
Arya masih memegang dadanya , sakitnya bukan lagi di bokong tapi di dada
meski ia dan Siska hanya bersebelahan tirai tetapi ia tau jika jurang dalam sedang berada di tengah - tengah mereka
Jurang yang dalam jangan sekali - kali mempermainkan wanita atau hanya menganggap mereka pemuas nafsu sesaat saat tuhan turun tangan membalas setiap perbuatan jantung dan dada terasa sakit sekali
Siska masih terisak disebelah Arya , hatinya sakit bahkan sangat sakit sekali hatinya seperti di permainkan Arya yang selalu memberi harapan seolah mengejar cintanya hingga mati - matian semudah itu pula Arya seoalah tak mengenalnya
Arya berjalan keluar ia ingin pulang kerumah Aditya malam ini lagian bokongnya sudah tidak sakit lagi , menunggu besok pagi terlalu lama ia tak sanggup mendengar ucapan dari mulut Dimas tentang pria yang disampingnya ini akan menjadi pilihan Siska
Ia berdiri lalu membuka pintu kamar
" Aku harus pulang malam ini
Arya pergi keluar ia pergi keloket jaga suami Bela yang juga sepupu Aditya sedang berada di situ juga
" Saya mau izin pulang Dok,
Tampak wajah Arya sembab sekali matanya merah
untunglah ini rumah sakit milik Aditya di tambah lagi semua dokter dan pegawai rumah sakit di sini tau Arya ia adalah tangan kanan Aditya jadi dengan mudah ia bisa keluar dari rumah sakit tersebut
Arya memesan taksi dan pulang kerumah Aditya
.....
" Sayang kapan - kapan kita makan di sana lagi ya,
Aditya bersemangat
"Baiklah suamikuh , sayang
Ana memeluk mesra Aditya
Mereka sampai di rumah seperti biasa para penjaga membukakan pagar yang berdiameter 10 m pagar yang terbuat dari campuran baja di atas pagar yang runcing di lapisi emas 24 karat Rumah sultan mah bebas wkwkwkw
Aditya menggendong Ana turun dari mobil
"Dit , cepat turunkan aku kau ini
Ana sangat malu dengan para pelayan dan bodyguard yang berada di rumah itu
" Biarkan sajalah ini kan rumahku kenapa
Uhuk
uhuk
Suara batuk itu mengejutkan Ana dan Aditya mata mereka terbelalak saat melihat Arya sudah pulang kerumah
" Arya !
" Kau sudah pulang , bukankah bela bilang kau boleh pulang besok pagi
Ana menarik tangan Aditya agar segera naik keatas karena ia melihat mata Arya tampak sembab
" Kau beristirahatlah Arya aku dan Aditya juga sangat mengantuk
Sesampainya di kamar
__ADS_1
" Kau tidak usah bertanya dulu dengan Arya
" Kenapa ?
" Ah , tidak apa - apa
Ana sengaja tak menyebutkan maksud hatinya karena ia masih memikirkan Siska
" Jadi kau mau kita..
Aditya menunjuk dada nya dan dada Ana
Terjadilah pergulatan tersebut
......
Di Rumah Amanda
" Aku yakin kau telah membunuh lelaki itu
" Cukup , diamlah Marisa !
Amanda mondar - mandir memegang kepalanya
" Polisi pasti sedang mencari tau siapa yang sudah menabraknya dan aku sangat takut Amanda
Amanda membayangkan malam setelah acara peresmian hotel pada saat ia dan ibunya berusaha membuat Ana down justru sepulang dari acara tersebut karier ayahnya menjadi jaminan dipertaruhkan karena ulahnya untunglah tidak sampai dicopot presiden masih berbaik hati memberikan kesempatan pada ayahnya tetapi jika sampai dua kali Amanda membuat ulah lagi dan membuatnya malu maka ia tak menjamin ayahnya masih bisa memegang amanah jabatan tersebut , untuk pertama kalinya ia di tampar dengan keras oleh ayahnya pada saar pulang dari tempat itu
Amanda merinding membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika sampai tau ia mencelakai orang lain dia tidak tau jika lelaki yang ia tabrak adalah anak konglomerat dan bangsawan dari jogjakarta
" Marisa kau hentikan ocehanmu atau aku akan menamparmu,
ia terlihat sangat kacau dan panik
" Perempuan sialan itu masih bisa selamat tunggu saja aku akan segera memberi perhitungan kembali , ini sudsh kepalang tanggung , biar basah sekalian
dan kau tetap akan membantuku
Marisa mengambil ponsel lalu menghubungi nomor Arya
dan menceritakan rencana selanjutnya
"Baiklah aku mengerti
Arya mematikan telepon
Ternyata kau juga ingin menghabisi Siska
kau salah besar Amanda menyuruhku berani sekali kau menyentuhnya maka aku akan membalas mu dengan kedua tanganku
...
Marisa ketakutan ia berpamitan pulang
ia tak berani membantah Amanda lihat saja kegilaan Amanda bisa - bisa ia pun akan menjadi target selanjutnya
" Tunggu dulu kau harus membantuku membuang mobil jeep ini kelaut , aku tak mau ada bukti - bukti yang bisa menyeret kita
Marisa mengangguk dengan terpaksa
__ADS_1
....
Dokter malam masuk untuk visite
" Selamat malam saya mau memeriksa pasien ini
" Dok pasien yang di sebelah ini sudah pulang
sebaiknya layarnya di buka saja biar ruangan ini lebih luas
Seorang suster mengejutkan Siska ,
ia menoleh ke ranjang Arya yang sudah kosong dan tidak ada orang
Kapan dia pulang , benarkan dia memang tak mau dekat - dekat denganku lagi
" Anda istrinya
Dokter tersebut bertanya kepada Siska
" Bukan saya sodaranya
Arjuna sangat senang saat Dokter tersebut menyebut Siska istrinya ia merasa sangat bahagia bahkan kaki nya yang terkilir pun terasa tak begitu sakit karena ucapan dokter yang sudah menghiburnya
" Keadaannya tidak apa - apa kalau mau pulang besok juga boleh , cuma terapi dan check up bisa di lakukan beberapa kali sampai sembuh
" Terimakasih dok,
Dokter dan suster pun keluar ruangan
" Jika ada apa - apa pencet aja belnya ya mbak
Siska mengangguk , matanya tak bisa di pejamkan ia masih bertanya - tanya kapan Arya pergi dari kamar ini
ingin sekali ia bertanya langsung kepada Arya apa maksudnya mengejar - ngejarnya selama ini lalu cuek tanpa arti , meski ia tau Dimas memang tak menyukai ia mendekati Siska
seharusnya Arya tetap berjuang jika benar menginginkan dia
Ntahlah aku tak mengerti aku tak tau harus bagaimana lagi ,Siska meletakkan kepalanya di dekat tangan Arya lalu perlahan tertidur dengan isakan tangis yang masih terdengar sayup - sayup
Arjuna melihat Siska berbaring di sampingnya dan benar - benar yakin jika Siska sudah tertidur lelap lalu ia mengelus kepala Siska
" Hanya dengan seperti ini aku bisa menyentuh rambut singa yang sedang tidur jika dia terbangun jangankan untuk menyentuhnya berbicara denganku saja dia tak mau
Arjuna tau jika Siska menyukai pria yang bersebelahan dengannya tadi karena sebelum berangkat kejakarta Dimas sudah dengan sangat detail menjelaskan semuanya
" Kau akan aku dapatkan Siska,
Arjuna dengan penuh percaya diri
Siska yang sedang tertidur merasakan seseorang mengelus kepalanya lalu terbangun dan terkejut
" Hei , apa yang kau lakukan dengan kepalaku
kau mencari kesempatan ya,
Siska sangat marah melihat Arjuna dengan beraninya menyentuh kepalanya
" Aaww , sakit
__ADS_1
Arjuna mengaduh kesakitan ,seketika Siska sadar Arjuna lah yang menyelamatkannya jika bukan karena Arjuna ntah bagaimana nasibnya