
Semakin jauh perjalanan mereka memasuki kedalam hutan , ranting pohon mulai menjatuhi mobil yang ia tumpangi rasa khawatir tampak dari wajah Ana
" Kita mau kemana ,
Bertanya dengan Arya dan Aditya sama saja dengan bertanya pada sebatang pohon , mereka tidak bersuara dan mengabaikan Ana yang terbaring kelelahan
" Sebaiknya kau jangan banyak tanya ,
Ana berpikir dengan keras ucapan yang keluar dari mulut Aditya membuatnya sedikit agak kesal , ia menatap langit - langit mobil lalu mengeluarkan kepalanya di jendela mobil yang terdengar hanya suara binatang penghuni hutan , Ana sedikit terhibur dengan kelakuan beberapa ekor monyet yang bergelantungan dipepohonan mereka mungkin sedikit heran melihat mobil besar yang menyelusuri hutan
Sampailah mereka disebuah tempat pertambangan didalam hutan ,
Tampak ada sebuah desa kecil didalamnya
penduduk desa tersebut masih sangat primitif dan memegang teguh tradisi , mereka menggunakan kain sarung sebagai bawahannya berlaku untuk laki - laki dan perempuan
Mereka bertiga baru pertama kali datang ketempat itu tapi sambutan ketua adat desa itu sangatlah baik kepada mereka terlebih Aditya
" Selamat datang didesa kami nak , apakah kau putra pak kusuma bratawijaya
Aditya menjabat tangannya sembari memperkenalkan Ana dan Arya
" Tentu saja sangat baik pak ,
perkenalkan ini istriku Ana dan ini temanku Arya
" Mari nak , bapak sudah menyiapkan tempat untuk kalian
mereka pergi mengikuti bapak yang sudah agak berumur itu
Desa itu tampak sepi pada malam hari hanya ada beberapa orang saja yang kelihatan
Arya berbisik ditelinga Aditya
" Tempat ini seram sekali Dit , gue takut
Aditya mengerlingkan matanya agar menyuruh Arya jangan banyak bicara
" Beristirahatlah nak , ada dua kamar disini
sebaiknya kalian segera mengganti pakaian kalian dengan sarung yang sudah disediakan
Arya menempel dengan Ana dan Aditya
" Gue tidur dekat kalian aja ya , nggak apa - apa gue dibawah
Aditya langsung memukulkan tangannya kebahu Arya .
" Enak aja noh , kamar loe
Aditya langsung masuk kekamar , dengan Ana yang masih heran dengan peraturan yang ada ditempat ini untunglah Ana adalah wanita yang cerdas ia paham betul dengan sebuah tradisi , untuk menghormati tempat orang laib dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung
beberapa bekal makanan diturunkan oleh Aditya
" Emangya kita lama ya disini Dit ,
" kenapa , mau pulang
jawaban Aditya terkesan cuek tegas pokoknya nyebelin lah untuk jawaban seorang suami yang istrinya sedang hamil
kring
kring
kring
ponsel Aditya berbunyi tentu saja meski mereka berada ditengah hutan tower signal tertancap dengan kuat disana di tengah desa
sebagai wujud kepedulian terhadap warga sekitar atas terbukanya tambang batu bara tersebut
__ADS_1
" Iya pa , aku sudah sampai disini pa , tenang saja ia bersamaku disini
oma ? iya
" Ana ini oma ingin berbicara padamu
Dengan muka masih kesal Ana mengambil ponsel dari tangan Aditya
Terdengar suara tangisan di ujung telpon
" Aana , suara oma tampak terbata - bata
" Oma apa kau mendengarku , apa kau baik - baik saja aku sangat merindukanmu
" Oma baik - baik saja ,
Suara mama Aditya terdengar
" Mama Oma kenapa ?
Ana merasa ada yang mereka sembunyikan tentang oma Rita
Dengan sigap Aditya kembali menarik ponsel miliknya ,
" Aditya kenapa kau matikan , aku masih ingin berbicara dengan oma kenapa oma belum pulang juga aku sangat merindukannya
Aditya menaruh tangannya dipipi Ana
" Kau tenang saja oma baik - baik saja
tak ada yang perlu kau pikirkan mengertilah
Aditya tersenyum kepada Ana
" Dit ,
" iya
Aditya mendekati Ana kembali sambil berdiri
" Apa lagi Ana ,
dengan penuh kelembutan
Ana menunjuk sesuatu
" Kau yakin akan keluar kamar dengan memakai celana dalam saja , sarungmu ketinggalan
Ana tertawa cekikian melihat tingkah suaminya itu mungkin karena ia kelelahan didalam mobil lagi belum lagi ia harus mengurus semua perusahaan didalam negeri seorang diri .
Diluar ruangan Arya sudah menggunakan sarung dengan corak harimau
ia bercermin
" Aku sangat tidak suka memakai sarung ini bentuknya saja menyeramkan seperti macan
tetapi Aditya tampak santai saja berada disini
Aditya berdiri di belakang Arya dengan tiba - tiba membuat ia terkejut
" Aditya kau mengagetkanku , apa kau sengaja ingin membuat ku mati muda
Arya mengelus dadanya
" Aku mau keluar apa kau mau ikut ,
Aditya membuka pintu dan beranjak keluar
Arya melihat kekiri dan kekanan lalu berlari kecil mengikuti Aditya
__ADS_1
" Dit , kau mau kemana lihatlah rumah - rumah penduduk disini sudah tertutup semua padahal baru jam 7 malam
Arya melihat rumah panggung yang berdiri disekitarnya sudah tertutup didesa ini sama sekali belum dialiri listrik sama sekali mereka dibantu oleh aliran listrik dari tambang batu bara tersebut dengan tenaga genset
penduduk disini sangat menghormati Aditya dan keluarganya yang terkenal sangat dermawan dan perduli terhadap nasib warga sekitar
cepatt masukkk
ambill senjata
kunci pintunyaa
jaga baik - baik wanita hamil
Serentak para lelaki berhamburan keluar dan berlarian
Aditya dan Arya merasa heran melihat para warga berlarian
begitu juga dengan para sesepuh dan ketua desa adat tersebut.
" Pak ada apa ini ?
Seoarang warga berhenti
" Ada salah seorang warga yang kurang waras pak lepas dari rumah ia selalu memasuki rumah - rumah yang dihuni oleh wanita hamil
Aditya dan Arya terdiam lalu
" Ana !!!
Aditya dan Arya berlari kerumah dan mencari Ana
mereka menemukan pintu rumah sudah terbuka dengan keadaan rumah yang sudah berantakan
" Dimana Ana ,
Aditya terlihat begitu panik , ia mencari Ana kesana kemari tapi tidak ketemu
Aditya berlari kerumah ketua Adat
" Pak tolong saya mencari istri saya , dia tidak ada di kamarnya
Kepala Adat tersebut terlihat sangat panik ,
" Apakah istri anda sedang hamil nak,
" Iya pak baru beberapa minggu
Kepala Adat tersebut langsung meniup terompet tanda bahaya semua warga datang kedepan rumahny
" Kita malam ini akan mencari istri dari nak Aditya kita akan mempertaruhkan nyawa kita untuk menyelamatkan istri beliau yang sedang hamil
Aditya tampak sangat panik wajahnya kelihatan sangat pucat sekali
"Aku menyesal membawanya kemari
aku telah membahayakan nyawa anak dan istriku
Arya menenangkan Aditya dengan memberikan minuman , ia membanting gelas tersebut kelantai hingga pecah, Arya sangat paham dengan sikap Aditya jika ia sedang kesal marah dan sedih
" Aku ingin ikut mencarinya ,
Aditya berdiri dan memegang sebilah kayu lalu mengikuti para warga yang sedang mencari Ana dan orang yang tak waras itu
Arya bertanya pada sesepuh desa itu siapa sebenarnya perempuan tidak waras itu
" Ia dulu adalah kembang didesa ini , sebenarnya ia adalah mantan anak kades dahulu
Ia sempat kuliah dijakarta dan menjalin hubungan yang lama.dengan salah satu kepala staf diperusahaan nak Aditya
__ADS_1
mereka sempat akan menikah tetapi tidak jadi karena lelaki itu menuding jika ia sedang mengandung anak orang lain