Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 178


__ADS_3

" Baiklah, " Aditya duduk kembali meski ia sangat khawatir dengan keselamatan Ana


Rima tampak masih berlinangan air mata ia benar - benar tampak terpukul sekali dengan kejadian malam tadi


"Sudahlah Rima kau tak perlu seperti ini, apapun yang sudah terjadi adalah takdir yang memang harus terjadi " Ana menepuk pundak Rima


Kring


kring


Ponsel Ana berbunyi Ana mengambilnya dan tampak di ponselnya Siska menelpon, Ana tampak ketakutan sekali saat melihat Siska yang menelpon karena ia sangat cemas sekali jika sampai Siska tau Rima berada di sini Ana tak yakin jika Siska bisa menahan emosinya


Wajah Ana tampak tegang sekali


" Siapa yang menelpon kenapa tidak di angkat Ana " Rima memegang tangan Ana


Dengan cepat Ana melepaskan pegangan tangan Rima lalu memperlihatkan ponselnya pada Rima " Ini Siska yang menelpon "


Ana langsung mengangkat telpon dengan cepat sekali Ana mengatakan " Ada Rima disini"


Ana langsung saja berbicara begitu agar Siska tak banyak bicara

__ADS_1


wajah Ana kembali tegang saat Siska memintanya untuk memberikan ponselnya kepada Rima


Ana bergumam di dalam hatinya " Aku mohon Siska untuk kali ini saja aku ingin melihatmu menahan emosimu please "


Ana menggigit bibirnya


" Iya Siska " Rima langsung terisak menangis sejadi - jadinya


Membuat Ana semakin panik saja " Siska apa yang kau lakukan lagi padanya, kau justru akan membuat rencana ini gagal "


Menarik nafas dalam - dalam, detakan jantung Ana kembali tak beraturan karena ia tau yang ia hadapi saat ini bukan orang bodoh


dan juga bukan orang asing tapi ia adalah teman yang sudah di anggap Ana sebagai saudara sendiri sama seperti Siska


Wajah Ana tampak lega, ternyata Siska masih bisa di andalkan, meski ia sangat tau pasti Siska sekarang sedang menahan emosinya


Ana langsung menyenderkan tubuhnya di kursi dan memegang perutnya


" Arya kau lihat kenapa istriku menyandarkan tubuhnya," Aditya berteriak keras di dalam ruangan tersebut


Arya memandang kearah Aditya dengan wajah melotot " Apa kau bisa diam dan cukup memperhatikannya saja , kau jangan khawatir orang - orang yang mengawasi Ana adalah orang - orang terlatih yang di pilih langsung dari akademi mereka untuk membaca setiap gerak gerik yang membahayakan orang yang di lindungi "

__ADS_1


" Tapi kau tak melihat posisinya seperti itu "


" Ihh kau ini Aditya ,coba saja kau bayangkaj jika perutmu sebesar Ana, dia itu sangat nyaman dengan posisi berbaring , bahkan lebih baik berbicara sambil rebahan "


" Kalau begitu usir saja Rima secepatnya dari hadapan Ana ,dia benar - benar hanya bisanya menganggu saja, sama seperti Marisa"


" Husss hentikan, dia sudah meninggal jangan kau ungkit - ungkit lagi keburukannya, itu hanya akan menambah hisabnya saja "


Aditya langsung terdiam ia tak menyangka jika sekarang Arya berprofesi ganda


" Bukan main ya aku tak menyangka jika kau sekarang sudah sangat ahli dalam ilmu agama"


Arya kembali melotot " Bisa kau hentikan ucapanmu itu, atau aku akan memberikanmu satu pukulan "


Aditya kembali tertawa geli " Sekarang bagaimana, apa kita telpon Dimas saja "


Aditya kembali emosi " Untuk apa kau telpon dia, tak berguna sama sekali "


"Eh kau tak boleh begitu dia itu menyukai Dimas "


"Terus apa hubungannya " Aditya masih sinis saja

__ADS_1


"Dia akan menjemput Rima, dan berpura - pura merespons cinta Rima, apa kau paham "


"Tidak " Aditya menjawab dengan sangat polos


__ADS_2