
Mereka berhenti berbicara saat seseorang menyuruh menutup mata Arya dan Ana
" Tutup mata mereka cepat !
" Tidakkk , apa yang ingin kalian lakukan lepaskan kami.
Ana dan Arya dibawa dengan menggunakan mata tertutup di sebuah tempat yang tidak mereka ketahui dimana
" Cepat kalian turun kebawah ,
" Basah , tempat apa ini . apa yang akan kalian perbuat denganku
" Tenanglah Ana , Aditya akan menyelamatkan kita sabarlah
" Diamlah kalian jika tidak ingin buaya - buaya tersebut memakan kalian
" Tarik perempuan itu keatas ,biarkan saja lelaki cerewet itu berendam bersama buaya
" Dimana Aditya ,
" Awwwwwwwwwwwwww
terikan suara Aditya terdengar begitu keras
" Adit....
Apa yang kalian lakukan padanya .. hentikan
" Lepaskam Aditya , suara Arya berteriak sambil memberontak dengan kencang
' Suruh buaya tersebut menggigit kaki pria itu
aku sudah muak mendengarnya dari tadi berteriak terus
" Sakitt hentikann kalian membuat darah ini semakin mengucur dari tanganku
" Adityaaaa....
Ana menangis tersedu - sedu
"Lihatlah perempuan itu menangis tersedu - sedu , apa dia istri tuan kaya itu
Kau benar mencintai dia ,
" Lepaskan ikatan mataku kalian semua penjahat yang tidak tau malu
" kalian !
" Hey nona coba kau jawab dulu Kau benar mencintai tuan Aditya ini atau tidak ?
" Awwwww sakitt darahnya semakin banyak ,
" Cepat kau jawab nona atau aku akan memotong tangan suamimu ini ,
lagian kau juga tak mencintainya lebih baik badannya aku potong - potong saja untuk memberi makan buaya itu
Ana menjerit sejadi - jadinya
"Tolong lepaskan suamiku , aku sedang mengandung anaknya
" Cepat kau ucapkan kata - kata terakhir sebelum ia kami potong - potong
Pptakkkkk
takk....
"Awwwww jangan kau potong tanganku
" Adityaaaaaa.. teriak Arya
Hey bunuh saja aku , aku ini lebih baik mati dari pada dia , istrinya lagi hamil dan dia harapan keluarga nya
" Memang nya kau ini siapanya dia ? Hanya temankan , huh sok sekali kau mau menjadi pahlawan ya ,
tak usah sok baik kau berteman dengan dia karena dia kaya kan
" Kaliann brengse* Aditya maafkan aku tak bisa menolongmu
" Aku sangat benci melihat drama ini , hey anak muda kau tak usah sok memikirkan nasib orang sedangkan untuk menyelamatkan nasibmu sendiri saja kau tak mampu lihat nyawamu itu sedang diujung tanduk cepatlah kau berdoa .
Seorang pria tinggi besar mendekati Ana
" Jadi dia ?
Huh hahahaha
" Bawa pria dalam air itu naik keatas , kita akan memberi mereka makan terlebih dahulu sebelum kita memberi kan mereka kepada buaya - buaya itu
" Cepat kalian makan ini ,
menyodorkan nasi didalam bungukusan
__ADS_1
" Apa kau pikir kami bisa makan dengan mata tertutup seperti ini ,
" Jangan banyak protes kalian berdua kalau tidak aku akan memotong kaki tuanmu itu
Ana masih menangis tersedu - sedu ,
" Cepat kau makan nasi ini,
" Aku tidak mau
menolak diberikan nasi itu
Suara Aditya terdengar perlahan dan semakin lirih ,
" Aku mohon makanlah kalian jika kau ingin menyelamatkanku
Pria bertubuh besar tersebut menyodorkan
makanan kepada Ana lalu melahap makanan itu sampai habia ia dan Arya terlihat begitu kelaparan meski dengan mata yang tertutup
" Minum obat ini cepat ,
" Obat apa ini
" Cepat jangan banyak tanya ,
Lelaki tersebut memaksa membuka mulut Ana dan memasukkan obat tersebut secara paksa
mau tidak mau Ana menelan obat tersebut
" Kalian tunggulah disini , aku akan membawa Aditya
" Adityaaaa , teriak Ana sambil menangis
mau kalian bawa kemana suamiku
" Berdoalah kalian karena sebentar lagi giliran kalian !!
Arya bersender kesebuah benda , yang ia sendiri tidak tau sebenarnya lagi dimana dan tempat seperti apa itu
" Ana perutku sakit sekali
Ana berhenti menangis mendengar suara kentut Arya yang sudah tak beraturan sepertinya ia sedang masuk angin
Prettttt....
brettt..
butt
Duarrr
" Maaf Ana sepertinya aku masuk angin ,
Masih dengan mata tertutup
Ana menutup hidungnya
" Dalam situasi seperti ini kau masih saja bisa mengeluarkan aroma sebusuk ini Arya
Suasana menjadi hening tidak terdengar suara apapun lagi , Ana menjadi heran
" Arya ..
Arya , apa kau masih berada didekatku
Arya akhirnya menyahut
" Iya aku masih disini,
" Bau apa ini seperti bau kotoran
uwekkks bau sekali
Byurr suara guyuran air terdengar disamping Ana ,
" Maafkan aku Ana perutku sakit sekali aku sudah tidak tahan lagi
" Kau buang air besar disampingku ,
kau segila itu Arya aku ingin muntah
" Hmm.. sudahlah kau juga tak mungkin bisa melihatku , lihatlah matamu itu tertutup
" Bagaimana caramu buang air besar , Ana masih bertanya
" Sudahlah kau tak perlu tau , cukup kau mencium aroma nya saja
" Hah apa yang harus kita lakukan ditempat ini Arya menunggu kematiankah ,
bagaimana nasib Aditya ditambah lagi bau busuk ini aku sudah tidak sanggup
__ADS_1
Suara langkah kaki terdengar masuk dengan suara seperti suara pesawat atau sejenis itulah terdengar memenuhi tempat itu
Seseorang melemparkan sesuatu kedalam air
jeburrr
byarrr
" Tolonggggg awwwwwww
Suara perempuan diceburkan kedalam Air seperti suara yang tidak asing ditelinga mereka
" Juwitaa apa itu kau , apa yang kalian lakukan padanya , cepat lepaskan dia
"Sayang sekali nona ia sudah dilahap dengan para buaya tersebut
Suara langkahan kaki mendekati mereka lalu berhenti tepat diantara mereka berdua
" Berdoalah sebentar lagi giliran kalian
" Ya , ya tentu saja aku sudah siap biarkan aku saja yang menjadi santapan buaya daging perempuan ini tidak enak
Ana terdengar sedang menangis ,
Lelaki tersebut menginjak sesuatu
"Apa ini , mengambil lalu menaruhnya di hidung
" Sial ini kotoran manusia siapa yang berani buang air besar disini
Arya tertawa
" Itu kotoranku kau lihat celanaku penuh dengan kotoran sebelum kalian melemparku kesana kalian harus membersihkan ku kekamar mandi dulu
Kalian membuat kami seperti patung tak berguna kau ikat kaki dan tanganku hingga kau tutup kedua mataku
Terdengar ia berlari dari kejauhan terdengar suaranya berteriak
" Aku beri kalian waktu 5 menit untuk mengeluarkan apapun yang ada didalam hatimu sebelum aku lempar kedalam sini
" Cepattt !!!!!
Ana membuka mulutnya dengan suara lirih dan airmata mengalir dipipinya
" Bisakah aku memeluk Aditya ,...
Tidak ada jawaban sama sekali dari mereka
" Baiklah ,
Ana menelan air liurnya
" Aditya ...
Aku tau jika pernikahan kita tak berasal dari sebuah cinta , aku tau kau masih sangat mencintai Amanda meski aku sedang hamil aku melihat dilaptop Amanda ada poto kau dan Amanda sedang berpelukan
Tetapi aku akan tetap berusaha untuk memenangkan hatimu dari Amanda ,
aaaku memang tak secantik Amanda , bukan perempuan hitz seperti yang kau suka
Aku berharap sebelum mengakhiri ini semua aku ingin kau tau bahwa aku sungguh mencintaimu
Tangis Ana kembali meledak
Lelaki itu kembali bersuara ,
" Sekarang giliranmu lelaki jorok
Arya meludah kesembarang arah
Cuihhh
Ana yang sedang menangis semakin menjerit
" Arya terkena muka ku
oaaaaaaaaaaaaa
Arya menegakkan badannya
" Aku hanya ingin kau bebaskan Ana dan Aditya , karena hidupku sudah tidak ada lagi yang harus diperjuangkan
orang tua sudah hancur berantakan
Cinta ? apalagi jauh sama sekali
" Heyy Siskaaa aku mencintaimu !!
Kedua lelaki tersebut tertawa terbahak - bahal mengejek mereka berdua
" Cepat lepaskan ikatan yang menutup mata mereka !!!
__ADS_1