
Arya berusaha cukup tegar meski suaranya terdengar sedikit parau.
Tetapi setidaknya tuhan memberikan aku satu kebahagiaan , saat aku kehilangan nyawaku aku bisa bersama orang yang aku cintai , meski jika aku diberikan kehidupan lagi akupun tak yakin bisa mendapatkannya
Arya melihat kearah Siska , mereka berdua saling menatap satu sama lainnya
" Hey keledai , kenapa kau sangat pesimis seperti itu siapa bilang kita akan mati dengan cara tragis seperti ini kita semua akan tetap hidup dan mati diatas kasur empuk rumah kita masing - masing
Krakkk
kreekkk
Dahan kayu yang diduduki Arya mulai berbunyi
__ADS_1
" Sepertinya aku yang harus duluan turun kebawah , ucap Arya dengan suara yang terdengar pasrah
Arya menatap Siska dengan dalam