
Apa dia akan terus - terusan menempel seperti itu?
Dua orang perempuan memandangi Aditya dan Ana dari dalam mobil
" Apa rencanamu selanjutnya
" Lihat saja aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi dikampus
mereka berdua tersenyum sinis
" Kalian belum mau pulang ?
Kedua orang tua Aditya menghampiri mereka berdua
" Iya ma, Ana mau pulang
Aditya melirik kearah Ana
" Baiklah ayo kita pulang menggandeng Ana dan membawanya kemobil
" Mama dan papa nggak ngajak oma ?
" Ah apa mama lupa bercerita , jika oma kalian sibuk mengunjungi beberapa negara dengan mbok mita kepala urusan rumah tangga kita
" Aku ingin bersama oma ?
" Kau mau sayang , baiklah kapan - kapan mama akan mengajakmu
" Mama baik sekali
Ana memeluk ibu mertuanya itu
Aditya tampak agak kesal karena mama papanya berencana mengajak istrinya itu jalan - jalan tanpa izin darinya
" Baiklah sayang mama dan papa mau berangkat dulu ya sore ini ada janji mau ke medan ketemu klien
Ana menyalami kedua mertuanya yang sangat baik itu
Aditya menatap Ana
" Kita pulang sekarang
" Iya aku capek , ucap Ana manja
Membuka pintu mobil lalu menyuru Ana masuk kedalamnya
" Kau mau ikut oma mama jalan - jalan tanpa aku
Ana heran dengan pertanyaan Aditya
" Emangnya kenapa , aku kan pergi sama mama dan papa
" Pokoknya tidak boleh pergi kemana - mana
tanpa aku titik
" Alasannya apa
" Ya tidak ada alasan kalau aku bilang tidak ya tidak boleh
Menahan amarahnya
Bagaimana mungkin kau pergi tanpa aku sedangkan aku tak melihat mu sebentar saja aku sudah merasa tak bisa bernafas apa lagi kau akan pergi bersenang - senang tanpa aku
bisa - bisa jantung ini berhenti berdetak
Mereka pun sampai di rumah, Ana kelihatan lelah sekali hari ini , di tambah lagi ia harus berkeliling menggunakan motor yang beralaskan tempat duduk dari mutiara yang menusuk bokong Ana
Ana mengelus bokongnya dan melihat kearah kaca
" Merah semua , ini semua ulah Aditya
Ana meringis menahan kesal
Aditya yang keluar dari kamar mandi melihat ulah istrinya yang sedang menggunakan handuk itu
__ADS_1
Aditya merasakan ada sesuatu yang berdiri tegak tapi bukan keadilan , ada yang bertegangan tinggi tapi bukan listrik entah itu apa rasanya sudah berada di ubun - ubun
Ana masih tak menyadari jika Aditya sedang bertegangan tinggi karena ulahnya memperhatikan bokongnya di depan cermin
Aditya langsung memeluk Ana dari belakang dan mencium tengkuknya
"Aditya apa - apaan sih ini masih sore kau ini
" Aku tidak perduli kau memancingku duluan
" Aduh aku ini mau mandi , lepaskan aku
Arya mencari Aditya
" Mungkin ia di atas , berkas ini harus diserahkan malam ini sebelum mereka berangkat besok pagi
" Baik pak , saya akan meminta tanda tangan tuan Aditya
Arya mematikan ponselnya
" Aditya lepaskan
Pintu kamar Aditya dan Ana terbuka sedikit
Arya hendak mengetuk pintu
" Ah sial , mereka melakukannya sore hari aduh sampai lupa menutup pintu Aditya kau ceroboh sekali
Masih berdiri di depan pintu dengan berkas ditangannya
Ana menoleh kearah pintu dan terkejut melihat Arya sedang berdiri di depan pintu
" Arya
Ana menjerit kaget , Aditya pun tampak syok melihat Arya sudah berdiri didepan pintu
Ana buru - buru berlari ke kamar mandi
Aditya yang masih menggunakan handuk cepat - cepat membetulkannya
Arya menahan tawanya ia tak menyangka jika teman baiknya itu bisa seganas itu
Menyodorkan berkas
Aditya terlihat salah tingkah
" Lain kali pintunya di tutup rapat brow bisa bintitan gue
" Loe pikir abis ngintipin gue boker , sialan
" Hahaha becanda woy jangan di anggap serius , ah si bapak bawaannya sensi mulu
sorry deh tau lah yang lagi nanggung
" Sialann , Aditya memukul Arya tapi tak kena karena Arya sudah berlari turun kebawah karena akan menemui klien malam ini
Sebuah pesan masuk kedalam ponsel milik Arya
" Amanda akan melakukan sesuatu besok pagi di kampus Ana sebaiknya kau berada di sana beserta para pengawal
" Baiklah kerja bagus , Amanda aku akan berada di kampus besok , lihat saja bagaimana kau akan malu dengan tingkahmu sendiri nanti
Ana keluar dari kamar mandi dengan wajah cemberut , ia melirik Aditya yang masih duduk diatas kasur masih dengan menggunakan handuk
" Kenapa wajahmu seperti itu
" kenapa emangnya ,
" Ingat ya seorang istri itu tugasnya harus menyejukkan hati suami , jika bertemu suami harus menunjukkan senyum semanis mungkin
Ana langsung dengan cepat tersenyum manis ia takut jika Aditya kembali mencari Amanda akan membuat ia semakin murka nantinya
" Sini kemarilah
" Tapi aku belum memakai bajuku
__ADS_1
" Apa kau sudah mulai membantahku
" Iya ada apa suamiku sayang
Ana tersenyum meski sedikit kesal ,ia tau jika Aditya sedang berusaha menggodanya bukan tidak mau tapi ini masih sore
Baiklah ini memang hakmu kapan pun suamimu menginginkanmu kamu harus siap memberikan haknya , atau jangan salahkan dia jika ia akan mencari kesenangan di luar sana ,
tidak ... aku tidak mau membayangkan hal yang tidak - tidak
......
" Apa aku memberi kabar Ana soal kepindahan ku
aku akan menelponnya saja
Ana masih berkutat dengan Aditya yang tidak kenal lelah itu
kring
kring
" Siapa yang menelpon , menggangu saja
Aditya berdiri dan mengambil ponsel Ana
" Ah temanmu ini menganggu saja
" Siapa , ucap Ana lemah
" Siska ,mmm
tiba - tiba terlintas ide gilanya untuk mengerjai Siska
Aditya menjawab telpon Siska lalu membiarkannya
" Ayo sayangku
Terdengar desahan Ana di ujung telpon
" Suara apa itu
Siska menempelkan telinganya di ponsel untuk memastikan suara yang ia dengar
Lalu...
" Astaga , mereka ceroboh sekali
Amit - amit aku mendengar dengan jelas
apa aku bisa kena bintitan karena mendengar suara itu..
Siska melihat jam dinding
" Jam 8 malam , syiittt mereka melakukan masih jam segini benar - benar gila
Buru - buru Siska mematikan ponselnya
......
" Bu , apa kabar ?
" Iya nak, ibu baik - baik aja bahkan sangat baik
" Bima berencana pulang bulan depan bu , Bima kangen dengan Ana apa dia memberikan kabar pada ibu
" Ah kau tak usah bertanya dia itu selalu mengunjungi ibu , ibu sangat beruntung sekali diberikan menantu seperti Aditya
dia sungguh memperharikan ayah dan ibu
" Baiklah kalau begitu bu , jangan beri tahu Ana Bima akan kembali biar jadi kejutan untuk Ana bu,
Bima menutup ponselnya lalu melihat sebuah poto yang yang terkirim di ponselnya dari seseorang yang tak dikenalnya poto Aditya dan seorang perempuan , tentu saja poto Amanda
Untunglah Bima seorang yang cerdas ia bukan type lelaki yang selalu menelan informasi mentah - mentah ia berencana menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi karena tak mungkin ada asap jika tak ada api
__ADS_1
" Aku akan mencari tau nanti , tunggu saja