
Untunglah Dimas tidak apa - apa ia hanya terjatuh dan lecet - lecet saja
kemarahan tampak dari wajah Aditya ia tak menyangka respon Ana begitu heboh saat melihat Dimas jatuh dari motor
" Alah cuma lecet aja ,
Ana menoleh kearah Aditya
" Kau ini keterlaluan Dit lihat Dimas ini temanmu benar - benar tak ada rasa empati sedikitpun
" Dia temanku tapi aku suamimu
Ana tak memperdulikan Aditya yang terus mengoceh
" Aku tidak apa - apa Ana , kemacetan terjadi karena Dimas terjatuh tepat ditengah jalan
Dimas beusaha berdiri meski lututnya terlihat cedera beberapa orang pengendara membawa motor Dimas kepinggir jalan Dimas pun diangkat kepinggir jalan
Seorang pengendara menawarkan untuk mengantarkan Dimas pulang
" Aku baik - baik saja Ana pulanglah Aditya menunggumu
" Ayo ,.
Aditya menarik tangan Ana
" Tapi ,
Ana merasa tak enak meninggalkan Dimas dalam keadaan seperti itu ,meski tidak terlalu parah tetap saja Ana tidak bisa melupakan kebaikan Dimas padanya
Dimas berusaha tersenyum ,walaupun sakit hatinya lebih perih dari luka lecet ditangannya
......
Aditya tak berbicara sama sekali diatas motor ia sangat tidak suka melihat kepedulian Ana terhadap Dimas
Aku sudah mengatakan akan mengeluarkan secara paksa siapapun dihatimu
suka atau tidak ,
Ana masih tidak menyadari kemarahan Aditya
" Bisa tidak kau pelan - pelan membawa motor ini
" Apa peduli mu padaku
" Aku tidak memperdulikanmu , aku hanya perduli dengan diriku dan anakku
Aditya semakin terbawa emosi ,
" Kau hanya peduli pada Dimas saja kan itu kan yang ada diotakmu
" Kau ini kenapa , dia kan temanmu bukankah kita harus perduli dengan sesama manusia
" Tetapi tidak untuk Dimas ,kau dengar !!!
Aditya ini aneh mulai marah - marah tidak jelas padaku apa dia cemburu padaku ?
mana mungkin Ana dia saja tidak pernah mengatakan cinta padamu
" Sebenarnya kita mau kemana
Ana masih bertanya dengan penuh keheranan tidak seperti biasanya Aditya mengajaknya jalan - jalan menggunakan motor sepagi ini
__ADS_1
ia hanya bisa memandangi kiri kanan jalan yang dipenuhi kendaraan ,
" Kau diam saja , kau tidak berhak berbicara apapun ingat hutangmu sudah sangat bnyak padaku .
Ana terlihat pasrah
meski ia masih memeluk Aditya diatas motornya , dan kembali merebahkan kepalanya
Jujur saja Ana merasa sangat nyaman seperti itu dia seakan tak perduli dengan kemarahan Aditya
Dia masih memelukku , apa didalam hatinya sedang memikirkanku atau malah sedang memikirkan Dimas , Anastasya kenapa setiap kali kau memelukku rasa marahku tiba - tiba menghilang
Apa kau lihat tadi reaksi wajah istrimu itu Aditya begitu panik saat kak Dimas nya itu trrjatuh , hey kau dengar dia sangat manis memanggil Dimas dengan sebutan Kak ,
bagaimana denganmu kakanda Aditya
apa kau juga punya panggilan semanis itu
Laju motor Aditya berhenti , rupanya Ana tertidur dibelakan
" Hey turun sudah sampai , Ah bisa - bisanya dia tertidur dipunggungku
Aditya menggerak - gerakkan punggungnya
Ibu dan Ayah Ana langsung menepuk Ana
" Ana bangun ,
Ana langsung mengelap air liur yang menetes dipunggung Aditya
" Lihatlah kelakuannya bu, diatas motor saja dia bisa tertidur sambil mengences ,
sungguh nak Aditya begitu sabar menghadapinya
Ana melotot kearah ibunya dan Aditya yang tersenyum - senyum , sepertinya ia sangat menikmati saat Ana dimarahi oleh kedua orangtua nya
" Ana jaga bicaramu , dia itu suamimu derajat lebih tinggi dari kami cepat kau turun dari motor itu , masuklah dulu
Dengan sombongnya Aditya mendongakkan wajahnya keatas
Aku tau apa yang sedang kau pikirkan Aditya oh ternyata kau sengaja membawaku kemari sepagi ini , kau ingin melihat ayah dan ibu memarahiku kan , sungguh hebat sekali mereka selalu memujamu sebagai menantu yang baik , tetapi mereka tidak tau bagaimana kelakuanmu dibelakangku
Lihat saja aku akan mengadukan semua kelakuanmu pada oma Rita nanti , karna dia pasti akan membelaku
Seperti biasa Aditya akan selalu menjadi raja di rumah mertuanya itu , tanpa sepengatahuan Ana , Aditya sering mampir kerumah itu hanya sekedar memberi uang belanja dan juga mengantarkan makanan tentu saja mertua mana yang tidak menyayangi menantu seperti Aditya paket komplit menurut mereka.
" Nak Aditya ibu sudah masak makanlah dulu
ibu sangat senang kau datang membawa Ana kemari ,
" Aku tidak senang
ucap Ana bergerutu
" Ibuuuu mana kunci kamarku , aku ingin masuk kedalam
" Ibu tidak tau kemarin nak Aditya yang memegangnya waktu ia kemari
Ana melihat kearah Aditya
" Kau sering kemari ?
Apa yang kau lakukan
__ADS_1
Dia sering kerumah ayah dan ibu sendirian tanpa aku , hebat sekali selamat , selamat kau telah mencuri kasih sayang ayah dan ibuku
Aditya menyerahkan kunci kamar Ana yang sudah ia siapkan lengkap dengan mainan kunci bertuliskan nama dirinya " Aditya "
" Sampai kunci kamarku di rumah ini juga kau kuasai
Ayah ibu dia ini tak sebaik itu , aku ingin sekali membuka kedoknya didepan keluarga nya , tetapi apa untungnya untuk dirinya toh , dia juga tak bisa berbuat apa - apa terlebih ia sedang mengandung darah daging Aditya
Ana membuka pintu kamarnya , ia melihat kamarnya sudah sangat berubah tatakan bukunya dan juga sudah ditempeli semua wajah Aditya
dengan kata - kata bucin yang menjijikkan
**Aditya ganteng
Mencintai Aditya saja
Aditya satu untuk selamanya**
Sebenarnya Ana ingin sekali marah , tetapi sesaat ia jadi tertawa , ia baru menyadari jika Aditya sungguh sangat lebay sekali
Aditya masuk kekamar Ana dan melihat Ana sedang tertawa
" Kau terlihat bahagia melihat dekorasi kamar ini , apa kau menyukainya
Ana langsung menghentikan tawanya
Beraninya kau mengubah isi kamarku seperti ini dan dengan tidak tau malunya kau menempel pujian tentang dirimu sendiri
aku bukan menyukai dekorasi kamar ini
aku hanya lucu saja melihat ada manusia terlalu percaya diri berlebihan mengagumi diri sendiri
Aditya berbaring dikasur dengan membentangkan kedua tangannya
" Aku memandangi gelapnya malam diluar jendela
Hamparan bintang memenuhi langit indah malam ini ,
kesunyian malam ini menemani kesendirian ku
aku masih menunggu kedatanganmu dijendela kamar malam ini
Seseorang yang tak aku kenal
seseorang yang akan terus menemaniku
mencintai ku dengan tulus nanti
Ana terkejut mendengar bait puisi yang diucapkan Aditya
ia langsung buru - buru mencari dimana buku catatan hariannya
Kurang ajar apa yang ia lakukan pada buku harian milikku ia bahkan sudah menganggu privasi ku terlalu jauh ,
Ana membuka lembaran - lembaran buku hariannya kalimat terakhir dibuku itu tertulis
Aditya ganteng suamiku tercinta
Ana sangat marah meski apa yang dituliskan Aditya itu memang sesuai dengan apa yang ada dihatinya
" Kau , menulis apa dibuku harianku !!!
Aditya tampak santai dengan kemarahan Ana
__ADS_1
" Memang kenapa apa kau tak suka
" Kau ini terlalu mencampuri semua milikku