
" Sudah nanti saja aku ceritakan, oh tadi kau bersama Mami bukan ,kemana mami apa kau biarkan ia sendiri "
Dimas tampak emosi karena Siska membiarkan maminya seorang diri di mall
" Ah kau ini terlalu berlebihan kak Dimas, selama ini mami juga sendirian kemana pun, mami kan bukan anak kecil lagi "
Siska berusaha bersikap tenang padahal ia sangat cemas bagaimana jika Dimas menyusul maminya ke Mall dan melihat maminya sedang berduaan dengan pak kumis
" Baiklah, aku rasa penjelasan tentang salah paham ini, sudah jelas bukan ,aku akan segera menyusul mami dulu "
Dimas berdiri lalu berlari keluar restoran mengambil motornya menuju mall
" Aduh bagaimana dengan mami "
Dengan cepat Siska mengirimkan pesan ke ponsel maminya
" Mami cepatlah pergi , Dimas lagi menuju kesana ,aku takut jika ia melihat mami dan pak kumis"
Suasana menjadi tegang, karena posisi sekarang hanya ada mereka berempat ,Arya,Siska ,Ana dan Aditya
" Jadi "
Siska dan Arya berbicara serempak
Mereka berdua saling melihat satu sama lain,
" Kau duluan saja berbicara "
__ADS_1
" Kau saja, kau wanita "
" Kau saja lah"
" Kau saja aku bilang "
Siska membentak Arya, membuat Ana mengapus air matanya
" Sudahlah kalian jangan bertengkar lagi,sekarang apa rencana selanjutnya lagi aku sudah tak mengerti harus bagaimana "
Aditya menaruh kepala Ana di dadanya
" Sudah sayang aku dan Arya pasti akan mengurus semuanya kau jangan khawatir ya "
" Seperti rencana awal kau dan Siska pura - pura tidak terjadi sesuatu, dan kalian jangan sampai bersikap jahat padanya, kita ikuti aturan mainnya, bagaimana, aku rasa mau tidak mau harus setuju semuanya karena tidak ada pilihan lain, yang tidak bisa mengontrol emosi aku harap bisa ya, agar rencana ini bisa berjalan dengan sangat baik "
Siska langsung nampak menahan amarah
wajahnya tampak kesal sekali,
"Baiklah aku rasa semua cukup jelas, kalau begitu aku juga bisa pulang, oh ya kak Arya kau jangan khawatir aku bisa bersikap manis agar rencana kita berjalan dengan lancar, santai saja "
Siska tersenyum sinis
"Baiklah kalau begitu sebaiknya kita pulang saja, Ana kau juga butuh istirahat kan "
Arya menyuruh Aditya agar segera membawa Ana pulang kerumah
__ADS_1
padahal ia tau jika kepulangan Aditya kerumah akan kembali di sambut oleh kedua orang tuanya dan oma Rita
" Dit, cepatlah kau bawa pulang Ana, kasihan ia lagi hamil besar "
" Baiklah kalau begitu aku pulang duluan "
" Siska apa kau mau pulang dengan kami "
Ana dan Aditya mengajak Siska pulang bersama
" Oh tidak usah Arjuna sedang menuju kemari menjemputku "
Melirik kearah Arya, Siska sengaja membuat Arya menjadi marah karena ia masih sangat sakit hati gara - gara kelakuan Arya malam tadi
Padahal ia sama sekali tidak berencana pulang bersama Arjuna, dan ia tidak tau dimana Arjuna sekarang apa di rumah atau lagi ke mana
" Hmm baiklah kalau begitu hati - hati di jalan"
Arya menyapa Siska dengan wajah yang sangat datar padahal dalamnya hati manusia siapa yang tau.
Mereka semua berjalan kedepan, tak disangka tak di duga
pucuk di cinta ulampun tiba, Arjuna memang berada di depan menunggu Siska dengan memakai warna baju yang sama
" Arjuna? " Siska tampak sangat kaget melihat Arjuna yang sudah berada di depan ,cuma karena Arya masih berada tak jauh darinya ia pun bersikap berlebihan agar Arya mendengarnya bahwa ia sekarang benar - benar tampak seperti mencintai Arjuna
" Suamiku, kau sudah sampai ternyata "
__ADS_1
Melirik kearah Arya yang sama sekali tak menoleh tapi Siska sangat yakin jika Arya mendengar dengan jelas