Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Jangan terlalu benci nanti cinta


__ADS_3

Ana membalut tangan Aditya yang terkena air panas tadi,


"Aw! sakittt?!


"Kau ,Mau membunuhku ya,?!


Terlalu lebay ,dasarr lelaki payah!


"Hey, kau dengar tidak ?!


"ya... yaaa...... ya!


Aku mendengarmu!


Ana langsung beranjak keluar,,


"Ana ayo ajak suami mu makan...


"Tangannya masih sakit bu,


Ana rasa Aditya nggak berminat makan !


Aditya keluar dengan memegang tangannya yang masih sakit,


"Mentang - mentang dia berada dirumahnya! kelakuannya sangat sombong sekali,!


Oke baiklah,


Anastaya, kau mencoba bermain - main denganku ,


Baiklah Aditya kita mulai !


"Aku lapar buu cuma bagamana?


Mau makan tangan kanan ku masih perihh,


" Ya ampun sayang ,itu lah gunanya kamu punya istri..


Ana akan menyuapi mu sayang, ayo duduk sini,


Ucap ibu Ana...


Diaaa......!!!


ingin sekali aku merobek - robek mulutnya yang sok manis itu,


"Ana , cepat kau urus suamimu, dia lapar,!


Kau harus sigap seperti ibumu,


Coba kau lihat bagaimana Ibu memperlakukan ayah...


Ana mendekat menuju meja makan,


"Kau mau makan pake apa? Ayam goreng atau ikan asin?"


Bgaimna kalau kau mencicipi ikan asin ini?!!


Ayo lah tuan Aditya,!


Ana sengaja menggoda Aditya


Ana memegang ekor ikan asin dan menggoyang - goyangkannya didepan muka Aditya,...


Rasakann !" kau paling tidak suka ikan asin kan?"


kau harus memakannya...rasakan !!


"Ana , jaga kelakuanmu !!!


Ayah membentak Ana,


Aditya semakin bersemangat untuk


bermain - main dengan Ana,


"Ayo cepat aku sudah lapar?


Ana sengaja menyuapkan nasi dengan diisi cabe rawit yang begitu banyak,..


"Ini ayo makan,


Aditya membuka mulutnya..


Lalu wajahnya yang putih berubah menjadi merah,


Ana pura - pura panik , padahal ia sengaja menyuapi Aditya dengan cabe,,,


"Kamu kenapa dit,?


"Pedass.. airr manaa air...


*Heh , jangan terlalu sombong Aditya !


kau pikir,kau bisa membalasku,


aku Anastasya debora, tidak semudah itu kau taklukkan !"


"Awas saja, berani - beraninya dia mengerjaiku , lihat lah nanti !"


Kau akan meminta ampun kepadaku,,


Dengan tersenyum sinis,


Ayah dan ibu Ana mendengar Ana memanggil Aditya ,

__ADS_1


Dengan panggilan Nama saja,


Menurut kedua orang tua Ana ,panggilan itu sangat lah tidak patut, terlebih lagi Aditya adalah suami Ana,


Yang posisinya lebih tinggi dari orang tua sendiri,


Bahkan jika seorang anak perempuan sudah menikah, keluar rumah saja harus meminta izin suami,


Walaupun orang tua yang menelpon menyuruh pergi, jika suami tak mengizinkan maka tetap tidak boleh,


"Panggil Ana kemari bu !


Ana sudah keterlaluan tingkahnya,


Punya suami sebaik nak Aditya bukannya Sopan dan patuh kepada suami,


malah bersikap seperti itu.


"Iya yah, sebentar ibu panggil Ana dulu,


"Ana.. Ana.!"


Kamu dipanggil Ayah,..


"Nak Aditya sebaiknya istirahat dulu ya,.


nanti Ana menyusul kekamar ..


"Baiklah ibu mertua ku,"


Dengan menggoda ibu Ana,


"Ah.. nak Aditya selalu membuat ibu malu"


******


Ana kedepan menghampiri ayahnya


"Ada apa ayah?


"Kamu panggil suami kamu tadi apa?


Kenapa sih ayah, lebay banget!"


"Ya panggil nama lah,! emang mau dipanggil apa lagi?"


"Kamu pernah dengar ibu kamu panggil nama Ayah?


Tidak pernahkan?


Ayah rasa ,Ana sudah paham banyak hal, tentang hukum berumah tangga,


Salah satunya adalah bersikap


Mulai sekarang Ana tidak boleh lagi memanggil nama Aditya dia juga lebih tua dari kamu ..


"Iya nak , kamu panggil kang mas , atau kanda juga itu lebih bagus,


"Ibu apa - apan sih, ikut - ikutan, mau muntah aku dengarnya,,


bisa - bisa semakin besar kepala dia,


Aditya yang mendengar Ana kena ceramahin orang tuanya,


Ia merasa sangat senang


"Lagi - lagi aku yang menang...


Aditya melihat kearah tangannya yang diperbann


"Maafkan aku tangan, aku perban dulu ya! "


Ana masuk kekamarnya...


Aditya pun berdehem,


"Ana tolong ambilkan kakanda mu ini Air, kakanda sangat haus !


sambil tertawa puas,


"Apa sihh reseeekk..


"Kalau kamu nggak mau panggil aku kanda, ya terserah ,


Paling nanti kamu berurusan dengan ayah ibumu,


Ya,, terserah kamu !"


"Asal kamu tau aku benar - benar membenci kamu!"


Puasssss?!"


"Kau pikir aku, menyukaimu?


Oh tentu saja aku juga sama...


"Ana keluar kamar untuk mengambil air minum


Anastasya debora ,


Kau jangan terlalu membenciku!"


Asal kau tau saja,benci dan cinta itu jaraknya sangat tipis..


Hati - hati nanti kau akan tergila - gila padaku,

__ADS_1


Ana kembali kekamar dengan membawa


air minum ditangannya,


Ia langsung berbaring ditempat tidur,


Aditya melototi tubuh Ana , yang tertidur..


Dia menatap semuanya,


"Kalau kamu dari tadi cuma berdiri aja, nanti kamu bisa membahayakan diri kamu "Kakanda"


Ana mengejek Aditya..


"Anastasya.


Apakah kau pernah mendengar, Mereka yang bercinta tanpa rasa ?!


"Aku ingin mencobanya !"


Tersenyum sambil mengepalkan kedua tangannya,


Ana mengabaikan Aditya, dia berpikir ini rumahnya,


Aditya tidak akan berani macam - macam.


Aditya mendekati Ana secara perlahan,


"Meremas payudara milik Ana, secara tiba - tiba,


Ana langsung bangun dan hampir berteriak,


"Kauuu !"


"Ayo, berteriaklah yang kencang !"


Biar kau membangunkan seisi rumah,


kalau kau tidak tau malu? "


Tersenyum lebat dan mengernyitkan kedua alisnya.


"Mau apa kau?!"


"Aku mau mencoba bercinta tanpa rasa?!


ya... kalau kau tidak mau, biar aku keluar saja,


mengajak perempuan diluar sana yang menggilaiku,,,,


"Kau !"


Menunjuk muka Aditya,.


"Buka baju mu!"


Atau kau mau , kanda yang membukakan baju?


Ana begitu kesal, dan juga deg - deggan ini season ke dua,


setelah malam.kemarin,


"Aku tidak bisa membayangkan kalau malam ini akan lebih sakit dari malam kemarin "!


Ana melihat tangan Aditya yang diperban tidak nampak sakit sama sekali,


" Benar saja dia lagi mengerjaiku...


Aditya mulai mencium bibir Ana dengan penuh gairah,


Ana tak membalas sama sekali...


Aditya mulai mengecup seluruh tubuh Ana,


"Aku ajarkan engkau nikmat bercinta tanpa rasa, ucapnya..


Padahal Aditya tak pernah sama sekali berhubungan dengan perempuan manapun,


"Kau istriku,.. aku bebas melakukan apa saja atas dirimu,...


Ana sudah tak memakai sehelai benangpun ...


Aditya semakin ganas saja


Tampak Ana mulai terpancing dengan permainan panas ini,


Aditya berbisik "Nikamati istriku..


Lalu terjadilah lagi pertarungan kedua mereka,


Kurang lebih 2 jam mereka mengulanginya


Akhirnya Aditya tumbang juga disebelah Ana,


Ana pun sudah kelelahan tak sanggup lagi ia rasanya,


Memenuhi hasrat Aditya yang membabi buta


Aditya memandangi wajah Ana pada saat tidur,


"Aku takut jatuh cinta padamu Ana,!"


Kau memang sempurna , Pantas saja Dimas juga menggilaimu, tetapi aku sudah memilikimu luar dalam sebelum Dimas


Aditya tampak begitu sangat puas.

__ADS_1


__ADS_2