Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 81


__ADS_3

Bima duduk di sofa dengan bersender , lalu Aditya mengeluarkan sesuatu dari dalam laci meja kantornya dan membuka laptopnya dengan sangat gugup , ia tak menyangka Bima akan semarah itu padanya


" Lihat ini kak , aku tau Amanda sangat licik jadi aku sudah menyiapkan ini


Aditya rupanya membawa kamera pengintai yang ia taruh di bajunya terlihat dan terdengar begitu jelas di rekaman apa yang terjadi sebenarnya


" Kertas itu? sobekan apa


Aditya mulai bingung mau memulai dari mana , karena itu adalah kesalahannya jika ia tidak jujur maka akan timbul kebohongan selanjutnya


Aku seorang lelaki , sekarang berbeda dengan kemarin aku benar - benar mencintai adiknya di tambah lagi ada calon anakku yang sedang tumbuh di dalam rahimnya aku harus jujur mengakui semua kesalahanku pada Bima suka atau tidak ia padaku nanti itu adalah resiko yang harus aku tanggung terserah nanti aku mau di apakan olehnya


" Jadi awalnya kau tidak mencintai adikku


" Iya kak , bagaimana mungkin ada rasa cinta kan baru ketemu


"Bukankah dia istrimu seharusnya kau tau mencintai kekasih halal itu akan mengantarkanmu ke syurga


apa kau tidak paham agama


Bima mulai menceramahi Aditya ,


Arya hanya ternganga dan mendengar juga untuk berjaga - jaga jika suatu saat ia akan menikah


" Eh , kamu duduk sini


Bima memanggil Arya yang sedang berdiri


" Ba.. ba.. ik kak,


Arya berjalan dengan mengangkang karena perih di bokongnya semakin menjadi mungkin luka nya yang mengering tersebut kembali terkelupas karena tegangan urat yang terjadi akibat ia merasa kaget tadi , Arya agak takut melihat Bima , tentu saja postur badan Bima lebih besar darinya ia sama tinggi dengan Aditya


" Jadi sekarang bagaimana perasaan mu dengan Ana , apakah masih sama


" Tidak kak , sekarang bahkan nyawaku pun akan ku beri untuknya


"Kau gombal sekali


Bima tersenyum sinis


" Apa semua kata - kata mu ini bisa aku pegang Aditya


" Tentu saja ,


" Kau mencintainya bukan?


Bagaimana jika aku menginginkanmu untuk berpisah dengannya


Aditya terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bima , ia yang tadi melembutkan ucapannya langsung menaikkan nada suaranya dengan lantang


" Berpisah , hati - hati kau bicara tidak ada satupun yang bisa memisahkan aku dan Ana kecuali kematian , dia memang adikmu tapi aku suaminya aku yang bertanggung jawab akan dirinya , kau tau aku pernah mendengar sebuah kisah yang menyebutkan jika suami tak mengizinkan untuk selangkah saja keluar rumah meski orang tua sedang sakit , maka itu tetap tidak boleh


" Hanya itu yang kau tau tentang agama


Berani sekali kau menantangku

__ADS_1


"Kau memang kakak iparku , aku tau kau sangat marah padaku ,setelah mengetahui ini kau boleh membenciku tapi ingat jangan sekali - kali kau mencoba memisahkan aku dari Ana


Bima berdiri lalu berjalan kesamping Aditya yang sedang berdiri ia mengepalkan kedua tangannya siap menghantam Aditya


Arya tak bisa berbuat apa - apa sebenarnya ia ingin berteriak menangis sekuat - kuatnya karena bokongnya perih sekali ia bahkan sedang membayangkan dirinya berbaring di atas sofa dengan posisi tertelungkup


cuma karena rasa takutnya kepada Bima membuat rasa sakitnya hilang mendadak bagai di telan bumi


Aditya terlihat memejam mata ia terlihat pasrah jika Bima akan memukulnya karena baginya ia memang pantas mendapatkan itu


Arya pun ikut menutup matanya karena tidak sanggup melihat Aditya kena pukul oleh Bima sedangkan ia jangankan untuk membantu untuk mengurangi rasa sakit di bokongnya saja ia sudah tak mampu


" Baiklah ini untukmu


Bima memeluk Aditya


" Aku sudah tau semuanya aku hanya ingin mendengar langsung penjelasan dari mulutmu , memang tidak mudah menikah secara tiba - tiba apa lagi kalian tidak pernah saling mengenal , aku sangat memahami itu


Aku percaya adikku akan sangat aman dan bahagia bersamamu , kau jaga dia baik - baik


tapi jika sampai kau berani menyakitinya kau akan tau akibatnya aku akan memenggal lehermu


" Siap kak


Aditya tersenyum


" Baiklah aku akan segera kembali kekalimantan


" Apa kau tak ingin mampir di rumah kami kak


" Sudah lain kali saja , aku masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan


Bima menggoda Arya sambil tersenyum - senyum


" Hati - hati kak di jalan


Aditya tampak lega , ia menghembuskan nafas di kursi


" Perih sekali


Awww


Arya meringis kesakitan , Aditya langsung berinisiatif memanggil ambulance karena dia iba melihat Arya seperti itu


" Aku akan memanggilkan ambulance


aku akan menyuruh Rada menelpon rumah sakit


"Aduh tidak perlu ini akan sangat memalukan bagiku , biarkan saja


" Rada cepat kau masuk


Rada masuk kedalam ruanagan wajahnya tampak sangat merah ia sangat malu melihat Arya dan tak ingin menatapnya lama


" Rada tolong kau urus Arya segera panggilkan ambulance

__ADS_1


Arya yang bersikap seolah tidak terjadi apa - apa berusaha menyembunyikan wajahnya yang tampak sungguh malu


" Ya tolong kau suruh mereka menjemputku dengan tandu bukan kursi roda


Arya berbicara dengan cuek, cool dan tegas dengan wajah menghadap kearah lain


Kau juga sudah melihatnya kan nona sekretaris. ahh. sudahlah aku merasa harga diriku sudah di perkosa habis - habisan


Aditya masih termenung dan tersenyum .


"Untunglah Bima sudah tau semuanya tak bisa aku bayangkan semudah ini


"Hidup loe sempurna amat ya Dit ,


Arya bergerutu


"Bukan gitu brow , seharusnya loe lebih bersyukur aja masih banyak yang lebih susah dari elo


" Enak amat ni sultan kalo lagi gonggong


Arya masih saja bergerutu


" Bentar lagi ambulance datang biar bokong loe cepat sehat biar di operasi aja


" Apaan nggak lucu Dit,


Arya masih dengan wajah marah


" Permisi pak perawatnya sudah datang membawa tandu


" Kau temani dia dulu sampai di rumah sakit


" Eee nggak usah gue bisa sendiri kok


Ucap Arya malu


Enak aja Aditya kutu kupret ini , gue mau di bikin malu lagi sama dia apa


" Kerjaan lagi banyak pak saya tidak mungkin bisa mengantar pak Arya


Rada menundukkan wajahnya ia bahkan tak berani lagi memandang Arya sejak kejadian barusan


*Kenapa dia menunduk terus , apa dia merasa sangat jijik melihat bokongku yang di penuhi bekas luka


padahal banyak perempuan di luar sana yang tergila - gila ingin melihat bokongku , seharusnya kau bersyukur nona sekretaris


Tidak ... Tidak apa yang sedang kau pikirkan ini Arya bukan kah kau sudah tobat untuk tidak mengingat kembali masa lalu mu yang sangat gelap itu*


Dua orang Suster masuk ,


" Yang mana yang sakit pak


Arya tampak sangat malu karena ternyata yang datang dua orang suster perempuan bertubuh tinggi besar ,mungkin usianya kira - kira 35 an


" Suster apa aku akan di infus

__ADS_1


" Tidak perlu pak kami akan mengolesi bokongmu dulu dengan salep sebelum kita kerumah sakit


"Apaaaa !!!!!


__ADS_2