
Setelah memarahi Marisa ,
Ana langsung berlari kepantai,
ia meninggalkan Marisa sendirian yang tampak seperti orang ***** yang kebingungan,
***
Tiba - tiba
Dimas langsung membuat suasana
menjadi cair kembali.
Ia langsung bertepuk tangan,
"Ayo semua beri tepuk tangan kepada
kak Marisa,
ia memberikan totalitas Akting yang sangat baik, Ini semua sudah kami berdua rencanakan jauh jauh hari ,
Ana juga melakukan totalitas aktingnya untuk menghibur kita.
Semua peserta pun bertepuk tangan
dan memuji Akting mereka
Marisa langsung saja pergi tanpa mengeluarkan sepatah katapun,
Dimas sengaja melakukan itu agar semua orang tidak merasa tegang dengan pertengkaran Ana dan Marisa,
Agar semua orang juga mengira itu hanya bercanda saja,
Lalu para Maru pun melanjutkan menyanyi dan bergitar ditepi pantai.
Ana duduk ditepi pantai
Ia tampak sedang menangis tersedu - sedu,
Ia tak menyangka Marisa sampai
memata - matai dirinya,
Ia tau Marisa sangat menyukai Aditya
Ditambah lagi rupanya jaket yang ia pakai merupakan jaket mahal,
Aditya membohongi dia.
"Aditya keterlaluan.!!!
Ia membiarkan aku memakai barang - barang mahal ,Tapi ia tak membela aku sama sekali dia jahat sekali !
Sambil sesenggukan menangis.
Dimas menghampiri Ana yang sedang menangis,
"Sudah lah jangan menangis
Aku tau kamu nggak seperti itu,
"Ayo kembali ketenda semuanya sudah
baik - baik saja,"
Aku tak perduli apapun yang orang katakan tentang kamu Ana,
aku tetap mempercayai kamu !"
Memberikan Ana tissue untuk mengahapus air matanya.
Ana merasa sangat terharu saat Dimas mengucapkan Kata - kata itu padanya,
"Kak Dimas begitu baik kepada Ana,
Ana tak tau harus bagaimana membalas kebaikan kak Dimas,
Ucap Ana dengan terbata -bata
Terimakasih kak Dimas !"
Dimas tersenyum, lalu mereka pun berjalan
menuju tenda.
Sebenarnya Dimas masih bertanya - tanya sedang apa Ana dikamar Aditya ?"
Cuma ia tak terlalu perduli , karena rasa sukanya dengan Ana melebihi apapun.
*******
Sesampainya ditenda , Ana sangat terkejut melihat semua teman - temannya bertepuk tangan,
"Ana hebat sekali kamu !"
"Akting kamu luar biasa ,kita sampai terpancing emosi tadi,?!
Termasuk Rima,
"kamu hebat banget !" aktingnya udah kayak Dian sastro !"
Totalitas banget !" ucap Rima.
Ana masih tak percaya, apa yang sudah dilakukan Dimas hingga membuat orang orang kembali percaya padanya
Dimas mengedipkan kedua matanya,
__ADS_1
Ana pun tersenyum dan langsung bergabung bersama teman - temannya.
****
Ditempat lain
Aditya dan teman - temannya berkumpul
di sebuah penginapan yang tak jauh dari tenda mahasiswa baru tersebut,
Sedangkan Arya masih bertanya - tanya
Tentang Plat mobil, yang mengantar Ana tersebut ,
"Seperti tak asing ?!
Ia seperti sering melihatnya
"Tapi dimana ? ucapnya penuh tanya,
"Gue seperti nggak asing, ngeliat plat mobil yang mengantar Ana itu dit?
"Maksud loe? yang mengantar Ana itu siapa?
Aditya langsung bertanya kepada Arya,
Menekankan suaranya agar Arya lupa , bahwa itu adalah plat mobil milik keluarganya.
Aditya sangat cemas, bila teman - temannya tau, jika sebenarnya ia sudah menikah,
Apa lagi istrinya tersebut adalah Ana mahasiswa baru yang menjadi musuhnya dikampus.
"Tapi tunggu dulu dit ?
Bagaimana caranya Marisa bisa mengambil poto Ana sedang keluar dari kamar penginapan ini, kamar ini kan dit?
menunjuk kamar tempat Aditya tidur.
"Ah loe seperti nggak tau Marisa aja ,
sambil menggaruk - garuk kepala,
Ya dieditlah, secara teknologi udah canggih
Lagian juga, gambarnya buram !"
"Loe pikir aja? mana mungkin Ana bisa kesini,
"emang dia siapa gue?!"
"Ah... malas gue bahas dia nggak penting !
Arya pun terdim penuh tanya.
******
karena besok pagi - pagi harus kembali kekota dan pulang kerumah masing - masing.
Malam ini, Ana merasa cukup lega
karena yang ia sudah memberi pelajaran kepada Marisa agar tak merendahkan orang lain
Yang kedua ia tak menyangka kalau kak Dimas begitu baik padanya
Malam ini ia berhasil menjadi dewa penolong untuk Ana,
Sedangkan Aditya ntah dimana rimbanya
Ana tampak marah.
******
Semua tampak bersiap pagi itu,
Mereka semua berdesakan untuk naik kedalam bis,
Tapi tidak tampak Ana berada didalam bus tersebut,
Kemana Ana?
"Siallll !"
"Halooooo ?" Halloo?
"Apa ada orang di luar sana ?"
"Menyebalkan,!
Bisa - bisanya aku terkunci didalam tempat ini !"
Lalu Ana berteriak seperti Dayang sumbi ibunda sangkuriang
"Hay ?!...
Jika ada orang diluar sana yang bisa membuka pintu ini dari luar,
"Jika ia seorang perempuan ia akan aku jadikan saudara perempuanku,
"Jika ia seorang laki - laki aku akan menyerahkan hidupku untuknya !"
"Benar - benar tak ada orang disana,?
Tamatlah riwayatku ditempat ini !" ucap Ana
Ana sudah mulai pasrah, ia terduduk lemas di kamar ganti yang terkunci dari luar.
Tiba - tiba seseorang membukakan pintu
__ADS_1
"Ana ????
Sedang apa kamu?
" Bukan urusanmu !"
Ana sengaja menabrak bahu Aditya dan beranjak keluar.
Betapa terkejutnya Ana saat melihat Bus yang ditumpanginya sudah tidak ada.
ia begitu panik ,
Bagaimana caranya ia akan pulang
kerumah ??
"Ehemm..... ehemmm...
Suara Aditya menyadarkan Ana ,
Rupanya Aditya sudah berada dibelakang nya.
"Kau mau tinggal disini? Atau ikut
bersamaku?
Lalu Aditya berjalan meninggalkan Ana seorang diri.
Tentu saja Ana tak mau mati konyol berada seorang diri ditempat ini,
Ia berlari mengikuti Aditya
Meski ia masih sangat marah dengan apa yang dilakukan Aditya padanya,
"Hey !" kita pulang naik apa?
Ana berteriak memanggil Aditya.
Aditya tak bergeming,
"Heyyy... aditya ?!" Bisakah kau menjawab pertanyaanku???
Aditya membalik badannya lalu berhenti
"Oh.. rupanya kau sedang berbicara denganku?
"Dia benar - benar biadab !"
setelah ia memakiku malam itu, ia seolah tak mempunyai masalah denganku,
Kau seperti golongan beruang besar yang menyebalkan,ucap Ana
Ana berjalan dibelakang Aditya.
"Dia pikir ,semudah itu aku akan membawanya kembali pulang kerumah !"
Tidak semudah itu Anastasya !"
Dengan tertawa penuh arti.
Sepertinya Aditya sedang merencanakan sesuatu.
Yaa tentu saja meski aku sudah memakimu dan sudah salah paham denganmu,
Tetap saja kau yang harus kalah dariku !"
ucap Aditya sinis.
"Hanya Ada dua pilihan !"
karena pantai ini jauh dari jangkauan Penduduk
Kau mau ikut denganku Atau menginap disini lagi??
Ana yang masih tak habis pikir
kenapa bisa - bisanya,
Teman - temannya tak mengecek lagi apakah ia sudah masuk kedalam bus atau belum ?".
"Anastasyaaaaaa !!!!!!!!?
Apa kau mendengarku ?!!
"Ana langsung tersadar
"Iya .. apa tadi aku a... aa....
"Sudah lah.....
ikut saja denganku !!!
Ana melihat Aditya mengeluarkan sebuah mobil Jepp,
Rupanya Aditya menyewa sebuah mobil untuk sampai ketempat ini.
"Heyyyy... Anastasyaaaaaa !"
sedang apa kau berdiri disana ???
Cepatt masuk kemobilku !"
Atau kau akan aku tinggal sendirian disini !"
"Bisa tidak, dia jangan berteriak - teriak memanggilku,
Benar - benar tidak ada sisi kelembutan sama sekali.
__ADS_1
Ana langsung duduk disamping Aditya,