Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 61


__ADS_3

" Kau kelihatan lelah sekali


mengecup kening Ana


" kaki tanganku terasa pegal sekali


Memegang lehernya yang kelihatan sedikut kaku


" Aku akan memanggil tukang pijit tunggu sebentar


Mengeluarkan ponsel lalu menelpon seseorang


Ana berbaring sembarangan


" Eitss sayang kau tidak boleh berbaring dengan seperti itu , nanti bayi kita akan merasa capek .


cepat benarkan posisimu


meluruskan kaki dan tangan ,merubah posisi badan yang melengkung tadi


" Aku akan berendam air panas dulu , jika ada yang datang dan mengetuk pintu langsung kau buka saja ya , aku sudah memesan tukang pijit terbaik dihotel ini


Menghela nafas panjang lalu melihat kearah Aditya yang sedang berganti pakaian


" Apa kau sudah kangen , memegang jagoan kecilnya dan mengarahkan ke Ana


Menutup wajahnya dengan kedua tangan


" Aditya apa yang sedang kau lakukan cepat sana mandi


Aditya tertawa kecil lalu masuk kekamar mandi


Sekitar 5 menit terdengar ketukan pintu dari luar


Tokk


tokk


tokk


" Permisi jasa tukang pijat


Suara seseorang mengetuk pintu , Ana berdiri dengan langkah yang sangat berat terlihat ia sangat malas untuk beranjak dari tempat tidurnya


" Halo cantik selamat malam , aku adalah tukang pijat terbaik dihotel ini bolehkah aku masuk


Seorang dengan agak kemayu dan berpenampilan seperti wanita masuk kedalam , ia terlihat sangat ramah dengan dandanan yang agak sedikit mencolok menggunakan celana jeans berwarna hitam ketat dan baju kaos berwarna merah dengan motif bunga - bunga


" Apa kau istri tuan Aditya


ia mengedipkan matanya lalu menyuruh Ana menggunakan kain sarung yang sudah ia siapkan


Ana tersenyum dan membalas ucapannya


" Iya aku istrinya


" Aku dengar kau sedang hamil anaknya ya


menyuruh Ana berbaring dikasur ia mulai mengeluarkan beberapa minyak dan handbody


" Kau tau dari mana aku sedang hamil


" Tentu saja semua orang tau , bukan kah acara ulang tahunmu disiarkan di chanel milik keluarga bratawijaya di televisi


Membelalakkan matanya dengan heran perasaan Ana terkejut antara sedih dan bahagia ia tak menyangka jika Aditya akan melakukan itu


" Bagian yang mana yang disiarkan


" Semua bagian lah kecuali pada saat seseorang disampingmu melakukan hal gila itu , ia menutup mulutya sambil tertawa


Pijitannya terasa sangat enak sekali membuat Ana terasa ingin tidur


" Syukurlah jika bagian itu disensor aku tidak bisa membayangkan jika bayangan itu tidak disaring lagi


Ana tertawa kecil


" Kau telah membuat banyak perempuan iri termasuk diriku ini , dia memukul tangan Ana


Ana terdiam memikirkan dia juga iri

__ADS_1


Tak mugkin kan aku cemburu padanya


Aditya keluar dari kamarnya dengan menggunakan handuk terlihat begitu jelas dada bidangnya ditambah lagi rambutnya yang basah dan acak - acakan membuat ia terlihat semakin seksi


tukang pijat itu melihat Aditya dan menelan air ludahnya


" Selamat malam eh subuh tuan Aditya


ia berusaha sok genit dihadapan Aditya


membuat Ana menahan tawanya


Menawarka diri pada Aditya lalu berdiri menghadap Aditya


" Apa anda juga ingin dipijat tuan


Aditya tampak mulai risih karena matanya sudah mulai nakal berkedip berulang kali kearah Aditya


Mm ih aku sangat jijik melihatnya mengedipkan matanya padaku baiklah akan aku kerjai dia


" Siapa namamu ?


Menaruh kepala Ana diatas pahanya


" Rose namaku sesuai dengan bajuku


Tersenyum malu dengan meletakkan tangannya diwajah dan menggelengkan kepalanya


" Apa kau sudah memijat istriku


Ia langsung kembali duduk dan memijat Ana yang sedang berbaring


ia kelihatan sangat takut sekali , ntah apa yang dilakukan Aditya hingga membuatnya sampai ketakutan seperti itu tak ada suara sama sekali yang keluar dari lelaki kemayu yang menyebut dirinya rose itu itu , Ana tau pasti dia melakukan sesuatu hingga membuatnya tak bersuara sama sekali


" Sudah selesai nona


buru - buru keluar lalu menutup pintu


Ana masih menggunakan sarung lalu berdiri menghadap Aditya


" Cepat katakan apa yang kau katakan padanya sampai ia ketakutan seperti itu


" Aku tidak melakukan apapun


" Kau bohong , ayo mengakulah


" Apa badanmu sudah enak setelah dipijat


" Jawab dulu pertanyaan ku baru aku menjawab pertanyaanmu


" Baiklah aku hanya mengatakan ingin menciumnya


" Kau bohong


" Tentu saja aku mengatakan yang sejujurnya sekarang jawab pertanyaan ku


" Iya pegal - pegal dibadanku sudah hilang ia pandai sekali memijat jari - jarinya begitu lihai dan sangat lincah


" Haha tentu saja


Aditya menarik Ana dan meremas payudaranya


" Adit !


" Apa kau tidak suka , hmm kan kau sudah tidak letih lagi aku sudah membiarkan otot


ototmu yang tegang kembali lemas


Mendekati Ana lalu mencium bibirnya


" Dit , aku belum mandi


" Nanti saja setelah ini kita akan berendam air panas lagi


" Apa tak sebaiknya besok saja kita melakukannya


Aditya tak perduli dengan permintaan Ana dia terus bergerak bebas


" Dit jawab dulu kau apakan tukang pijat itu tadi

__ADS_1


Aditya menghentikan ciumannya lalu tertawa ia mengepalkan tangannya lalu menunjukkan kepada Ana


" Aku hanya menunjukkan ini padanya


Ana tertawa


" Kau ini pantas saja dia begitu ketakutan


" Kemari cepat


Aditya menarik paksa Ana lalu melakukan apa yang sudah ia tahan beberapa hari ini .melampiaskan dengan cepat setiap jengkal tubuh Ana


Lalu terbaring di kasur tersebut dengan terlentang di penuhi cucuran keringat yang membasahi tubuh mereka masing - masing


" Sepertinya besok pagi saja aku mandi , tubuhku lelah sekali


ucap Ana pelan lalu menarik selimut keatas tubuhnya


" Aku juga sangat lelah , baiklah ayo kita lanjutkan


" Aku sudah tidak sanggup lagi


" Bukan itu sayang aku hanya menegaskan sebaiknya besok pagi saja kita mandi


Aditya menarik badannya kedalam selimut Ana


Mereka berdua tertidur kembali tanpa sehelai benangpun hanya ditutupi selimut hotel tersebut


Aditya memandang wajah Ana yang tampak kelelahan


" Kau capek sekali ya , tidurlah


mengecup kening Ana lalu tertidur pulas


.....


Arya masih berada dijalanan dia memutuskan untuk kembali kerumah besar Aditya


Memegangi wajahnya yang memar


" Aw sakit


Pintu pagar terbuka


" Selamat datang tuan , apa kau sendirian saja


salah seorang bodyguard menyapannya


" Ya aku sendirian , tuan kalian besok pagi akan kemari ia masih berada dihotel


Beberapa orang bodyguard tampak senyum - senyum kearahnya Arya merasa agak aneh melihat mereka


Cuma rasa sakit dipipinya masih sangat terasa


Ia langsung masuk kedalam rumah , didalam kamar ia melihat bekas pukulan Dimas tadi


didepan cermin kamarnya


"Sakit sekali


Arya segera membuka bajunya lalu menuju


kamar mandi untuk berendam didalam bath up yang berisi air panas


ia bersandar di ujung bath up tersebut


lalu membayangkan apa yang dilakukan Dimas padanya tadi , masih teringat dengan jelas apa yang di ucapan Dimas padanya tadi


" Baiklah aku tidak menyalahkan mu Dimas kau hanya sedang melindungi adikmu dariku


mengusap kepalanya dengan kedua tangannya


" Sialll !


kenapa rasa ini semakin tumbuh sangat dalam , hentikan semua perasaanmu ini Arya


lupakan dia


Arya kembali memejamkan matanya bayangan Siska kembali muncul didalam otaknya seolah enggan beranjak dari pikirannya. Arya berusaha mengapus bayangan itu tetapi tetap saja tidak bisa

__ADS_1


.


__ADS_2