Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 204


__ADS_3

Seluruh keluarga yang mendengar ribut -ribut langsung ikut masuk kedalam terlebih kedua orang tua mereka yang berteriak histeris memanggil nama Ana


" Sayang kau baik -baik saja nak, syukurlah mama dan semua yang ada di sini tak bisa berkata apa -apa lagi "


" Ana ibu dan ayah sama kak Bima selalu mendoakanmu nak " menangis bercucuran air mata "


Dokter pun masuk dan segera memeriksa keadaan Ana " Mohon sebaiknya pihak keluarga tunggu di luar ruangan dulu ya, biarkan kami memeriksa kondisi Ibu Ana dulu "


Semua keluarga pun buru -buru keluar ruangan


" Dok biarkan saya disini bersama istri saya "


Aditya meminta tinggal di ruangan


Dokter pun menyetujuinya membiarkan Aditya bersama Ana


" Bagaiamana keadaan anda Bu Ana ,luar biasa kami tak menyangka anda bisa sadar secepat ini " Dokter dan suster saling berpandangan, membuat Aditya semakin tak mengerti


" Maksudnya Dok "


" Ya kami sudah memberi tau pada keluarga anda jika istri anda bisa mengalami koma yang cukup lama bahkan satu bulan ,ini suatu kuasa tuhan di luar nalar kami "


Ana tampak hendak berdiri ia berusaha duduk padahal kabel dan selang masih terpasang


" Cepat lepaskan Sus "


Suster pun dengan cepat melepaskan semua peralatan yang menempel di tubuh Ana

__ADS_1


Ana melihat perutnya lalu memegangnya


dan melihat Aditya " Perutku "


Dokter pun paham "Nanti suster akan membawa anak anda kemari, beristirahat lah dulu, kami akan memantau perkembangan kesehatan anda beberapa hari ini, jika sudah pulih benar maka anda boleh segera pulang "


Aditya pun langsung memeluk Ana dan memegang wajah Ana yang masih tampak lesu, matanya masih cekung tapi justru Ana yang tampak sedih melihat Aditya


" Sayang kenapa kau menangis, kau kenapa kusut sekali, kau kurusan "


Aditya langsung menangis kembali ia terisak sungguh terisak sekali


" Sayang kenapa kau begini, lihat aku cepat " Ana mengangkat wajah Aditya yang menunduk


" Kau kenapa "


"Kau tak boleh seperti ini lagi Ana, aku lebih baik mati saja jika harus melihatmu seperti ini lagi "


Aditya masih berbicara terisak


....


Di luar ruangan


Arya masih memegang wajahnya yang sekarang sudah sakit kiri dan kanan pipinya


Dimas mendekati Arya " Ya,,, maaf ya "

__ADS_1


Arya menoleh dengan wajah yang marah sekali "Maaf.. maaf enak aja balas! "


Arya kesal sekali dengan tingkah Dimas yang selalu saja mengedepankan ego


Dimas melipat kedua tangannya memohon maaf ,Arya yang berhati lembut pun akhirnya memaafkan meski dengan terpaksa


"Kau memang berhati baik Arya " Dimas memeluk Arya


Siska mendekat " Kau hebat sekali kak Arya, syok terapi yang kau berikan pada Ana tadi dj bawah alam sadarnya membuat ia terjaga dari tidur panjangnya,kau hebat "


Untuk pertama kalinya Siska mendekati Arya tepat di depan Dimas, Siska mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, Dimas hanya terdiam tak bisa berbicara apapun di depan mereka, Arya melirik kearah Dimas ia takut jika ia menyambut uluran tangan Siska maka Dimas akan kembali memukulnya, ternyata Dimas berpura -pura membuang mukanya


Siska menarik tangan Arya " Selamat kak kau hebat "


Perasaan Arya sekarang menjadi tak karuan karena Siska menarik tangannya, senang ? pasti, tapi di satu sisi ia tak mau memupuk perasaan ini semakin bersemi, ada jurang dalam yang memisahkan antara dirinya dan Siska sekarang


Dokter pun keluar dari ruangan Ana


buru -buru Siska menarik tangannya kembali.


Ah Siska cepat sekali kau tarik tanganmu, biarkanlah aku sebentar saja memegang tanganmu, setidaknya hanya tanganmu saja yang bisa aku sentuh


Arya tampak kecewa sekali, saat Siska menarik tangannya, wajahnya berubah masam sekali seperti seseorang yang sedang menahan ingin buang air besar saja,


Dimas sebenarnya ingin sekali memukul kepala Arya karena ia melihat jelas wajah Arya yang mesum menurutnya, saat Siska menarik tangannya


" Dia ternyata belum bisa melupakan Siska "

__ADS_1


Dimas menarik nafas panjang


__ADS_2