Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 115


__ADS_3

Dimas meneteskan air matanya rasa sesal tampak jelas di matanya ia harus kehilangan rasa sayang Siska adiknya yang kedua melukai perasaan Arya sahabatnya


Ia lupa jika tak ada manusia yang sempurna


" Maaf " Itulah kata yang terucap dari bibir Dimas ia mengemudikan mobilnya keliling kota dan melihat sebuah mobil yang tidak asing di pinggir jalan .


Dimas menurunkan kaca jendela mobil dan benar sekali perempuan dan laki - laki yang berhenti di pinggir jalan adalah orang yang sangat ia kenal


" Mami dan pak kumis? "


Dimas melihat dari kejauhan tampak maminya begitu bahagia tertawa ceria meski hanya duduk makan di pinggir jalan


" Ah biarkan sajalah tidak terlalu penting mungkin mami sedang ada urusan kemarin mami juga menyuruhku untuk mencari tukang rumput bisa jadi ia menyuruh pak kumis "


Kembali melajukan mobil


Setelah bosan berkeliling Dimas memutuskan untuk mampir di sebuah restoran ia duduk untuk memesan makanan


matanya tertuju dengan sekelompok orang yang berdiri bergerombolan


" sayang ini keras sekali "


Aditya menggigit tulang dengan giginya


" Aku ingin sekali memakan isi didalam tulang itu bagaimana pun caranya kau harus mengambil dengan menggunakan gigimu "


Ana tampak kecewa


" Iya tapi ini sulit sekali "


Memegang tulang dengan kedua tangannya


"Kalian ada yang bisa membantuku " Memberikan tulang tersebut kepada para bodyguard yang berdiri


"Aditt anak mu di dalam perutku menginginkan kau yang mengigitnya "


" Merepotkan saja, baiklah "


Aditya mengigit tulang sapi besar yang berada di tangannya


Susah sekali bagaimana mungkin aku bisa mengambil isi dalam tulang sebesar ini menggunakan gigi, uh ada - ada saja permintaannya


Dimas menghampiri Aditya dan Ana lagian dia juga tak mau makan sendirian di meja


" Hai kalian di sini boleh aku bergabung "


Para pengawal langsung berjalan mundur 1


Wajah Aditya tampak tidak setuju jika Dimas bergabung ya meskipun mereka sudah berbaikan tetap saja Aditya merasa Dimas adalah saingannya dia masih sangat cemburu


" Duduklah kak Dimas " Ana mempersilahkan Dimas duduk .


" Duduk disampingku saja , aku mau duduk di sana " Aditya pindah duduk di sebelah kiri Ana sehingga membuat Dimas berpindah kesebelah kanan Ana


" Baiklah aku duduk di sini saja " Aditya melihat posisi Dimas masih berada di sebelah Ana


Apa maksudnya duduk di sebelah Ana apa dia masih ingin menarik perhatian Ana.

__ADS_1


"Dimas kau duduk di sebelahku saja " Aditya berbicara dengan tersenyum padahal ia sedang kesal


Dimas kembali berdiri dan memindahkan kursinya " Baiklah "


posisinya sekarang Dimas tepat berhadapan dengan Ana


Sial apa - apaan posisi duduk Dimas justru semakin menantang saja dia tepat berada di depan Ana


" Aduh sudah - sudah kalian ini bisa membuat aku menjadi mual dari tadi sibuk pindah tempat duduk saja sudah seperti murid taman kanak - kanak saja membuat selera makan ku hilang saja "


Ana tampak kesal


" Jadi kau tidak perlu aku mengambilkan isi dari tulang ini " Aditya tampak bahagia


" Ya sudah jika kau tak mau mengambilkannya kak Dimas saja yang mengambilkannya "


Dengan cepat Aditya mengambil kembali tulang sapi tersebut " Ehh biar aku saja, walaupun gigi ku harus patah tak apa biar anakku melihat perjuangan papanya "


Dimas hanya tertawa saja melihat tingkah mereka " kalian sudah makan "


"Iya kak kami "


Aditya langsung memotong pembicaraan


" Kau tidak lihat aku sedang memegang sebuah tulang besar "


Dimas menggelengkan kepalanya sepertinya dia harus pergi saja dari tempat ini karena Aditya dan Ana sepertinya sedang tidak mau di ganggu


" Aku pergi duluan ya, "


Dimas berdiri


"Ya sebaiknya memang dari tadi kau pergi menganggu saja " Aditya berbicara sambil tersenyum


"Aditya jaga bicaramu " Ana menginjak kaki Aditya


" Aku duluan ya "


"Daghhhh " Aditya akhirnya dapat membuka tulang sapi tersebut meski dengan bersusah payah


" Ana ini sudah terbuka " Memberikan tulang tersebut kepada Ana


Ana berdiri dan ingin pulang " Aku sudah tidak bernafsu lagi memakan tulang itu, aku melihat kau menggigitnya seperti seekor anji*g aku merasa jijik "


" Untung saja kau sedang hamil Anastasya kau tidak melihat usahaku menggigitnya gigiku hampir patah tapi kau malah seenaknya " Aditya berdiri dan mengarahkan tangannya untuk mencekik Ana


Ana berbalik dengan cepat Aditya berpura - pura sedang mengelap tangannya lalu memberikan senyum terbaik " Iya sayang terserah kau saja "


Ana menarik tangan Aditya " Ayo pulang aku sudah mengantuk "


:" Oaaaaaaa pelan - pelan sayang "


Didalam mobil Ana bersikap sangat manja erbeda sekali dengan sikapnya seperti biasa ia terlihat begitu agresif " Sayang muuah "


******* bibir Aditya didalam mobil


Aditya terkejut melihat sikap istrinya saat Ana ******* bibirnya mata Aditya terbelalak tanpa balasan apapun ia merasa sangat beran mendapatkan perlakuan aneh dari istrinya itu

__ADS_1


memegang bibirnya


Apa yang sedang ia lakukan padaku


kenapa dia menjadi tak tahu malu begini sih menciumku di dalam mobil sedangkan banyak orang di mobil


Ana masih memeluk Aditya dan membaringkan kepalanya di bahu Aditya lalu menciumi tangan Aditya


Aditya mengambil tangannya lalu menaruh kekening Ana


Tidak, dia tidak sedang sakit tapi kenapa kelakuannya aneh sekali


apa dia sedang kesurupan


Mendadak merinding , Aditya seperti ketakutan karena sikap agresif Ana padanya biasanya Aditya yang selalu bersikap seperti itu tapi sekarang malah sebaliknya


"Awwwww "


Aditya kaget sekaligus merinding karena Ana meremas jagoan kecilnya


"Ini sudah diluar akal sehat kenapa dia melakukan ini padaku "


Aditya memejamkan matanya bukan sedang menikmati mendadak tegangannya menurun dan seperti tak bertenaga ia sedang ketakutan melihat perubahan sifat istrinya


" Tuan kita sudah sampai "


Aditya membuka matanya Ana ternyata sudah turun dari mobil


" Mana istriku " Aditya mencari kemana Ana


" Nona sudah turun dari tadi "


Aditya langsung turun tetapi ia tidak buru - buru masuk kedalam rumah ia mengambil ponselnya


"Haloo sepupu " Terdengar tawa renyah menjawab telpon dari Aditya


" Iya sepupu ini berbahaya sekali sepupu


mengenai istriku sepupu "


wajah Aditya tampak panik dan nafasnya tak beraturan


"Bahaya bagaimana sepupu coba kau tenangkan dirimu dan berbicaralah perlahan, tarik nafasmu dan keluarkan "


Aditya mengikuti instruksi sepupu nya tersebut " Baik jika sudah mulailah kau bercerita "


" Begini sepupu istriku Ana bersikap sangat aneh ,ia tiba - tiba mencium dan memelukku bersikap sangat agresif sepupu "


Terdengar tawa kembali pecah di ujung telpon " hahaha bukankah bagus sepupu, terus masalahnya dimana "


Aditya tampak gerasa gerusuk, menggaruk kepalanya " Masalahnya dia tak pernah seperti itu selalu aku yang memulainya "


Aditya berbicara berbisik karena malu jika terdengar para pelayan di rumahnya


Plukk


" Tunggu sebentar " Seorang menepuk pundaknya dari belakang

__ADS_1


Pluk


" Apa sih " Aditya berbalik dan melihat Ana sudah berdiri di belakang dengan berkacak pinggang


__ADS_2