Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 69


__ADS_3

Apa dia akan terus - terusan menempel seperti itu?


Dua orang perempuan memandangi Aditya dan Ana dari dalam mobil


" Apa rencanamu selanjutnya


" Lihat saja aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi dikampus


mereka berdua tersenyum sinis


" Kalian belum mau pulang ?


Kedua orang tua Aditya menghampiri mereka berdua


" Iya ma, Ana mau pulang


Aditya melirik kearah Ana


" Baiklah ayo kita pulang menggandeng Ana dan membawanya kemobil


" Mama dan papa nggak ngajak oma ?


" Ah apa mama lupa bercerita , jika oma kalian sibuk mengunjungi beberapa negara dengan mbok mita kepala urusan rumah tangga kita


" Aku ingin bersama oma ?


" Kau mau sayang , baiklah kapan - kapan mama akan mengajakmu


" Mama baik sekali


Ana memeluk ibu mertuanya itu


Aditya tampak agak kesal karena mama papanya berencana mengajak istrinya itu jalan - jalan tanpa izin darinya


" Baiklah sayang mama dan papa mau berangkat dulu ya sore ini ada janji mau ke medan ketemu klien


Ana menyalami kedua mertuanya yang sangat baik itu


Aditya menatap Ana


" Kita pulang sekarang


" Iya aku capek , ucap Ana manja


Membuka pintu mobil lalu menyuru Ana masuk kedalamnya


" Kau mau ikut oma mama jalan - jalan tanpa aku


Ana heran dengan pertanyaan Aditya


" Emangnya kenapa , aku kan pergi sama mama dan papa


" Pokoknya tidak boleh pergi kemana - mana


tanpa aku titik


" Alasannya apa


" Ya tidak ada alasan kalau aku bilang tidak ya tidak boleh


Menahan amarahnya


Bagaimana mungkin kau pergi tanpa aku sedangkan aku tak melihat mu sebentar saja aku sudah merasa tak bisa bernafas apa lagi kau akan pergi bersenang - senang tanpa aku


bisa - bisa jantung ini berhenti berdetak


Mereka pun sampai di rumah, Ana kelihatan lelah sekali hari ini , di tambah lagi ia harus berkeliling menggunakan motor yang beralaskan tempat duduk dari mutiara yang menusuk bokong Ana


Ana mengelus bokongnya dan melihat kearah kaca


" Merah semua , ini semua ulah Aditya


Ana meringis menahan kesal


Aditya yang keluar dari kamar mandi melihat ulah istrinya yang sedang menggunakan handuk itu

__ADS_1


Aditya merasakan ada sesuatu yang berdiri tegak tapi bukan keadilan , ada yang bertegangan tinggi tapi bukan listrik entah itu apa rasanya sudah berada di ubun - ubun


Ana masih tak menyadari jika Aditya sedang bertegangan tinggi karena ulahnya memperhatikan bokongnya di depan cermin


Aditya langsung memeluk Ana dari belakang dan mencium tengkuknya


"Aditya apa - apaan sih ini masih sore kau ini


" Aku tidak perduli kau memancingku duluan


" Aduh aku ini mau mandi , lepaskan aku


Arya mencari Aditya


" Mungkin ia di atas , berkas ini harus diserahkan malam ini sebelum mereka berangkat besok pagi


" Baik pak , saya akan meminta tanda tangan tuan Aditya


Arya mematikan ponselnya


" Aditya lepaskan


Pintu kamar Aditya dan Ana terbuka sedikit


Arya hendak mengetuk pintu


" Ah sial , mereka melakukannya sore hari aduh sampai lupa menutup pintu Aditya kau ceroboh sekali


Masih berdiri di depan pintu dengan berkas ditangannya


Ana menoleh kearah pintu dan terkejut melihat Arya sedang berdiri di depan pintu


" Arya


Ana menjerit kaget , Aditya pun tampak syok melihat Arya sudah berdiri didepan pintu


Ana buru - buru berlari ke kamar mandi


Aditya yang masih menggunakan handuk cepat - cepat membetulkannya


Arya menahan tawanya ia tak menyangka jika teman baiknya itu bisa seganas itu


Menyodorkan berkas


Aditya terlihat salah tingkah


" Lain kali pintunya di tutup rapat brow bisa bintitan gue


" Loe pikir abis ngintipin gue boker , sialan


" Hahaha becanda woy jangan di anggap serius , ah si bapak bawaannya sensi mulu


sorry deh tau lah yang lagi nanggung


" Sialann , Aditya memukul Arya tapi tak kena karena Arya sudah berlari turun kebawah karena akan menemui klien malam ini


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel milik Arya


" Amanda akan melakukan sesuatu besok pagi di kampus Ana sebaiknya kau berada di sana beserta para pengawal


" Baiklah kerja bagus , Amanda aku akan berada di kampus besok , lihat saja bagaimana kau akan malu dengan tingkahmu sendiri nanti


Ana keluar dari kamar mandi dengan wajah cemberut , ia melirik Aditya yang masih duduk diatas kasur masih dengan menggunakan handuk


" Kenapa wajahmu seperti itu


" kenapa emangnya ,


" Ingat ya seorang istri itu tugasnya harus menyejukkan hati suami , jika bertemu suami harus menunjukkan senyum semanis mungkin


Ana langsung dengan cepat tersenyum manis ia takut jika Aditya kembali mencari Amanda akan membuat ia semakin murka nantinya


" Sini kemarilah


" Tapi aku belum memakai bajuku

__ADS_1


" Apa kau sudah mulai membantahku


" Iya ada apa suamiku sayang


Ana tersenyum meski sedikit kesal ,ia tau jika Aditya sedang berusaha menggodanya bukan tidak mau tapi ini masih sore


Baiklah ini memang hakmu kapan pun suamimu menginginkanmu kamu harus siap memberikan haknya , atau jangan salahkan dia jika ia akan mencari kesenangan di luar sana ,


tidak ... aku tidak mau membayangkan hal yang tidak - tidak


......


" Apa aku memberi kabar Ana soal kepindahan ku


aku akan menelponnya saja


Ana masih berkutat dengan Aditya yang tidak kenal lelah itu


kring


kring


" Siapa yang menelpon , menggangu saja


Aditya berdiri dan mengambil ponsel Ana


" Ah temanmu ini menganggu saja


" Siapa , ucap Ana lemah


" Siska ,mmm


tiba - tiba terlintas ide gilanya untuk mengerjai Siska


Aditya menjawab telpon Siska lalu membiarkannya


" Ayo sayangku


Terdengar desahan Ana di ujung telpon


" Suara apa itu


Siska menempelkan telinganya di ponsel untuk memastikan suara yang ia dengar


Lalu...


" Astaga , mereka ceroboh sekali


Amit - amit aku mendengar dengan jelas


apa aku bisa kena bintitan karena mendengar suara itu..


Siska melihat jam dinding


" Jam 8 malam , syiittt mereka melakukan masih jam segini benar - benar gila


Buru - buru Siska mematikan ponselnya


......


" Bu , apa kabar ?


" Iya nak, ibu baik - baik aja bahkan sangat baik


" Bima berencana pulang bulan depan bu , Bima kangen dengan Ana apa dia memberikan kabar pada ibu


" Ah kau tak usah bertanya dia itu selalu mengunjungi ibu , ibu sangat beruntung sekali diberikan menantu seperti Aditya


dia sungguh memperharikan ayah dan ibu


" Baiklah kalau begitu bu , jangan beri tahu Ana Bima akan kembali biar jadi kejutan untuk Ana bu,


Bima menutup ponselnya lalu melihat sebuah poto yang yang terkirim di ponselnya dari seseorang yang tak dikenalnya poto Aditya dan seorang perempuan , tentu saja poto Amanda


Untunglah Bima seorang yang cerdas ia bukan type lelaki yang selalu menelan informasi mentah - mentah ia berencana menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi karena tak mungkin ada asap jika tak ada api

__ADS_1


" Aku akan mencari tau nanti , tunggu saja


__ADS_2