
" Maap pak tangan anda bisa menjauh
masih dengan suara yang sangat lembut
" Suara mu saja sangat lembut dan menggoda
Siska dari kejauhan masih memantau
" Apa mereka berdua jangan -jangan
Tampak Arjuna terus bergeser dari tempat duduk panjang tersebut dengan gerakan perlahan dan menggeser kakinya hingga membuat ia terjatuh dari kursi
Siska yang melihat buru - buru menghampiri Arjuna , untung saja suster memanggil Arjuna untuk segera masuk keruangan terapi tersebut dengan dipegangi oleh Siska dan Arjuna
Lelaki itu masih mengedipkan matanya dan memainkan lidahnya membuag Arjuna terkejut dan mengurut dadanya
" Astagfrullah
Siska masih menunggu Arjuna di ruangan terapis sesekali Siska menoleh kearah Arjuna sambil memainkan ponsel di tangannya
" Lama sekali aku sungguh bosan
Arjuna menahan rasa sakitnya saat terapi ia berusaha agar bisa cepat berjalan
.......
" Oma
Ana memanggil oma Rita yang sudah menunggunya sejak tadi di ruang keluarga wajahnya sangat berbinar saat Ana menemuinya
" Oma sangat kangen sekali dengan mu cucuku
" Ana juga oma sangat kangen
Ana memeluk oma Rita
" Duduklah sayang
Ana masih bergelantungan memeluk oma Rita tak berapa lama terdengar suara langkah kaki masuk kedalam rumah
" Aditya sayang
Oma Rita memeluk Aditya yang baru datang
"Oma juga menyuruh istriku kemari rupanya
Aditya mengecup kening Ana di depan oma Rita
" Ayo kalian duduklah oma memanggil kalian ada maksud dan tujuan salah satunya agar kalian bisa menjenguk adik sepupu oma yang tinggal di pedesaan ia tinggal bersama anak dan menantunya hidupnya sangat sederhana dan bergantung dengan hasil pertanian oma tidak mungkin kesana karena perjalanan kesana sungguh menyita waktu oma harap kalian mau datang menjenguk mereka sebagai pengganti oma bagaimana ?
Ana tentu saja bahagia karena akan piknik keluar kota kebetulan beberapa hari kedepan adalah libur nasional
" Tapi aku khawatir oma Ana lagi hamil bagaimana kalau aku saja yang pergi
" Tidak bisa aku harus ikut lagian aku kan juga ingin berkenalan dengan adik sepupu oma yang di pedesaan
Aditya sebenarnya tidak mau mengizinkan tetapi Ana merengek memaksa ia tak tega meninggalkan Ana sendirian
" Baiklah kau ikut sayang ..
Ana meloncat - loncat kegirangan sampai - sampai oma Rita harus menenangkan Ana
__ADS_1
" Sayang kau jangan melompat seperti itu ingag kandunganmu
Ana langsung berhenti melompat dan memegang perutnya " Maafkan aku sayang
.......
Siska sampai di rumah, dengan wajah kelelahan . di dalam mobil tadi ia masih tertawa cekikan melihat Arya dengan baju ketatnya yang pusatnya kelihatan memang Siska sama sekali tak berniat untuk membelikan baju untuk Arjuna
"Aku pulang
Tampak Arjuna sudah lumayan bisa berjalan sendiri Siska sengaja berjalan meninggalkannya di belakang maminya tampak berlari mengejar Arjuna yang tertatih berjalan sendirian
" Arjuna sini mami bantuin
Siska langsung masuk kedalam kamar
" Aku sungguh lelah sekali
arghhhhhh
Dia memejamkan matanya lalu terdengar sayup - sayup suara ponselnya berdering
" Siska ayo angkat telponnya,
" Aku kembali kekantor dulu ya sayang
Aditya mengecup Ana dan mengelus perut istrinya itu
Lalu Ana berpamitan dengan oma Rita untuk pulang kerumah
" Hati - hati sayang nanti sampaikan salam ku pada sepupu ku di desa ya kalian akan nyaman berada di sana
" Iya Oma
Siska terbangun dan memeriksa ponselnya 20 panggilan tak terjawab Ana
" Hah dia menelpon ku sebanyak ini
Dengan cepat Siska menghubungi Ana
" Halo Ana
"Kau kemana saja sih , susah sekali di hubungi
"Maaf sahabatkuh , kau kan tau aku seharian ini kemana
Siska menghela nafas panjang
" Aku mau mengajakmu menemaniku liburan tanggal merah ini tadi oma menyuruhku untuk menjenguk saudaranya di kampung jika kau mau ikut bersamaku bersiaplah besok pagi kita akan berangkat
Terdengar suara Siska berteriak " Aku mau sekali tentu saja aku ikut dengan mu
" Baiklah kau bersiaplah
Siska keluar kamar dengan wajah yang sumringah " Mami besok Siska mau pergi liburan dengan Ana
" Dengan Ana lalu Arjuna bagaimana
" Arjuna kan lagi sakit kakinya mi aku tak mungkin bisa mengajaknya pergi
" Kapan kau akan pulang
__ADS_1
" Paling lusa mi ,
Maminya sangat percaya dengan Ana karena Ana memang terkenal anak baik - baik dan untung saja Dimas lagi berada di belanda ia tak mungkin bisa melarang Siska pergi liburan
" Rima kau bersiaplah aku akan menjemputmu
Siska menelpon Rima secara mendadak
" Kita mau kemana emangnya
" Kau mau ikut tidak ,tenang saja nanti aku akan meminta izin dengan orang tuamu
" Baiklah aku akan bersiap
........
Pagi ini cuaca sangat mendung sepertinya akan turun hujan Ana ,Siska dan Rima sudah berkumpul di depan rumah Ana mereka sudah siap untuk berangkat menggunakan tiga buah mobil Alfhard milik Aditya satu mobil pengawalan dan satu mobil husus untuk Ana , Rima ,Siska , Arya ,Aditya dan satu orang sopir karena dalam mobil itu tidak muat maka Arya memilih tidak satu mobil dengan mereka lagi pula ia sedang menjaga jarak dengan Siska
Perjalanan mereka melewati bukit - bukit yang indah melewati sungai bebatuan semakin lama perjalanan semakin terasa udara segar yang membuat otak semakin tenang mereka memutuskan untuk membuka kaca mobil
" Perjalanannya masih jauh ya sayang
" Kurang lebih dua jam lagi
" Wah tempat ini sungguh indah , ucap Rima yang memang tak pernah pergi kemanapun
"Aku sangat suka tempat ini
Arya membuka jendela mobil tapi sama sekali tak menoleh kepada Siska
Sawah - sawah membentang di kiri kanan jalan , tampak sapi bergerombolan di jalan namanya juga jalan pedesaan itulah ciri khasnya Rima asik mengeluarkan kepalanya di luar jendela tanpa ia sadari di depannya gerombolan kerbau sedang berjalan .
"Aduh sakit sekali
Rima memegang kepalanya yang terkena bokong kerbau yang sedang berjalan
Siska dan Ana tertawa geli
" Makanya kalau mau melihat pemandangan pastikan dulu kiri kanan
" Aduh sakit ,
Akhirnya mereka sampai juga di rumah yang berada di tengah sawah yang di belakangnya terdapat sungai bebatuan sunngguh pemandangan yang sangat indah Siska dan Rima sudah berlari kebelakang rumah melihat indahnya pemandangan
"Sungguh indah sekali pemandangan di sini
Aditya langsung mengetuk pintu keluarlah seorang lelaki dan perempuan paruh baya dia langsung memeluk Aditya sambutannya sangat ramah
Satu buah Mobil yang membawa oleh - oleh dan perlengkapan baju milik mereke segera di turunkan
" Aditya kau tampan sekali nak ayo msuk
"Paman ,Bibi mana nenek
"Dia ada di dalam sudah tidak bisa berdiri lagi
Ana pun ikut masuk kedalam " Nenek apa kabar
Perempuan yang sedang terbaring itu langsung duduk dari tempat duduknya seperti sudah lama sekali menunggu kedatangan Aditya " Aditya cucukuh benarkah kamu
Aditya langsung memeluk perempuan tua itu
__ADS_1
Ana sangat terkejut melihat wajah perempuan itu yang sangat mirip sekali dengan oma Rita