
" Oke baiklah " Aditya memberi tanda mengerti ia pun langsung mengajak Dimas masuk, kata - kata yang di ucapkan Arya barusan ternyata langsung menyerap di otak Aditya , ya Aditya baru menyadari jika Dimas tak seburuk yang ia kira cuma rasa cemburu pasti tetap ada
" Ehem Hallow tuan Aditya kau tak mengajakku masuk sama sekali sepertinya "
"Hentikan ocehanmu itu Arya ,cepatlah kau masuk kedalam dan temani aku kembali "
" Ya.. ya baiklah jika kau memaksa " Arya melenggang masuk kedalam rungan tersebut kali ini ia berlagak seperti boss besar
" Minggir cepat tuan Arya mau duduk "
Aditya menggelengkan kepalanya " Kau lihat Dimas ia selalu begitu , tapi kata -kata mu barusan bagus sekali ya, setidaknya membuat aku dapat berpikir dengan baik mengenai Dimas "
" Ya tentu saja didalam hidup ini sesuatu yang terdesak itu bisa membuat orang - orang mengeluarkan kata -kata bijak "
Arya tertawa geli
" Sudah la hentikan candaan kalian, cepat kau lihat kembali layar monitor "
Beberapa kru sedang memperhatikan layar monitor Arya pun berbisik pada Aditya " Kau lihat kita memang tak salah menyewa mereka, kau lihat dari tadi mata mereka tak berkedip sama sekali menatap layar monitor, coba kau lihat mereka memang profesional atau jangan -jangan sudah tak bernyawa lagi "
Arya terkekeh geli
"Dit., coba kau perhatikan Ana tampak kaku begitu, siapa yang menelponnya "
__ADS_1
"Paling juga Siska, kau lihat saja gerak bibirnya " Dimas menunjuk gerak bibir Ana di monitor
" Hei Dimas, cepat singkirkan tanganmu itu dari bibir Ana , lihatlah itu Aditya sudah sangat marah "
" Sudahlah bercandanya kalian ini tak bisa serius apa" Aditya memarahi Arya
Diluar Rima masih nampak mengobrol serius dengan Ana
" Apa Siska akan kemari "
" Sepertinya tidak " Jawab Rima perlahan
Ana tampak sangat lega karena Siska ternyata bisa juga di ajak bekerja sama
" Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya, ehem maksudnya apa kau akan kerumah Siska " Ana memperbaiki ucapannya ia takut jika Rima curiga ia telah mengetahui rencananya
Ana langsung kebingungan ia menoleh kekiri dan kekanan seperti sedang mencari seseorang
" Dit, cepat kau keluar Ana membutuhkanmu ,dan kau Dimas berpura - puralah kau baru datang "
Mereka bertiga pun bersiap untuk keluar dengan rencana yang sudah di susun
" Baiklah semoga kita berhasil "
__ADS_1
Dimas langsung berpura - pura baru datang sedangkan Aditya langsung menyusul Ana dan Rima
" Lakukan yang terbaik Brow demi kebaikann kita semua, aku akan memantau dari sini "
.......
"Sayang kau masih mengobrol disini , apa kau lupa dokter menyuruhmu untuk istirahat " Aditya bersikap sangat manis
" Tapi kan ada Rima disini sayang, " Ana mengahaluskan bahasanya agar Rima tidak tersinggung
" Oh tenang saja kak Adit aku akan segera pulang, Ana kau istirahatlah "
Rima berdiri dan berpamitan untuk pulang
Dimas yang dari tadi berada di luar langsung masuk kedalam rumah
" Dimas ,wah kebetulan sekali kau datang ya "
Aditya langsung menyambut Dimas begitu akrab sekali, Ana sempat curiga melihat keakraban keduanya, cuma ia langsung paham Dimas juga terlibat dalam rencana ini
" Iya aku sengaja mampir ingin melihat keadaan kalian, tapi aku langsung ingin pergi juga, mami tadi menelponku "
"Wah kebetulan sekali Rima mau pulang juga" Ana langsung mengambil alih obrolan
__ADS_1
" Ya sudah Rima sekalian aja biar aku antar"
Rima tampak kebingungan dengan apa yang terjadi