
" Kau sudah gila mengajakku kerestoran dengan baju seperti ini
" Tenang saja aku membawa pakaian ganti di belakang , kau boleh memakainya
Mereka pun berhenti di sebuah restoran yang berada di pinggir jalan , tenang saja bukan restoran milik sepupu Aditya kok hehe
" Aditya ini restoran siapa
" Memangnya kenapa
Ana langsung menunjukkan sikap agak panik ia masih sedikit trauma dengan kata restoran
......
Siska mengantar Ana untuk pulang kerumah didalam mobil Siska dan Rima tak banyak bicara , tampak wajah Siska amat khawatir dan ia terlihat begitu lelah
" Siska apa kau baik - baik saja ,
Rima membuka obrolan duluan
" Ntah lah aku bingung
Siska nampak begitu sedih
" Kau menyukai kak Arya ya
" Aku tidak tau , tapi itu tidak akan mungkin terjadi Rima , karena kakakku tidak menyukainya
Rima tak berani bertanya lebih jauh karena prinsip Rima berteman ia tidak mau bertanya terlalu jauh jika tidak Siska sendiri yang bercerita
" Sudah sampai
Rima membuka pintu mobil , lalu menutupnya kembali
" Aku pulang dulu ya Rim,
" Terimakasih Siska , apa kau tak mau mampir dulu ,
" Tidak usah ini sudah malam
" hati - hati di jalan ya
Ucap Rima
Didalam mobil Siska berpikir tentang Arya terus , ia heran melihat Arya yang dulu selalu mengejar - ngejarnya setiap hari sekarang berubah menjadi cuek dan terkesan sangat angkuh padanya
......
Sesampainya di rumah
Siska membuka pintu terlihat lampu sudah mulai gelap
" Dari mana saja kau !
Siska terkejut melihat Dimas sudah berdiri di depannya
" Kak Dimas
Siska langsung mendadak pucat ia memang tidak bisa membantah atau berbohong jika sudah berhadapan dengan Dimas atau maminya
Siska langsung melewati Dimas
" Aku bertanya kau dari mana pulang selarut ini !
" Apa pentingnya kau harus tau urusanku
"Aku ini kakakmu aku berhak tau kemana saja kau pergi seharian ini
Mami Siska mendengar keributan langsung keluar dari kamarnya
" Ada apa ini ribut - ribut
Siska langsung memeluk maminya sambil menangis
"Kak Dimas mi , marah - marah nggak jelas
__ADS_1
Dimas tidak mau mencari masalah dengan maminya, terlebih maminya adalah segalanya
membuat hati maminya sakit sama saja dengan menutup pintu surga baginya
karena doa orang tua adalah suatu senjata ampuh untuk mencapai kesuksesan
" Kau kenapa nak ,
Mami Siska mengusap wajah Siska yang sudah basah
" Tidak apa - apa mi , kak Dimas selalu saja marah
" Dia itu kakak laki - laki mu , ia pengganti ayahmu dia bertanggung jawab sebagai wali nikahmu nanti , terlebih semenjak daddy kalian menikah dengan bule belanda itu ia sudah menganut keyakinan berbeda dengan kita, bersabarlah dengan sikapnya ia sedang berusaha melindungi adik perempuan kesayangannya ini
Siska meresapi apa yang dikatakan maminya karena apa yang dikatakan maminya itu memang benar adanya
" Siska masuk kekamar dulu ya mi , ngantuk besok mau kuliah pagi
" Iya sayang
Maminya mengusap kepala Siska
Brakk...
Siska sengaja membanting pintu kamarnya .agar terdengar oleh Dimas yang sedang duduk di kursi sambil memainkan laptop miliknya
" Kau jangan terlalu keras padanya
ucap mami kepada Dimas
" Ia belum paham betul tentang Dunia , kau yang lebih mengerti
Dimas memegang tangan maminya , tampak ketenangan hati yang ia rasakan saat memegang tangan wanita yang melahirkannya itu
" Mami sudah tua nak , aku tak ingin melihat kalian berselisih paham seperti itu , ingat Dimas kalian hanya berdua beradik saja
Maminya lalu kembali dan masuk kedalam kamar ,Dimas merasakan sikap maminya yang tiba - tiba menjadi sangat berbeda seperti menemukan kembali sisi keibuan yang sesungguhnya , biasanya maminya hanya berpesta pora dan pergi menghabiskan waktu dengan gank arisan sosialitanya
Didalam kamar maminya mengeluarkan sebuah poto yang sudah lama ia simpan didalam album
......
" Kau lapar ?
Arya melahap makanan di atas meja dengan sangat brutal
" Kalap sekali dia , Ana tersenyum - senyum
melihat Arya yang sedang makan
Ia mengenakan celana pendek polkadot dan baju berwarna merah
itu adalah baju tidur Aditya yang masih tersimpan di jok mobil belakang
" Bisa - bisa nya kau menyimpan baju seperti ini di mobil
"Sudah kau jangan banyak protes , cepat kau habiskan makananmu itu , istriku sudah ngantuk
Aditya menyuapi Ana dengan sangat telaten meski Arya tau jika Ana tak mau di suapi oleh Aditya
" Dit , sudah lah aku bisa makan sendiri
" ayo buka mulutmu , aku tidak mau anakku di dalam perutmu itu sampai kelaparan dan ia kurang gizi
" Dunia memang milik kalian berdua , ya.. ya .
Mereka menghabiskan makanan di atas meja , para bodyguard makan di meja sebelah mereka secara bergantian tetap dengan penjagaan dan pengawasan yang ketat
Ya seorang majikan atau bos tetap memperlakukan anak buah dengan baik karena mereka juga manusia
percuma kaya jika tidak bisa memanusiakan manusia dengan baik
Didalam mobil Ana sudah tampak sangat mengantuk ia berbaring di pundak Aditya
" Tidurlah sayang kau pasti sangat kelelahan
__ADS_1
untunglah Arya datang cepat waktu jika terlambat aku tak bisa membayangkan bagaimana nasib kau dan anakku ini
" Amanda semakin berbahaya saja tingkahnya Dit ,
" Apa dia ada menghubungimu lagi
" Aku tidak sempat melihat ponsel , aku lebih konsentrasi dengan bokongku yang tak bisa lepas dari kursi
" Baiklah aku sangat beruntung memilikimu Arya ku
" Aku tidak
ucap Arya kesal
" Bagaimana dengan bokongmu apakah masih sakit
" Tentu saja perih kau coba saja sendiri
Aditya tersenyum geli
" Brow aku sangat suka melihat tahi lalat di bokong mu itu besar sekali
Arya terdiam dan memegang pantatnya
Ya tuhan apa Siska juga melihatnya?
Arya .. Arya kau sungguh sok munafik bukankah sudah banyak perempuan yang melihat bokongmu itu , kau seperti perjaka tulen saja
" Kau terlalu vulgar sekali
" Ya aku melihat Bella dan Siska terkejut melihatnya
" Diamlah Aditya aku sudah muak mendengar ocehanmu
Aditya tertawa terbahak - bahak sambil mengelus kepala Ana yang sudah mengences di bajunya
" Kau ini jorok sekali , lihat air liurmu menetes di bajuku
" Aku akan memberi perhitungan dengan Amanda lihat saja nanti ,
Awwww perih sekali
" Sebaiknya dalam seminggu ini kau memakai sarung saja ,
Arya terdiam memikirkan ide Aditya
Boleh juga ide Aditya
Didalam perjalanan mereka berpapasan dengan Dimas
"Dit , Dimas ?
Mau kemana dia jam segini
" Biarkan sajalah Dimas berkembang , ia sepertinya sudah tidak ingin bergabung dengan kita lagi
" Kau punya ide
" Sudah lah nanti saja di rumah kita ceritakan
aku ingin cepat - cepat tidur
.....
Sesampainya di rumah
Aditya turun terlebih dahulu lalu menggotong tubuh Ana dan membawanya keatas , ia tak tega membangunkan istrinya yang sedang hamil itu
Aditya tidak memperdulikan Arya yang sudah mulai susah turun dari mobil , soalnya kalau luka mau kering itu biasanya ia akan terasa lebih perih dan sakit
" Pengawal tolong bantu Arya turun dari mobil
" Ternyata kau masih perduli denganku Dit ,
Aduh sakit sekali
__ADS_1