
Semua persiapan sudah beres persiapan menyambut acara sudah hampir rampung menjelang hari H , sudah hampir 90 persen saja
Wajah Aditya tampak berseri - seri, berbeda sekali dengan Ana yang biasa saja, menurutnya malah acara ini sangat berlebih - lebihan, menghambur - hamburkan uang
" Selera orang kaya bebas "
Ana mengguling - gulingkan tubuhnya di atas kasur
....
Dari kejauhan bahaya sudah mulai mengintai keluarga Aditya dan Ana sepasang mata memandangi rumah besar tersebut
dari dalam mobil seorang perempuan yang taj asing menurunkan kaca mobil nya " Ayo jalan pak "
Sebuah mobil mewah melaju dan meninggalkan rumah besar tersebut
Arya yang bediri di jendela melihat jelas seseorang sedang mengamati situasi rumah milik Aditya dan Ana tersebut
" Kenapa mobil tersebut berhenti di depan rumah ini" Arya menangkap sinyal - sinyal mencurigakan
" Atau jangan - jangan " Memikirkan firasat ibu Ana malam tadi
" Aku tidak pernah ragu tentang firasat seorang ibu " Wajah Arya tampak sangat panik, dengan cepat ia turun kebawah dan menelpon orang untuk mencari tau siapa di dalam mobil tersebut dan apa tujuannya memata - matai rumah Ana dan Aditya
l......
Siska mengucek matanya dan terbangun
ia tampak begitu terkejut ,melihat jam dinding lalu berteriak dengan keras
" Astaga !!! hari ini aku berjanji kerumah Ana, bagaimana ini " Siska bangun dari tempat tidur dan mondar - mandir di depan kamarnya
Arjuna yang masuk kedalam kamar terkejut melihat Siska yang sangat seksi dengan memakai pakaian yang menantang syahwat lelaki manapun
Arjuna tampak menahan jantungnya yang berdegup sangat kencang, bermaksud agar Siska tak mendengar detakan jantungnya yang berdegup tak beraturan
mungkin jika jantungnya bisa berteriak ia akan mengeluarkan suara " Siska aku hanya manusia biasa, tolong jangan seperti itu di hadapanku "
,
Siska yang masih menggunakan tanktop dan hot pend yang sangat seksi sekali masih tak menyadari jika ia hanya mengenakan itu, apa lagi ia tak sadar jika Arjuna berdiri mematung tak berkedip sama sekali
Arjuna dengan mata terbelalak terkejut melihat Siska , tentu saja ini pertama kali ia melihat Siska seperti itu bahkan Arjuna tak pernah berpacaran sama sekali bagaimana mungkin ia bisa melihat hal seperti itu, eh maksudnya hanya berdua dengan gadis seksi di dalam kamar, kalau melihat sering.... di jalanan banyak hhe
" Arjuna bisa tidak kita pulang sore ini "
Siska mendekati Arjuna , berbicara memaksa masih dengan penampilan seksi seperti itu
Wajah Arjuna tampak merah sekali antara malu dan deg deggan , antara senang dan sedih, senang bisa mendapatkan pahala karena melihat paha mulus Siska
Sedih karena hanya bisa melihat tanpa bisa mencicipi .
Arjuna merasa sangat tak karuan karena melihat Siska memakai pakaian begitu terbuka dengan jarak yang hanya beberapa langkah saja dekatnya , uppss belahan dada Siska terlihat sangat jelas apa lagi ukuran dada Siska sangat menggoda
" Kita pulang sekarang? "
.Arjuna terkejut karena sebagai lelaki normal pikirannya sudah tidak fokus dengan hal - hal lain ,Tetapi Ia adalah lelaki sejati yang mempunyai prinsil tak akan mau menyentuh Siska jika bukan Siska sendiri yang menyerahkannya kepada Arjuna
Menyerahkan apa tu.. wkwkwkkw
" Iya pokoknya aku mau pulang sekarang titik nggak pake koma " Siska berbicara tegas, cepat, padat dan bulat.
Siska langsung mengambil ponsel di atas meja dan menggenggamnya di tangan lalu berjalan dengan cepat membuka pintu kamarnya
Dengan cepat Arjuna menarik tangan Siska
" Apa sih, aku mau pulang kejakarta sekarang" Siska berusaha melepaskan genggaman tangan Arjuna dan tampak sangat marah
Beberapa. orang pelayan usil mengintip Arjuna dan Siska
__ADS_1
Arjuna selalu berbicara lembut dengan Siska
tapi kali ini Suara Arjuna tampak lebih lembut dengan wajah merah dan jantung yang hampir mau meloncat keluar dari dalam tubuhnya
" Kau tidak boleh pergi kemanapun"
Arjuna membuang wajahnya karena sudah tidak sanggup menatap tubuh Siska
" Kau berani sekali ya, jangan mentang - mentang ini rumahmu dan kau bisa mengatur ku seenaknya ya disini, kau pikir aku takut jangan bermimpi " Siska berusaha menekan suaranya tetapi tampak jelas di wajahnya ia sangat marah sekali
" Bukan begitu , apa kau yakin mau pergi dengan pakaian seperti itu "
Arjuna masih berbicara lembut tapi kali ini ia membuang mukanya
" Memang kenapa dengan pakaianku ! "
Masih emosi
" Lihat dulu sebelum berbicara "
Dengan suara yang sangat lembut dan berbisik karena takut jika ada yang mendengar pertengkaran mereka berdua
Siska melihat pakain yang ia kenakan dan langsung berlari masuk kedalam kamar, meski ia lama diluar negeri tapi ia tak pernah sekalipun berpakaian seksi sama sekali, ia sangat sopan dan masih tau batasan
" Minggir " Mendorong tubuh Arjuna masih dengan wajah yang memerah ia langsung membuka lemari
Arjuna yang juga malu langsung keluar dari kamar karena ia merasakan hal yang sama di rasakan oleh Siska istrinya
" Aaaaa aku seceroboh ini ! , apa Ana dulu juga seperti ini , Hei Siska apa yang kau pikirkan tentang Ana, atau kau mulai.....
Tidakkkkkkkkkk "
Siska berbicara nyerocos karena ia benar - benar panik
Siska langsung mengambil pakaian lalu bersiap -siap memakainya
.....
" Kalian semua harus memeriksa siapapun yang masuk kerumah ini, siapapun apapun aktivitas gerak - gerik mencurigakan di luar rumah, dan orang asing yang memantau di luar rumah ini, cepat kalian periksa, segera laporkan kepadaku, apa kalian mengerti "
Semua bodyguard mengangguk tanda mengerti
.......
Aditya yang masih berada di kantor masih berkutat dengan kesibukannya , sebagai oengurus sekaligus pewaris tunggal kerajaan bisnis pertambangan bratawijaya grup tentu saja ia bertanggung jawab penuh dengan segala urusan bisnis, tetapi sesibuk apapun dia tidak lupa mengingatkan jadwal minum obat untuk istrinya Ana tercinta di rumah
Ntah kenapa hari ini ia begitu rindu dengan Ana
" Semakin tidak sabar aku untuk pulang kerumah " Aditya memandangi poto Ana di ponselnya
Tidak lama sekretaris Aditya masuk kedalam ruangannya " Permisi pak, rapat akan segera di mulai anda sudah di tunggu pak "
" Baiklah, tunggu sebentar " Aditya pun bergegas keluar ruangan
Sembari mencium poto Ana yang berada tepat di atas mejanya
......
Papa, mama Aditya memutuskan untuk menginap malam ini di rumah Ana
Semua sudah bersiap dengan pesta penyambutan tujuh bulanan anak Aditya dan Ana termasuk kedua orang tua Ana
Acara syukuran sekaligus USG untuk mengetahui apa jenis kelamin anak Ana dan Aditya pada acara nanti
.....
Rima dan Siska di pastikan hadir ,termasuk Dimas juga akan di undang di acara perhelatan akbar malam nanti
Setelah berpamitan dengan seluruh keluarga besar Arjuna, Siska pun akhirnya sampai di Jakarta, ia pun tak menyadari jika ia melupakan sejenak tentang permintaannya kepada Arjuna , karena ia sudah tidak bisa fokus lagi mengingat permintaannya pada Arjuna
__ADS_1
karena ia takut sekali jika Ana marah ia tak datang, pasti Ana akan memaksanya untuk memberi alasan kenapa sampai ia tak datang, itu akan menjadi masalah besar nantinya . Siska masih tak memperdulikan Arjuna
tetap saja ia masih melakukan hal yang membuat Arjuna tak pernah di hargai oleh Ana , Sikapnya yang cuek sekali memang tidak seharusnya di lakukan Siska dengan Arjuna yang memiliki segalanya
" Kita sudah sampai " Wajah Siska tampak tersenyum bahagia
Untunglah aku bisa sampai tepat waktu aku
sudah berjanji akan bertemu Ana hari ini
bumilku tunggu aku ya" Siska menuruni tangga pesawat dengan bahagia
Ponsel pun di aktifkan kembali, sebuah panggilan masuk dari Ana,
" Ana uh cepat sekali ia menelponku sepagi ini "
Mengangkat telpon dari Ana
" Iya Nona Ana ada yang bisa di bantu "
" Hallo Siska , ingat ya nanti malam jangan lupa kau harus datang kerumahku, jangan lupa dandan yang cantik pokoknya titik "
Ana tampak memaksa
" Iya.. iya kau jangan khwatir aku akan berdandan secetar mungkin "
Nafas Siska tampak terburu - buru karena berjalan secepat mungkin ia sudah tidak sabar ingin cepat sampai di rumah
sangking cepatnya ia berjalan, ia tak sadar telah meninggalkan Arjuna di belakang seorang diri
" Siska kau mau kemana " Arjuna berusaha mengejar Siska yang berjalan cepat sekali sambil memegang telpon berbicara dengan Ana
."Itu suara siapa sih Siska " Ana merasa heran
" Nafasmu kenapa terburu - buru sekali ,apa kau sedang di kejar oleh seekor kuda " Ana tertawa renyah di ujung telpon
Ana merasa heran mendengar suara Siska seperti orang berjalan dengan terengah - engah deru nafas Siska terdengar terburu - buru
" Ah aku lagi olahraga di rumah, nanti saja kau telpon aku lagi ya " Siska sengaja membohongi Ana dengan cepat ia langsung menutup telpon
Ah syukurlah dia tidak tau jika aku baru saja pulang berdua dari rumah Arjuna di jogja , bisa kacau kalau dia tau aku dari mana
Siska menarik nafas dalam - dalam dan mengus dadanya ,lalu teringat dengan Arjuna yang tadi bersuara saat Ana menelponnya, Siska membalik badannya dan berjalan mendekati Arjuna
" Arjuna " Menunjuk hidung Arjuna
" Hei aku peringatkan kamu ya, kalau aku sedang menelpon jangan sekali - kali kau mencoba untuk mengangguku dengan bersuara memanggil ku, bagaimana kalau teman - temanku tau aku sedang bersama mu " Siska tampak sangat kesal
"Memang apa salahnya, bukankah mereka sudah tau jika kau sudah menikah dan aku adalah suamimu "
Arjuna berusaha sabar menghadapi sikap Siska
" Aku rasa kau tak perlu bertanya alasanyya kau sudah tau " Siska tersenyum sinis, memang benar keluarga Arjuna memang membuat Siska merasa sangat nyaman
Tapi balik lagi hati Siska masih tak bisa melupakan kenangan bersama Arya meski hanya beberapa kali saja mereka bertemu tapj kalau sudah masalah hati mana mungkin bisa di mengerti
Arjuna hanya bisa terdiam saat Siska melontarkan ucapan yang pasti menyayat hatinya
Siska tersenyum sinis melihat Arjuna yang mulai terpancing emosinya
Aku mau melihat berapa lama ia akan bersabar dengan segala sikapku yang seperti ini, siapa bilang ini takdir, ini salahnya ia sendiri yang memilih takdirnya begini
hmm.... aku lupa menagih janjinya untuk mengabulkan permintaanku ,
tapi ya sudahlah sepertinya tuhan mengizinkan aku untuk bermain - main dengannya , sepertinya ini akan sangat menyenangkan
Siska terkekeh geli " Kau di kotamu dan di rumahmu adalah raja tapi tidak di kotaku, kau dengar itu Arjuna, oh ya satu hal lagi kau tak usah terlalu bahagia karena sikapku dengan ibumu, itu hanya karena aku tau di mana aku harus bersikap " Siska menegaskan ucapannya di depan Arjuna
"
__ADS_1