Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 135


__ADS_3

Siska terkejut melihat Arjuna yang tampak sangat marah


Dengan cepat Siska langsung menutup pintu kamarnya


" Untunglah, ya tuhan ponsel mana ponsel aku harus memberi tahu Ana masalahku, ini idak bisa di biarkan bagaimana kalau nanti ia berani memukulku "


Terdiam sesaat lalu berpikir kembali


" Ah tidakk, jangan Siska jangan menceritakan masalah rumah tangga kepada siapapun itu tidak baik "


Duduk dan termenung kembali memikirkan nasib dirinya yang mengambang


" Aku merasa nyawaku melayang - layang meninggalkan tubuh ini "


Siska menghentakkan kakinya kelantai menarik selimut dan mematikan lampu kamarnya " Selamat tidur nyenyak Siska "


........


Dimas berhenti di pom bensin dan memarkirkan motornya sebentar untuk mengisi angin " Selamat malam mas mau isi angin depan, belakang, kiri, kanan atau atas "


Guyonan dari seorang tambal ban membuat Dimas tersenyum " Bisa saja mas ini "


" Sendirian aja mas, malam - malam begini sebaiknya minum bandrek hangat mbok Darmi mas tu di warung ujung " Menunjuk kearah sebrang jalan raya


Dimas hanya tersenyum saja " Ya mas apa lagi kalau kita sedang nggak enak badan, apa lagi nggak enak hati, mantap bener minum bandrek di sana "


" Ya terimakasih ya Mas, " Dimas memberikan uang lalu pergi , di perjalanan ia pun terpikir untuk menenangkan pikirannya, pertama ia mengarahkan motornya masuk kedalam diskotik namun


" Ah aku sudah malas melakukan hal - hal tidak berguna " itu lebih baik sih Dimas apa lagi kamu sudah tidak muda lagi


Dimas melajukan motor kembali sengaja melepas helm dan memarkirkan motornya duduk di bandrek pinggir jalan


" Mbak bandreknya satu" Memanggil perempuan yang sedang membuat bandrek


Perempuan tersebut menoleh " Baik mas tunggu sebentar" melihat kearah Dimas lalu


" Kamu? " Menunjuk kearah perempuan tersebut


" Kak Dimas " Bergegas mengambil kan bandrek yang baru saja ia buat


" Ini kak minum lah " dengan wajah yang sangat merah


"Kau bekerja di sini " Terkejut melihat perempuan yang di lihatnya itu tengah malam masih berjibaku mencari uang diluar sana seorang diri, dengan di temani seorang anak lelaki kecil bertubuh gempal


" Membantu kedua orang tua ku kak, kebetulan ayahku sedang sakit jadi aku sengaja menggantikan mereka berjualan di sini "


Dimas tersenyum dan memperhatikan perempuan itu tak lama ia pun berpamitan


" Ini uangnya kembaliannya ambil saja untukmu " Memberikan uang seratus ribu


" Tapi ini banyak sekali kak " Memegang antara senang dan sedih


" Tak apa ambil saja kembaliannya untukmu "


Tersenyum dan berlalu pergi


.........

__ADS_1


Dirumah Ana dan Aditya , kedatangan tamu dari desa, siapakah mereka?


Tentu saja paman dan bibi keluarga Aditya dan sepupu oma Rita, mereka sengaja membawa nenek berobat ke kota jadi harus menginap di kota dalam beberapa minggu kedepan


" Malam sayang " Oma Rita tertatih berjalan di temani kedua orang tua Aditya masuk kedalam rumah besar milik mereka


" Oma ku sayang aku sangat merindukanmu "


Ana memeluk Oma Rita


Mama Aditya berdehem " Ehem Ana apa kau tak merindukan mama sayang "


Kembali melepas pelukan Oma Rita lalu memeluk mama mertunya " Tentu saja mama aku juga selalu merindukanmu " ,,


Beberapa orang yang tidak asing tampak tergopoh - gopoh membawa koper


" Keponakanku " Mereka langsung memeluk Ana


Aduh perasaan ku tidak enak akan ada masalah baru sepertinya di sini


" Ah paman bibi, apa kabar senang bertemu kalian kembali "


Memeluk mereka


Ah sial aku sama sekali tidak menyukai mereka berdua


" Ana " Nenek muncul di belakang ya sepupu Oma Rita di kampung nenek perawan yang tidak menikah karena asik mengejar karier


" Sayang mama dan oma sengaja menyuruh mereka untuk tinggal di sini saja selama nenek cantik ini berobat, lagian tidak mungkin mama menyuruhnya tinggal di rumah mama oma dan mama kan sibuk apa lagi besok oma harus checkup kembali ke rusia "


Wew rusia jauh amat he


Tapi tidak dengan sepsang suami istri menyebalkan itu, oh tuhan


Aditya turun kebawah " Wah ada tamu "


" Anak nakal " Oma menjewer teling Aditya


" Mau jadi Ayah saja masih saja kelakuanmu ya '


" Aduh oma lepaskan " Aditya tertawa sambil menarik tangannya


" Ya sudah Aditya biarkan mereka di sini dulu selama dua minggu ya, oma dan mama mau pergi lagi " Mereka segera berbenah kebetulan mereka kemari tadi di antar helikopter pribadi


eh lupa kalau di halaman belakang rumah Ana dan Aditya terdapat lapangan husus helikopter pribadi


" Hati - hati jaga cucu mama ya "


" Itu calon cicitku ingat " Oma Rita masuk kedalam helikopter


Ana dan Aditya langsung masuk kedalam rumah dan kembali melihat nenek " Nek beristirahatlah jika kau butuh sesuatu pencet saja bel itu pelayan akan datang menemuimu"


" Terimakasih cucuku, maaf aku merepotkan kalian "


" Sama sekali tidak nenek beristirahatlah "


Ana menutup pintu lalu berjalan menyusul Aditya yang lagi mengobrol dengan paman dan bibi

__ADS_1


" Ana kemari lah duduk bergabung bersama kami "


Ana hanya tersenyum meski sebenarnya ia sangat malas duduk bersama kedua orang ini


" Ana bibimu berencana untuk memasak di rumah ini, bukankah kalian sangat suka dengan masakannya bukan "


Suami nya berbicara membuat Ana sudah tidak nyaman perihal ia akan memasak di rumah ini


" Tapi nanti bibi akan capek biar pembantu saja yang akan mengerjakan tugas dapur "


Ana berusaha tersenyum dengan bijak


" Tidak apa - apa Ana bibi sangat hobi memasak " tampak begitu bersemangat


Aditya memberikan kode membuat Ana berhenti berdebat


" Baiklah bibi, paman Ana mau beristirahat dulu " Izin pamit dan meninggalkan mereka di atas


"Ah aku tidak suka sekali melihat mereka berada di sini, akan menambah masalah baru lagi apa lagi dia akan mengambil alih tugas di dapur, tak bisa aku bayangkan "


Aditya membuka pintu kamar dan melihat Ana


Lalu menutup pintu dan kembali menyosor Ana seperti biasa


Sedang asik bermesraan terdengar suara ketukan pintu dari luar " Adit, Ana "


Aditya dan Ana pun terkejut untuk pertama kalinya ada yang berani mengetuk pintu mereka malam - malam begini


" Ih ngapain mereka sih ganggu aja " Ana mulai tampak emosi


Aditya memberi kode " Diamlah biar aku yang keluar " Aditya memakai celana pendek dan bertelanjang dada keluar dari dalam kamar


Membuka pintu " Nak Aditya maaf menganggu bisakah bibi minta tolong untuk membuka ini " Menyerahkan botol minuman


Sebuah botol minuman biasa yang terbuat dari alumunium alasan yang sengaja sepertinya di buat - buat


" Ini bi, sudah selesai " Memberikan botol


" Terimakasih nak Aditya, eh Ana mana sudah tidur ya " Berusaha melihat kedalam kamar Ana


Ana yang mendengar buru - buru menarik selimut dan berpura - pura tertidur


Sialan aku pastikan dalam dua minggu kedepan hidupku bakal kacau


Ana menarik nafas dengan kesal


" Ana sudah tidur Bi, baiklah aku juga sudah sangat mengantuk " Berusaha menutup pintu


Tetapi perempuan itu mendorong pintu agar bisa melihat Ana " Wah cepat sekali ia tidur ternyata "


Bruggggg " terdengar suara pintu kamar tertutup


Aditya tampak kewalahan bagaimana cara mengusir perempuan itu


Ana langsung duduk " Sayang kau lihat bibimu baru datang beberapa jam saja dia sudah berani mengusik kita "


Aditya berusaha untuk tidak memperkeruh keadaan padahal ia juga sangat kesal "Jangan khawatir sayang mereka hanya sebentar disini, bukankah tamu adalah raja emuliakan tamu akan mendapatkan pahala "

__ADS_1


Aah kau ini Aditya membawa alibi agama untuk tamu yang bagaimana, tidak sopan malam - malam begini mengetuk pintu kamar orang lain, dia kan bisa memanggil pelayan


__ADS_2