
" Siapa yang kau telpon , aku sudah lama sekali menunggumu " Ana menarik tangan Aditya ini untuk pertama kalinya Aditya terlihat sangat ketakutan saat Ana menariknya di kamar ,wajahnya tampak cemas karena melihat kelakuan istrinya yang berubah begitu agresif
"Pelan - pelan sayang kasihan anakku nanti bisa terguncang " Aditya mengelap keringat di dahinya mencari seribu alasan karena merasa sangat aneh dengan tingkah Ana
Kenapa dia seperti ini , seharusnya kau bahagia bukan Aditya melihat sikapnya seperti ini, sungguh menantang bukan
Aditya malah sungguh semakin cemas
Sabar, tenangkan dirimu Aditya anggap saja ini sebuah tantangan baru
Menarik nafas dalam - dalam dan memandang Ana yang tersenyum - senyum bahagia
Ana langsung berbaring di tepi ranjang dengan pose paha kanan di atas paha kiri
ia tersenyum - senyum penuh menggoda
Kenapa aku yang deg - deggan nyali ku tidak ada
Aditya merasa jagoan kecilnya tak bangun sama sekali,
Baru kali ini aku merasa seperti pecundang. oh.. tidak kenapa semuanya tiba - tiba mengecut seperti ini
Bunyi telpon Aditya memecahkan suasana yang mencekam menurut Aditya malam ini
Kring
kring
Ponsel Aditya berbunyi " Aduh, sepupu jangan menelpon balik di saat genting begini "
Aditya kembali bercucuran keringat, dingin ia tak tau apa lagi yang harus ia lakukan jika sampai Ana melihat ia menelpon sepupunya tersebut, bisa - bisa Ana akan mengeluarkan tanduknya
Ana langsung berdiri dengan cemburu, ia merasa sangat penasaran karena tidak seperti biasanya, Aditya ketakutan saat mengangkat telpon , " Siapa yang menelpon mu, kenapa wajahmu seperti itu ha "
Ana tampak emosi
"Itu bukanlah Amandakan , atau ada Amanda - Amanda lain yang aku tak tau jawabbb!!! "
Ana membentak Aditya, terlihat Aditya semakin tak bisa berkutik, ia tak tau apa lagi yang harus ia jawab, benar - benar Aditya merasa sangat terpojok sekali
" " Kenapa bahas Amanda sayang, dia tidak ada urusan lagi dengan hubungan kita ia sudah sekarat dan di bawa keluar negeri , pakah kau sudah lupa sayang, "
Ana melipat kedua tangannya di dada
Aditya Mengelap keringat di dahinya
" Sini ponselnya " Ana bertindak seolah sebagai seorang polisi yang menangkap basah seorang pencuri, matanya membesar dengan gigi yang sengaja ia gigit, karena menahan marah terhadap Aditya
menyerahkan ponselnya kepada Ana
Aditya tak pernah bersikap cemas seperti itu yang di pikirkan Aditya bagaimana jika sepupunya, bertanya dan Ana akan sangat marah padanya
Mengambil Ponsel Aditya lalu melihat panggilan masuk,
" Sepupu? Kenapa dia menelponmu "
merasa heran
" Atau jangan - jangan kau sengaja mengubah namanya sepupu padahak itu perempuan simpananmu kan " Ana mendadak cemburu berat, padahal sangat mustahil jika Aditya akan berpaling darinya, bukankah Aditya tidak bisa hidup tanpa dirinya, dasar Ana tidak peka dengan sikap Aditya selama ini
" Ya ampun sayang kenapa kau berpikir seburuk itu, bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal serendah itu "
" Kalau begitu kenapa kau tidak angkat saja telpon itu ha " Ana berkacak pinggang ia sangat marah sekali
Memberikan ponsel kepada Aditya
" cepat angkat "
Aditya kembali mencari - cari alasan agar ia tidak mengangkat telpon tersebut ia sudah bisa membayangkan kemarahan Ana
" Tidak usah biarkan saja " mencari alibi dan menggaruk kepalanya
" Kenapa apa kau takut mengangkatnya, atau biar aku saja yang mengangkatnya " Ana berusaha merebut ponsel dari tangan Aditya
Untunglah dengan sigap Aditya menarik ponsel tersebut
" Cepat berikan padaku! ' Ana berusaha mengambil ponsel dari tangan Aditya
Jangan sampai di angkat bisa ketahuan nanti jika aku bercerita tentangnya ayolah sepupu jangan menelpon lagi
" Baiklah aku mau mandi dulu " Bersikap cool menutupi kecemasanny melihat Ana yang bersikap begitu agresif lalu menaruh ponselnya di atas meja,
"Ini ponselku kau bebas melakukan apapun, istriku " Tampak Ana kembali ceria saat Aditya kembali bersikap agresif padanya. seperti seorang yang kecanduan belaian kasih sayang, sikap Ana malam ini benar - benar seperti perempuan yang sedang kesurupan makhluk gatal hahaha
" Baiklah cepat ya sayang " Memainkan lidahnya kearah Aditya , Ana seolah melupakan kejadian ponsel barusan, ia lebih fokus dengab nafsu birahinya yang sedang berapi - api
Astaga , itu benar Ana kan!
Aditya tampak sangat ketakutan, wajahnya terlihat harap - harap cemas, dan benar saja jagoan kecil nya tidak bangun sama sekali, padahal Ana sudah dengan posisi yang menantang
Aditya mendadak ciut nyalinya ia merasa ingin berlama - lama di kamar mandi
__ADS_1
ia masuk kedalam kamar mandi, tanpa menyentuh air sama sekali dan masih berpakaian dengan utuh
Mondar - mandir di dalam kamar mandi, dengan pikiran yang tidak tenang sudah seperti, seekor rusa yang sudah siap di terkam oleh seekor harimau kelaparan
Aditya pun mengguyurkan tubuhnya dengan air di bawah shower , berharap ia kelauar Ana audah tertidur karena kelelahan ,
Aditya menghidupkan keran air hangat ia bahkan sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi mandi dan menggosok tubuhnya,
karena suara ketukan pintu dari luar
pertanda Ana sudah tak sabar lagi menunggunya di luar, suara Ana mendesak mengajaknya keluar terdengar keras sekali di pintu
Tok
Tok
"Sayang cepatlah keluar, apa yang kau lakukan di dalam aku kesepian di luar sendirian, jangan lama - lama di dalam atau aku akan masuk kedalam " Suara Ana terdengar sangat manja
" Sayang, cepatlah mandinya, atau kau ingin kita mencoba bercinta didalam sayang"
Suara Ana terdengar begitu mendesah manja
Tentu saja tambah membuat Aditya semakin ketakuatan melihat kelakuan istrinya yang benar - benar aneh malam ini, sudah seperti ulat bulu saja
Aditya yang mendengar langsung mendadak kaku ia tak pernah merasakan ketakutan aneh seperti ini biasanya tanpa di minta ia sendirilah yang akan mendatangi Ana secara langsung apa lagi istri cantiknya itu sungguh menggoda ,tanpa di pinta sang jagoan kecil akan bangun dengan sendirinya saat berhadapan dengannya tapi kali ini berbeda justru Ana yang seperti lepas kendali
" Iya sayang sebentar lagi perutku masih sakit, apa kau ingin melihatku juga sayang "
Aditya terpaksa berbohong kembali
" Baiklah sayang aku akan menunggumu di luar saja, tapi jika masih lama biarkan saja aku masuk , tak apa aku akan melihatmu duduk dan biarkan aku memainkannya "
Aditya membayangkannya saja menjadi ngeri.
Apa dia malam ini, aneh begini bersedia melihatku buang air besar, dan memainkan jagoanku, oh tidakkk , Aditya apa yang terjadi dengan istrimu itu apa kau salah memberi vitamin padanya
"Aduh bagaimana ini apa yang harus aku lakukan " Aditya masih berdiri mondar - mandir tanpa busana didalam kamar mandi dengan jagoan kecil yang melambai - lambai saat ia berjalan
Ana kembali mengedor pintunya " sayang apa kau masih lama, aku ingin berada di sampingmu, menemanimu "
Bodoh sekali dia mana ada mendampingi orang buang air besar
Aditya sengaja menirukan suara kentut agar Ana percaya jika ia benar - benar sedang dalam keadaan urgent
Broooottttt..
Duarrrrrrr
" Sebentar sayang lagi tanggung ini. "
Sial apa yang ia katakan, seharusnya aku yang berbicara begitu
kenapa dengannya malam ini , oh Aditya kenapa aku menjadi takut begini padanya
apa lagi yang harus aku lakukan
Dengan banyak pertimbangan akhirnya Aditya membuka pintu karena ia tak sanggup berlama - lama di dalam kamar mandi,
" Aku harus keluar, kalau tidak aku bisa mati didalam sini, dan Ana ia akan menikah lagi apa lagi Dimas akan selalu menantinya "
" Tidakkkkkkkkk "
Aditya kembali berpikir yang tidak - tidak "
Ia membuka pintu secara perlahan, bahkan sangat lambat agar Ana tak mendengarnya mengintip dan mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu
" Kemana dia " Aditya melihat kesegala penjuru kamar merasa sangat heran karena tidak menemukan istrinya
Ia melangkahkan kakinya keluar dengan handuk di pinggang dan bertelanjang dada aroma tubuhnya sangat wangi sekali, membuat Ana semakin menjadi - jadi
" Duarrrrrrrrrrrrr
Ana bersembunyi di samping lemari dan membuat Aditya terkejut hingga handuknya ikut terlepas
" Hahahahahahaha " Ana tertawa cekikikan
berbeda dengan Ana ia terlihat begitu bahagia melihat pemandangan tersebut
Aditya langsung kaget setengah mati seperti seseorang yang mau di perkosa ia buru - buru mengambil handuk dan segera menutupi bagian sakralnya
" Sayang sedang apa kau di sana, kau hampir saja membuatku pingsan " mengelus dadanya dan mencari segala alasan
" Kenapa mesti di tutup biarkan saja terbuka itu lebih baik " Ana kembali menggoda dengan suaranya yang terdengar begitu manja sekali, di tambah desahan suaranya
Seharusnya kau bahagia kan Aditya melihat istrimu yang menjadi candu atas dirimu tetapi kenapa kamu jadi aneh seperti itu sih Dit
Aku tak menyangka jika perempuan kecanduan ia akan bertingkah segila ini,
benar - benar sungguh mengerikan, untung saja ada aku di sini, jika tidak apa dia akan melampiaskannya dengan orang lain
Aditya kembali berpikir negatif, wajar saja sih karena memang Ana tak pernah bersikap seperti ini
__ADS_1
" Apa kau sedang menantangku " Aditya berusaha bersikap tegas menyembunyikan rasa cemasnya padahal ia sudah sering melakukannya dengan Ana cuma kali ini sikap Ana benar - benar membuat nyalinya menjadi ciut
tetapi jagoan kecilnya perlahan - lahan kembali bangun, saat Ana melepaskan satu lersatu pakaiannya, tentu saja lelaki mana yang sanggup menolaknya apa lagi ia halal untuk Aditya, pasangan sah brow hehe
" Baiklah tunggu sebentar " Aditya mengambil air putih ia sengaja mengulur waktu dan mondar - mandir di depan Ana
"Aditya menghabiskan sebotol air mineral dalam satu tegukan, ia benar - benar terlihat sangat haus sekali
Seperti mimpi dia yang begitu menginginkannya
" Sayang kaki ku pegal bisakah kau memijatku sebentar " Aditya mencari alasan bukan karena dia tak bernafsu tapi memang di sedang terkejut melihat istrinya yang seperti sedang lepas kendali
" Baiklah, ayo sini berbaring " Ana berbicara masih dengan sangat manja
Aditya mengambil minyak zaitun lalu memberikan kepada Ana
Ana mulai meneteskan minyak di kaki Aditya
" Enak sekali ternyata pijitanmu sayang, aku sangat suka jika kau membuka usaha refleksi pijat aku yakin banyak yang suka "
Aditya sampai memejamkan matanya karena keasyikkan di pijat oleh tangan lembut Ana
" Benarkah sayang, kalau begitu kau promosikan saja aku dengan semua teman bisnismu nanti untuk awal aku akan membuka jasa dari rumah kerumah "
Ana tampak senang dan bersemangat
" Iya sayang ide bagus " Aditya belum menyadari apa yang di katakan Ana karena ia setengah sadar
Beberapa menit kemudian "Apa kau bilang tadi kau akan membuka jasa pijatan dari rumah ke rumah" Membayangkan isteri cantiknya memegang lelaki untuk di pijat
" Tidakkkkk bisaaaa!!! "
Nada suara Aditya berubah membentak Ana sehingga Ana menjadi terkejut dan sangat kaget
Ana melepaskan pijatannya " Aditya kau ini kenapa sih tiba - tiba menyuruhku lalu marah - marah tidak jelas "
Ana langsung duduk membelakangi Aditya
" Aduh istriku maafkan aku maksudku bukan begitu " Aditya menggaruk kepalanya
" Tidak segampang itu aku memaafkanmu barusan kau sudah membentakku "
Ana masih marah karena ia sangat kaget Aditya tiba - tiba membentaknya
" Apa yang bisa aku lakukan agar kau bisa memaafkanku sayang "
Aditya berlutut di kaki Ana
.
Apa karena dia sedang hamil ya, mood nya berubah - rubah begini , aduh aku harus bagaimana mengahadapinya
Aditya mempunyai ide gila agar Ana memaafkannya " Sepertinya ide gila milik Arya ini patut di coba "
Flash back " Jika nanti aku menikah dan istriku sangat marah karena aku pulang larut. alam maka aku akan melakukan jurus terakhir berjalan tanpa sehelai benangpun di depan istriku "
Aditya berdiri lalu membuka handuknya ia. erjalan mondar - mandir dengan berpose aneh di di hadapan Ana ia berjalan seolah sedang berada di atas kuda , berpose bak cover boy
Ana yang pertama tak memperdulikan tertawa geli akhirnya melihat tingkah suaminya itu
" Cepat kau pakai pakaianmu Aditya "
Ana sudah tidak tahan tertawa terbahak - bahak
" Aku tidak menyangka mempunyai suami sebodoh dirimu "
Aditya berkacak pinggang sebenarnya ia sangat marah mendengar Ana mengatakannya bodoh
Untung saja kau istriku jika orang lain kau sudah aku lempar dari sini
Aditya yang masih berdiri polos bak bayi baru lahir langsung duduk di samping Ana dan selanjutnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi hehe eng ing eng....
......
Arya masih duduk dengan memegang tangannya , di kamar rumah sakit yang besar ia masih sendirian
seorang suster masuk " selamat malam tuan Arya, aku akan memeriksa tensimu "
Suster bertubuh gendut tetapi berwajah cantik sepertinya ia masih sangat muda
" Bagaimana keadaanmu tuan ,apa kau sudah enakan "Menyapa ramah kepada Arya
" Sudah sus sudah enakan " Arya membalas ramah
" Oh iya tadi ada seorang perempuan datang menitipkan ini untuk anda, tapi karena jam besuk untuk pasien sudah habis ia segera pulang "Menyerahkan bucket bunga dsn sebatang coklat
"Saya permisi tuan " Suster tersebut pamit dan segera keluar kamar
Arya melihat bunga dan coklat yang dikirim tanpa nama tersebut " Dari siapa ini, masih ada ternyata yang perduli padaku "
Ia tersenyum dan memakan coklat tersebut.
__ADS_1
" Enak sekali coklat ini aku berharap ini dari Siska tak ada salahnya kan aku menghayal sesuatu yang tak mungkin bagiku "
Arya mengunyah coklat tersebut dan memakannya dengan sangat lahap lalu mencium wangi bunga mawar yang masih segar itu " Wangi sekali , sepertinya ia penggemar beratku " Tersenyum mencoba menghibur diri.