
Alena tersenyum - senyum malu saat ibu Arya memujinya membuat Arya semakin jijik saja
melihat kelakuannya " Sungguh mendengar ia berbicara saja sudah membuat perutku langsung mual "
Arya pun berusaha untuk mengalihkan perhatian ibunya dengan mencoba mengajak ibunya untuk mengobrol
" Ibu dengarkan kata suster barusan akhirnya ibu sudah bisa pulang bulan depan " Arya tersenyum kecut kepada ibunya karena ada Alena yang duduk di samping ibunya
" Tentu saja sayang ibu sangat bersyukur ini semua berkat kegigihanmu dan juga calon istrimu Alena ibu sangat berterimakasih karena kau telah menemukan ia , ibu sangat bahagi bisa di pertemukan dengan gadis sebaik ini," Mengelus pipi Alena
aku ingin muntah melihat ibu mengelus pipinya
Arya langsung berdiri ia melihat semuanya akan semakin kacau saja jika ia berada lama-lama disini, belum lagi ibunya sudah begitu akrab dengan Alena, " Aku harus buru - buru pulang "
Arya pun berpamitan dengan ibunya
" Bu Arya lupa ada kerja di suruh Aditya, sebaiknya besok saja Arya kembali lagi kesini ya Bu"
Biasanya jika ia menjenguk ibunya , ibunya akan merasa sedih jika Arya pulang tapi tidak kali ini, semakin membuat Arya muak sekali melihat Alena
" Oh iya sayang tidak masalah, ibu sangat bersyukur jika kau tak menjenguk ibu karena sekarang ada Alena yang selalu mengunjungi ibu disini setiap hari , benarkan sayang " Memeluk Alena kembali
Dia menjenguk ibuku setiap hari, ya tuhan sekarang aku tau siapa yang gila
Membuat wajah Arya sangat masam sekali bahkan ia seperti sedang melihat kotoran saja kearah Alena " Bu aku pamit dulu "
Mencium tangan ibunya lalu memeluk ibunya
Pada saat Arya memeluk ibunya dengan tidak tahu Malu Alena menaruh jarinya kewajah Arya
Spontan Arya langsung melepas ibunya, ia pun langsung buru - buru pergi meninggalkan ibunya, ia sangat cemas jika Alena akan menumpang mobilnya lagi untuk pulang
Arya buru - buru melangkah dan mengelap pipinya, ini pertama kali ia Ielfil dengan perempuan
Mempercepat langkah kakinya, lalu terdengar Alena berteriak
" Jangan khawatir kak Arya , aku bisa pulang sendiri kau tak perlu pura - pura meninggalkan aku lagi di tol " Alena tersenyum seperti tak ada masalah
Arya semakih mempercepat langkah kakinya saat mendengar teriakan dari mulut gadis itu " Aku rasa dia benar - benar sudah gila, semoga saja bulan depan ia bisa bertukaran tempat dengan ibu,ibu keluar dan dia yang mendekam "Arya mengelus dada dan meninggalkan mereka berdua
Langsung masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil dengan cepat , mengambil ponsel untuk menghubungi Aditya , ia tidak tau jika Ana dan Aditya sedang bermesraan,apa lagi mereka berdua sudah selesai bertengkar pagi tadi, tentu saja sepasang suami istri yang saling mencintai jika sudah bertegangan urat leher sekarang giliran bertegangan urat bawah whahaahahaha
__ADS_1
Kring
kring
kring
" Sayang ponsel mu berbunyi "Suara Ana yang manja memecahkan keheningan di tengah pertarungan, Ana yang sedang berbaring pun langsung menyuruh Aditya untuk mengambilnya.
" Ah siapa lagi ini, menganggu saja " Aditya yang harus berhenti di tengah pertarungan pun tampak gusar
" Siapa lagi ini ah.. padahak aku sudah mengatakan pada siapapun jangan menghubungiku aku dulu, aku tak mau di ganggu "
Masih dalam keadaan tanpa sehelai benangpun Aditya bangun dan mengangkat telponnya " Arya. ?? kenapa lagi dia "
Ana yang sedang berbaring diatas tempat tidur tertawa geli karena melihat sesuatu bergelantungan dan mengangguk - ngangguk di depannya " Ihh lucu sekali ya "
Aditya tak menyadari kelakuan istrinya yang dari tadi memperhatikan Aditya
" Ha.. ada apa kau menelponku " Suara Aditya terdengar marah, tapi langsung berubah saat mendengar Arya berbicara dengan sangat panik itu
" Dit tolong aku, aku dalam masalah besar sekarang! " Suara Arya terlihat begitu panik sekali membuat jagoan kecil milik Aditya yang tadinya bertegangan tinggi langsung turun bagaikan kerupuk yang di siram air mendadak layu , ia langsung ikut terkejut
" Yah kenapa dia mengecil " Ana kembali tertawa geli, melihat pemandangan di depannya berbeda dengan wajah Aditya yang sudah mulai panik, tapi Ana tak memperdulikan urusan suaminya itu, apa mungkin karena pembawaan seorang perempuan hamil, karena sikap ini bertentangan dengan Ana yang sesungguhnya
" Masalah apa Arya ? kau di mana sekarang, kenapa kau begitu ketakutan seperti itu, cepat katakan padaku, aku akan menyuruh orang mengawalmu, apa ini menyangkut keselamatan istriku "
Sekarang giliran Aditya yang tak kalah panik mendengar ucapan Arya badannya sudah dingin karena cemas
" Lebih gawat dari itu lagi !!"
Ana 😕masih memperhatikan sesuatu yang bergelayutan di tubuh Aditya itu ntah mengapa ia merasa sangat senang sekali untuk melihatnya " Ahh benar - benar lucu, sekali menggemaskan " Ana memegang pipinya ,ia tak terlalu menghiraukan apa yang di bicarakan oleh Aditya di telpon
Apalagi ia semakin mengecut " Rambut - rambut di sekeliling nya pun sangat lucu dan unik sekali ,gemes, gemes ,kalau lurus lucu juga bisa menutupinya " Ana menutup mulutnya karena ia tertawa cekikan
Aditya masih berdiri mondar - mandir di depan Ana sambil memegang telpon, melihat Ana yang dari tadi tertawa cekikan, sebenarnya ia merinding melihat Ana yang aneh seperti itu
" Kenapa lagi dia tertawa begitu "
Tetapi Aditya lebih fokus dengan telpon dari Arya
" Seriuss ! , kau semakin membuatku menjadi cemas saja " Wajah Aditya mulai tampak panik
__ADS_1
" Cepat kau ceritakan Arya, aku akan menghajar siapapun yang mencoba menganggu istriku" Aditya meremas tangannya
" Alena ! kau tau perempuan itu kan ? "
" Iya perempuan yang menyukaimu itu, ya aku tau, apa dia dalang dari semua ini ha? "
" Bukan Dit, ia sekarang bersama ibuku dan itu berarti aku akan dapat masalah besar "
Aditya langsung duduk di kursi, tiba -tiba langsung lemas, kesal dan bercampur aduk menjadi satu
" Arya, lain kali jika kau bercerita tolong kau langsung saja becerita inti masalahnya kau hampir saja membuat aku terkena serangan jantung "
Suara Aditya terdengar marah
" Memang salahnya dimana, aku kan sudah bilang aku berada dalam masalah besar kau harus segera menolongku "
" Ya.. ya kau benar, sekarang sebaiknya kau urus saja dia, nanti biar dia juga bisa masuk kerumah sakit jiwa bersama ibumu, kan beres apa lagi,atau kau atur lah agar posisi Alena menggantikan posisi ibumu di sana " Menarik nafas panjang
" Sudah ya, kau sedang mengangguku saja "
" Tunggu dulu kawan jangan dimatikan, sebenarnya kau sedang apa, tolong mengertilah keadaanku " Arya tampak memaksa membuat Aditya segera melakukan hal iseng , ia mengalihkan panggilan tersebut
ke panggilan video lalu menunjukkan tubuhnya yang tak berbusana
" Heiiii sialllllll, kau sudah gila " Arya buru -buru mematikan telponnya
Aditya tertawa geli sambil memegang perutnya
" Kan aku sudah bilang kau sedang mengangguku "
Ana heran melihat Aditya yang tertawa terpingkal-pingkal " Sayang kau kenapa seperti itu "
" Tidak apa -apa sayang "
Mendekati Ana dan berjalan melenggak lenggok bagaikan model, membuat Ana semakin tertawa geli
Ana langsung mengarahkan tangannya kode minta di peluk
" Tentu saja beibeh... "
Pertempuran kembali tak terellakkan
__ADS_1