
Ana dan Aditya keluar dari hotel sekitar jam sepuluhan karena Ana masih libur kuliah jadi ia tak terlalu memikirkan tentang tugas kuliahnya
" Dua hari lagi aku masuk kuliah
Ana tampak senang
Aditya menoleh kearah Ana
" Kenapa kau begitu senang apa ada seseorang yang menarik perhatiannmu dikampus
" Mm hentikan tuduhanmu yang tidak beralasan itu Dit , mana mungkin ada yang mau menggoda ibu hamil sepertiku
Aditya melotot kearah Ana
" Jangan macam - macam
Menyetir mobil dan mengantarkan Ana pulang kerumah
" Ingat jangan kemana - mana berani kau keluar tanpa izin ku aku akan menghukummu
goda Aditya sambil tersenyum
Ana menyalami Aditya dan mencium pipinya
Aditya langsung terkejut melihat kelakuan manis istrinya itu
" Dagh
Ana turun dari mobil dan langsung menutup pintu mobil miliknya
" Aaaaaa dia manis sekali terhadapku q
Aditya tersenyum - senyum sendiri memegang pipinya
Sampai dikantor ia masih senyum - senyum sendiri sambil berjalan ia begitu geli membayangkan Ana yang pemalu tampak begitu agresif padanya
" Selamat pagi pak
Sapa karyawannya
Arya yang bekerja sebagai asisten pribadi Aditya sekaligus tangan kanan Aditya langsung menepuk pundaknya
" Boss
Aditya menoleh melihat wajah Arya yang memar - memar
" Hey kenapa dengan wajahmu itu ,
" Aku terjatuh di kamar mandi
" Apa kau yakin sampai separah itu bentuknya
Aditya mencurigai sesuatu tetapi ia sengaja tak mengutarakannya pada Arya
" Diwajahmu juga ada bekas
Menunjuk wajah Aditya yang ada bekas kecupan bibir di pipinya.
Aditya melihat kearah cermin
" Oaaaa bekas bibir , ia cepat - cepat menghapusnya
" Tidak bisa dihapus , aduh bagaimana ini
dia sedang menggunakan lipstik merk apa ini
Arya tersenyum hari ini kita sama , sama - sama ada bekas tempelan diwajah
kring
__ADS_1
kring
Ponsel Aditya berdering
" Haloo suamiku sayang , bagaimana apa kau merasa bahagia hari ini
" Tentu saja sayang , tapi sayang kau memakai apa dibibirmu
" Oh itu aku memakai lipstik yang aku beli di kios dekat pasar yang jual perabotan
Aditya terkejut mendengar Ana membeli lipstik di tempat seperti itu
" Dia tak berubah masih saja kampungan seperti itu
" Ya sudah sayang ya aku mau istirahat dulu nanti aku tlpon balik lagi yah
Sementara ini Ana sama sekali tidak memikirkan Amanda semenjak kejadian di pesta itu dan ia sama sekali tak pernah mendengar kabar Amanda , apa mungkin sedang berlibur keluar negeri atau ntah dimana
untuk sementara ia terbebas dari Amanda
Ana mengulurkan kakinya di atas kursi santai yang menghadap kolam berenang itu
" Ana aku kerumah ya
Sebuah pesan singkat yang dikiramkan Siska keponsel Ana
" Baiklah aku tunggu , belikan aku rujak ya sekalian
" ngidam bu , iya iya nanti aku beli
Tak lama Siska sampai kerumah Ana ia tampak khawatir dan sedikit tergesa - gesa
" Kau mencari apa duduklah disini
" Bagaimana Arya
" Dia sudah tidak ada di rumah sejak pagi tadi aku pulang ada apa
.......
" Jam berapa ini ,
Melihat jam tangannya lalu berjalan keluar ruangannya
" Mau kemana pak bos
Aditya mengarahkan tangannya ke Arya yang menggodanya
" Ampun becanda wooy
Mereka berjalan keluar kantor karena jarak antara restoran dari kantor sangat dekat sebenarnya Aditya bisa saja memesan makanan cuma ia ingin lebih dekat saja dengan para karyawannya agar bisa menjadi pimpinan yang rendah hati tapi tetap berwibawa di depan anak buahnya
hubungannya apa ya rendah hati dengan jalan kaki ,wkwkkw
Aditya dan Arya duduk di meja lalu pelayan datang mengantarkan makanan
sedang asik memainkan ponsel Arya melihat pemandangan tak asing Dimas bersama seorang perempuan
" Amanda ?
Ia hanya berbisik kecil sengaja tak memberi tau Aditya karena ia akan mencari tau apa yang sedang mereka berdua lakukan ditempat ini
Arya melihat Dimas berdiri kearh toilet dengan cepat ia pun langsung berdiri mengikuti Dimas
.
Ia meliihat Dimas memasuki tolilet lalu menguncinya sebenarnya itu sesuatu yang tidak penting , tidak ada gunanya sama sekali dia mengikuti Dimas kedalam toilet
Arya sengaja masuk kedalam toilet yang berada disebelah Dimas lalu mendengarkan
__ADS_1
Ya jelaslah suara keran air ,
Ternyata feeling Arya tepat ia mendengar sesuatu dengan jelas
" Aku sudah membuat rem mobilnya blong pagi ini
ya terdengar agak gila tetapi ini demi kebaikan hati ku hahaha .
Arya sangat terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Dimas ia tak menyangka ada sisi lain dari Dimas yang berbeda dibalik sikap dinginnya ternyata
" Aku tak menyangka gara - gara cinta Dimas bisa berubah sejahat itu
Dia ingin mencelakan Aditya aku harus segera mencegahnya
Dia menelpon siapa ? jika Amanda yang ia telpon , tidak mungkin
pasti ada seseorang lagi yang membantunya
Arya mengintip Dimas yang sudah keluar dari toiler ia pun menyelinap keluar diam - diam agar bisa menggagalkan semua rencana Dimas , Arya langsung menelpon beberapa orang kepercayaannya tentu saja semenjak ia diangkat menjadi asisten pribadi Aditya ia mempunyai akses untuk menghubungi orang - orang penting ia sengaja tak memberi tahu Aditya karena sudah makan siang ini Aditya akan melakukan meeting dikantor bersama kliennya ia tak mau menganggu konsentrasi Aditya
" Kau dari mana saja
" Perutku sakit , memukul perutnya
Arya langsung melihat kearah Dimas dan Amanda
" Mereka sudah pergi
" Hey kau mencari apa dari tadi terlihat sangat sibuk
" Tidak apa - apa ayo makan , Arya langsung menyantap makanan yang ada didepannya
" Kau harus berobat kerumah sakit untuk membetulkan otakmu
Arya tidak memperdulikan Aditya ia masih berpikir untuk menyelamatkan Aditya dari Dimas yang terlihat sudah mulai mengganas
....
" Kau naiklah dulu , aku lupa membeli sesuatu
Arya berbohong kepada Aditya
" Baiklah aku akan melakukan meeting beberapa jam kedepan ponsel sengaja aku matikan jika nanti Ana menghubungi ku kay katakan aku sedang ada rapat penting
" Siap pak bos
Aditya menggeleng - gelengkan kepalanya
Seseorang lelaki bertubuh kecil dengan menggunakan kacamata bening menghampiri Arya
" Apa yang sudah kau temukan
" Aku masih menyuruh anak buahku untuk mengawasi mereka berdua
" Apa kau sudah mengecek semua mobil milik keluarga Aditya
" Tentu saja semua beres ia bahkan juga membuat mobil yang sering kau bawa itu remnya blong
" Aku tak menyangka dia bisa berbuat begitu
" Menurut sumber terpercaya Amanda beberapa hari kedepan akan berusaha untuk membuat sesuatu yang menyakitkan kepada Ana
" Tapi tenang saja aku akan melakukan yang terbaik untukmu
" Bagaimana keadaan mama di sana ?
" Ia baik - baik saja berdoa sajalah semoga mama bisa cepat membaik kau tetaplah bekerja disini seperti papa dulu bekerja dengan neneknya Aditya
Sepertinya orang suruhan Arya ini sangat akrab dengannya dan mengerti seluk beluk siapa dia sebenarnya
__ADS_1
" Aku mempercayakan tugas ini semua padamu berhati - hatilah dengan Amanda dia adalah perempuan licik yang berbahaya
Lelaki bertubuh kecil itu lalu pergi