Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 109


__ADS_3

Dimas pulang kerumah dan langsung masuk kedalam rumah wajahnya murung dan tampak sangat bersalah ia duduk dan mengambil air minum dan meneguknya


mengusap kepalanya dengan air lalu menarik nafas dalam - dalam.


" Kak Dimas " , Arjuna menghampiri Dimas ia duduk disamping Dimas dengan masih memakai atribut pernikahan


" Kak " Arjuna duduk dengan memegang sebuah poto di tangannya


wajahnya tampak sangat cerah meski ia tau jika pernikahannya dan Siska akan banyak perjuangannya


" Aku mau masuk kedalam sebentar "


Dimas masuk kedalam rumah dan meninggalkan Arjuna, Dimas merasa sangat terpukul rasa bersalahnya yang besar terhadap Siska dan Arya tampak begitu jelas dari matanya


Ia melangkah masuk kedalam rumah dan melihat dengan kedua matanya


Siska sedang duduk di samping maminya


Tampak Siska tersenyum Dimas tau jika Siska sedang menyembunyikan kesedihan yang amat dalam karena ia saksi hidup apa yang terjadi antara Arya dan Siska malam ini


Flash back


Siska mengunci potografer tersebut di dalam kamar , potografer tersebut adalah istri teman sekolah Dimas ia langsung menelpon Dimas saat Siska menguncinya dengan cepat Dimas berpura - pura tak melihat Siska ia mengikuti Siska dan naik kedalam bagasi belakang taksi untuk mengetahui kemana arah Siska


" Kau kemana saja tadi nak " Mami bertanya pada Siska


Seorang perempuan menghampiri Siska


"Siska aku pulang dulu ya, hay tante! "


Menyapa mami Siska " Aku dan Siska terkurung di kamar tadi dan untunglah ada yang membukakan pintu dari luar "


Mengedipkan matanya kearah Siska


Para tamu undangan satu persatu pergi dari rumah Siska termasuk orang tua Aditya yang sangat baik , tutur kata mereka sangat lemah lembut kepada Siska maklumlah keturunan bangsawan .


" Nduk terimakasih kamu sudah menerima lamaran Arjuna, bude tau , eh maksudnya mamah " Tersenyum malu - malu


" Mamah berharap kalian bisa bahagia dan melengkapi satu sama lain " Memeluk Siska dan menyerahkan sebuah kotak kayu yang berisi banyak perhiasan yang bernilai milyaran rupiah


Siska berusaha tersenyum meski di sudut matanya masih tampak genangan air mata yang tak tahan ingin tumpah


Dimas hanya memperhatikan dari kejauhan


" Iya " Jawab Siska singkat


Semua tamu undangan sudah pulang


Arjuna mendekati Siska


Siska berusaha menahan air matanya


" Kau tau Arjuna pernikahan ini bukan keinginanku aku butuh waktu untuk menerima ini jadi aku mohon kau mengerti "


Memejamkan matanya lalu air matanya kembali tumpah

__ADS_1


Maminya mencoba mendekat dengan wajah yang sama dengan Dimas, tampak maminya juga merasa bersalah ia berusaha membujuk Siska


Siska berdiri dan mengarahkan tangannya


" Cukup mi, aku butuh waktu untuk sendiri"


Arjuna sudah paham ini adalah konskwensi yang harus ia terima, menerima kenyataan jika perempuan yang di nikahinya tidak memiliki rasa cinta sedikitpun


Maminya menghampiri Arjuna " Nak Arjuna mohon bersabar ya, nanti lambat laun Siska akan bisa menerima semua ini "


Maminya berusaha menenangkan Arjuna meski ia sendiri tidak yakin dengan ucapan yang baru saja ia katakan


Apa yang terjadi malam ini hanya Siska, Dimas dan Arya yang tau .


Di dalam kamar nya Siska mematung menghadap cermin memandangi dirinya yang kini sudah menjadi istri orang lain yang tidak di cintainya sama sekali


Prakkkkk


Siska membuang kotak perhiasan yang diberikan orang tua Arjuna " Aku tak butuh semua ini, kenapa sakit sekali perjalanan hidupku "


Duduk menyender ketembok dan


mengacak - ngacak rambutnya lalu menjerit sejadi - jadinya hingga terdengar sampai keluar kamar


Maminya berlari mendengar jeritan Siska dari dalam kamar ia tampak khawatir jika Siska hilang kendali hingga membuat ia nekad melakukan sesuatu di luar akal sehat


" Siska " Menggedor pintu Siska dengan kuat


.


" Dimas, cepat kemari kau dengar suara Siska menjerit, mami sangat khawatir "


Arjuna dan Dimas segera berlari kekamar Siska


" Siska cepat buka pintunya " Dimas tampak cemas


" Kita dobrak saja kak Dimas "


Arjuna dan Dimas langsung mendobraknya


" Kenapa kalian mendobrak pintu kamarku , tenang saja aku baik - baik saja "


tersenyum kecil dengan rambut tergerai dan acak - acakan


" Kak biarkan Arjuna menginap di kamar Siska malam ini.


Maminya dan Dimas mengangguk setuju


Siska tak perduli lagi dengan Arjuna yang ada di kamarnya


" Siska, kau tak usah khawatir aku tau kau sangat membenci ku


aku memberikan kebebasan untukmu


dengarkan aku dulu " Mendekati Siska lalu duduk dihadapan Siska

__ADS_1


Meludah kewajah Arya " Jangan coba - coba kau berani menyentuhku atau aku akan menusukmu dengan gunting di tanganku "


Menunjukkan gunting yang ia sembunyikan dibelakangnya


"Baik aku paham " Dengan logat jawa yang masih sangat kental


mundur perlahan dan berdiri dengan tegap


" Aku memang suamimu tapi kau tenang saja aku memberikan kebebasan untukmu berhubungan dengan lelaki yang engkau cintai aku tidak memaksa , aku juga tidak akan pernah menyentuhmu


iini kita lakukan hanya demi meyelamatkanmu dari hal - hal yang buruk yang ditakutkan oleh keluargamu "


Arjuna tersenyum


Membuat Siska merasa antara senang dan heran


Dia berbicara serius mengizinkan aku berhubungan dengan laki - laki lain


apa dia seorang pria normal atau dia memang aneh, ah ntah lah


Arjuna mengambil kasur kecil yang berada di dekat lemari Siska dan membentangnya di bawah


" Mbak Siska tidurlah di atas biar aku yang tidur di sini, percayalah padaku aku lelaki yang memegang komitmen "


Arjuna meraih selimut dan tertidur untunglah tadi ia sudah mengganti pakaiannya


Siska memperhatikan Arjuna dengan wajah yang sangat muak ingin sekali ia menenggelamkan Arjuna di lautan


" Sekarang ada seorang lelaki yang tertidur didalam kamarku, lelaki yang sama sekali tak terpikir olehku untuk menjadi suamiku "


Cuihhh....


Siska berdiri dan naik keatas kasur tampa mengganti pakaiannya ia membalikkan tubuhnya agar tak melihat wajah Arjuna yang sedang tertidur "malam ini akan sangat panjang, dan aku masih memikirkan ucapan kak Arya tadi "


Kembali menangis tersedu - sedu


....


Ana mendengar suara orang mengaji sambil menangis " Suara apa itu "


Ana berjalan mencari sumber suara tak biasanya para pelayan di rumahnya mengaji jam segini,


" Suaranya dari belakang "


Berjalan kebelakang kearah kamar Arya


" Ha benar suaranya dari dalam kamar ini, apa Arya menyetel kaset "


Ana berusaha mengintip dari lobang kunci tapi tetap saja tidak kelihatan


" Arya mengaji ? tumben ada apa, Atau ada sesuatu yang terjadi dan tidak aku ketahui "


Ana langsung berlari kembali kekamar atas karena masih jam 4 subuh belum masuk waktu solat subuh perutnya yang kenyang membuatnya langsung berbaring dan kembali tidur di samping Aditya yang sungguh terlelap kelelahan


Arya menangis tersedu - sedu diatas sajadahnya malam ini ia tau obat hati yang hancur adalah kembali kepada sang pemilik kehidupan jika ia kembali kepada kegelapan maka masalah akan kembali datang

__ADS_1


bertubi - tubi tampa kenal ampun padanya


" Oh Arya yakinlah semua ini pasti bisa terlewati " Menyemangati dirinya yang sedang hancur setengah mati.


__ADS_2