
Arya masih tampak gelisah ia sadar jika Amanda bukan lawan yang biasa ia bisa melakukan segalanya ditambah lagi orang tua nya mempunyai pengaruh di negeri ini Arya tak bisa melakukan apa - apa ia harus mengikuti permainan Amanda
" Aku harus mengikuti permainan Amanda
Arya bergegas menjemput Aditya yang selesai rapat di kantor
" lama sekali kau dari mana
" Biasa brow cari angin segar
" Ayo jalan
" Kemana kita
" Pulang kerumah aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan Ana
Kring
kring
kring
Ponsel Arya berbunyi
" Amanda
Arya mengangkat ponselnya dan meletakkannya di telinga
" Pekerjaan pertama kau harus membawa mobil sekencang mungkin
Arya mendloudspeaker ponselnya
Aditya terkejut mendengar suara Amanda menelponnya
" Apa maksud semua ini
Arya menjelaskan semuanya dan menunjukkan cek yang diserahkan Amanda padanya
"Aku juga menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidikinya
Aditya menatap Arya tajam
" Kita ikuti permainannya kau lakukan tugasmu dengannya kita akan menyerangnya secara perlahan
aku tidak pernah meragukan kesetiaanmu Arya
Aditya menjabat tangan Arya
__ADS_1
" Kita sahabat satu untuk selamanya
mereka berdua tersenyum lalu mengikuti instruksi Amanda , untuk membawa mobil secara ngebut
" Kerja bagus Arya
hahahaha
" Kau yakin dia bisa di percaya
" Tentu saja kau lihat dia
" Apa yang akan kita lakukan padanya Dit
" Aku rasa kita harus menemui paman chang dia yang akan menyelesaikan masalah kita
Mereka berdua pun tertawa penuh rencana
Sesampai di rumah Aditya dan Arya langsung
masuk kerumah
" Sayang , Aditya mengecup kening Ana
Disampingnya berdiri Siska
Arya melirik kearah Siska , Siska melihat wajah Arya yang penuh memar akibat pukulan dari Dimas
Arya langsung menghindar dan pergi meninggalkan mereka bertiga
"Maafkan aku Arya
Siska merasa sedih melihat wajah Arya yang penuh dengan bekas memar
" Ana aku pamit pulang dulu
Arya berjalan menghampiri mereka tetapi ia bersikap sangat cuek seperti tak menghiraukan kehadiran Siska
tentu saja membuat Siska yang semakin kembali penasaran dengan sikap Arya padanya .meski Siska mendengar sangat jelas ucapan dari mulut Arya jika ia mencintaI Siska
" Aa....
Arya melewatinya menuju dapur tanpa menoleh sedikitpun
" Ana aku pamit pulang
Siska membesarkan suaranya tapi wajahnya melihat kearah Arya
__ADS_1
Kenapa jadi aku yang penasaran padanya
Tak mungkin aku bisa bersamanya sedangkan kak Dimas sangat tidak suka jika aku terlalu dekat dengannya
.......
Ponsel Ana berdering , Ana menatap layar ponsel miliknya
" Nomor tidak dikenal
Aditya masih berada di kamar mandi
" Halo
" Ana ini Dimas
Ana terdiam saat Dimas menelponnya
Aditya keluar dari kamar mandi dan melihat Ana sedang menjawab telpon dengan wajah yang tampak begitu tegang
" Siapa menelponmu ?
Ana terlihat memegang ponselnya lalu menyerahkan kepada Aditya
" Halo Ana apa kau masih disitu , terdengar suara Dimas dari ujung telpon
" Halo ini Aditya ada perlu apa kau menelpon istriku
" Istri yang tidak kau cintai itu kan
Dimas sengaja memancing emosi Aditya
" Dia sedang mengandung anakku
" Dia hanya mengandung anakmu tapi tidak mengandung cinta dihatimu
kenapa kau terdiam apa kau tak menyukai perkataanku ini
" Kau dimana sekarang , aku akan menyusulmu
Ana yang melihat perubaham diwajah Aditya tak berani berkata apa - apa ia tak tau apa yang mereka berdua bicarakan
" Kau ikut aku atau tinggal dirumah ucap Aditya dengan penuh emosi
" Kita mau kemana
" Menemui Dimas
__ADS_1