
Dimas pulang dari belanda karena cuma tiga hari ia berada disana
" Mami ... mami "
Dimas memanggil maminya,
yang tampak hanya Arjuna yang sudah mulai bisa berjalan tampa tongkat di kakinya
" Kak Dimas , mami lagi pergi sebentar "
ia duduk di kursi sambil memegang stik game ,siap dengan setoples cemilan di sampingnya
Jam menunjukkan pukul empat sore ,
" Aku tak melihat Siska kemana dia "
Belum sempat Arjuna menjawab Maminya langsung datang menghampirinya
" Dimas kau sudah pulang ? "
Ia begitu terkejut melihat penampilan maminya yang berubah drastis maminya yang biasa berpenampilan seksi dan terbuka kini mengenakan hijab tertutup
" Mami Are you sure ?"
Dimas menaikkan alisnya melihat penampilan maminya yang berubah drastis
" Apa aku terlihat jelek ?"
Maminya melihat wajahnya di cermin
" Tidak mami aku sangat menyukainya justru kau terlihat begitu cantik dengan penampilan barumu
Maminya langsung tersipu malu
" Mi , papi menitipkan salam padamu "
" Ya waalaikum salam !"
Mami papi Dimas menikah dengan banyak perbedaan Alan papi Dimas berdarah belanda kultur ,ras dan agama menajdi pemicu perceraian mereka sedangkan mami Siska berasal dari suku jawa
" Mi , aku tak melihat Siska apa dia belum pulang aku membelikannya banyak oleh - oleh"
Dengan santainya maminya menjawab
" Siska lagi berlibur keluar kota dengan
teman - temannya"
" Dengan teman kampusnya mi "
Dimas tampak mulai khawatir
" Tidak dia pergi bersama Ana dan Rima katanya mau menjenguk keluarga Aditya di desa "
Dimas terkejut dan langsung naik pitam karena ia tau Arya akan ikut bersama mereka
" Jadi mami membiarkan Siska pergi bersama mereka ! "
Wajah Dimas memerah menahan amarah tangannya sudah di kepalkan tampak ia sedang berusaha mengontrol emosinya di depan maminya
" Iya sayang lagian besok mereka sudah pulang dia hanya beberapa hari saja di sana "
__ADS_1
Maminya masih dengan santai menjawab meski wajah Dimas sudah berubah sangat marah
" Kau ini kenapa masa adikmu hanya pergi berlibur saja kau marah dia juga butuh refresing "
Untuk pertama kalinya maminya mendengar Dimas membentaknya
" Mami tau , dia pergi kesana bersama siapa?!
Maminya mengangguk " Tentu saja bersama Ana , Rima dan Aditya mami tau mereka semua anak baik - baik dan kita mengenal keluarganya , kau ini kenapa Dimas ? "
" Iya dan mami seharusnya memberi tahuku dulu bukankah kita sepakat menjodohkan Arjuna dengan Siska jika terjadi sesuatu pada Siska di sana bagaimana "
Arjuna hanya termangu mendengarkan pertengkaran antara Dimas dan maminya sebagai keturunan jawa yang bermartabat yang menjunjung tinggi tata krama Arjuna langsung masuk kedalam kamar karena tidak baik mendengarkan pembicaraan orang lain
" Kan mami sudah bilang ... "
Dimas langsung memotong pembicaraan
" Mami tau di sana juga ada Arya ! "
Dimas menghantamkan pukulan kedinding
Maminya terkejut ia tau dari Dimas dan pernah bertemu dengan Arya di klub malam bersama para gadis - gadis yang tidak jelas
" Mami tau kan Arya sekarang bekerja dengan Aditya dan mami juga tau Arya menyukai Siska , dia itu lelaki tidak baik mi, sudah berapa banyak para gadis yang ia renggut kehormatannya dan ia tinggalkan begitu saja , Dimas bukannya tidak boleh Siska pergi tetapi masalahnya ada Arya
bersama mereka "
Wajah maminya tiba - tiba menjadi panik ia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Siska
" Nomornya tidak aktif "
Dimas sangat marah , " mami yakin dia memang pergi bersama Ana dan Aditya atau jangan - jangan ia hanya pergi berdua dengan Arya saja "
Dimas masuk kedalam kamar dan membanting pintu meninggalkan maminya seorang diri yang kini sedang bercucuran air mata
......
" Besok kita akan pulang ! "
" Ah padahal aku masih ingin berlama - lama tinggal disini "
" Ya sudah kalian berdua tinggallah disini aku dan Aditya akan kembali besok pagi "
" Disini tak ada signal ya ? "
Siska melihat ponselnya
" Kenapa apa kau sudah kangen ingin bertemu kang mas Arjuna " , ha
Ana menggoda Siska
Arya yang keluar dari kamar mendengar obrolan mereka tampak raut wajahnya biasa saja padahal
Sakit sekali mendengar ada orang lain yang berada dekat dengan Siska aku sudah berusaha keras mengubur perasaan ku dalam
dalam tapi tetap saja perasaan ini semakin membesar
Arya mengeluarkan kepalanya kearah sungai bebatuan itu
" Santai saja lagian kak Dimas juga pasti belum pulang"
__ADS_1
" Ayo kalian semua turun kebawah makan malam sudah dihidangkan "
Mereka semua buru - buru turun kebawah
" Aaa masakan ini sungguh menggoda ayam bakar "
" Iya bibi sengaja memasaknya langsung di atas tungku biar semakin enak cita rasanya "
"Nenek mana bi ? "
" Seperti biasa dia dan pamanmu sudah isya akan pulang dari mesjid biasalah orang tua , ayo silahkan makan , makan yang banyak ya kalian "
Dengan lahapnya mereka memakan hidangan yang sudah di hidangkan di atas meja
" Setelah makan bibi sudah menyiapkan api unggun di tepi sungai lengkap dengan tenda besar sesuai permintaan keponakan tercinta "
"Uwah api anggun aku sangat suka " , ucap Rima
" Asalammualaikum "
Suara perempuan terdengar masuk kedalam rumah ,ya nenek baru pulang dari masjid desa rutinitas yang selalu ia lakukan setiap hari
" Kalian jadi pulang kekota besok pagi "
" Jadi nek ? "
" Ayo kita berpoto nanti sebagai kenang - kenangan kalian kesini menjengukku aku sudah tua aku tak tau kapan lagi aku bisa bertemu dengan kalian "
Aditya bergegas berdiri dan memapah neneknya duduk bersama mereka , paman mengeluarkan sebuah kamera yang langsung bisa mencetak poto
Aditya dan Ana berdiri di samping nenek tidak lupa Siska dan Arya berdiri di posisi sebelah kiri Rima seperti biasa meski ia sudah kurus tetap saja ia fokus menghabiskan semua makanan yang berada diatas meja ia mengatakan sayang ,mubazir sudah di bayar mahal - mahal tapi tidak di makan begitulah Rima dan akan selalu begitu
" Oke baiklah atur posisi , 1,2,3 "
Cekrek
" Sekali lagi "
Paman kembali memberi aba - aba muncullah empat buah poto mereka semua mendapatkan poto masing - masing
Siska segera berlari kekamar dan memasukkan poto tersebut kedalam tasnya tampak melihat hasil poto tersebut
"Ayo sekarang kita kebelakang rumah bibi " sudah menyiapkan tenda dan api unggun di belakang
" Ayo lah "
Siska berlari dengan cepat ia sudah tidak sabar ingin melihat api unggun
" Rima kau cepatlah menyusul "
" Iya aku tak mungkin meninggalkan semua makanan enak di atas meja ini "
" Sayang aku yakin kau sangat suka melihat kejutanku untukmu "
Ana merasa heran apa yang sebenarnya sudah di siapkan Aditya untuknya
"Ini tidak yang aneh - aneh kan "
Ana merasa trauma karena kejutan yang selalu di berikan Aditya terkadang tak terduga
" Tenang sayang kau jangan khawatir "
__ADS_1
Aditya memeluk Ana .