Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 64


__ADS_3

Arya masih tampak gelisah ia sadar jika Amanda bukan lawan yang biasa ia bisa melakukan segalanya ditambah lagi orang tua nya mempunyai pengaruh di negeri ini Arya tak bisa melakukan apa - apa ia harus mengikuti permainan Amanda


" Aku harus mengikuti permainan Amanda


Arya bergegas menjemput Aditya yang selesai rapat di kantor


" lama sekali kau dari mana


" Biasa brow cari angin segar


" Ayo jalan


" Kemana kita


" Pulang kerumah aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan Ana


Kring


kring


kring


Ponsel Arya berbunyi


" Amanda


Arya mengangkat ponselnya dan meletakkannya di telinga


" Pekerjaan pertama kau harus membawa mobil sekencang mungkin


Arya mendloudspeaker ponselnya


Aditya terkejut mendengar suara Amanda menelponnya


" Apa maksud semua ini


Arya menjelaskan semuanya dan menunjukkan cek yang diserahkan Amanda padanya


"Aku juga menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidikinya


Aditya menatap Arya tajam


" Kita ikuti permainannya kau lakukan tugasmu dengannya kita akan menyerangnya secara perlahan


aku tidak pernah meragukan kesetiaanmu Arya


Aditya menjabat tangan Arya

__ADS_1


" Kita sahabat satu untuk selamanya


mereka berdua tersenyum lalu mengikuti instruksi Amanda , untuk membawa mobil secara ngebut


" Kerja bagus Arya


hahahaha


" Kau yakin dia bisa di percaya


" Tentu saja kau lihat dia


" Apa yang akan kita lakukan padanya Dit


" Aku rasa kita harus menemui paman chang dia yang akan menyelesaikan masalah kita


Mereka berdua pun tertawa penuh rencana


Sesampai di rumah Aditya dan Arya langsung


masuk kerumah


" Sayang , Aditya mengecup kening Ana


Disampingnya berdiri Siska


Arya melirik kearah Siska , Siska melihat wajah Arya yang penuh memar akibat pukulan dari Dimas


Arya langsung menghindar dan pergi meninggalkan mereka bertiga


"Maafkan aku Arya


Siska merasa sedih melihat wajah Arya yang penuh dengan bekas memar


" Ana aku pamit pulang dulu


Arya berjalan menghampiri mereka tetapi ia bersikap sangat cuek seperti tak menghiraukan kehadiran Siska


tentu saja membuat Siska yang semakin kembali penasaran dengan sikap Arya padanya .meski Siska mendengar sangat jelas ucapan dari mulut Arya jika ia mencintaI Siska


" Aa....


Arya melewatinya menuju dapur tanpa menoleh sedikitpun


" Ana aku pamit pulang


Siska membesarkan suaranya tapi wajahnya melihat kearah Arya

__ADS_1


Kenapa jadi aku yang penasaran padanya


Tak mungkin aku bisa bersamanya sedangkan kak Dimas sangat tidak suka jika aku terlalu dekat dengannya


.......


Ponsel Ana berdering , Ana menatap layar ponsel miliknya


" Nomor tidak dikenal


Aditya masih berada di kamar mandi


" Halo


" Ana ini Dimas


Ana terdiam saat Dimas menelponnya


Aditya keluar dari kamar mandi dan melihat Ana sedang menjawab telpon dengan wajah yang tampak begitu tegang


" Siapa menelponmu ?


Ana terlihat memegang ponselnya lalu menyerahkan kepada Aditya


" Halo Ana apa kau masih disitu , terdengar suara Dimas dari ujung telpon


" Halo ini Aditya ada perlu apa kau menelpon istriku


" Istri yang tidak kau cintai itu kan


Dimas sengaja memancing emosi Aditya


" Dia sedang mengandung anakku


" Dia hanya mengandung anakmu tapi tidak mengandung cinta dihatimu


kenapa kau terdiam apa kau tak menyukai perkataanku ini


" Kau dimana sekarang , aku akan menyusulmu


Ana yang melihat perubaham diwajah Aditya tak berani berkata apa - apa ia tak tau apa yang mereka berdua bicarakan


" Kau ikut aku atau tinggal dirumah ucap Aditya dengan penuh emosi


" Kita mau kemana


" Menemui Dimas

__ADS_1


__ADS_2