Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 180


__ADS_3

" Oke baiklah " Aditya memberi tanda mengerti ia pun langsung mengajak Dimas masuk, kata - kata yang di ucapkan Arya barusan ternyata langsung menyerap di otak Aditya , ya Aditya baru menyadari jika Dimas tak seburuk yang ia kira cuma rasa cemburu pasti tetap ada


" Ehem Hallow tuan Aditya kau tak mengajakku masuk sama sekali sepertinya "


"Hentikan ocehanmu itu Arya ,cepatlah kau masuk kedalam dan temani aku kembali "


" Ya.. ya baiklah jika kau memaksa " Arya melenggang masuk kedalam rungan tersebut kali ini ia berlagak seperti boss besar


" Minggir cepat tuan Arya mau duduk "


Aditya menggelengkan kepalanya " Kau lihat Dimas ia selalu begitu , tapi kata -kata mu barusan bagus sekali ya, setidaknya membuat aku dapat berpikir dengan baik mengenai Dimas "


" Ya tentu saja didalam hidup ini sesuatu yang terdesak itu bisa membuat orang - orang mengeluarkan kata -kata bijak "


Arya tertawa geli


" Sudah la hentikan candaan kalian, cepat kau lihat kembali layar monitor "


Beberapa kru sedang memperhatikan layar monitor Arya pun berbisik pada Aditya " Kau lihat kita memang tak salah menyewa mereka, kau lihat dari tadi mata mereka tak berkedip sama sekali menatap layar monitor, coba kau lihat mereka memang profesional atau jangan -jangan sudah tak bernyawa lagi "


Arya terkekeh geli


"Dit., coba kau perhatikan Ana tampak kaku begitu, siapa yang menelponnya "

__ADS_1


"Paling juga Siska, kau lihat saja gerak bibirnya " Dimas menunjuk gerak bibir Ana di monitor


" Hei Dimas, cepat singkirkan tanganmu itu dari bibir Ana , lihatlah itu Aditya sudah sangat marah "


" Sudahlah bercandanya kalian ini tak bisa serius apa" Aditya memarahi Arya


Diluar Rima masih nampak mengobrol serius dengan Ana


" Apa Siska akan kemari "


" Sepertinya tidak " Jawab Rima perlahan


Ana tampak sangat lega karena Siska ternyata bisa juga di ajak bekerja sama


" Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya, ehem maksudnya apa kau akan kerumah Siska " Ana memperbaiki ucapannya ia takut jika Rima curiga ia telah mengetahui rencananya


Ana langsung kebingungan ia menoleh kekiri dan kekanan seperti sedang mencari seseorang


" Dit, cepat kau keluar Ana membutuhkanmu ,dan kau Dimas berpura - puralah kau baru datang "


Mereka bertiga pun bersiap untuk keluar dengan rencana yang sudah di susun


" Baiklah semoga kita berhasil "

__ADS_1


Dimas langsung berpura - pura baru datang sedangkan Aditya langsung menyusul Ana dan Rima


" Lakukan yang terbaik Brow demi kebaikann kita semua, aku akan memantau dari sini "


.......


"Sayang kau masih mengobrol disini , apa kau lupa dokter menyuruhmu untuk istirahat " Aditya bersikap sangat manis


" Tapi kan ada Rima disini sayang, " Ana mengahaluskan bahasanya agar Rima tidak tersinggung


" Oh tenang saja kak Adit aku akan segera pulang, Ana kau istirahatlah "


Rima berdiri dan berpamitan untuk pulang


Dimas yang dari tadi berada di luar langsung masuk kedalam rumah


" Dimas ,wah kebetulan sekali kau datang ya "


Aditya langsung menyambut Dimas begitu akrab sekali, Ana sempat curiga melihat keakraban keduanya, cuma ia langsung paham Dimas juga terlibat dalam rencana ini


" Iya aku sengaja mampir ingin melihat keadaan kalian, tapi aku langsung ingin pergi juga, mami tadi menelponku "


"Wah kebetulan sekali Rima mau pulang juga" Ana langsung mengambil alih obrolan

__ADS_1


" Ya sudah Rima sekalian aja biar aku antar"


Rima tampak kebingungan dengan apa yang terjadi


__ADS_2