Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 90


__ADS_3

Arya masih memegang dadanya , sakitnya bukan lagi di bokong tapi di dada


meski ia dan Siska hanya bersebelahan tirai tetapi ia tau jika jurang dalam sedang berada di tengah - tengah mereka


Jurang yang dalam jangan sekali - kali mempermainkan wanita atau hanya menganggap mereka pemuas nafsu sesaat saat tuhan turun tangan membalas setiap perbuatan jantung dan dada terasa sakit sekali


Siska masih terisak disebelah Arya , hatinya sakit bahkan sangat sakit sekali hatinya seperti di permainkan Arya yang selalu memberi harapan seolah mengejar cintanya hingga mati - matian semudah itu pula Arya seoalah tak mengenalnya


Arya berjalan keluar ia ingin pulang kerumah Aditya malam ini lagian bokongnya sudah tidak sakit lagi , menunggu besok pagi terlalu lama ia tak sanggup mendengar ucapan dari mulut Dimas tentang pria yang disampingnya ini akan menjadi pilihan Siska


Ia berdiri lalu membuka pintu kamar


" Aku harus pulang malam ini


Arya pergi keluar ia pergi keloket jaga suami Bela yang juga sepupu Aditya sedang berada di situ juga


" Saya mau izin pulang Dok,


Tampak wajah Arya sembab sekali matanya merah


untunglah ini rumah sakit milik Aditya di tambah lagi semua dokter dan pegawai rumah sakit di sini tau Arya ia adalah tangan kanan Aditya jadi dengan mudah ia bisa keluar dari rumah sakit tersebut


Arya memesan taksi dan pulang kerumah Aditya


.....


" Sayang kapan - kapan kita makan di sana lagi ya,


Aditya bersemangat


"Baiklah suamikuh , sayang


Ana memeluk mesra Aditya


Mereka sampai di rumah seperti biasa para penjaga membukakan pagar yang berdiameter 10 m pagar yang terbuat dari campuran baja di atas pagar yang runcing di lapisi emas 24 karat Rumah sultan mah bebas wkwkwkw


Aditya menggendong Ana turun dari mobil


"Dit , cepat turunkan aku kau ini


Ana sangat malu dengan para pelayan dan bodyguard yang berada di rumah itu


" Biarkan sajalah ini kan rumahku kenapa


Uhuk


uhuk


Suara batuk itu mengejutkan Ana dan Aditya mata mereka terbelalak saat melihat Arya sudah pulang kerumah


" Arya !


" Kau sudah pulang , bukankah bela bilang kau boleh pulang besok pagi


Ana menarik tangan Aditya agar segera naik keatas karena ia melihat mata Arya tampak sembab


" Kau beristirahatlah Arya aku dan Aditya juga sangat mengantuk


Sesampainya di kamar

__ADS_1


" Kau tidak usah bertanya dulu dengan Arya


" Kenapa ?


" Ah , tidak apa - apa


Ana sengaja tak menyebutkan maksud hatinya karena ia masih memikirkan Siska


" Jadi kau mau kita..


Aditya menunjuk dada nya dan dada Ana


Terjadilah pergulatan tersebut


......


Di Rumah Amanda


" Aku yakin kau telah membunuh lelaki itu


" Cukup , diamlah Marisa !


Amanda mondar - mandir memegang kepalanya


" Polisi pasti sedang mencari tau siapa yang sudah menabraknya dan aku sangat takut Amanda


Amanda membayangkan malam setelah acara peresmian hotel pada saat ia dan ibunya berusaha membuat Ana down justru sepulang dari acara tersebut karier ayahnya menjadi jaminan dipertaruhkan karena ulahnya untunglah tidak sampai dicopot presiden masih berbaik hati memberikan kesempatan pada ayahnya tetapi jika sampai dua kali Amanda membuat ulah lagi dan membuatnya malu maka ia tak menjamin ayahnya masih bisa memegang amanah jabatan tersebut , untuk pertama kalinya ia di tampar dengan keras oleh ayahnya pada saar pulang dari tempat itu


Amanda merinding membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika sampai tau ia mencelakai orang lain dia tidak tau jika lelaki yang ia tabrak adalah anak konglomerat dan bangsawan dari jogjakarta


" Marisa kau hentikan ocehanmu atau aku akan menamparmu,


ia terlihat sangat kacau dan panik


" Perempuan sialan itu masih bisa selamat tunggu saja aku akan segera memberi perhitungan kembali , ini sudsh kepalang tanggung , biar basah sekalian


dan kau tetap akan membantuku


Marisa mengambil ponsel lalu menghubungi nomor Arya


dan menceritakan rencana selanjutnya


"Baiklah aku mengerti


Arya mematikan telepon


Ternyata kau juga ingin menghabisi Siska


kau salah besar Amanda menyuruhku berani sekali kau menyentuhnya maka aku akan membalas mu dengan kedua tanganku


...


Marisa ketakutan ia berpamitan pulang


ia tak berani membantah Amanda lihat saja kegilaan Amanda bisa - bisa ia pun akan menjadi target selanjutnya


" Tunggu dulu kau harus membantuku membuang mobil jeep ini kelaut , aku tak mau ada bukti - bukti yang bisa menyeret kita


Marisa mengangguk dengan terpaksa

__ADS_1


....


Dokter malam masuk untuk visite


" Selamat malam saya mau memeriksa pasien ini


" Dok pasien yang di sebelah ini sudah pulang


sebaiknya layarnya di buka saja biar ruangan ini lebih luas


Seorang suster mengejutkan Siska ,


ia menoleh ke ranjang Arya yang sudah kosong dan tidak ada orang


Kapan dia pulang , benarkan dia memang tak mau dekat - dekat denganku lagi


" Anda istrinya


Dokter tersebut bertanya kepada Siska


" Bukan saya sodaranya


Arjuna sangat senang saat Dokter tersebut menyebut Siska istrinya ia merasa sangat bahagia bahkan kaki nya yang terkilir pun terasa tak begitu sakit karena ucapan dokter yang sudah menghiburnya


" Keadaannya tidak apa - apa kalau mau pulang besok juga boleh , cuma terapi dan check up bisa di lakukan beberapa kali sampai sembuh


" Terimakasih dok,


Dokter dan suster pun keluar ruangan


" Jika ada apa - apa pencet aja belnya ya mbak


Siska mengangguk , matanya tak bisa di pejamkan ia masih bertanya - tanya kapan Arya pergi dari kamar ini


ingin sekali ia bertanya langsung kepada Arya apa maksudnya mengejar - ngejarnya selama ini lalu cuek tanpa arti , meski ia tau Dimas memang tak menyukai ia mendekati Siska


seharusnya Arya tetap berjuang jika benar menginginkan dia


Ntahlah aku tak mengerti aku tak tau harus bagaimana lagi ,Siska meletakkan kepalanya di dekat tangan Arya lalu perlahan tertidur dengan isakan tangis yang masih terdengar sayup - sayup


Arjuna melihat Siska berbaring di sampingnya dan benar - benar yakin jika Siska sudah tertidur lelap lalu ia mengelus kepala Siska


" Hanya dengan seperti ini aku bisa menyentuh rambut singa yang sedang tidur jika dia terbangun jangankan untuk menyentuhnya berbicara denganku saja dia tak mau


Arjuna tau jika Siska menyukai pria yang bersebelahan dengannya tadi karena sebelum berangkat kejakarta Dimas sudah dengan sangat detail menjelaskan semuanya


" Kau akan aku dapatkan Siska,


Arjuna dengan penuh percaya diri


Siska yang sedang tertidur merasakan seseorang mengelus kepalanya lalu terbangun dan terkejut


" Hei , apa yang kau lakukan dengan kepalaku


kau mencari kesempatan ya,


Siska sangat marah melihat Arjuna dengan beraninya menyentuh kepalanya


" Aaww , sakit

__ADS_1


Arjuna mengaduh kesakitan ,seketika Siska sadar Arjuna lah yang menyelamatkannya jika bukan karena Arjuna ntah bagaimana nasibnya


__ADS_2