
" ****** dia benar - benar kesakitan " Siska mulai cemas
" Sakit sekali " Arjuna masih merintih
Siska langsung membuka pintu mobil dan menghampiri Arjuna di depan
" Arjuna apa kau baik - baik saja "Siska memegang wajah Arjuna
Arjuna mengadah benar saja wajahnya tampak begitu merah, bukan karena sakit tapi karena sangat malu karena jarak wajah Siska begitu dekat dengan wajahnya Siska pun demikan terkejut karena tersadar jarak wajahnya begitu dekat bahkan sangat dekat ini pertama kalinya Siska berdekatan wajah dengan lelaki
" Sakitnya mulai memudar " Jantung Arjuna berdetak begitu cepat begitupun Siska
" Maafkan aku apa kau masih bisa membawa mobil " Siska merasa bersalah ia berpikir wajah Arjuna yang memerah karena menahan rasa sakit tetapi ia salah Arjuna yang dari awal memang sudah jatuh cinta dengan Siska merasakan debaran amat sangat dahsyat ia berusaha menutupi kegugupannya
"Kau saja aku tidak bisa " Kembali membohongi Siska ia takut jika ia membawa mobil Siska akan menatapnya itu akan lebih berbahaya lagi bisa membuat Arjuna nanti menabrak karena tidak fokus mengemudi
" Baiklah berikan padaku, kita mau kemana kerumah sakit atau kemana " Siska menekankan suaranya
" Pulang saja tak apa - apa aku bisa menahan sakit ini " Arjuna berusaha jika ia sedang baik - baik saja.
Didalam mobil Siska kembali mengoceh
Arjuna duduk tepat di samping kemudi mobil miliknya " Jangan menatapku seperti itu Arjuna kau tau kan aku sangat tidak suka di tatap seperti itu jika kau berani menatapku maka aku akan memukulmu lagi "
Siska mengarahkan tangannya kembali siap untuk memberi pukulan kedua
" Tidak jangan " Arjuna menutup wajahnya padahal sebenarnya ia begitu senang karena Siska meresponnya saja dia sangat bersyukur dari pada mereka hanya berdiam tanpa suara di dalam mobil
" Perut ku lapar bisakah kita berhenti makan sebentar " Arjuna mengajak Siska berhenti untuk makan
" Baiklah, tapi dengan satu syarat kau jangan memberi tau mami ataupun kak Dimas kalau aku memukulmu tadi "
Arjuna mengangguk tanda setuju , Siska menepikan mobilnya dan mereka masuk kedalam restoran
memang kalau di takdirkan untuk bertemu mau kemanapun mereka tetap akan bertemu
Arjuna melihat Dimas sedang duduk sendirian " Eh itu ada kak Dimas kita sebaiknya duduk bersamanya saja "
Mendadak rasa sakit Arjuna hilang dan ia yang tadi berjalan seperti orang sakit langsung berjalan tegap
__ADS_1
Arjuna memukul Dimas " Kak Dimas "
Dimas kaget dan menoleh kearah Arjuna
" Kalian ?! "
" Iya kak " Siska menggaruk kepalanya dan langsung duduk di meja, wajah Dimas tampak aneh
Beberapa pelayan datang untuk menghidangkan makanan
" Terimakasih, ternyata kakak sudah memesan makanan "
Siska yang juga sedang kelaparan langsung melahap makanan di depannya "
" Kak Dimas sendirian aja " belum sempat Dimas menjawab pertanyaan dari Arjuna
Arya muncul dari belakang
Arya terkejut karena di mejanya terlihat ada Siska dan Suaminya tentu saja Dimas merasa sangat tidak enak sedangkan tadi ia sengaja mengajak Arya untuk bertemunya di restoran ini agar bisa segegra mengurus berkas pengajuannya untuk bisa melanjutkab S2 di kampus mereka
Arya langsung duduk dan melihat Siska berada di sampingnya, mendadak selera makannya menjadi hilang padahal ia sangat kelaparan sekali
Dimas tampak sangat kaku dia tau betapa dalamnya cinta Arya dan Siska ia seperti tertampar saat melihat Arya, Siska dan Arjuna duduk berdampingan
" Ayo makan " Siska dan Arya berbicara serentak
Mereka berdua menyadari dan kembali mengelap keringat di keningnya
" Aku haus " Kembali berbicara dan mengambil jus jeruk dan memegang gelas yang sama kali ini tangan mereka saling menggenggam, membuat Siska dan Arya tak bisa melepaskan pegangan gelas tersebut mereka terdiam mematung sekarang giliran Dimas dan Arjuna yang kelihatan sangat tegang
Siska dan Arya saling menatap, Dimas juga tak bisa berbuat apa - apa tampak mereka berempat bermandikan keringat
Akhirnya Arjuna langsung mengambil langkah " Sini gelasnya biar aku yang pegang" Arjuna mengambil gelasnya
" Uh" Siska dan Arya kembali berucap serentak kembali , Dimas berpura - pura tidak terjadi apapun
" Aku pulang duluan kak Dimas.. ka.. k.. ka Arya " Siska terbata
Menarik tangan Arjuna lalu masuk kembali kedalam mobil
__ADS_1
Musik di restoran tepat sekali berbunyi lagu berbeda kasta di putar oleh pihak restoran seolah sedang mendukung suasana mereka
" Ayo makan Dimas " Arya langsung memasukkan makanan di mulutnya dengan sangat penuh sekali , sepertinya ia sengaja memasukkan seluruh makanan kedalam mulutnya untuk menutupi kegugupannya
Dimas pun tak kalah gugup terlebih rasa bersalah yang besar terhadap Arya dan Siska ia tak tau lagi harus berbuat apa
" Aku mendadak kenyang " Dimas tersenyum dan menampakkan giginya
Arya langsung menelan makanan yang ada di mulutnya sudah tidak bisa di kunyah lagi ntah itu enak atau tidak tapi yang pasti mau seenak apapun makanan yang ada di dalam mulut Arya, ia tak bisa merasakannnya karena benar - benar gugup
bayangkan saja baru saja Arya ingin mencoba melupakan Siska, luka yang masih teramat basah dan sangat baru
tetapi takdir seolah ingin bermain - main dengannya ia di harus bertemu Siska setiap hari dan lagi - lagi tadi ia untuk pertama kali menyentuh tangan Siska tepat di depan Arjuna dan Dimas
Bayangkan saja ujian cinta Arya bertubi - tubi ia diharuskan menghadapi ujian sekaligus baik itu, karier dan keluarga
" Bagaimana keadaan ayah dan ibumu Arya? "
Dimas mencoba membuka obrolan
" Mereka baik - baik saja " Arya berbicara dengan makanan yang masih penuh di mulutnya
" Maafkan aku selama ini baru tau keadaanmu semoga kau akan lebih kuat setelah ini, aku sangat bangga padamu "
Dimas menepuk Arya
Ya terimakasih untuk kebanggaanmu Dimas kau telah melengkapi penderitaanku
"Tentu saja Dimas tak masalah ini hal kecil bagiku kau tau lah aku bagaimana ha , santai"
Arya mengedipkan matanya
Apa masalah kecil ? Dimas kau buta apa kau tak melihat hatiku sekarang sedang berdarah - darah kau telah membuat aku hancur lebur dan sekarang kau mengungkapkan perasaan bangga padaku, itu tidak penting sama sekali kau paham tidak berguna sama sekali
Arya menghabiskan makanannya lalu mereka pergi dan kembali pulang kerumah masing - masing
" Aku duluan Dimas, terimakasih untuk traktirannya sering - sering ya "
Arya berlalu pergi menggunakan mobil milik Aditya
__ADS_1
Dimas melihat Arya berlalu " Maafkan aku Arya aku tau kau sedang tak baik - baik saja aku tau kau sedang hancur kau sedang berusaha menipu dunia tapi matamu tak bisa berbohong aku tau pasti rasanya sakit sekali maafkan aku kawan tapi pernikahan ini telah terjadi hanya takdir saja yang bisa menyatukan kau dan Siska karena Arjuna juga lelaki yang sangat baik "
Dimas menarik nafas panjang