
" Aku sudah telat " Berdiri dan berjalan dengan berjingkat - jingkat menahan sakit kakinya
" Biar aku yang bantu kamu " Berdiri dengan pakaian kaos oblong dengan celana jeans terlihat sangat tampan dan rapi
Arjuna mencoba membantu Siska yang terlihat susah sekali berjalan
" Aku bisa sendiri, jangan mencoba menyentuhku " Melepaskan tangannya lalu berjalan menuju mobil
" Siska kau tidak sarapan dulu nak? "
Memanggil Siska yang sudah duduk di dalam mobil ,maminya mencoba bersikap seperti biasanya dengan Siska meski maminya menyadari jika Siska masih marah dengannya
" Ayo pak jalan " Meninggalkan maminya
ini pertama kalinya Siska tidak menjawab pertanyaaan dari maminya ,sebenarnya tak seharusnya dan tidak boleh sama sekali mengikuti sikap Siska yang seperti itu tapi mau bagaimana lagi semuanya telah terjadi
" Kenapa kau tidak menjawab mami " Bertanya menatap kearah Siska dengan perasaan yang tak karuan, karena tak seperti biasanya putrinya tak memperdulikan dirinya
Siska pun diam dan tak memperdulikan Arjuna juga
"Baiklah jika tak mau menjawab aku lupa aku hanya patung yang sedang duduk di sampingmu " Tersenyum lalu menghadap kedepan
Br*ngsek bisa diam tidak mulutnya aku sangat benci sekali mendengar suaranya ingin sekali aku meremas mulutnya
lelaki tak tau diri, jangan karena sekarang kau berstatus sebagai suamiku, seenak kau saja berbicara, kau benar - benar lelaki tidak tau diri, apa kau dengar aku sangat membenci dirimu, lelaki tidak tau diri, aku sangat, sangat membencimu
lama perjalanan dari rumah menuju kampus tak terasa lagi, karena di hati Siska sudah di penuhi perasaan kesal, semua perasaan yang jelek - jelek ada semua di hati Siska
" Kita sudah sampai Non " suara sopir membuyarkan lamunan kebencian Siska terhadap Arjuna
Sopir pun turun dari mobil , semenjak menikah, Siska tak boleh lagi menyetir mobil, dengan alasan kakinya nanti akan sakit, tetapi sebenarnya bukan itu alasannya karena mereka takut Siska akan kabur melarikan diri, tentu saja setelah menikah Siska tak di izinkan lagi membawa mobil kemana - manq
" Biar saya saja pak yang membuka "
Arjuna turun dan membuka pintu mobil
Siska menatap jutek kearah Arjuna
" Untung saja ini di kampus jika di tempat lain aku pasti akan memakimu "
" Awas minggir ! jangan coba - coba tanganmu menyentuh kulitku, najisss "
Siska amatlah membenci Arjuna ia selalu merasa kesabarannya habis jika melihat Arjuna berada di dekatnya
Untunglah Rima segera menghampiri Siska
"Itu seperti mobil Siska tapi dengan siapa dia di sana , siapa cowok ganteng itu "
Rima menerka - nerka dari kejauhan dan mata genitnya nampak berbinar saat melihat sesuatu yang bagus berada di depan matanya
" ya ampun barang bagus, aku mau menyapa Siska ah " Rima buru - buru berjalan kearah Siska
ia berrjalan lalu menghampiri Siska
" Siska kau kenapa " berpura - pura bertanya padahal tatapan matanya fokus dengan Arjuna yang sama sekali tak ia kenal karena penampilan barunya
Melihat Siska menggunakan sendal dengan kaki di balut perban
Rima tampak khawatir
" Siska kenapa dengan kakimu "Duduk dan melihat kearah kaki Siska
__ADS_1
" " Jangan kau pegang dodol sakit tau "
Siska menggeser kakinya yang hendak di pegang oleh Rima
" Sudah jangan banyak tanya, cepat bantu aku kekelas "
Rima sudah tidak fokus dengan Siska karena asik melirik lelaki tampan yang tidak asing baginya
" Siska siapa lelaki denganmu itu " Rima yang genit langsung melirik dengan centilnya
merapikan rambutnya berharap laki - laki tersebut meliriknya,
" Benar saja Arjuna tersenyum padanya kkarena lucu sekali melihat tingkah Rima
" Aaa dia tersenyum padaku, Siska "
Rima tampak malu - malu kucing
" Baguslah jika ia melirikmu, kalau kau mau ambil saja dia, apa matamu sudah katarak sampai kau tak mengenali dia, coba kau perhatikan dengan jelas dia itu siapa,
kau lihat saja dengan kedua bola mata mu siapa lagi dia kalau bukan beban hidupku " Menjawab dengan ketus dan kasar sekali
Rima melirik dan mengucek kedua natanya ia memastikan sekali lagi jika lelaki yang ia lihat itu bukan lelak yang ada di dalam otaknya
" Bukankah dia Arjuna "
Rima terkejut sekali mendapati penampilan Arjuna yang berubah sangat tampan
" Hah itu benar Arjuna, dia tampan sekali, Siska apa kau yakin tak akan jatuh cinta padanya " Rima ternganga melihat perubahan penampilan Arjuna yang tak kalah keren dengan Arya
Mereka berdua pun sampai di kelas ternyata Ana sudah duluan menunggu di dalam
" Hai " Rima dan Siska terkejut melihat Ana yang sudah sampai duluan di dalam kelas,tak biasanya tuan putri Ana datang sepagi ini
Rima langsung duduk di belakang menaruh tas dan sesekali menoleh kearah Arjuna yang berbeda sekali 180 derajat, hingga membuat leher Rima seperti mau patah karena menoleh terus
" Kakimu masih sakit " Ana memegang kaki Siska
" Jangan kau sentuh Ana, awwww"
Tetapi kau tau kan Ana yang mana yang lebih sakit, ini tdak seberapa dibandingkan sakit hatiku "
Ana langsung teringat jika Siska sudah menikah tapi dengan siapa ,ia tak berani lagi bertanya karena itu privasi Siska kalau ia mau bercerita ia kalau tidak ya tidak masalah, karena tidak semua hal pribadi harus di ceritakan dengan teman, itulah yang membuat Ana menjadi teman paling nyaman oleh Siska
" Siska cepat kau katakan padaku apa benar kau sudah menikah " Ana berbisik di telinga Siska padahal dosen berada tepat di hadapan mereka , ternyata Ana kepo juga ya hehe
" Benar " Menampakkan giginya lalu matanya tampak berkaca - kaca , berusaha bercanda tapi terlihat masih sakit rasanya
"Aku akan menyiksanya " Tampak sangat berapi - api
" Ha siapa yang akan kau siksa Siska, apa kau sudah gila " Ana tau bagaimana Siska saat ia mengatakan sesuatu berarti itu memang benar dari hatinya
" Cepat kau ceritakan aku ingin mendengarnya " Ana memaksa
" Nanti saja " Siska berusaha menahan air mata yang akan keluar dari ujung pelupuk matanya
Jam pelajaran Dosen pertama selesai Arjuna datang dan langsung memberikan sepotong roti yang ia keluarkan dari dalam tasnya kepada Siska
" Ini makanlah tadi kau tak sempat sarapan "
berusaha bersikap sangat baik kepada Siska Arjuna masih yakin jika hati Siska mampu ia gapai
__ADS_1
Siska yang sangat benci dengan semua apapun mengenai Arjuna , dengan spontan langsung melempar makanan tersebut kewajah Arjuna
" Siska apa yang kau lakukan " Rima dan Ana terkejut melihat Siska melakukan itu terhadap Arjuna, tampak wajah Siska begitu gusar dan kecewa
"Kau tak usah berharap lebih dari ku apa kau dengar !! " Menunjuk wajah Arjuna dengan sangat marah
sontak teman - teman mereka di dalam kelas terkejut melihat tingkah Siska yang brutal
Ana yang berteman sejak lama dengan Siska langsung paham sepertinya apa yang terjadi dengan Siska dan Arjuna
" Pergilah Arjuna " Ana menyuruh Arjuna pergi dari hadapan Siska karena ia iba melihat Arjuna di perlakukan seperti itu oleh Siska
" Aku kesal sekali " Tampak nafas Siska naik turun menahan amarah ia sangat kesal sekali
" Ayo duduk dulu , biar aku menyuruh para bodyguard ku untuk membelikan makanan untuk kita ' Siska mengangguk setuju
" Kau duduklah dulu , tak usah menceritakan apapun aku sudah tau " Ana melihat Siska meneteskan air mata, air mata yang mengalir sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di antara Arjuna dan Siska
Rima tak mengerti apa yang sedang diucapkan kedua sahabatnya itu ia hanya menggaruk kepala penuh keheranan dan masih takjub melihat Arjuna yang berubah menjadi sangat tampan itu
"Jadi kau dan dia sudah... "
Tangis Siska langsung pecah saat Ana bertanya dengannya ia langsung menangis memeluk Ana
Rima pun ikut memeluk Siska " Sudah ayo kita pergi keluar saja, aku tak mau kau jadi bahan tontonan teman - teman di kelas "
Mereka berdiri memapah Siska yang kakinya masih di perban " Aku tak tau kenapa Dimas dan mami melakukan hal sekejam ini padaku, merenggut masa depanku dengan memilih lelaki yang tidak aku cintai "
" Siska tapi aku melihat Arjuna tidak terlalu buruk "
Rima tak bermaksud untuk menggurui Siska
" Ambil saja untukmu " Siska berbicara gusar sambil menangis
Dengan cepat Ana menyuruh Rima untuk diam " Sebaiknya kau diam saja Rima, jangan memperkeruh suasana, jangan bercanda di situasi seperti ini ,kau tak mengenal Siska seperti apa "
Rima paham ia langsung diam dan meminta maaf " Maafkan aku Siska aku tak bermaksud "
Siska masih menangis tersedu - sedu di pundak Ana " Sudah coba kau tenangkan hatimu, jangan di paksa menangis lagi itu akan membuatmu tambah sakit, ayo kau bawa istigfar, percayalah ini memang sangat berat tapi aku yakin kau pasti bisa melewati ini semua , kau adalah Siska yang aku kenal dari dulu perempuan yang kuat pemberani ,yang tak takut apapun "
" Ini masalah hati Ana, kau tak tau rapuhnya aku bagaimana, ini pertama kali aku jatuh hati tetapi Dimas brengsek dan mami tak mau tau dengan masalah hatiku , sekuat apapun aku ,tidak akan bisa merubah takdir semua ini sudah terjadi, aku tak bisa berbuat apa - apa lagi "
Siska menangis semakin kencang
Membuat Ana dan Rima tak mampu lagi berkata apa - apa
Rima berbisik kearah Ana
"Sudah kita biarkan saja ia menangis, biar ia mengeluarkan apa saja yang ada di hatinya, itj akan membuat ia semakin lega "
" Kau tak melihat semua orang sedang memandang kearah kita "
Ana melirik beberapa orang yang dari tadi melihat kearah mereka
" Tuan putri Ana, apa gunanya semua pengawalmu jika kau tak bisa mengendalikan situasi "
Ana yang juga ikut - ikutan kalut tak terpikir sejauh itu karena ia memang panik melihat keadaan Siska seperti ini
" Siska ayo kau keluarkan saja apa yang ada di hatimu, itu akan membuatmu lega, jangan kau pendam, itu bagus "
" apa perlu kita pergi ketempat di mana kau bisa nenenangkan diri " Ana membujuk Siska yang masih saja menangis tersedu - sedu
__ADS_1
Rima dan Ana saling menatap satu sama lain
.