
" Aditya hentikan ini
Ana bergerutu kecil ia menggigit ujung jarinya karena tak tau jika suaminya ini selalu memberikan kejutan - kejutan gila dihadapannya
" Sayangku
Aditya mengecup kening Ana
" Kau suka motor yang mana
Aku sama sekali tak tertarik dengan jenis motor besar seperti ini , sungguh menyebalkan sekali
Aditya menatap tajam kedalam bola mata Ana tatapan yang bisa langsung menusuk tajam kedalam hati seorang Ana , itu pertanda jika Ana harus memilih apa yang disuruh oleh Aditya
Ana menunjuk sembarang
" Yang itu ,
Aditya terkejut melihat motor pilihan Ana
" Ana kau yakin ?
Motor dengan bentuk tempat duduk yang sangat menukik tajam dengan ornamen warna keemasan
Ana masih melihat kearah lain , ia melihat kearah stand boneka
" Baiklah Dimas aku akan membeli motor itu apa ini hanya berlapis emas aja ,
Ana langsung terkejut mendengar Aditya mengatakan motor berlapis emas
" Selain berlapis emas tempat duduknya juga langsung dari mutiara air laut atlantik
bayangkan saja dia sengaja dibudidayakan di dalam kerangka kapal titanic
Astaga dia akan membuang - buang uang untuk motor aneh ini , ha aku rasa lebih baik aku naik motor matic saja , mendengar tempat duduknya terbuat dari butiran mutiara membuat bokongku saja memberontak tak sanggup duduk di atasnya
" Selera Ana memang bagus , ini adalah motor termahal di tempat ku
Dimas memuji Ana dan tampak tersenyum sangat tulus
Aditya langsung merasa panas mendengar pujian dari Dimas untuk Ana
" Benar sekali semenjak menikah denganku ,Ana langsung tau mana barang yang berkualitas dan mahal , benar - benar istri Aditya
Aditya kembali mengecup punggung tangan Ana
Ana hanya terdiam pasrah melihat tingkah suaminya itu
" Apa kau ingin motor ini diantar langsung kerumahmu sekarang
" Oh tidak perlu aku akan langsung memakainya untuk berjalan - jalan mengelilingi stand pameran disini
" Aditya tapi semua orang berjalan tak ada yang naik motor
" Tempat ini adalah milikku , aku bebas melakukan apapun di tempat ini
Ana tertunduk pasrah , Dimas menatap Ana dengan dalam Ana paham apa yang dirasakan Dimas dalam hatinya
Maafkan aku Kak Dimas aku tak bermaksud untuk menyakiti hatimu
Dimas memberikan kunci motor tersebut Ana penasaran dengan harganya
__ADS_1
" Berapa harga motor ini ?
" Hanya 800 milyar
Ana terkejut dengan mata terbelalak
Apa motor aneh dan jelek ini Ana terkejut mendengar mendengar harga motor yang sangat Aneh itu
Dimas sengaja tidak menyebutkan jika uang hasil penjualan motor itu akan diberikan kepada yayasan amal untuk kaum duafa dan anak - anak terlantar
Sedangkan Aditya tau tujuan pameran itu adalah untuk meraup keuntungan untuk bakti sosial karena memang dia merencanakan ide tersebut
Aditya sudah naik keatas motor itu
" Cepat naik
Ana menghentakkan kakinya , langkah nya amat sangat berat
Bagaimana mungkin aku naik motor dengan bentuk tempat duduk yang sangat menukik itu , belum lagi butiran mutiara yang sangat mahal itu akan menusuk - nusuk bokongku
Ana sudah berada diatas motor tersebut , Dimas berusaha tersenyum penuh luka
Aditya sangat paham apa yang sedang dirasakan Dimas ia sangat senang melihat wajah Dimas yang terpaksa tersenyum dengan penuh luka itu
Sekarang kau bisa apa Dimas ? Ha kau lihat dia sekarang sedang memelukku dengan erat
Ana langsung duduk dan menempel langsung kepunggung Aditya tentu saja motor yang menukik itu membuat posisi tubuh Ana menempel erat bahkan ibarat lem yang menempel sangat kuat
" Sabar sayang , kau jangan terlalu erat begini menempel di tubuhku , nanti aku akan memberikan sentuhan extra untukmu
Ana merasa sangat malu . dari sejak tadi menginjakkan kaki ditempat ini hingga sekarang ia merasa jika sudah tak punya wajah lagi yang bisa ditunjukkan kepada siapapun
Ya ampun bokongku sakit sekali aku mutiara ini menancap di bokongku ini bagus sekali untuk terapi orang yang terkena penyakit rematik di kaki bukan di bokong
Aditya mengegas motor itu
" Aku sudah menyuruh asistenku membawa uang kemari kau tunggu saja
Aditya langsung mengajak Ana berkeliling dengan menggunakan motor yang sangat mahal dan tidak berguna menurut Ana
" Kau suka sayang naik motor ini
" Senang apaan bokongku sakit
Aditya langsung berhenti mendadak dan menggendong Ana untuk duduk didepan dengan posisi kesamping karena tempat duduk didepan ada bantalan yang terbuat dari busa tempat tidur ratu inggris yang sengaja di taruh di atas motor unik itu
Sekarang posisi Ana tepat berada didepan Aditya
Bebas kau sultan aku ini hanya remahan rengginang , kau boleh melakukan apapun
Aditya berkeliling pameran memutar - mutar di hadapan Dimas yang berusaha tampak tegar
Ana dan Aditya tidak menyadari jika papa dan mama Aditya berada di sana. mereka melihat dengan jelas kelakuan Aditya dengan motor uniq itu
" Pa coba kau lihat kelakuan Aditya
Papa Aditya yang asik mencicipi stand makanan langsung terkejut melihat Aditya mengendarai motor dengan posisi Ana duduk di depan dan menghadap kesamping
" Apa yang sedang ia lakukan dengan menantu dan cucu kita
Papa Aditya menghentikan mereka
__ADS_1
" Aditya apa yang sedang kau lakukan
Aditya berhenti ia tak perduli mama dan papanya mau berkata apa
" Ayo sayang turun , kau tidak apa - apa kan sayang
Mama Aditya tampak khawatir melihat Ana
lalu memegang perut menantunya itu
" Hay sayang kau baik - baik didalam ya oma sudah tidak sabar ingin melihat kau keluar dari sini
" Aditya jaga kelakuanmu
Aditya menghilang dengan cepat
" Kemana dia tadi
Mereka bertiga menoleh ke belakang tampak Aditya sedang berada di salah satu stand makanan , ia tampak membabi buta menghabisi makanan di stand tersebut
Pandangan mata mereka seolah tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya
" Ikan asin ?
Mama dan papa Aditya saling berpandangan ia tak menyangka dengan apa yang mereka lihat
" Apa dia tak sedang kesurupan pa ,
" Ntah lah ma , jangankan untuk memakannya mencium aromanya saja dia akan segera muntah
Mereka berdua saling bertatapan dengan dalam lalu
" Apa dia sedang mengidam
Melihat Aditya lalu melihat kearah perut Ana
Lalu mereka berdua tersenyum - senyum bahagia
" Aku sudah kenyang sekali
erghh
arghh
Aditya bersendawa dengan sangat keras lalu dengan cepat menutup mulutnya
Aditya sendiri sangat terkejut melihat perubahan kelakuannya yang sangat aneh itu
Dari kejauhan tampak seseorang yang mereka kenal membawa tas besar berisi uang
" Tante , om apa kabar ?
Arya menjabat tangan papa dan Mama Aditya
" Tentu saja semakin baik
Mereka berpelukan dan melirik kearah perut Ana , Arya sepertinya sangat paham apa yang sedang dirasakan oleh kedua orang tua Aditya
" Cepat antarkan uang itu ke stand pameran motor disebelah sana
Menunjuk kearah ujung
__ADS_1