
Ana tampak masih tertidur di kamar .
" Bisa kah selama beberapa bulan ini kau tidak memakai baju seperti itu ,
tolong berikan pengertian kepada jagoan kecikku yang sedang bangun ini.
Sebaiknya aku harus menelpon sepupu ,
" Sepupu ,
" Apa kabar sepupuku , apa kau baik - baik saja.
" Tidak baik sepupu , aku sudah tidak bisa menahannya lagi , sampai kapan aku harus berpuasa seperti ini.
"Sabarlah tunggu beberapa minggu lagi ,
itu untuk kebaikan perkembangan anak dan istrimu .
Padahal itu adalah permintaan Ana kepada sepupunya , agar tidak melakukan hal itu, Ana sangat khwatir jika keganasan Aditya akan membut anaknya terancam nanti.
Anggap saja teori itu masuk akal wkwkw
Ana mendengar obrolan Aditya ditelpon
Apa aku keterlaluan mengerjainya , bukankah sudah menjadi kewajibanku untuk melayani semua kebutuhannya ,
Besok saja lah aku akan memberikannya
biarlah malam ini dia berpuasa dulu.
Aditya terlihat lelah ia tertidur dengan menahan hasratnya.
.....
Keesokan pagi
Ana turun kebawah untuk sarapan pagi
Tampak semua pelayan sudah siap menghidangkan makanan.
Seorang lelaki duduk disamping meja makan.
" Yang mulia nona Ana.
" Arya sedang apa kau disini ?
" Sekarang aku menjadi asisten pribadi boss Aditya.
Tampak Arya sudah tak brewokan lagi penampilannya lebih rapi dan tertata
" Kenapa Aditya tak menceritakan itu padaku.
" Tentu saja sayang , kau kemarin sedang tertidur mengecup bibir Ana.
" Aih aku sangat tidak suka melihat pemandangan ini.
" Dia ,
" Ya , aku kena teguran dari tuhan atas segala ulahku .
Arya tampak serius.
" Sudah , sudah ayo makan dulu ,
Mereka pun sarapan , lalu Aditya berangkat kekantor , dan Ana langsung berangkat kekampus dikawal seperti biasanya.
......
Sesampainya di kampus.
Ana langsung masuk kedalam kelas , dan tampak Amanda sudah duduk disampingnya
dengan dandanan yang sedikit terbuka.
Dia pikir ini kanada , berpakaian seperti itu.
" Selamat pagi Ana ,
Amanda menyapa Ana dengan sangat ramah
" Pagi juga Amanda ,
Ana membalas senyuman Amanda dengan ramah.
Hm Anastasya kau masih bisa tersenyum pagi ini , tapi nanti aku jamin kau tak akan mampu tersenyum lagi .
__ADS_1
Amanda membuka laptopnya lalu ia berpura - pura keluar sebentar.
Ana melirik Laptop yang dibuka oleh Amanda
Serasa seperti disambar petir Ana melihat walpaper laptop tersebut poto Amanda dan Aditya lengkap dengan tanggalnya.
Astaga apa itu Aditya dan Amanda , tanggalnya berarti kemarin , saat dia mengatakan akan pergi ,
Amanda tak berpakaian ia sedang berpelukan dengan Aditya.
Ana berusaha menyembunyikan perasaannya meski tampak sekali diwajahnya raut kekecewaan ,
Tak lama Amanda masuk kekelas dengan tersenyum manis,
" Sudah mulai ujiannya ya ,
Lalu ia menutup laptopnya.
Heh bagaimana Ana , apa kau sudah melihatnya ?
uh kau ingin menangis ya melihat poto ini
menangislah sepanjang hidupmu
kau telah merebut Aditya dari tanganku.
Ujian semester pun dimulai ,kebetulan hari ini adalah ujian semester terakhir ,
Amanda menyapa Ana yang masih tak bisa berkonsentrasi lagi, pikirannya tampak kacau.
Tenanglah Ana, tenang ini hanya sebuah ujian apa karena aku beberapa hari ini tak memberi kewajibanku kepada Aditya maka ia mencari Amanda .
Tidak mungkin aku yakin Aditya tak serendah itu, tapi dari mana kau tau Ana sedangkan ia tak pernah mengungkapkan rasa cintanya padamu ,ia hanya memberikanmu hadiah , dan menyayangimu karena kau sedang hamil anaknya saja.
" Kau langsung pulang Ana ?
" Oh , tidak aku akan langsung menyusul suamiku kekantornya.
" Mm baiklah ,
Amanda menampakkan bekas merah didadanya.
Kau melihatnya kan , haha nikmatilah bekas merah yang sengaja aku buat sendiri untuk membuat kau meradang,
Mata Ana tampak basah , ia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak tumpah.
Aditya apa kau hanya membohongiku , kau tidak pernah tulus . semua kebaikanmu perhatianmu padaku hanya karena ada anak ini dirahimku kan.
" Nona muda kau baik - baik saja kan
perempuan yang mendampingi Ana tersebut tampak khawatir.
" Aku baik - baik saja .
tolong antarkan aku kekantor Aditya.
" Baik nona.
Didalam perjalanan Ana membayangkan saat Aditya begitu khawatir padanya , ia membayangkan saat Aditya menyebut namanya sebagai istri Aditya.
Takdir sedang mempermainkan hatiku
anakku maafkan aku , kau lahir kedunia ini tanpa cinta kedua orang tuamu,
tapi tenang saja aku akan menyayangimu lebih dari nyawaku.
Ana mengelus perutnya.
****
Sesampai di kantor Ana melihat Arya dan Aditya hendak pergi ,
" Aditya ,
" Ana , kenapa kau kemari
ayo beristirahatlah dirumah
" Kenapa aku tak boleh kesini
Ana berusaha mengontrol emosinya.
" Hey kau ini kenapa ?
Aditya melihat buliran air mata jatuh dari pipi Ana.
__ADS_1
" Dit , istri loe itu lagi hamil, orang hamil itu sensitif .
Aditya memahami bisikan Arya .
" Hmm baiklah aku mau kelapangan mengecek proyek apa kau yakin mau ikut?
Ana mengelap air matanya .
" Tentu saja,
Aku akan membuntutimu kemanapun kalian pergi , apa kalian merasa takut jika aku bersama kalian , ha Aditya aku tau kau dan Arya sekongkol untuk menemui Amanda.
aku tau ini sangat sakit , tapi satu hal tugasku sebagai istri adalah menjalankan segala kewajibanku , apapun perbuatanmu dibelakangku adalah tanggung jawabmu terhadap tuhan
Ana berusaha untuk tegar ia akan tetap bersikap baik didepan Amanda ,
Aku yakin aku pasti bisa melewati ini semua.
Didalam perjalanan , Aditya terus memegangi tangan Ana.
Kau tak usah sok perhatian denganku , silahkan saja kau pegang tanganku tapi pikiranmu pasti lagi membayangkan Amanda kan Dit, kau pasti tidak mau mengaku.
Perjalanan cukup jauh ,membuat Aditya menyuruh Ana meletakkan kepalanya dibahu.
" Berbaringlah kau disini ,
" Untuk apa ,
" Lakukan sajalah
Ana menolak dan membuang mukanya ,.
Dengan cepat Aditya menarik tangan Ana dan jatuh kedalam pelukan Aditya.
" Kan enak begini , jadi anak aku bisa berdekatan dengan papanya.
" Ehemm..
Haduh dibelakang ada orang woyy..
Arya menggaruk - garuk kepalanya .
" Makanya menikah dong,
Menikah apa aku tidak salah dengar , kau tau tidak Dit, kau tidak mendengar hatiku ini sedang hancur ,sakit kau tak usah berpura - pura peduli denganku .
Ana masih terbayang - bayang poto di laptop Amanda.
Sesampainya dilokasi proyek
" Kau tunggulah disini ya
aku akan turun bersama Arya untuk mengecek lokasi.
Ana mengangguk .
" Jika kau bosan kau telpon aku ya ,
Tak usah sok perhatian .
Satu jam berlalu , ia melihat Aditya masih mengobrol dan memarahi beberapa orang diluar sana.
Mata Ana tertuju pada buah jambu yang menggiurkan .
Ana keluar dari mobil lalu pergi kearah batang jambu tersebut
" Enak sekali , bagaimana cara aku memanjatnya.
Ana berusaha untuk memanjatnya.
Aditya yang melihat ulah istrinya langsung berlari kearah Ana.
" Apa yang sedang kau lakukan ?
Ana tampak terkejut ketika Aditya sudah ada berdiri disampingnya.
" Aku ingin sekali jambu itu.
" Huh dasar bodoh , jika ingin sesuatu memintalah , jangan melakukan hal - hal yang membahayakanmu.
Biar aku yang mengambilkannya.
Ana tak menyangka jika Aditya akan melakukan hal itu.
Dia jadi teringat saat hari pertama ospek Aditya mengerjainya.
__ADS_1