
Sore menjelang malam suasana di rumah Aditya sibuk sekali orang - orang menghiasi ruangan dan berbagai persiapan makanan di meja , makanan lezat sudah di hidangkan di setiap sudut meja ,bunga - bunga segar sudah memenuhi setiap sudut rumah benar - benar indah mewah dan elegan
ini untuk pertama kalinya Aditya dan Ana membuat acara di rumah mereka sendiri seluruh keluarga besar dan beberapa kerabat turut hadir di acara mereka
" Aku gendutan " , Ana melihat dirinya di cermin ia memakai gaun berwarna merah muda ,lalu ia memutar di depan cermin belum seperi badut sih , karena usia kandungan Ana masih menginjak tiga bulan cuma ukuran bra dan celana dalam sudah berubah agak membesar
" Kau selalu cantik , " Aditya mengecup tengkuk Ana dari belakang ia memakai jaz berwarna abu - abu dengan rambut nya yang disisir kebelakang benar - benar membuat Aditya semakin tampan di tambah lagi ia adalah seorang calon papa muda
" Jika aku gendut nanti apa aku akan kelihatan sangat jelek dan kau akan mencari
perempuan lain di luar sana"
Ana memajukan bibirnya dengan manja tetapi ia tak mau terlalu kelihatan cemburu karena nanti Aditya pasti akan marah padanya , Ana memegang perutnya ia seperti mimpi jika sekaranh ada makhluk kecil yang bersemayam diperutnya
" Memang ada perempuan yang seperti kamu di luar sana"
Aditya memeluk Ana dari belakang kebiasaan buruk Ana dan Aditya adalah pintu kamar selalu lupa mereka kunci
Dibawah tamu - tamu sudah mulai berdatangan ayah ibu Ana sudah berada di bawah termasuk mama dan papa Aditya
" Aditya dan Ana di mana ?
Maman ya bertanya kepada salah seorang pelayan
"Tuan dan nona masih di atas dan belum turun dari tadi nyonya
" Baiklah , kau teruskanlah perkerjaanmu aku akan memanggil mereka
Bergegas keatas " Kebiasaan sekali Aditya ini tamu sudah banyak dia belum turun juga
Mama Aditya langsung menerobos masuk lalu melihat Aditya asik memeluk Ana
"Ehem
Aditya masih memeluk Ana ia seolah tak perduli jika mamanya melihat ia dan Ana bermesraan toh memang mamanya yang menyuruhnya menikah dan memilihkan Ana untuk menjadi istrinya
"Aditya cepat lepaskan aku lihat mama di sana apa kau tak malu
menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Kenapa aku harus malu , ya kan ma
Mamanya menggeleng melihat kelakuan Aditya " Cepat kau lepaskan menantuku itu kalau tidak anakmu didalam perut menantuku itu akan sesak nafas jika di peluk terlalu erat"
Aditya langsung melepaskan pelukannya pada perut Ana " Lihat oma mu itu dia selalu memarahiku kenapa aku selalu salah di matanya
__ADS_1
Aditya langsung berlari memeluk mamanya
" Kalau begitu aku memeluk mama saja bolehkan ,
Mamanya mengelus pipi Aditya semenjak menikah dengan Ana perubahan sikap Aditya semakin besar kearah positif ia mengurus perusahaan dengan telaten di tambah lagi ia sekarang tak pernah lagi berkumpul tidak jelas di luaran sana
" Cepat lepaskan mama kau ini lihat Ana melihat mu ayolah sayang kau ini calon Ayah masa kau bersikap kekanakan seperti ini
Ana mendekati mama mertuanya lalu ikut memeluk mamanya
"Kalau begitu Ana juga mau memeluk mama bolehkan"
Mamanya sungguh bahagia , " Tentu saja sayang
"Di sini kalian rupanya
Suara yang sudah lama sekali tak di dengar oleh Ana tiba - tiba berada di depan pintu
" Oma Rita
Ana memeluk omanya dengan erat ia sangat rindu sekali sudah lama sekali ia tak bertemu oma Rita
" Kau tidak merindukanku
Oma Rita terlihat membuang mukanya kepada Ana
menunjuk keatas meja rias di kamarnya
"Padahal aku sudah bilang pada Ana jangan menaruh poto itu disana karena itu akan membuat nyamuk dan kecoa tak berani mendekat
Aditya menggoda omanya
" Kau ini anak nakal selalu membuatku kesal
Oma Rita menepuk pundak Aditya
Ana masih bergelantungan memeluk oma Rita , ia melihat oma Rita sekarang lebih fresf dan terlihat tegap tampa tongkat lagi untuk seseorang yang seusianya ia terlihat sangat sehat
" Oma seperti berumur 25 tahun saja
" Kau juga mau menggodaku awas ya
" Ayo cepat kita turun kebawah lihatlah tamu undangan sudah banyak di bawah
......
__ADS_1
" Kau mau kemana memakai gaun seperti itu Siska ?
Maminya bertanya didepan kamar Siska ia melihat Siska begitu cantik dengan gaun berwarna gold itu
" Mau pergi kerumah Ana mi , aku akan pergi bersama Rima ada acara di rumahnya
" Mau pulang jam berapa ?
" Jam 11 sudah di rumah mi
Arjuna duduk di kursi ruangan tengah sambil memegang stik ps semenjak kedatangan Arjuna di rumah Dimas seperti mendapatkan saudara lelaki di rumah ini , ia tak terlalu memperdulikan Siska biasanya ia selalu memohon agar Siska menemaninya bermain game , meski dengan kaki yang masih di perban, ia selalu bisa mengambil hati Dimas
" Sayangnya kau sedang keseleo kalau tidak Arjuna akan ikut bersamamu
" Sayang sekali ya mi , Siska berpura - pura prihatin
*Untung saja , kalau tidak pasti mami menyuruhku untuk membawamu keacara pesta ini , aku tidak bisa membayangkan kau akan memakai batik dan blangkon di acara itu semua orang akan melihat kearah kita dan Arya akan menertawakan selera ku
Kau tidak boleh berkata begitu Siska jika tak ada dia maka kau mungkin tak bisa pergi kepesta malam ini , biarkan sajalah aku tak perduli*
Terjadi tanya jawab di dalam hati Siska
" Dagh mami , kak Dimas selamat bermain"
untunglah Dimas sedang fokus bermain game jika ia tau Siska akan pergi kerumah Ana maka hatinya akan bertambah sakit , semenjak Ana hamil persahabatan antara Aditya , Arya dan Dimas semakin renggang di tambah lagi Dimas tau jika Arya sekarang bekerja dengan Dimas
" Aku akan menjemputmu ,kau sudah siapkan
Siska menelpon Rima
.....
Arya mondar mandir didepan pintu masuk antara senang dan sedih ia akan bertemu Siska malam ini ia sangat rapi memakai jas hitam dan dasi berwarna gold , memang agak norak tetapi ntah mengapa ia ingin memakai warna itu
" Aku harus berpura - pura tegar
meski ini sakit sekali
Dua orang perempuan turun dari mobil jantung Arya seperti mau melompat keluar saat ia melihat Siska begitu anggun dan cantiknya malam ini menggunakan gaun berwarna gols serasi dengan warna dasi miliknya lekuk tubuh Siska membuat Arya menelan air liurnya
" Aku tak yakin jika ia akan sembuh dalam beberapa hari ini , setidaknya aku akan bebas
Siska dan Rima masih membahas Arjuna
Siska melihat sosok lelaki tampan sedang berdiri di depan pintu lelaki yang sudah mematahkan hatinya malam tadi di rumah sakit , Siska melihat kearah Arya dan Arya pun menatap dengan tajam
__ADS_1
"Sial dia menatapku jantungku berbunyi begitu kencang apa dia mendengar suaranya
Arya berusaha santai