
" Kau kelihatan lelah sekali
mengecup kening Ana
" kaki tanganku terasa pegal sekali
Memegang lehernya yang kelihatan sedikut kaku
" Aku akan memanggil tukang pijit tunggu sebentar
Mengeluarkan ponsel lalu menelpon seseorang
Ana berbaring sembarangan
" Eitss sayang kau tidak boleh berbaring dengan seperti itu , nanti bayi kita akan merasa capek .
cepat benarkan posisimu
meluruskan kaki dan tangan ,merubah posisi badan yang melengkung tadi
" Aku akan berendam air panas dulu , jika ada yang datang dan mengetuk pintu langsung kau buka saja ya , aku sudah memesan tukang pijit terbaik dihotel ini
Menghela nafas panjang lalu melihat kearah Aditya yang sedang berganti pakaian
" Apa kau sudah kangen , memegang jagoan kecilnya dan mengarahkan ke Ana
Menutup wajahnya dengan kedua tangan
" Aditya apa yang sedang kau lakukan cepat sana mandi
Aditya tertawa kecil lalu masuk kekamar mandi
Sekitar 5 menit terdengar ketukan pintu dari luar
Tokk
tokk
tokk
" Permisi jasa tukang pijat
Suara seseorang mengetuk pintu , Ana berdiri dengan langkah yang sangat berat terlihat ia sangat malas untuk beranjak dari tempat tidurnya
" Halo cantik selamat malam , aku adalah tukang pijat terbaik dihotel ini bolehkah aku masuk
Seorang dengan agak kemayu dan berpenampilan seperti wanita masuk kedalam , ia terlihat sangat ramah dengan dandanan yang agak sedikit mencolok menggunakan celana jeans berwarna hitam ketat dan baju kaos berwarna merah dengan motif bunga - bunga
" Apa kau istri tuan Aditya
ia mengedipkan matanya lalu menyuruh Ana menggunakan kain sarung yang sudah ia siapkan
Ana tersenyum dan membalas ucapannya
" Iya aku istrinya
" Aku dengar kau sedang hamil anaknya ya
menyuruh Ana berbaring dikasur ia mulai mengeluarkan beberapa minyak dan handbody
" Kau tau dari mana aku sedang hamil
" Tentu saja semua orang tau , bukan kah acara ulang tahunmu disiarkan di chanel milik keluarga bratawijaya di televisi
Membelalakkan matanya dengan heran perasaan Ana terkejut antara sedih dan bahagia ia tak menyangka jika Aditya akan melakukan itu
" Bagian yang mana yang disiarkan
" Semua bagian lah kecuali pada saat seseorang disampingmu melakukan hal gila itu , ia menutup mulutya sambil tertawa
Pijitannya terasa sangat enak sekali membuat Ana terasa ingin tidur
" Syukurlah jika bagian itu disensor aku tidak bisa membayangkan jika bayangan itu tidak disaring lagi
Ana tertawa kecil
" Kau telah membuat banyak perempuan iri termasuk diriku ini , dia memukul tangan Ana
Ana terdiam memikirkan dia juga iri
__ADS_1
Tak mugkin kan aku cemburu padanya
Aditya keluar dari kamarnya dengan menggunakan handuk terlihat begitu jelas dada bidangnya ditambah lagi rambutnya yang basah dan acak - acakan membuat ia terlihat semakin seksi
tukang pijat itu melihat Aditya dan menelan air ludahnya
" Selamat malam eh subuh tuan Aditya
ia berusaha sok genit dihadapan Aditya
membuat Ana menahan tawanya
Menawarka diri pada Aditya lalu berdiri menghadap Aditya
" Apa anda juga ingin dipijat tuan
Aditya tampak mulai risih karena matanya sudah mulai nakal berkedip berulang kali kearah Aditya
Mm ih aku sangat jijik melihatnya mengedipkan matanya padaku baiklah akan aku kerjai dia
" Siapa namamu ?
Menaruh kepala Ana diatas pahanya
" Rose namaku sesuai dengan bajuku
Tersenyum malu dengan meletakkan tangannya diwajah dan menggelengkan kepalanya
" Apa kau sudah memijat istriku
Ia langsung kembali duduk dan memijat Ana yang sedang berbaring
ia kelihatan sangat takut sekali , ntah apa yang dilakukan Aditya hingga membuatnya sampai ketakutan seperti itu tak ada suara sama sekali yang keluar dari lelaki kemayu yang menyebut dirinya rose itu itu , Ana tau pasti dia melakukan sesuatu hingga membuatnya tak bersuara sama sekali
" Sudah selesai nona
buru - buru keluar lalu menutup pintu
Ana masih menggunakan sarung lalu berdiri menghadap Aditya
" Cepat katakan apa yang kau katakan padanya sampai ia ketakutan seperti itu
" Aku tidak melakukan apapun
" Kau bohong , ayo mengakulah
" Apa badanmu sudah enak setelah dipijat
" Jawab dulu pertanyaan ku baru aku menjawab pertanyaanmu
" Baiklah aku hanya mengatakan ingin menciumnya
" Kau bohong
" Tentu saja aku mengatakan yang sejujurnya sekarang jawab pertanyaan ku
" Iya pegal - pegal dibadanku sudah hilang ia pandai sekali memijat jari - jarinya begitu lihai dan sangat lincah
" Haha tentu saja
Aditya menarik Ana dan meremas payudaranya
" Adit !
" Apa kau tidak suka , hmm kan kau sudah tidak letih lagi aku sudah membiarkan otot
ototmu yang tegang kembali lemas
Mendekati Ana lalu mencium bibirnya
" Dit , aku belum mandi
" Nanti saja setelah ini kita akan berendam air panas lagi
" Apa tak sebaiknya besok saja kita melakukannya
Aditya tak perduli dengan permintaan Ana dia terus bergerak bebas
" Dit jawab dulu kau apakan tukang pijat itu tadi
__ADS_1
Aditya menghentikan ciumannya lalu tertawa ia mengepalkan tangannya lalu menunjukkan kepada Ana
" Aku hanya menunjukkan ini padanya
Ana tertawa
" Kau ini pantas saja dia begitu ketakutan
" Kemari cepat
Aditya menarik paksa Ana lalu melakukan apa yang sudah ia tahan beberapa hari ini .melampiaskan dengan cepat setiap jengkal tubuh Ana
Lalu terbaring di kasur tersebut dengan terlentang di penuhi cucuran keringat yang membasahi tubuh mereka masing - masing
" Sepertinya besok pagi saja aku mandi , tubuhku lelah sekali
ucap Ana pelan lalu menarik selimut keatas tubuhnya
" Aku juga sangat lelah , baiklah ayo kita lanjutkan
" Aku sudah tidak sanggup lagi
" Bukan itu sayang aku hanya menegaskan sebaiknya besok pagi saja kita mandi
Aditya menarik badannya kedalam selimut Ana
Mereka berdua tertidur kembali tanpa sehelai benangpun hanya ditutupi selimut hotel tersebut
Aditya memandang wajah Ana yang tampak kelelahan
" Kau capek sekali ya , tidurlah
mengecup kening Ana lalu tertidur pulas
.....
Arya masih berada dijalanan dia memutuskan untuk kembali kerumah besar Aditya
Memegangi wajahnya yang memar
" Aw sakit
Pintu pagar terbuka
" Selamat datang tuan , apa kau sendirian saja
salah seorang bodyguard menyapannya
" Ya aku sendirian , tuan kalian besok pagi akan kemari ia masih berada dihotel
Beberapa orang bodyguard tampak senyum - senyum kearahnya Arya merasa agak aneh melihat mereka
Cuma rasa sakit dipipinya masih sangat terasa
Ia langsung masuk kedalam rumah , didalam kamar ia melihat bekas pukulan Dimas tadi
didepan cermin kamarnya
"Sakit sekali
Arya segera membuka bajunya lalu menuju
kamar mandi untuk berendam didalam bath up yang berisi air panas
ia bersandar di ujung bath up tersebut
lalu membayangkan apa yang dilakukan Dimas padanya tadi , masih teringat dengan jelas apa yang di ucapan Dimas padanya tadi
" Baiklah aku tidak menyalahkan mu Dimas kau hanya sedang melindungi adikmu dariku
mengusap kepalanya dengan kedua tangannya
" Sialll !
kenapa rasa ini semakin tumbuh sangat dalam , hentikan semua perasaanmu ini Arya
lupakan dia
Arya kembali memejamkan matanya bayangan Siska kembali muncul didalam otaknya seolah enggan beranjak dari pikirannya. Arya berusaha mengapus bayangan itu tetapi tetap saja tidak bisa
__ADS_1
.