Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 215


__ADS_3

Dimas yang mengikuti Rima kerumah terkejut karena mendapatkan banyak orang di rumahnya, terdengar teriakan dan tangisan dari dalam rumah


Dimas memarkirkan motor dan melihat mayat seorang lelaki telah terbujur kaku,rumah berukuran kecil tersebut nampak sungguh sesak, tampak Rima dan kedua adiknya menangis di samping jasad ayahnya,


Dimas memegang dadanya


" Inalillahi wainnailaihi rojiun ,Dimas kau keterlaluan "


Dimas memegang dadanya , tak sampai beberapa menit Dimas berdiri di luar


Arya pun menyusul kesana ,tangisan kembali pecah saat ibu Marisa sampai kesana


"Terimakasih telah menjaga dan merawat anakku Rima, hingga ia menjadi gadis sebaik ini "


Rima menangis sedangkan ia sama sekali tak memeluk ibu Marisa ia hanya fokus memeluk kedua adiknya dan juga ibu yang telah membesarkannya


Arya dan Dimas tak bisa lagi berkata apa -apa , meski pemakaman orang biasa tapi sungguh ramai sekali, karena memang ayah Rima orang yang sangat baik sekali, semua orang memuji kebaikan orang tuanya semasa hidupnya


" Kita keterlaluan kah, Dimas .. "


Dimas tak berani masuk ,Arya pun sama hanya berani menunggu di luar , Jenazah pun di bawa ketempat pemakaman yang jaraknya tak jauh dari rumahnya rumah Rima ,mereka berdua berada di antara kerumunan orang


Setelah pulang dari pemakaman,para pelayat pun berangsur pulang ,sekarang tinggallah Rima dan keluarganya ,Dimas dan Arya pun masih berada di sana tapi Rima tak menyadari kedatangan mereka berdua diantara para tetangga,tentu saja suasana hati yang berduka tak akan membuat Rima menyadari jika ada sepasang mata yang dari tadi tak lepas memandangnya , siapa lagi kalau bukan Dimas


Pada saat sedang kalut ibu Marisa memberikan penawaran pada Rima


" Semenjak kepergian Marisa aku kesepian seorang diri, aku hanya ingin saat ini kau bisa kembali menemaniku "


Jreng....


Suasana masih beduka , kata -kata yang terucap dari mulut perempuan kaya dan terhormat tersebut langsung menusuk kedalam jantung Rima dan keluarganya yang masih berduka


" Maaf nyonya, aku tau kau ibu yang telah melahirkanku, tapi kau lupa kau juga yang telah membuang ku, kau biarkan aku pergi dari kecil dan di rawat oleh kedua orang tua yang tak ada hubungan darah denganku, meski tuhan maha baik golongan darahku sama persis dengan mereka, dan sekarang kau menyuruhku menemanimu, kau menyuruhku meninggalkan keluargaku , itu tidak akan pernah terjadi,Nyonya ! "


Dimas dan Arya tak percaya dengan apa yang mereka lihat


" Ternyata dia menyeramkan sekali kalau lagi marah ,Duh... " Arya memegang dadanya


Dimas tak menggubris Arya sama sekali


" Dimas apa kau tak mendengarku "


"Sudah kau diam dulu kau dengar apa yang di katakan Rima dan ibunya itu "


Ibu Marisa menangis karena ia tau dia yang salah "Aku tau aku salah nak,tapi tolong jangan panggil aku nyonya "


"Kau lebih pantas di panggil itu Nyonya, kau juga telah membuat teman-temanku merasa aku bersekongkol denganmu, apa yang kau lakukan sampai harus memata-matai rumah Ana, ha..untuk apa nyonya, apa untuk membalas dendam,apa kau tak punya Tuhan untuk berdoa "


Ibu Rima menangis sejadi -jadinya


lalu ibu angkatnya memegang bahu ibu Marisa


"Nyonya maafkan Rima, ia tak bermaksud seperti itu kau tetap ibu kandungnya,"


Rima menangis "Sudahlah ibu, biarkan nyonya kaya itu pergi kehadirannya di dalam hidupku akhir -akhir ini malah menambah beban hidupku saja "

__ADS_1


"Sebaiknya aku pulang saja dulu "


Ibu Marisa menangis lalu berjalan cepat menuju mobilnya


Rima terduduk sambil memeluk ibunya


"Sayang kau tak boleh begitu ,biar bagaimanapun dia yang telah melahirkanku , maafkan lah dia nak, ayah dan ibu tak pernah mengajarkan mu untuk membalas kejahatan dengan kejahatan,"


Rima hanya diam saja


Arya menarik tangan Dimas


" Sebaiknya kita pulang saja dulu,ini bukanlah waktu yang tepat untuk kita"


Rima melihat kearah mereka lalu memanggil Mereka berdua "Kak Dimas , kak Arya.. "


" Dimas kau dengar dia memanggil kita "


Melirik ke Dimas


Rima mendekat lalu menghapus air matanya


" Kalian baru datang "


"Benar -benar gadis luar biasa meski sudah di sakiti ia bahkan bisa bersikap semanis ini "


Lagi-lagi Arya menggelenhkan kepalanya ,


ternyata dia memang baik bukan karena punya kepribadian ganda


Dimas membalas ucapan Arya


"Aku setuju denganmu Dimas kali ini "


" Rima kami berdua turut berbelasungkawa ,kedatangan kami kesini ingin meminta maaf "


Arya melipat kedua tangannya


Dimas tak tau ingin berkata apa, karena ia tak percaya jika gadis ini memang benar berhati mulia


" Tak ada yang perlu di maafkan kak, anggap saja tidak pernah terjadi apa -apa "


Ibu nya keluar dari dalam rumah dan melihat Rima berbincang-bincang dengan dengan kedua orang pemuda


"Rima siapa mereka " Kedua adik laki -laki kembarnya pun ikut keluar melihat kakaknya hanya saja mereka berdiri di depan pintu , keluarga mereka sangat tabah sekali menyadari jika kematian adalah pasti yang tak mungkin bisa di elakkan ,


meratapi hanya akan menambah beban almarhum untuk pergi ketempat yang lebih tenang , lihatlah keluarga Rima begitu tegar seolah tak terjadi apapun mereka menangis tapi tidak meratapi ,


Rima terkejut saat ibunya keluar , karena memang ia sama sekali tak pernah membawa teman lelaki pulang kerumah


Dimas dengan gentle nya langsung mengulurkan tangannya


" Perkenalkan Bu, saya Dimas saya adalah calon suami Rima "


Semua orang terkejut karena tak menyangka jika Dimas berkata seperti itu

__ADS_1


Arya ternganga ,


Rima langung jatuh tersungkur kebawah ia pingsan


" Rima ! "


Kedua adik nya langsung menggotong nya masuk kedalam rumah


" Dimas kau masih berakting lagi, kau lihat kau hampir saja membunuh anak orang "


Arya tampak sangat kesal


Ibunya pun tak bisa berkata apa -apa


mereka semua langsung masuk kedalam


Ada beberapa kerabat dan tetangga yang masih berada di rumah untuk persiapan yasinan malam.nanti di rumahnya


Kurang lebih satu jam mereka berdua menunggu akhirnya Rima tersadar kembali


Ia melihat Dimas kali ini dengan memegang dadanya


" Rima maafkan aku "


" Kak Dimas kau tak perlu memaksakan perasanmu kepadaku, aku mengerti kau tak perlu seperti itu "


Ibunya yang sadar jika ia sekarang berada di antara urusan pribadi anak muda langsung mengajak kedua adiknya untuk pergi kedapur


Meski mereka juga pada akhirnya mengintip dari belakang


" Benar Dimas kau ini keterlaluan sekali, "


Arya memarahi Dimas


"Tapi aku serius , "


Rima kembali berkomentar ," Kak Dimas aku baik -baik saja kau jangan khawatir "


" Mmmm tidak bisa , bukankah kau dan aku adalah sepasang kekasih "


Dimas tampak ngotot, seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya Arya kembali diam -diam.merekam.kelakuan Dimas


untuk di kirimkan kepada Aditya


............


Hallooo.... author mau crazy upp malam ini....


Soalnya sebentar lagi mau tamat....


Masih nungguin kan bagaimana reaksi Ana melihat rekaman video Aditya yang menangis saat ia melahirkan...


Nah udah di jawabkan , sekarang jika Ternyata Rima tidaklah jahat .....


Next...

__ADS_1


__ADS_2