Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Kemah di Pantai


__ADS_3

Ana bergegas menyiapkan segala perlengkapan untuk ia pergi berkemah besok,


Ana tampak begitu senang


Ditambah lagi kemah yang diadakan pihak kampus


Kabarnya berada ditepi pantai,


Ana sudah membayangkan betapa indahnya suasana ditepi pantai tersebut,


Ia melihat Aditya masih berbaring ditempat tidur,


"Banyak perlengkapan yang belum dibeli, Bagaiman ini?


Apa aku minta tolong kak Dimas aja ya ?


Ucap Ana,


Rupanya Aditya mendengar ucapan Ana .


Ana langsung saja mengambil ponselnya


Ia menekan nomor dimas,


Aditya terbangun dan langsung berdiri,


Ia menabrakkan tubuhnya kearah Ana yang sedang memegang ponsel,ponsel Ana pun terjatuh.


sayup - sayup terdengar suara Dimas di ujung telpon,


"Haloo ?" Hallo ana?"..


Aditya langsung mengambil ponsel Ana dan mematikannya,tanpa sepengetahuan Ana,


Lalu ia menarik tangan Ana ,


Ayo kita belanja!! keperluan kemah kamu!


Ana hanya diam saja saat Aditya menarik tangannya.


Sesampainya didepan pintu mobil,


ia langsung melepaskan tangan Ana,


lalu mengambil Anti septik untuk mengelap tangannya,


"Benar - benar keterlaluan !"


Tak punya hati,!


Ia pikir tangannya dipenuhi kuman apa ?!


ucap Ana.


"Ayo cepat masuk kemobil !" tunggu apa lagi?


Mau belanja nggak?


Dengan ketusnya Aditya memarahi Ana,


Ana langsung masuk kedalam mobil tanpa sepatah katapun,


Ia takut salah berbicara,


Bisa - bisa Aditya tidak jadi menemaninya belanja,


Tak lama mereka pun sampai disupermarket


kebetulan letaknya tak terlalu jauh dari rumah Aditya.


Ana bergegas mengambil apa saja yang ia butuhkan saat kemah,


Aditya heran melihat belanjaan yang dipilih Ana hanya sedikit,


"Kenapa sedikit sekali ia berbelanja?"


Apa dia takut aku memarahinya?"


Ana tak sama dengan


perempuan -perempuan yang sering


ditemui Aditya.


Jika diajak belanja perempuan - perempuan yang biasa ia temui,


Akan membeli apa saja yang ia mau bukan yang ia butuhkan,


Total belanjaan Ana hanya 500.000


Aditya terkejut melihat belanjaan Ana semurah itu,


Setelah membayar belanjaan Ana ,


Aditya meminta Ana untuk menunggunya sebentar,


"Tunggu sebentar disini !


Aku mau kedalam sebentar,


Rupanya Aditya membelikan Ana sebuah Jaket,


Lalu memberikannya kepada Ana


"Ini buat kamu !"


Tadi dikasih sama yang punya supermarket katanya kamu dapat hadiah karena belanja sepagi ini,


Aditya sengaja membohongi Ana,


karena jika Ana tau kalau jaket tersembut pemberian Aditya bisa besar kepala nanti Ana.


Tentu saja Ana sangat senang ,


mendengar kalau ia dapat Hadiah,


Apalagi jaket tersebut bewarna merah muda warna kesukaan Ana,


"Aaaa.. baik sekali yang punya tempat ini !" semoga saja makin rame dan murah rezeki ucapnya.


Aditya tersenyum - senyum sendiri,


Ana tidak tau mana mungkin supermarekt akan membelikan hadiah Jaket mahal seharga 25 juta Rupiah.


*****

__ADS_1


Merekapun langsung pulang,


Ana sudah bersiap dengan semua


Perlengkapan yang sudah ia siapkan.


Ia pun sudah bersiap untuk berangkat kekampus ,


Ana sudah tak sabar pergi bersama


teman - teman satu kelas.


Ana pun berpamitan dengan Oma Rita


tak lupa ia juga berpamitan dengan Aditya,


Biar bagaimanapun Aditya adalah suaminya,


Karena sekarang tanggung jawab orang tuanya telah berpindah ketangan Aditya sebagai suami Ana.


Aditya menyuruh Ana berangkat diantar sopir,Sebenarnya Ana tidak mau,


Tetapi Ana tak mau membuat Aditya marah, ditambah lagi Aditya sudah memberikan Ana uang saku yang cukup banyak menurutnya.


Ana pun tiba dikampus dengan mobil mewah milik keluarga Aditya,


Seperti biasa Ana minta diturunkan agak jauh dari kampusnya,


Ana tidak sadar jika ada sepasang mata yang melihat ia turun dari mobil mewah tersebut,


Ana tertatih - tatih membawa perlengkapan kemahnya yang begitu banyak,


Ia terkejut saat sepasang tangan mengambil barang - barang yang ia bawa dari tangannya,


"Kak Dimas ?!" Ucap Ana


Dimas pun tersenyum


" Biar aku bantu bawa, Aku tak tega melihat perempuan secantik kamu kepayahan, membawa barang - barang sebanyak ini"


Goda dimas kepada Ana.


Rima sudah menunggu Ana disamping bis..


Ia melambai - lambaikan tangannya


agar Ana melihatnya dirinya.


Dimas melihat Rima,


"Lihat itu temanmu memanggil !"


Dimas menunjuk kearah Rima.


Ana pun langsung mendekati Rima


mereka pun langsung naik kedalam Bis


Karena perjalanan menuju tempat kemah berada diluar kota,


Ana pun terlelap tidur didalam bis.


.


"Ana ... Ana !" 'Rima menggoncang - goncang bahu Ana,


Ana pun terbangun dan mengucek - ngucek matanya,


Ana melihat keluar, mereka sudah sampai disebuah pantai yang sangat indah,


hamparan laut biru yang membentang luas


Diipinggir - pinggir pantai tampak berjejer pohon kelapa,


Tampaklah sebuah penginapan yang terletak tak jauh dari pinggir pantai,


Ana tak sabar ingin berlari - lari di tepi pantai


tersebut,


"Aku sudsh tak sabar ingin bermain disana !!


"Sungguh indah sekali !!"


Sebelumnya mereka mendapatkan arahan dari kakak senior,


"Selamat Datang adik adik mahasiswa baru


Seperti yang sudah dikatakan, kita disini bukan untuk berlibur


Tetapi untuk melakukan kegiatan perkemahan


agar bisa menyatukan diri dengan alam,


dan bisa menambah rasa erat persahabatan kita sesama anak ekonomi..


"Kalian mengerti !!!!!!


Semua mahasiswa baru menjawab serentak,


"Mengerti kak!!!"


"Baik lah kalian semua bergegas pergi kekelompok kalian masing - masing dan segera dirikan tenda...


Mereka semua pun bergegas mendirikan tenda, Termasuk juga Ana.


Tenda mereka pun sudah jadi,


Mereka semua bergegas untuk memasak makanan.


Karena hari sudah mulai agak gelap,


Malam ini kegiatan pertama adalalah malam tanya jawab,


Untuk saling mengenal satu sama lain,


Tampak begitu seru permainan itu,


Tiba - tiba


Rima mengatakan kepada Ana,


Bahwa ia sudah tak tahan lagi ingin buang air besar


"Ana !" temenin aku yukk !

__ADS_1


Ana melihat kearah Rima yang sedang memeluk perutnya,


"Perut aku sakit banget, kebanyakan makan cabe tadi sepertinya !


"Ya udah, ayokk ucap Ana.


Ana pun meminta izin kepada ketua kelompok ,untuk pergi kekamar kecil,


Kebetulan letak kamar kecilnya berada cukup jauh dari tenda mereka.


Ana berjalan berduaan dengan Rima ,


ia melihat sepertinya Rima sudah tak tahan lagi


Rima pun berlari kencang meninggalkan Ana sendirian


Rupanya dimas mengikuti mereka


diam - diam dari belakang,


Lalu ia pun menghampiri Ana,


"Kak Dimas?!!


Ngapain kesini ?!" ntar dicariin sama senior yang lain!!


Ana terkejut melihat kehadiran Dimas didekatnya.


"Kamu sendiri ngapain??""


Ana menunjuk kearah kamar kecil


"lagi nungguin Rima kak !!!!


Diluar kamar mandi, Rima tak sadar jika


Ada Dimas dan Ana menunggunya,


Terdengar suara kentut Rima yang keras


Prett.... prepett..bretttttt... puttt......


Dimas dan Ana yang berdiri diluar serentak langsung tertawa mendengar suara kentut Rima


"Mungkin dia sakit perut !"...


Dimas pun tertawa terbahak - bahak mendengar bunyi gas yang keluar dari perut Rima tersebut,


Sambil menunggu Rima yang sedang buang Air besar,


Dimas mengajak Ana untuk berjalan mendekati pantai,


Mereka tampak begitu bahagia , berada di tepi pantai ,


Ditambah lagi mereka berjalan dibawah cahaya Rembulan .


Benar - benar menambah kesan romantis


Malam itu.


Ana tak menyadari jika Dimas diam - diam telah menaruh hati padanya,


Dimas ingin mengucapkan sesuatu pada Ana,


"Ana sebenarnya aku mau ngomong ?!"


belum sempat Dimas berbicara


Terdengar suara Rima berteriak - teriak ketakutan ,


Rupanya ja mengira,telah ditinggalkan ana seorang dirii ditempat tersebut,


"Ana.... ana..... teriak Rima begitu keras,


Ana dan Dimas yang sedang berada dipinggir pantai pun,


Langsung berlari kearah Rima.


Dengan muka yang sangat Khawatir takut kalau terjadi sesuatu kepada Rima,


Rima begitu terkejut melihat Ana bersama Dimas


"Eh ada kak Dimas,!"


Ana tersenyum - senyum melihat kearah Rima begitu juga Dimas,


Mereka masih geli teringat bunyi kentut Rima yang begitu besar.


"Ngapain teriak - teriak?


Dasar,!!!? Ucap Ana,


"Kirain,,,..." aku kamu tinggal sendirian,


kan aku takut berjalan kesana sendirian


menunjuk tempat tenda mereka, yang berada cukup jauh dari WC tersebut,


"Kamu tadi buru - buru ke WC bisa - bisanya ninggalin aku, untung aja ada kak Dimas yang nemenin Aku, !"


Ana langsung memonyongkan mulutnya,


"Jadi kak Dimas dari tadi ada disini?!!!


Wajah Rima memerah,


Ana tau bahwa Rima sangat ngefans dengan Dimas.


Ana dan Dimas tersenyum - senyum saat mengingat Rima berada didalam kamar kecil tadi


"Sudah - sudah ayo ."


nanti kita dicari yang lain karena kelamaan...


Ucap Dimas kepada mereka berdua,


"Oh.. ya tadi kak Dimas mau ngomong apa sama Ana?


Ana bertanya kepada Dimas


"Lain kali aja Ana....


Dimas langsung tersenyum


Merekapun berjalan menuju ketempat tenda mereka, dengan menyusuri pantai.

__ADS_1


__ADS_2